Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Robert POV 2


__ADS_3

Cerita ini dari sudut pandang Robert:


Aku menatap gadis kecil di depanku, gadis itu juga balas menatapku sambil tersenyum. Kemudian, dia memperkenalkan dirinya. Dia gadis yang sangat sopan dan lucu. Rumor-rumor benar-benar salah! Bagaimana bisa mereka menyebarkan rumor tak berdasar seperti itu!


Kami menuju ke halaman belakang.


Aku mulai menjelaskan dasar-dasar sihir padanya. Aku kira dia akan bosan mendengar penjelasanku. Tapi, ternyata tidak! Dia memperhatikanku dengan antusias bahkan beberapa kali mengangguk bahwa dia mengerti. Aku benar-benar merasa dihargai saat mengajarinya.


Aku menyuruhnya untuk mengumpulkan mana. Dalam satu kali percobaan dia bisa melakukannya! Terlebih lagi dia melakukannya dengan mudah! Aku sedikit kaget. Tidak pernah ada yang belajar sihir semudah ini, bahkan dia memahaminya hanya dalam beberapa jam.


Kemudian, aku mengajarinya cara menembakkan mantra dasar. Aku menyuruhnya untuk mencari elemen miliknya sendiri. Dalam satu kali percobaan, dia bisa melakukannya lagi! Aku benar-benar kaget. Dia sudah mengerti, apakah dia masih perlu seorang tutor? Aku yakin dia pasti bisa belajar sendiri dari buku, tanpa perlu tutor untuk mengajarinya.


Jujur saja, aku belum pernah menemukan anak dengan kecepatan belajar seperti ini di Menara SIhir. Dia benar-benar jenius.


Tapi, hal mengejutkan terjadi lagi!


Secara perlahan gadis kecil itu mulai mengeluarkan elemen yang berbeda. Ini tidak mungkin! Dia bahkan sudah menembakkan lima elemen! Ini benar-benar hal yang gila! Bahkan di saat terakhir, aku melihat elemen terakhir, elemen kegelapan, keluar dari tubuhnya, walaupun samar-samar.


Tidak mungkin! Gadis kecil ini bisa menggunakan semua jenis elemen! Apa aku bermimpi? Aku belum pernah melihat entitas seperti ini sebelumnya. Aku menyukai hal-hal yang lebih hebat dariku! Lebih tepatnya aku menyukai orang genius!


Aku memperhatikan gadis kecil yang sedang melompat kegirangan di depanku 'Apa dia monster?' pikirku ngeri. Aku benar-benar tidak berani membawa berita mengejutkan ini ke publik, bahkan Menara Sihir! Aku tidak ingin gadis kecil ini dalam bahaya karena diincar oleh banyak orang.


Satu-satunya orang yang bisa kuberitahu hanyalah Duke Court, ya, hanya dia yang bisa kuberitahu...


'Tapi Duke Court seharusnya sudah tahu bukan? Dia kan ayahnya' seketika aku langsung mengurungkan niatku.


Setelah jam pelajaran, aku menyuruh gadis kecil itu untuk istirahat dan berlatih untuk menyerap mana. Gadis kecil itu mengangguk dan pergi ke kamarnya. Aku masih terduduk di halaman belakang sambil berpikir.


"Bagaimana?" tiba-tiba suara Duke Court bergema.


"Semuanya baik-baik saja" jawabku.


"Apa dia mengacau?" tanya Duke Court sambil mengernyitkan keningnya. Kelihatannya dia tidak memercayai putrinya itu.


Aku menggeleng. "Dia gadis kecil yang pekerja keras. Dia memperhatikan selama pelajaran dan dia mempelajari dengan sungguh-sungguh"


"Yah, dia memang cukup antusias dengan sihir" Duke Court mengangguk. "Tapi dia masih lemah..." katanya agak kecewa.


"....." aku tidak bisa berkata-kata.


Gadis seperti itu lemah? Darimana lemahnya? Gadis itu benar-benar seperti monster. Hanya saja dia masih bayi monster. Dia benar-benar belum bisa menyerap semuanya, tapi saat dia mempelajari semuanya, dia benar-benar akan menjadi monster. Aku bergidik ngeri. Dan aku tidak tahu kenapa di dalam pikiranku tiba-tiba terlintas gambaran gadis berambut pirang yang berdiri di atas tumpukan mayat.


Kenapa aku bisa membayangkan hal seperti itu? Ini benar-benar mengerikan...


"Mungkin aku hanya bisa mengajarinya selama beberapa tahun..." kataku lelah.


"Kenapa? Sudah kuduga dia membuat masalah bukan?" kata Duke Court sambil menatapku lekat-lekat. "Jangan berbohong demi kebaikannya. Aku tahu dia pasti menyebabkan masalah. Aku hanya harus mengurungnya dan menyuruhnya berlatih lebih keras"

__ADS_1


"....." aku melonggo menatap Duke Court.


Apakah keluarga Duke memang sebodoh ini?


Aku agak prihatin dengan gadis kecil itu karena memiliki ayah bodoh seperti ini.


"Bukan begitu...Gadis itu akan berkembang. Aku tidak akan sanggup mengajarinya lagi di masa depan"


PAT! Duke Court menepuk bahu Robert. "Tidak apa-apa, dia akan masuk akademi saat dia 12 tahun. Kau tidak perlu mengajarinya lagi."


"Bukan itu maksudku. Gadis kecil itu genius. Aku tidak akan bisa mengajarinya lebih lama. Bahkan aku ragu akademi bisa membimbingnya"


"Sudah kuduga dari putriku" Duke Court menganggukkan kepalanya antusias.


"Yah, dia memang putrimu. Dia bahkan bisa menguasai semua elemen. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus mencerna apa yang kulihat" kataku lelah.


"Ehhh??" tiba-tiba Duke Court berteriak dengan mata melonggo.


Aku hanya menatapnya bingung.


"Apa katamu tadi??" dia berteriak sambil menggoyang-goyangkan kedua bahuku.


"Uhh...apa? Aku hanya mengatakan bahwa aku tidak bisa mengajarinya lagi. Dia Genius."


"Bukan itu, bukan itu!"


Aku mengernyitkan kening. "Maksudmu, dia bisa menggunakan semua elemen? Aku kira kau sudah tahu duke. Lagipula kau ayahnya" kataku.


"...."


Tapi tiba-tiba Duke Court menatapku dengan serius. "Jangan beritahu siapa pun tentang ini"


Aku mengangguk patuh.


Dan begitulah aku mengajari gadis kecil itu. Aku mengajarinya selama setahun. Aku berkunjung beberapa kali dalam seminggu.


Saat gadis itu berumur enam tahun, dia pergi ke ibukota untuk menghadiri pesta teh bangsawan. Aku tidak bisa bertemu dengannya selama beberapa bulan.


Entah kenapa aku merasa kesepian. Selama beberapa waktu ini aku selalu menemuinya. Tapi sekarang aku tidak bisa menemuinya selama beberapa bulan. Aku sedikit merasa kesepian.


Padahal aku melakukan aktivitas seperti biasa di Menara Sihir. Aku bertemu dengan guru, dengan Charlotte dan dengan para Dean. Walaupun aku berusaha menyibukkan diriku, tetap saja ada yang kurang. Haruskah aku menemuinya? Tidak, tidak boleh. Itu pertemuan para bangsawan. Aku bukan seorang bangsawan, jadi seharusnya aku tidak bisa berada disana.


Tiba-tiba, setelah beberapa bulan. Aku mendengar bahwa gadis kecil itu  kembali ke mansion. Tanpa pikir panjang aku langsung berkunjung ke sana.


Saat sampai, aku melihat suasana di mansion sangat aneh. Semua orang bersikap aneh, terutama duchess, wajahnya sangat sedih dan cemas. Cuke Court juga memasang wajah khawatir. Tapi, gadis kecil itu hanya bertingkah seperti biasa.


Apa yang terjadi? Aku langsung bertanya pada Duke Court. Walaupun ragu-ragu Duke Court menceritakan kejadian berbahaya yang menimpa Eva. Aku kaget. Fenomena sebesar itu terjadi? Gadis kecil itu benar-benar menimbun mananya dan membiarkan mana itu meledak?

__ADS_1


"Untung saja tubuhnya tidak meledak! Dia masih kecil, kenapa kalian tidak menjaganya!" aku kehilangan emosi, langsung berteriak.


Sial! Aku benar-benar meneriaki Duke Court! Apa aku sudah gila? Kalau Duke Court merasa tersinggung, relasi kami benar-benar dalam bahaya.


Aku langsung panik. "Maafkan...aku" kataku lirih.


"Memang salahku" jawab Duke Court kemudian. Ternyata dia tidak marah padaku?


Kenapa?


Duke Court malah mengutarakan penyesalannya dan dia berjanji untuk menjaganya.


Duke menatapku serius. "Aku juga meminta tolong padamu untuk menjaga nya oke"


Seperti terhipnotis, aku mengangguk patuh. Tapi jantungku sedikit tergerak saat Duke Court mengatakan hal itu.


Apakah ini perasaan bahagia saat dirimu diakui oleh calon mertua?


'Apa yang kau pikirkan Roberttt?? Kau benar-benar menjadi gila! Kau bahkan membayangkan hal seperti itu dengan seorang gadis kecil! Gadis kecil!' aku langsung memarahi diriku sendiri. Entah kenapa sejak aku tidak bertemu dengan gadis kecil itu selama beberapa bulan ini, pikiranku tidak terkendali. Dan aku mulai berpikir yang aneh-aneh.


Bagaimana mungkin aku menyukai seorang gadis kecil? Gadis itu bahkan sepuluh tahun lebih muda! Kalau Duke Court mendengar isi hatiku ini, aku yakin aku akan langsung hancur di tempat. mengingat bahwa Duke Court sangat protektif pada putrinya. dia tidak akan membiarkan orang yang memiliki pikiran menyimpang mendekati putrinya!


'Tapi, setelah beberapa tahun dia akan tumbuh bukan?' aku berpikir ragu. Benar, benar sekali. Aku ini normal. Tidak mungkin aku menyimpang!


Setelah kejadian itu, gadis kecil itu selalu dipenjara di dalam mansion. Dia tidak bebas pergi keluar. Aku juga hanya bisa mengunjunginya di dalam mansion. Dia beberapa kali memohon padaku untuk mengajaknya keluar. Tapi itu tidak boleh! Bagaimana kalau terjadi masalah lagi? walaupun sempat goyah, aku masih bersikukuh untuk tidak terbujuk olehnya. Walaupun mata memohonnya benar-benar membuatku tidak tega, tapi aku berusaha mengatasinya.


Tapi, kejadian mana meledak ini berbahaya. Bagaimana bila terjadi untuk kedua kalinya? Aku tidak tahu kenapa tubuhnya tidak ikut hancur saat mananya mulai meledak dan mengeluarkan sihir tidak terkendali. Tapi aku yakin, kejadian ini tidak boleh terjadi lagi. AKu harus mencegahnya.


Enam jenis elemen?


Mana berlebihan?


Kalau tidak salah aku pernah mendengar ini...


AH! Peta dari pak tua itu! Peta harta karun!


Pak tua itu pernah berkata bahwa peta itu bisa memberikan kekuatan. Memperluas kapasitas mana dan menambah elemen. Bukankah kasusnya agak mirip?


Kalau tidak salah kakek itu juga berkata "enam jenis elemen itu bahan langka. Walaupun tidak sepenuhnya mengumpulkan semua bahan, kau masih bisa memperoleh manfaatnya"


Apa aku harus berpergian untuk mencari benda misterius ini?


Kukira aku harus melakukannya. Setidaknya aku yakin, bahwa peta ini menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan kondisi Eva. Aku tidak tahu kenapa aku seyakin ini, mungkinkah ini insting? Insting yang dimaksud oleh kakek itu? Insting untuk melindungi seseorang?


****


Jangan lupa likeee....

__ADS_1


 


 


__ADS_2