Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Akademi Kano


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Enam bulan berlalu begitu cepat. Eva pun harus pergi ke Kerajaan Kano karena program pertukaran pelajar. Ada sekitar lima belas orang siswa yang terpilih. Lilac dan Reina juga berada di sana.


Mereka langsung berteleportasi ke sebuah gedung kosong di kerajaan Kano dengan bimbingan guru Robert. Gedung itu kelak akan menjadi asrama mereka semua. Besok, kegiatan mereka sebagai siswa pertukaran pelajar akan dimulai.


***


Aku melatih sihir teleportasi ku. Sebenarnya menurutku sihir teleportasi ini lebih sulit daripada sihir tingkat tinggi. Karena lingkaran mantra yang terlihat cukup rumit. Setelah begadang semalaman, akhirnya aku berhasil menaikkan tingkat sihir teleportasi ku walaupun hanya satu tingkat.


Aku bisa membawa orang lain berteleportasi sekarang. Tapi hanya satu orang, aku tidak bisa membawa lebih. Setidaknya, kalau ada kejadian menyelinap saat aku membebaskan Fena, aku tidak akan kesulitan untuk berteleportasi jarak jauh dengan membawa orang lain.


Setelah selesai, aku beristirahat. Tidak ada mimpi aneh malam ini. Artinya kucing jelek itu tidak muncul dalam mimpiku. Aku pun bisa tidur dengan nyenyak.


Eva tidak tahu bahwa diam-diam, Robert menyelinap masuk ke kamarnya. Itu karena Eva lupa untuk menggunakan sihir nya karena dia kurang waspada.


Robert meletakkan sesuatu bercahaya di kening Eva. Benda itu secara perlahan menghilang dan masuk ke dalam keningnya. Itu adalah alat sihir yang susah payah Robert dapat kan.


Alat sihir itu adalah alat sihir langka untuk mendeteksi keberadaan seseorang. Lebih tepatnya Robert memasang pelacak pada Eva. Dia akan tahu keberadaan gadis itu dan juga kondisinya. karena kalau pemilik nya berada dalam bahaya, secara otomatis alat sihir itu akan keluar dari tubuhnya dan kembali ke tangan Robert.


Robert melakukan semua ini karena dia cemas dengan keselamatan gadis itu saat tinggal di kerajaan Kano. Dia ingin memantau nya dari jauh untuk memastikan keselamatan nya. Setelah selesai, dia diam-diam mencium keningnya dan tersenyum, sebelum menghilang dari ruangan itu.

__ADS_1


***


Keesokan paginya, mereka semua berkumpul di aula pagi-pagi sekali. Utusan raja akan datang ke asrama mereka untuk mengantarkan mereka ke akademi.


Aku pun keluar dari bangunan ini bersama dengan siswa lainnya. Ternyata bangunan ini berada di dekat istana. Kami hanya perlu berjalan beberapa langkah dan akhirnya sampai ke gerbang istana.


Saat memasuki wilayah istana, pemandangan di tempat ini masih sama seperti biasanya. Tapi aku tidak menyangka bahwa akademi itu berada di dalam istana. Yah, itu sangat wajar mengingat yang menerima pendidikan hanyalah anak bangsawan. Sehingga hanya anak-anak bangsawan itu yang diperbolehkan untuk memasuki istana.


Mereka menyusuri lorong istana dan tiba di bangunan yang lumayan besar. Bangunan itu berada di dekat aula kerajaan dan saling berhadapan.


Aku berada di barisan belakang dibandingkan dengan siswa lainnya. Jadi aku yang terakhir masuk ke dalam ruangan. Ruangan kelasnya sangat besar. Ini seperti ruangan aula di akademi kami. Penuh dengan kursi bertingkat seperti ruangan di arena pertandingan dengan meja guru di depannya.


Dan ternyata ada Raja di ruangan itu. Ini kedua kalinya, aku melihatnya. Dia kelihatan lebih kurus. Apa dia sedang tidak sehat?


Raja tersenyum saat melihat kami. "Selamat datang." katanya.


Kami semua menundukkan kepala kami serentak untuk memberi salam hormat pada raja.


"Aku harap kalian menikmati waktu kalian selama setengah tahun di tempat ini" kata Raja kemudian.


Raja menyampaikan beberapa peraturan yang perlu diperhatikan saat mereka di istana. Ada beberapa peraturan penting dan hukumannya cukup berat kalau kita melanggar nya. Tidak hanya kami, para anak bangsawan itu juga mendapat kan peraturan yang sama. Intinya kita semua tidak boleh membuat masalah di istana.

__ADS_1


Setelah menyampaikan beberapa pesan, Raja meninggalkan tempat itu. Orang lain mungkin tidak memperhatikan tapi aku bisa melihat raja hampir terjatuh saat dia berjalan keluar. Untung saja penjaga langsung memegang lengannya dengan cepat.


Hmm... kelihatannya Raja Kano memang sedang sakit. Kalau para bangsawan dari Well tahu akan hal ini, mereka mungkin akan menyerang. Mengingat kondisi kerajaan Kano sedang tidak stabil Sekarang. Tapi tentu saja kalau hal itu terjadi kalau tidak ada gencatan senjata. Sekarang kedua kerajaan sedang bekerja sama untuk sementara. Jadi kemungkinan terjadinya perang akan terhindarkan.


Setelah Raja pergi meninggalkan ruangan. Suasana kelas tetap tenang karena guru yang mengajar langsung mengambil alih.


"Kalian semua bisa duduk" guru itu memerintahkan.


Kami pun langsung berhamburan untuk mencari kursi kosong. Aku bisa memperhatikan bahwa semua siswa itu menatap kami seakan-akan kami adalah mahluk asing. Tapi ngomong-ngomong, kenapa aku tidak melihat para pangeran dan putri itu. Dan kemarin kami juga kami pulang terpisah. Mereka pulang lebih dulu sementara kami diantar oleh Robert.


Aku pun duduk di sebelah anak bangsawan yang tidak kukenal. Anak itu melihatku dengan tidak ramah. Tapi aku tidak mempedulikan nya dan berusah tersenyum kecil. Walaupun akhirnya aku mendapatkan respon acuh yang sangat dingin.


Sebenarnya, para anak bangsawan ini sedang menebak identas kami agar mereka bisa memilih teman yang sederajat. Mereka ingin melihat mana yang bangsawan dan hanya rakyat biasa diantara kami. Awal nya mereka mengira bisa menebaknya dari pakaian yang kami kenakan. Tapi kami semua mengenakan seragam akademi, sehingga penampilan kami sama.


Aku tidak terlalu mempedulikan tindakan dingin yang diarahkan padaku. Aku langsung fokus dengan pelajaran ku hari ini. Dan jujur saja. pelajarannya tidak berbeda jauh dari akademi.


Lalu sang guru mengelompokkan penyihir berdasarkan tingkat mereka. Beberapa penyihir tingkat dasar dikelompokkan di sebelah kiri. Penyihir tingkat menengah dikelompokkan di sebelah kanan. Dan penyihir tingkat tinggi dikelompokkan di barisan tengah.


Aku tidak bisa mengukur tingkat ku saat ini. Tapi aku mengikuti siswa tingkat dua lainnya ke sisi sebelah kanan. Menandakan bahwa kami hanyalah penyihir tingkat menengah. Mungkin ini masuk akal, sejak kami masih murid tingkat dua. Karena beberapa murid tingkat tiga pergi ke barisan tengah.


Lalu sang guru memberikan tugas kepada masing-masing kelompok. Itu adalah tugas yang berbeda. Untuk penyihir tingkat menengah, kami disuruh untuk menguasai lima sihir tingkat menengah. Ini bukan tugas yang sulit. Kami bisa melakukan nya dengan mudah. Dan kelas pun berakhir dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2