Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Membuka Toko


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Ricko menyelamatkan Eva dan Fena. Saat itu Eva mengenali Ricko untuk pertama kalinya. Dia berusaha meyakinkan pemuda itu bahwa dia adalah kakaknya. Setelah beberapa kali berjuang, akhirnya itu berhasil.


Mereka pun menceritakan pengalaman mereka masing-masing, kenapa mereka bisa sampai ke dunia ini. Mereka melakukan reunian satu sama lain. Lalu Eva menitipkan Fena kepada Ricko sejak gadis itu tidak mempunyai tempat tujuan.


***


"Berapa lama lagi kau akan tinggal disini?" aku bertanya.


"Aku akan kembali besok. Aku ingin berlatih dengan giat dan tidak ingin membuang-buang waktuku." kata Ricko sungguh-sungguh.


"Kalau begitu jaga dirimu baik-baik" Mereka saling berpelukan untuk terakhir kalinya. "Kita akan bertemu lagi di masa depan. Jangan lupa untuk menghubungi ku secara berkala"


"Tentu saja"


Setelah itu kami membiarkan Fena dan Gord untuk masuk.


"Gord, dia adalah kakakku. Perlakukan dia dengan baik di masa depan" Ricko memperkenalkan Eva dengan cepat.


Gord menatap Eva dari ujung kepala sampai ujung kaki. Lalu dia mengangguk pelan tanpa mengatakan protes apapun.


"Fena, kau akan tinggal bersama mereka oke" aku mulai membujuk Fena.


Gadis itu menatap Gord dan Ricko dengan tatapan tidak yakin.


"Tenang saja. Kedua orang ini juga penyihir gelap. Mereka akan menyambut mu dengan baik" kataku sambil tersenyum ramah.


"Kakakku benar. Kami akan memperlakukan mu dengan sangat baik"

__ADS_1


Fena mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya mengangguk patuh.


Pertemuan kami berakhir sampai disini. Hari bahkan sudah pagi tanpa kami sadari. Setelah menitipkan Fena kepada Ricko, aku segera kembali ke asrama seolah-olah tidak ada yang terjadi.


Aku akan tidur sampai jam pelajaran kedua. Aku memutuskan untuk bolos jam pelajaran pertama saat ini, karena aku kekurangan tidur. Jadi saat Vivian mulai membangunkan ku, aku menolaknya


"Aku akan bolos jam pertama" jawabku singkat sebelum merubah posisi tidurku dan tertidur kembali.


***


Kondisi di akademi sangat ricuh. Semua orang tahu bahwa seorang penyusup masuk ke dalam akademi dan membawa lari seorang tahanan. sekarang setiap guru dan staff yang ada di akademi berusaha mencari penyusup dan tahanan itu. Tapi hasilnya nihil, seakan-akan mereka berdua hilang ditelan bumi.


Tentu saja mereka tidak akan pernah menemukan nya. Karena Fena sudah berteleportasi ke tempat yang sangat jauh sekarang. Mereka tidak akan bisa menangkap nya kecuali mereka tahu tempat persembunyian para penyihir gelap itu.


Aku sesekali menguap saat mendengar kan gosip tentang penyihir gelap dan juga para tahanan itu. Walaupun sebagian besar orang berkomentar buruk terhadap kami. Aku masih berusaha untuk tidak mempedulikannya.


Seminggu berlalu sejak kejadian itu. Pembersihan juga dilakukan di kalangan bangsawan tingkat rendah. Tapi mereka tidak berani menyentuh bangsawan tingkat tinggi seperti ayahku. Apalagi semenjak kejadian tidak sopan yang terjadi di halaman akademi. Mereka jadi lebih enggan untuk mengintrogasi keluarga Duke. Sehingga kami sekeluarga bisa lolos inspeksi dengan mudah. Ini sangat melegakan.


Ricko selalu mengubungi ku beberapa hari sekali. Walaupun tempat persembunyian nya jauh, dia masih bisa menghubungi ku dengan telepati. Yang menyatakan bahwa kekuatan mananya juga sangat hebat.


Aku menyuruh Ricko untuk terus bersembunyi. Begitu pula dengan penyihir gelap lainnya. jangan berkeliaran di kerajaan orang lain untuk saat ini. Dan anehnya Ricko benar-benar menurutinya. Casius juga menuruti permintaan Ricko. sementara penyihir gelap lainnya menuruti Casius. Mereka seperti sekelompok anak ayam kalau dipikir-pikir.


Kehidupan sekolah ku berlangsung dengan damai selama beberapa hari ini. Tanpa sadar sebulan sudah berlalu. Saat ini, aku sudah bersiap untuk membuka toko yang sudah ku rencanakan sejak lama. Tentu saja dengan bantuan Vivian.


Aku meminta bantuan Vivian untuk membeli gedung besar yang lumayan besar di ibukota. Aku akan membuka toko dengan konsep mall kali ini. Aku akan menjual tiga jenis alat sihir di tempat ini untuk permulaan. Itu adalah robot pembersih, robot pelayan dan juga kereta dorong otomatis. Semua alat-alat ini sangat berguna untuk orang-orang biasa yang ingi. membuat kerja berat mereka menjadi lebih ringan. Ya, di mata orang biasa yang tidak terlalu bisa menggunakan sihir, semua barang ini akan sangat berguna, terutama Kereta dorong otomatis.


Saat aku mempersiapkan tokoku, aku tidak menduga bahwa Denis akan menghubungiku. Dia menerima proposal penjualan tentang robot pembersih itu. Mereka akan membeli dua puluh unit dan akan meletakkan robot itu di istana.


Umu? Aku tidak menduga bahwa Denis akan menerima proposalnya. Aku mengira kalau dia akan menolaknya. Tapi ini hal yang bagus, jadi aku tidak akan mengatakan komplain apapun.

__ADS_1


Aku menyuruh Vivian untuk membuat hubungan kerjasama dengan Denis. Awalnya pemuda itu memintaku datang. Tapi aku menolak dengan alasan aku sangat sibuk. Itu adalah setengah kebenaran dan setengah kebohongan. Aku tidak ingin bertemu dengan Denis walaupun aku bisa bertemu dengan nya. Dan tentu saja aku memang sibuk untuk menyiapkan barang-barang yang akan dijual di toko kami. Jadi aku membiarkan Vivian yang mengurusnya sejak wanita itu akan kujadikan sebagai manager penuh untuk menjalankan tokonya di masa depan.


Jujur saja, saat melihat Vivian yang datang, wajah Denis berubah kecewa.


"Eva sangat sibuk dengan alat-alat sihirnya Yang Mulia" Vivian menundukkan kepalanya dan mengatakan alasan kedatangan nya. Dia juga merasa tidak nyaman melihat wajah cemberut Denis. Eva menyeretnya dengan paksa ke istana sebagai perwakilan. Dia menuruti nya tanpa pamrih. Siapa yang menduga bahwa dia hanya dijadikan tameng oleh kedua pasang kekasih yang sedang bertengkar?


Denis tersenyum. Wajah cemberutnya menghilang. "Tidak masalah." dia bersikap sangat profesional.


Vivian mendesah lega dan mereka langsung mendiskusikan bisnis mereka. Vivian berusaha agar kedua belah pihak mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dan dia melakukan nya. Vivian memang pembisnis yang handal. Di masa Depan dia akan menarik banyak sekali mitra untuk membuat dagangan Eva bisa dijual di seluruh dunia.


Toko akhirnya dibuka. Pembukaan hanya dihadiri olehku dan Vivian. Acara pembukaannya sangat kecil sehingga orang-orang bahkan tidak tahu bahwa ada toko baru yang akan buka.


Aku membeli gedung dua tingkat di ibukota. Lantai pertama menjual robot pembersih. Aku memasang pajangan beberapa robot pembersih pada dinding kaca toko. Lalu di lantai atas aku memajang kereta dorong otomatis.


Tidak lupa aku memasang banner pemberitahuan di depan toko.


Pembayaran bisa dilakukan dengan: uang, sistem barter dengan alat lainnya dan mana.


Aku membuat sistem pembelian nya sesederhana mungkin sehingga setiap kalangan bisa membelinya. walaupun mereka tidak punya uang, mereka bisa menukarkannya dengan mana ataupun barter dengan alat sihir lainnya. Aku tidak keberatan selama nilai mereka sama.


Seminggu pertama, toko itu sudah dipenuhi dengan pelanggan. Aku perlu menambah beberapa karyawan yang bekerja di toko. Bahkan ada beberapa bangsawan yang meminta pengiriman lebih dari sepuluh item robot ke rumah mereka. Tentu saja dilakukan dengan sistem pre order karena aku harus mengambil alat jadi itu dari kerajaan elf lebih dulu.


Dua bulan berlalu. Robot-robot pembersih milik Eva sudah berlalu lalang di ibukota. Beberapa pedagang juga membeli robot pelayan untuk membantu mengangkat barang dagangan mereka.


Dalam sekejap toko Eva menjadi sangat populer di ibukota Kerajaan Well. Menyebabkan beberapa pendagang dari kerajaan lain datang ke toko mereka untuk mendaftar sebagai mitra dagang. Tentu saja Vivian yang akan mengurus semua ini. Sementara Eva hanya berlatih dan bersantai saat tidak ada jam pelajaran sama sekali.


Sebentar lagi enam bulan berlalu, para pangeran dan putri dari kerajaan Kano akan kembali ke kerajaan mereka. Lebih tepatnya waktu pertukaran pelajar sudah habis. Sebagai balasannya Kerajaan Well akan mengirimkan beberapa murid terbaik mereka untuk belajar di Kerajaan Kano.


Aku sangat berharap kalau aku tidak akan terpilih. Aku tidak ingin belajar di kerajaan Kano selama enam bulan. Walaupun enam bulan bukan waktu yang lama, tetap saja lebih nyaman untuk belajar di akademi dekat rumah daripada belajar di akademi yang sangat jauh dari rumah.

__ADS_1


Tapi tadi malam aku menerima pemberitahuan dari kepala sekolah, bahwa aku terpilih sebagai siswa yang akan ikut pertukaran pelajar.


Haa~ aku menghela napas. Menyebalkan memang, tapi mau bagaimana lagi.


__ADS_2