Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5. Pertandingan Sihir: Babak Pertama 1


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva bermimpi lagi dan bertemu dewa kucing. Dewa kucing itu memperlihatkan chapter ekstra kepada Eva.


Disana Eva melihat hal yang mengejutkan. Dia melihat beberapa orang aneh melakukan invasi pada kerajaan Well dan mereka ingin mengambil alih kerajaan itu. Dan terjadilah perang. Tapi kerajaan Well mengalami kekalahan karena mata-mata membocorkan sihir pertahanan mereka kepada musuh. Denis gugur dalam perang dan Kerajaan Well jatuh.


***


Saat dewa kucing itu mengirimku pergi, pandanganku memutih. Dan tiba-tiba aku terbangun dari tidurku. Hari juga sudah menjelang pagi. Mimpi itu terasa sangat panjang, tapi ternyata sangat singkat.


Hari ini adalah hari pertama pertandingan sihir, jadi aku tidak terlalu memikirkan mimpi yang kualami. Aku memang sedikit kaget dengan mimpi itu, tapi aku segera mengacuhkannya. Aku akan memikirkannya nanti. Aku perlu fokus pada pertandingan sihir ini.


Pagi-pagi sekali, kami semua dipanggil dan berkumpul di aula pertemuan.


Kali ini semua murid mengenangkan jubah organisasi mereka masing dengan lencana di dada mereka. Kami mengenangkan jubah berwarna ungu tua dengan corak polkadot berwarna putih. Jubah ini cukup lucu menurutku.


Setelah semua peserta berkumpul dan bersiap-siap, kakek dengan jubah emas itu menggunakan sihirnya dan mengeluarkan banyak kartu. Kemudian kartu-kartu itu menuju masing-masing peserta dan masuk ke dada mereka.


"Jika kalian ingin melihat sisa point kalian, kalian hanya harus memikirkannya, secara otomatis panel virtual akan muncul di depan kalian"


Aku langsung mencobanya. Aku hanya berpikir ingin melihat poin kehidupanku dan panel tembus pandang langsung muncul di depan mataku. Ada bar point yang menunjukkan angka 200 disana. Panel masing-masing peserta tidak bersifat rahasia, karena kita juga bisa melihat sisa poin milik orang lain. Jadi aku kira kita tidak boleh terlalu sering membuka panel poin, karena berbahaya apabila musuh melihat poin kita.


"Baiklah, semuanya bersiap" kakek berjubah emas memberikan aba-aba.


"Jangan lupa ingat strategi yang sudah kuberikan" Dean baru itu memperingatkan.


Kakek berjubah emas menggunakan sihirnya. Semua peserta langsung berubah menjadi secercah cahaya dan menghilang ke dalam ruang dimensi.


"Semoga berhasil anak-anak muda" gumam kakek berjubah emas itu dengan nada nostalgia


***


Kami sekelompok terbang dengan kecepatan cahaya dan tiba di tengah-tengah hutan belantara. Benar sekali prediksi Dean baru itu. Semua peserta pasti diteleportasi di tengah-tengah hutan agar kesulitannya bertambah.


"Baiklah, kita harus melihat lokasi kita dulu" Robert, sebagai ketua, memberikan bimbingan dan membuka peta yang sudah diberikan.


Di dalam peta, kita bisa melihat dua buah titik. Titik pertama adalah lokasi keberadaan kita dan titik kedua adalah titik tujuan. Kita sama sekali tidak bisa melihat titik keberadaan musuh.

__ADS_1


"Kita berada di Utara. Kita perlu berjalan ke selatan. Ada satu sungai dan beberapa rawa, kemungkinan ada binatang buas disini" Robert menjelaskan lalu meletakkan kembali peta ke dalam ruang penyimpanannya.


"Ayo jalan" dia memerintahkan.


Semua orang langsung mengangguk. Dan langsung berjalan maju. Sebenarnya para pengguna sihir angin bisa melesat lebih cepat dengan sihir mereka. Tapi tidak semua orang yang ada disini memiliki sihir angin. Dan kondisi tubuh penyihir tidak kuat seperti pendekar sihir. Jadi mau tidak mau mereka harus berjalan menyusuri hutan dengan hati-hati.


Setelah sejam mereka menyusuri hutan, mereka hanya bergerak sedikit dari titik peta. Sepertinya mereka perlu sesuatu untuk mempercepat pergerakan mereka atau mereka akan tertinggal dari kelompok lainnya.


Robert memikirkan sesuatu dan dia melihat ke arah kelompoknya.


"Kalau tidak salah kita punya tiga penyihir angin bukan? Bagaimana kalau dua dari kita menggunakan sihir untuk membantu dua orang lainnya agar gerakan mereka lebih cepat?" saran Robert.


Ah! Saran bagus! Aku bisa menggunakan sihirku untuk membantu yang lainnya. Kemajuan kita benar-benar lamban. Dan aku sedikit kesal juga karena kita berjalan seperti siput. Apalagi hutan ini sangat besar.


"Ide yang bagus mastaa. Aku akan..."


"Baik, aku akan menggunakan sihirku" Hans langsung memotong pembicaraanku. Lalu dia menatap ke arahku dengan sinis. "Jangan melakukan apa pun. Atau itu akan merepotkan karena kau mengacaukan segalanya. Lindungi saja dirimu" katanya sinis.


Arggghhh! Aku benar-benar murka! Aku ingin menenggelamkan bocah ini di rawa-rawa dan membuatnya kehilangan poin karena terkubur! Aku bahkan melihat Robert dengan mata memohon agar membiarkanku menghukum bocah ini.


Tapi sepertinya Robert sama sekali tidak mempedulikannya! Dia mengacuhkanku! Dia hanya tersenyum kecil sambil menggosok rambutku "Dia benar. Kau harus melindungi dirimu sendiri. Jangan pedulikan orang lain oke"


Akhirnya aku menyerah, meredakan kemarahanku dan mengurungkan keinginan bodohku. Aku melihat Robert membantu Charlotte dan Hans membantu Jean. Aku juga menggunakan sihirku.


SHUUU! Kami semua langsung melesat cepat menyusuri hutan. Ini lebih baik. Walaupun tidak bisa berlangsung lama karena akan ada kelelahan. Setidaknya perjalanan kita akan lebih cepat.


Dan benar sekali dugaanku~


Hanya tiga puluh menit perjalanan, kelompok Hans dan Jean sudah tertinggal di belakang.


Haa~ bocah menyebalkan itu...Jangan-jangan dia adalah penyihir paling lemah di kelompok ini?


"Baiklah. kelihatannya kita akan beristirahat" kata Robert sambil melihat ke belakang, karena dua orang itu tertinggal lumayan jauh.


ROAR!! TIba-tiba terdengar auman binatang sihir. Dan ARGHHH! Kami mendengar teriakan!


Gawat! Tidak mungkin dua orang itu diserang binatang sihir kan?!

__ADS_1


Kami bertiga langsung menuju ke sumber teriakan. Hanya memerlukan waktu beberapa menit dan kami melihat dua orang manusia kecil dikelilingi lima ekor serigala berwarna perak.


"Serigala perak, Binatang Sihir Lv.3" kata Robert.


Binatang sihir level 3 tidak terlalu berbahaya. Tapi kalau mereka muncul berkelompok ini cukup merepotkan.


Aku melihat Hans dan Jean, mereka tidak terluka terlalu parah. Jean hanya menerima beberapa lecet pada kakinya. Dan Hans memiliki luka bekas gigitan di tangan kanannya.


Robert ingin membereskan semua binatang sihir itu, taipi aku langsung menghentikannya!


"Masstaa adalah ketua. Jaga tenagamu. Biar aku saja yang membereskannya. Ini mudah..." kataku yakin.


Robert mempercayai Eva. Dia hanya tersenyum kecil sambil mengelus kepala gadis kecil itu "Hati-hati"


Aku dengan percaya diri maju. Menarik perhatian binatang sihir itu sangat mudah, aku hanya harus mengeluarkan sihir anginku untuk menyapu mereka semua.


Para binatang sihir itu sadar bahwa ada manusia lainnya yang menyerang mereka, jadi mereka mengabaikan dua manusia yang tidak berdaya dan beralih ke manusia yang menyerang.


Binatang sihir level 3 tidak terlalu kuat. Aku juga tidak perlu menggunakan sihir tingkat tinggi disini. Jadi aku hanya menggunakan sihir tingkat menengah elemen api.


"Circle Fire" Ini adalah sihir yang baru saja kupelajari.


Dalam sekejap lingkaran api besar mulai terbentuk mengelilingi sekelompok serigala itu.


"Burst"


BOM! BOM! BOM!


Ledakan api yang besar terjadi dan memusnahkan seluruh kelompok dalam sekali serang.


Ini mudah dan efisien. Aku cukup percaya diri untuk memburu binatang sihir level rendah sekarang.


"Aku sudah selesai mastaa~"


Robert mengangguk, dia menatap Charlotte "Tolong sembuhkan dua orang itu"


Eva tidak mengetahui bahwa dua orang bocah yang terluka itu menatap aksinya dengan mulut menganga. Mereka tidak mengira gadis kecil bangsawan itu akan memiliki kekuatan sihir sekuat ini! Apa-apaan ini! Dalam sekejap harga diri mereka benar-benar jatuh. Dan mereka merasa kecewa dan sedih. Tapi mereka mulai memandang Eva dengan pandangan yang berbeda sekarang.

__ADS_1


 


 


__ADS_2