
Cerita sebelumnya:
Kelas praktek pun dimulai. Akhirnya setelah berjalan cukup lama, mereka menemukan kelompok lawan. Hanya dalam sekejap kelompok lawan pun dikalahkan Lilac dan Louis bahkan Eva dan yang lainnya tidak perlu turun tangan.
Seharusnya misi mereka sudah selesai, tapi Lilac bersikukuh mencari kelompok lainnya dan mengalahkan mereka. Tapi setelah beberapa saat mencari, mereka tidak menemukan kelompok itu. Akhirnya Lilac memutuskan untuk menyerah dan mereka berencana kembali.
Tapi tiba-tiba mereka mendengar keributan. Dengan rasa penasaran Lilac memeriksa nya dan berteriak. Dan mereka menemukan sesosok tubuh yang tertutup semak-semak. Kondisi tubuh itu benar-benar seperti mayat Tubuhnya penuh luka, pakaian compang-camping dan kaki yang terputus. Dan lebih mengejutkan nya lagi, itu tubuh salah satu pangeran! Untung saja dia belum mati.
***
Wajah semua orang sangat cemas. Mereka bingung bagaimana menghadapi situasi sekarang ini.
Sosok yang hampir mati di depan mereka adalah pangeran dari negara musuh. Ini benar-benar mengejutkan dan mengkhawatirkan. Mereka takut perang terjadi karena pangeran ini diserang. Dan yang lebih menakutkan, mereka takut bahwa mereka akan dituduh menyerang si pangeran. Situasi ini akan membuat seluruh keluarga mereka dieksekusi. Walaupun mereka tidak melakukannya. Tapi semua bukti mengarah ke mereka. Ini membuat mereka sulit untuk mengeluarkan kata pembelaan.
"Aku menemukan kartunya" kata Lilac tiba-tiba sambil memegang kartu pihak lawan.
Semuanya semakin terkesiap dan panik saat mendengarnya. Bukti semakin menunjukkan bahwa mereka-lah pelaku penyerangan ini. Sehingga kata-kata Sayn tidak berguna untuk mereka.
"Bagaimana ini?"
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Kita harus menjelaskan nya. Jelas-jelas ini bukan salah kita"
"Tenang saja. Kita punya pangeran dan lagipula Putri duke ada bersama kita. Mereka bisa menjadi saksi yg kuat"
Dua anak bangsawan lainnya berdebat dan langsung mengarahkan tatapan mereka padaku dan Sayn.
Aku langsung merasa tidak enak saat melihat tatapan mereka. Bukankah mereka tidak sopan? Maksudku mereka sengaja memberitahu kan ke semua orang bahwa aku dan Sayn yang memiliki tanggung jawab, hanya karena jabatan orang tua kami lebih tinggi? Apa-apaan ini?
Tapi tetap saja aku merasa ada yang aneh dengan semua ini. Ini sangat tidak masuk akal untukku. Bagaimana bisa seseorang menyerang orang lain sampai mati hanya dengan sihir menengah dasar?
Walaupun mereka terkena serangan dan terluka, mereka tidak akan berada dalam kondisi hidup dan mati. Bahkan sampai kehilangan anggota tubuh. Ini benar-benar keterlaluan.
Lagipula ruang dimensi ini dibuat sedemikian rupa hanya untuk latihan. Secara otomatis hanya mana dari sihir yang dipelajari yang bisa digunakan. Saat kau menggunakan sihir lain, ruang dimensi akan mengirim sinyal dan otomatis guru akan tahu. Kecuali mereka menggunakan alat sihir untuk melakukan ini.
Dan yang lebih anehnya lagi, pangeran ini hanya terletak seorang diri dengan kartu digenggamannya. Bagaimana dengan teman kelompok nya yang lain? Apa mereka meninggalkan nya atau mereka juga sekarat di tempat yang berbeda?
"Pertama kita perlu menyembuhkannya dulu" kata Sayn sambil menyalurkan mana fitalitas dalam tubuh saudaranya agar tetap kuat untuk bernapas.
"Kita tidak bisa menyembuhkan nya dengan ramuan penyembuhan. Kita punya penyihir cahaya di kelas. Kita bisa meminta bantuannya."
__ADS_1
Sayn berpikir sebentar sebelum mengangguk.
"Ayo kita cari penyihir cahaya itu dan kita akan minta tolong padanya. Kita juga harus mencari kelompok orang ini" kata Sayn.
Menggunakan kata "orang ini" untuk saudara sendiri sebenarnya cukup aneh. Menunjukkan bahwa mereka tidak saling kenal. Bahkan tidak bertukar nama sampai tidak tahu nama satu sama lain. Ketahuan sekali bahwa mereka tidak akrab.
"Apa ada yang membawa ramuan penyembuhan? kita harus membuat tubuhnya lebih baik dulu" kata Louis menyarankan.
Sayn dengan sigap mengeluarkan ramuan dari jubahnya dan menuangkan ramuan itu ke dalam mulut sang pangeran.
Dan terjadi perubahan pada tubuhnya. Walaupun masih ada bekas luka, setidaknya masih lebih baik dari sebelumnya. Sayangnya kita tidak bisa mengangkut tubuh manusia dalam ruang dimensi.
"Kita bagi menjadi dua kelompok oke. Kelompok untuk mencari si gadis penyembuh dan kelompok untuk melapor ke guru" kata Lilac menyarankan.
"Lebih baik jangan lapor kepada guru terlebih dahulu agar masalah ini tidak semakin rumit. Kita temukan gadis penyembuh itu lebih dulu. Kalau gadis itu bisa menyembuhkan nya, maka masalah yang paling berat akan terselesaikan." kata Sayn menyanggah.
Semua orang berpikir sebentar sebelum akhirnya mengangguk.
Akhirnya mereka memutuskan memindahkan pangeran yang terluka itu ke titik poin mereka. Lalu mereka mulai terbagi menjadi tiga kelompok dengan masing-masing dua orang dan menjelajahi hutan untuk mencari kelompok lainnya.
Aku sekelompok dengan Sayn dan kami menuju Utara untuk menjelajah.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Apa kau ada ide?" tanyaku memulai pembicaraan.
"Hmm..."
Aku merasa sepertinya aku melupakan sesuatu....
Ah! Anak-anak bangsawan yang mencurigakan itu! Apa semua ini ada hubungannya dengan mereka?
Maksudku mereka membenci orang dari negara Kano. Jadi kemungkinan mereka bisa menjadi tersangka.
Tapi aku masih bingung... Kenapa mereka sangat berani? Apa yang mendukung mereka? Apa yang mereka rencanakan? Dan bagaimana mereka bisa membuat pangeran itu hampir mati hanya dengan alat sihir?
"Eva...." tegur Sayn. Dan sekejap langsung membuyarkan lamunanku.
"Aku menemukan orang lainnya..." gumam Sayn lirih sambil menunjuk ke depan
Aku mengikuti arah yang ditunjuk oleh Sayn dan menemukan seorang pangeran lainnya sedang terduduk lemah. Tapi kondisi tubuhnya lebih baik dari orang Sebelumnya. Dan pangeran ini juga masih sadar
"Apa yang terjadi?" tanya Sayn langsung sambil menghampirinya.
__ADS_1
"Ahhh.... selamat kan aku!" pangeran itu berteriak panik.
"Tenanglah, ceritakan apa yang terjadi"
"Um....kami hanya menyusuri hutan untuk mencari tim lawan dan tiba-tiba banyak binatang sihir berdatangan"
"Binatang sihir?!" aku dan Sayn langsung terkesiap.
Tidak mungkin ada bintang sihir disini. Karena ini hanya dunia virtual! Pasti binatang ini hanya efek dari alat sihir yang digunakan oleh si penyerang.
"Apa kau melihat orang lain didekatmu?" tanya Sayn lagi.
Dia langsung menggeleng cepat dan menatap Sayn dengan kening berkerut.
"Sepertinya aku pernah melihatmu...." gunamnya lirih.
Urat-urat kekesalan langsung muncul di kepala Sayn. "Karena aku saudaramu..." kata Sayn sambil menahan geram.
"Ah! Aku ingat! Kau adik ketiga belas. Kau jadi tambah tinggi ya?"
Sayn tidak meladeninya dan mengalihkannya ke topik lain.
"Apa kau bisa menggunakan teleportasi untuk bpergi ke titik point?"
"Aku tidak bisa. Aku tidak punya stamina yang cukup sekarang" dia menggeleng sedih
Sayn kelihatannya geram. Dia menarik tangan orang itu dan tiba-tiba menghilang di depan mataku.
Lalu dua menit kemudian, Sayn kembali muncul di depanku, tapi hanya seorang diri. "Aku sudah mengantarnya"
"Em"
Kami pun melanjutkan perjalanab sampai Sayb berkata "Tunggu, aku melihat kelompok lainnya" kata Sayn.
Dia ingin menghampirinya, tapi aku langsung menghentikannya.
"Sayn tunggu!"
"Ada apa?"
Aku memperhatikan anak-anak itu. Mereka adalah anak-anak yang merencanakan hal aneh sebelumnya. Mereka saat ini sedang mengelilingi satu sama lain sambil emnggambar lingkaran sihir di tanah. Apa yang sedang mereka lakukan?
__ADS_1
"Sayn kelihatannya kita menemukan pelakunya... " gumam ku lirih sambil menatap mereka lekat-lekat.
Sayn tersentak dan ikut menatap mereka dengan tatapan tajam.