Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Bimbang


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva bertemu dengan Denis. Denis mengucapkan selamat atas pesta tehnya dan memberinya hadiah sebagai permintaan maaf karena tidak datang. Saat itu Robert dan Denis saling berkonflik untuk memperebutkan Eva, bahkan kejadian itu terjadi sampai di ruang makan. Dean Wason datang menengahinya.


Saat mereka makan bersama, Dean Wason emnanyakan hal yang sensitif, dia bertanya tentang pertunangan Eva dan Denis. Saat itulah Robert tidak senang, dan saling melontarkan tatapan tajam dengan Denis. Sementara Dean Wason, mengamati Denis sedalam-dalamnya, mempertanyakan apakah Denis cocok untuk Eva. Sementara Denis sangat tidak menyukai ini. Dia tidak menyukai setiap orang di sekitar Eva termasuk Duke, Dean Wason dan Robert, karena mereka semua sangat ingim pertunangannya dibatalkan.


***


Dean Wason menatap Denis serius dan perlahan membuka mulutnya "Setelah makan, temui aku nanti" katanya perlahan. "Ada yang ingin kubicarakan denganmu"


"Baik Dean" Denis mengangguk.


Suasana hening sejenak dan mereka melanjutkan makan.


Butuh waktu lima belas menit, saat mereka semua menyelesaikan makanan mereka. Dean Wason segera berdiri dan meninggalkan ruang makan. Denis segera mengikutinya.


"Tunggu aku. Kita akan pulang ke ibukota bersama setelah ini. Aku hanya akan berbicara sebentar dengan Dean" kata Denis kepadaku sebelum pergi mengikuti Dean Wason.


Aku hanya mengangguk.


***


Denis mengikuti Dean Wason masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Silahkan duduk" kata Dean Wason mempersilahkannya.


"Terima kasih Dean" Denis langsung duduk.


"bagaimana dengan penawarannya?" kata Denis memulai topik pembicaraan.


Sebelumnya, saat Denis pertama kali datang ke menara sihir, dia langsung dipandu ke aula pertemuan. Dia bertemu dengan Dean Wason dan sembilan penatua lainnya. Dia mengenalkan diri sebagai putra mahkota sekaligus sebagai utusan dari akademi.


Dia menjelaskan bahwa pihak kerajaan menawarkan kerjasama dengan Menara Sihir.


Note: Kenapa akademi termasuk pihak kerjaan? Karena akademi dibentuk oleh kerajaan, dan ada banyak bangsawan dan rakyat jelata yang belajar disana. Akademi bisa dikatakan salah satu departemen pendidikan yang dibentuk oleh kerajaan. Tapi berbeda dengan Menara Sihir. Menara Sihir adalah organisasi independen yang tidak terlibat dengan kerajaan. Itu hanya sebuah kebetulan mereka tinggal di Kerajaan Well, karena setiap kerajaan di dunia memiliki organisasi sihir tersendiri. Itulah sebabnya Menara Sihir dan Kerajaan tidak saling berhubungan, mereka terpisah. itulah sebabnya juga, Denis ingin menawarkan hubungan kerjasama.


Hubungan kerjasama yang ditawarkan oleh Denis berisi bahwa mereka harus saling membantu. Apabila pihak kerajaan mempunyai masalah, pihak Menara Sihir harus mengirimkan bantuan. Begitu sebaliknya, apabila pihak Menara Sihir mempunyai masalah, maka pihak kerajaan akan mengirimkan bantuan. Serta Denis menawarkan program pertukaran pelajar antar kedua sisi, yaitu akademi dan Menara Sihir. Walaupun akademi memiliki mata pelajaran khusus sihir, itu tidak sedetail yang dimiliki oleh Menara Sihir. Dan Menara Sihir hanya fokus mempelajari sihir, mereka bisa mempelajari hal lain di akademi. Itulah tujuan dari program pertukaran pelajar ini. Bisa dibilang ini menguntungkan kedua belah pihak.


Saat itu para Dean sedang berdiskusi, jadi mereka belum menentukan keputusan. Sampai akhirnya, beberapa Dean mempunyai urusan penting dan menyerahkan keputusan kepada ketua menara sihir. Tapi, Dean Wason tidak mempedulikan hubungan kerja sama ini. Awalnya dia bersikap ramah terhadap Denis dan menyambutnya. Tapi, setelah dia mendapat informasi bahwa putra mahkota dan cucunya bertunangan, dia mulai mengabaikan Denis. Dean Wason pergi begitu saja. Denis, yang tidak mendapatkan jawaban apapun pergi mengikutinya. Denis juga kesal, karena dia diabaikan di tempat ini, sama sekali tidak dihargai.


'Apa menara sihir memang sesombong ini?' pikir Denis.


Dan saat Denis mengikuti Dean Wason untuk membujuknya menyetujui hubungan kerjasama, dia bertemu Eva di tengah jalan.

__ADS_1


"Sebelum aku menjawab, aku akan mengujimu dulu" kata Dean Wason.


Tiba-tiba, aura yang menekan dan ganas langsung menyerang ke arah Denis. Tubuh Denis bergetar, tertindas. Kemudian, karena Denis tidak berkutik, Dean Wason mulai menyerangnya dengan sihir. Denis langsung memaksakan tubuhnya menghindar.


'Hmmm, kewaspadaannya tidak buruk' pikir Dean Wason.


"Apa-apaan ini Deann?!" teriak Denis dengan nada bercampur kaget dan kesal. Dia agak terkejut saat Dean Wason tiba-tiba menyerangnya tanpa pemberitahuan apa pun.


"Aku sedang mengujimu" kata Dean Wason santai.


Dia masih duduk dan menyerang dengan sihir lainnya.


Sisi Denis sangat berantakan. Lantai dan perabotannya hancur berkeping-keping. Hanya sisi Dean Wason yang masih baik-baik saja. Dean Wason masih duduk sambil menyerang Denis dengan berbagai macam sihir. Sementara Denis terus menghindar dan menangkis sambil menahan aura kuat yang menekan pergerakannya.


'Apa-apaan ini?' pikir Denis kesal sambil menggertakan giginya.


Dean Wason bukan tandingan Denis. Tingkat kekuatan mereka berbeda jauh. Tentu saja sangat berbeda, Denis yang masih seumur jagung melawan Dean Wason yang sudah hidup selama beberapa ratus tahun. itu seperti manusia melawan naga!


'Hmmm, kemampuannya tidak buruk. Walaupun lebih lemah dari Robert, tapi dia juga lebih muda dari Robert. Dia masih bisa berkembang mengejar Robert' pikir Dean sambil menyerang.


Dia saat ini masih sangat dilema untuk menentukan calon menantu cucunya.


'Aku masih belum bisa memutuskannya ahhh...' pikir Dean Wason bimbang.


'Aku akan mengamatinya dulu, bagaimana mereka bertindak kedepannya'


Cucunya adalah seorang bangsawan. 'Setidaknya aku bisa membantunya kalau hubungan kerjasama ini dibentuk' pikirnya


***


Ruang makan perlahan sepi karena satu per satu orang mulai menyelesaikan jam makan mereka dan kembali ke aktivitas masing-masing. Perlahan, Dean Cristal dan Dean Leon juga pergi untuk menyelesaikan tugas mereka. Sehingga hanya aku dan Robert yang tersisa di ruang makan.


Robert memulai pembicaraan. "Eva aku ingin menanyakan sesuatu padamu"


"Ada apa master?"


"Apa kau menerima pertunangan ini?"


"Apa?" tanyaku agak kaget. "Apa maksudnya master?"


"Apa kau menyetujui pertunanganmu dengan putra mahkota?" Robert memperjelas perkataannya.


Hmm, bagaimana aku harus menjawabnya?

__ADS_1


"Emm...master. Pertunangan para bangsawan sudah ditentukan sejak mereka kecil."


"Apa kau menyukainya?" tanya Robert langsung.


Uhuk!


Aku batuk ringan karena terkejut.


"....."


Aku terdiam, tidak bisa menjawab. Bagaimana aku harus menjawabnya? Aku dalam keadaan yang tidak jelas saat ini. Aku masih bingung menentukan perilaku Denis. Kadang dia bersikap dingin, dan kadang dia bersikap lembut. Aku juga bingung dengan perasaanku sendiri.


'Apa aku menyukainya?' aku bertanya kepada diriku sendiri.


"Kau menyukainya?" Robert mempertegas pertanyaannya sambil mengernyitkan keningnya.


Aku akhirnya membuka mulutku dan menjawab dengan tegas. "Aku tidak menyukainya tapi aku juga tidak membencinya" jawabku.


Aku yakin saat ini bahwa aku tidak memiliki perasaan suka atau pun cinta pada Denis. Kita harus mengecualikan reaksi tubuh Eva, karena perasaan Eva sebenarnya masih tersimpan dalam tubuh ini. Jadi, aku sering bertindak refleks terhadap Denis. Yah, kau tahu Eva yang sebenarnya sangat menyukai Denis.


Aku tidak membenci Denis untuk saat ini. Aku harap dia tidak akan membunuhku di masa depan, seperti di dalam cerita aslinya. Sehingga aku tidak akan membencinya.


"Kenapa kau mengorbankan dirimu sendiri untuk hidup dengan orang yang tidak kau sukai?" tanya Robert dengan nada tidak senang.


"Itu sudah merupakan tradisi bangsawan untuk bertunangan satu sama lain. Yah, kau tahu aku adalah putri seorang Duke, tentu saja aku harus bertunangan."


"Kenapa harus seperti itu? Putra mahkota itu, bisa saja dia bertunangan dengan bangsawan lainnya. kenapa harus denganmu?"


"Karena aku putri duke" jawabku singkat. "Duke adalah pangkat bangsawan tertinggi. Putra mahkota hanya bisa disandingkan dengan bangsawan peringkat tinggi atau pun dengan putri dari kerajaan lain."


"Itu tidak masuk akal!" bantah Robert. Dia berkata dengan yakin setelaj dia tahu bahwa Eva tidak menyukai putra mahkota. "Kau masih bisa membatalkannya sekarang, sebelum terlambat"


"...."


Aku tidak menjawab. Membatalkan pertunangan? Aku kira itu keputusan yang buruk, karena dua faksi kerajaan sedang mempunyai konflik saat ini. Aku tahu alasannya kenapa aku bertunangan dengan putra mahkota. Hal itu dilakukan raja untuk menenangkan konflik antar bangsawan dan mencegah terjadinya perang saudara.


"Eva, aku akan membantumu. Hanya kau seorang bangsawan, bukan berarti kau tidak bisa bertindak bebas sesuai dengan keinginanmu" kata Robert dengan yakin sambil menatap mataku lekat-lekat.


"Master....aku..." aku bersuara dengan ragu-ragu "Aku..."


Brak! Pintu ruangan terbuka. Aku melihat sosok yang compang camping mendekati kami.


"Yang mulia!" sahutku kaget.

__ADS_1


Sosok Denis saat ini sangat berantakan. Bajunya kotor dan banyak sobekkan kecil. Tubuhnya tergores penuh luka-luka, walaupun luka itu tidak parah, hanya luka kecil.


Tapi aku benar-benar tidak menduga ini. Bukankah dia berdikusi dengan Dean Wason? Kenapa kelihatannya Denis sehabis kembali dari medan perang?


__ADS_2