
Sosok itu jatuh berlutut. Tubuhnya penuh dengan luka tamparan cambuk. Bahkan bajunya robek karena tidak bisa menahan kekuatan cambuk. Meninggalkan bekas luka berdarah garis-garis yang bercampur di punggungnya.
"Kau elf sampah bodoh!" orang di depannya berteriak sambil melayangkan cambuknya lagi.
"Kau menggagalkan semua rencana. Laboratorium itu hancur. Kami tidak mendapatkan mana yang sudah susah payah dikumpulkan. Semuanya karena kau!" katanya. Dia terus mencambuk elf tak berdaya itu tiga kali berturut-turut.
"Lalu aku juga mendengar organisasi sialan milikmu dihancurkan oleh Ren. Apa kalian semua bodoh? Aku sudah memberikan kalian banyak fasilitas untuk membalas dendam dan bereksperimen. Tapi kalian tidak berguna!" dia mencambuk elf itu lagi.
Sang elf tidak melawan sama sekali. Elf memang berumur panjang tapi bukan berarti mereka tidak bisa mati. Elf itu sudah berada diambang Kematian nya karena luka-luka yang dia derita.
Kalau Sayn melihat elf ini, dia akan mengenali nya. Ini adalah elf yang dia temui di laboratorium ruang bawah tanah di dalam mansion Marquis. Saat Sayn dan anggota nya menghancurkan laboratorium itu, elf itu melarikan diri dari mereka. Dan mereka tidak bisa mengejar jejaknya sama sekali. Sehingga Sayn hanya bisa mendengus kesal.
Elf yang sudah berada di ambang kematian itu selamat karena seseorang tiba-tiba datang untuk menghentikan orang yang mencambuk nya.
"Hei, hentikan. Dia bisa mati. Kalau dia mati, kita akan kehilangan akses untuk mengirim mata-mata ke wilayah elf gelap" kata seorang wanita, tamu tak diundang yang tiba-tiba datang. "Semua rencana kita akan berantakan" katanya cemas.
Pria yang mencambuk elf itu hanya menatap rekannya dengan kesal. "Semua rencana kita sudah berantakan" katanya frustasi. "Bukankah kita sudah kehilangan akses untuk mengumpulkan mana dan mengambil alih salah satu wilayah kerajaan gara-gara elf bodoh ini? Gerakan kita juga diawasi sekarang karena sejak Ren sudah menghancurkan organisasi pembunuh yang sudah susah payah aku biayai!" katanya kesal.
Semuanya berantakan padahal harusnya ini berjalan mulus karena dia mendapatkan penglihatan dari dewa. Dewa menginformasikan kepada mereka agar menjalankan semua rencana ini. Ini semua agar kota suci dan penyihir cahaya bisa kembali ke kejayaan mereka seperti dulu lagi.
Tapi tidak semudah itu, karena ada jarum yang mengganggu rencana mereka, yaitu Ren. Yang terkenal sebagai penyihir terkuat di dunia dan bahkan namanya sudah dikenal. Ren adalah penyihir gelap, jadi semua rumor itu membuat penyihir gelap lebih kuat dan berkuasa di mata dunia.
Mereka ingin mengubah pandangan dunia tentang itu. Yaitu dengan mencari satu orang sebagai ikon yang membawa nama penyihir cahaya dan nubuat dewa. Mereka memilih kerajaan Well sejak kerajaan itu memiliki konflik internal dari kerajaan besar lainnya, sehingga sangat mudah untuk dipengaruhi. Ditambah lagi di sana ada seorang gadis kecil penyihir cahaya. Mereka ingin membuat gadis itu sebagai ikon dewi di mata dunia.
Tapi semuanya gagal sekarang hanya karena satu elf yang tidak becus sama sekali. Pria itu tidak bisa menghilangkan kebenciannya. Dia menggertakkan giginya benci.
Kalau Eva melihat pria ini, dia akan merasa bahwa pria ini sangat familiar. Pria ini bukan salah satu tokoh dalam novel yang dibacanya. Tapi Eva sudah pernah melihatnya saat dia melihat kelanjutan cerita novel di dalam mimpinya. Pria ini adalah pemimpin kota Suci, yang akan menikah dengan Reina di masa depan, saat Denis mulai gugur dalam perang.
***
Sayn duduk sendirian di sebuah bar. Dia menunggu pihak dari Kota Suci yang mengirimi mereka misi menggiurkan itu. Sebelumnya, setelah menghancurkan laboratorium bawah tanah milik Marquis, dia menghubungi utusan itu. Mengatakan keinginannya untuk bertemu karena dia ingin mendiskusikan beberapa hal. Dan utusan itu menyetujuinya. Mereka akan bertemu hari ini, di sebuah rumah makan di ibukota kerajaan Kano.
Kenapa memilih Kano? Target mereka berada di kerajaan Well. Jadi mereka melakukan pertemuan di negara Kano agar lebih aman saja.
Sayn masih penasaran kenapa organisasi misterius itu mengincar keluarga Duke. Bahkan targetnya bukan Duke Court tapi istrinya. Sayn pernah melihat Diana. Wanita itu sangat lemah lembut dan terlihat sangat baik. Terlebih lagi dia terlihat lemah. Bagaimana bisa wanita seperti itu menjadi incaran? Apa organisasi ini tidak punya otak sama sekali untuk mengincar gadis lemah yang tidak berdaya?
__ADS_1
Sayn tidak akan pernah melakukan misi pembunuhan itu. Dia akan menerima misinya karena dist menginginkan hadiahnya. Tapi dia tidak akan menyelesaikan misinya. Dia perlu menjebak si utusan ini, agar dia bisa memperoleh informasi dimana mereka menyimpan ramuan berharga itu.
Akhirnya Utusan dari Kota Suci itu datang. Sayn tersenyum saat melihat mangsanya ada di depan mata.
"Apa kau utusan itu?" Sayn bertanya. Ini adalah pertemuan pribadi antara mereka. Tidak ada teman atau bawahan yang ikut dengan mereka.
Sayn memakai pakaian hitam dan juga topeng untuk menutupi wajahnya. Disini dia mewakili organisasi nya sebagai seorang pemimpin. Sementara utusan dari kota suci itu juga memakai topeng perak untuk menutupi wajahnya. Tapi rambut dan tubuhnya sama sekali tidak bisa menutupi bahwa dia seorang wanita yang sangat cantik dan seksi.
"iya" wanita itu menjawab sambil tersenyum dari balik topeng nya. Dia adalah wanita yang sebelumnya menghentikan pria dari kota suci itu untuk mencambuk sang elf (di cerita pertama).
****
Ruangan itu sangat gelap. Seperti ruang bawah tanah yang hanya menggunakan lilin kecil sebagai penerangan. Di ruangan gelap itu, ada banyak sekali orang. Mereka semua memakai jubah hitam sehingga membuat suasana ruangan menjadi lebih suram.
Ada sekitar lima belas orang dengan jubah hitam. Orang-orang itu mengelilingi sebuah altar. Dan di altar itu terbaring seorang anak laki-laki yang berumur sekitar lima belas tahun, dengan rambut hitam dan kulit pucat.
Beberapa saat kemudian, anak laki-laki itu terbangun dengan linglung sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Aku ada dimana?" dia bergumam lirih.
Tapi sorakan pemujaan yang besar tiba-tiba menyambut nya.
Anak laki-laki itu melonggo. Dia tersentak kaget saat mendapati dirinya berada di tempat yang tidak dikenal sama sekali.
"Apa yang terjadi? Aku sedang bermain game sebelumnya dan tertidur di kamarku. Tempat mengerikan apa ini?" dia berteriak frustasi.
Dia adalah anak laki-laki dari dunia lain yang dipindahkan ke dunia ini. Lebih tepatnya dia adalah anak laki-laki yang dilihat oleh para dewa saat melintasi dimensi. Anak laki-laki yang dikenal sebagai mahluk asing.
Anak yang tidak tahu apa-apa itu muncul tiba-tiba di altar salah satu kultus organisasi gelap. Kemunculan juga sangat mencolok. Bocah itu muncul dari udara kosong dengan merobek dimensi seakan-akan dia adalah mahluk asing dari dimensi lainnya. Karena itulah dia dipuja oleh seluruh orang di dalam kultus ini.
Tapi saat melakukan itu, matanya kosong. Seakan-akan dia adalah boneka yang dikendalikan. Lalu tak lama dia jatuh pingsan. karena itulah mereka menidurkan nya di atas altar.
***
Lena diusir keluar wilayah elf. Orang-orang itu membawanya ke sebuah hutan tidak dikenal yang sangat penuh dengan rawa. Lena tidak tahu letak keberadaannya saat ini.
__ADS_1
Lena saat ini terlihat seperti orang mati walaupun dia masih hidup. Matanya redup dan wajahnya pucat. Seakan-akan dia sudah tidak memiliki keinginan untuk hidup lagi. Lebih tepatnya dia menyerah atas kehidupannya sejak Ren sudah membenci dan membuangnya.
Dia bahkan sudah bersiap untuk bunuh diri. Tapi tiba-tiba matanya menjadi merah. Ekspresinya langsung berubah saat mata merah itu muncul, seakan-akan dia menjadi orang lain. Bukan Lena yang biasanya.
Lena tersenyum lebar, ditambah mata merah itu, penampilan nya cukup mengerikan. Dia seperti wanita penyihir yang ada di dalam dongeng.
"Aku akan membalas mereka semua. Mereka yang sudah mengkhianati ku dan membuat ku menjadi menderita" katanya benci. lalu secara perlahan sosoknya mulai berubah.
Dia bukan lagi seorang gadis elf gelap. Tapi seorang gadis manusia dengan rambut silver yang mencolok. Kurang lebih penampilan nya seperti Charlotte. Tapi bentuk wajah dan tubuh mereka berbeda.
Kalau Ren melihat nya, dia akan tersentak kaget. Lena tidak memiliki darah bangsawan, tapi gadis itu bisa merubah penampilan nya menjadi manusia. Ini semua terjadi karena mata misterius berwarna merah darah itu. Seakan-akan ada mahluk lain yang tersembunyi di dalam diri gadis elf itu.
Mata merah itu secara perlahan memudar. Lalu Lena mulai terbang di langit. Lena sama sekali tidak bisa terbang. Kekuatan sihirnya tidak cukup untuk itu. Tapi sekarang dia bisa melakukan nya dengan mudah seakan-akan dia adalah orang lain.
Lena terus terbang dengan cepat seakan-akan dia menuju ke suatu tempat dengan terburu-buru.
***
Reina merasa sangat frustasi akhir-akhir ini. Pertama, Denis selalu mengabaikan nya. Saat dia mengunjungi istana, pria itu bersikap seolah-olah keberadaannya tidak ada sama sekali. Kedua, mansionnya diserang oleh sekelompok pencuri. Dia mendengar ayahnya mengalami kerugian yang sangat besar. Bahkan beberapa bagunan dari mansion mereka rusak dan biaya perbaikannya tidak murah sama sekali.
Dia mengalami kemalangan besar berturut-turut akhir-akhir ini. Dan ada banyak sekali kemalangan, dia tidak bisa menghitung nya.
"Haa" Reina menghela napas. Dia menenangkan dirinya dengan berkeliling ibu kota dan berbelanja kali ini. Dia membeli sepatu baru dan juga beberapa makanan enak untuk dibawa ke kamarnya.
Reina tidak menggunakan kereta ataupun membawa pengawal. Sebenarnya dia ingin berpergian dengan kereta dan juga pengawal, seperti bangsawan lainnya. Tapi sayangnya, ayahnya tidak mengizinkan nya. Ayahnya berkata, mereka harus bersikap rendah hati dan tidak membuang-buang uang. Dia mengangguk patuh, tapi dia merasa sedikit masam di hatinya.
Dia melakukan kebiasaan nya untuk menendang kerikil jalanan saat dia sedang berjalan menyusuri ibu kota.
Lalu tiba-tiba secara tidak sengaja, kerikil itu mengenai seseorang di depannya.
"Aku minta maaf" kata Reina buru-buru. Dia tidak tahu bahwa ada orang lain di depan nya.
Orang itu menoleh. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut silver yang mencolok. Saat melihat gadis itu, Reina teringat dengan gadis menyebalkan dari Menara Sihir itu. Tapi penampilan mereka berbeda. Gadis ini terlihat sangat cantik seakan-akan dia bukan manusia sama sekali. Ada aura elegan yang mengelilingi nya. Tanpa sadar Reina bahkan terpesona.
"Um... maaf..." gumam Reina saat dia tersadar bahwa dia sudah terpesona. Dia menyentuh pipinya yang memerah malu, karena gadis itu terlalu cantik, dadanya juga ikut berdebar tanpa sadar.
__ADS_1
"Tidak masalah" gadis cantik itu tersenyum ramah.
Ini adalah awal permulaan dari pertemanan mereka. Seorang gadis manusia yang merupakan penyihir suci dengan seorang gadis elf gelap yang sedang menyamar.