Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Kedua 15


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva menyimpan tiga ramuan yang didapat nya. Lalu dia menghampiri semua orang. dia menjelaskan bahwa dia hanya mendapatkan dua ramuan ilusi kepada semuanya. Lalu lorong itu mulai runtuh dan mereka bergegas keluar.


Setelah nya Denis ingin berpisah dengan kelompok ini karena dia perlu menjalankan misi kerajaan miliknya. Eva memutuskan untuk ikut. Reina menolaknya tapi Denis setuju. Eva memutuskan untuk terlibat dengan Denis sampai akhirnya Sayn dan Robert juga memutuskan untuk ikut karena ingin menemani Eva.


***


Aku memutuskan untuk mengikuti Denis dan Reina. Tapi kami tidak mau terlalu menganggu, jadi kami bertiga memutuskan untuk mengikuti dari belakang dan membiarkan dua orang itu untuk mengambil keputusan.


Eva mengikuti Denis dan ingin membantu nya tanpa dia tahu bahwa Denis melakukan semua ini untuk menghancurkan keluarga Court miliknya.


Hari pun mulai gelap. Walaupun Denis sudah mencari jalan pintas sesuai peta miliknya, tetap saja mereka tidak bisa sampai ke sana lebih cepat. Jadi mereka tetap harus beristirahat dan menginap malam ini.


Kami mendirikan tenda. Tiga orang pria itu memutuskan untuk berjaga bergantian. Lalu mereka memerintahkan para gadis untuk beristirahat. Akibatnya, aku dan Reina harus menginap dalam satu tenda.


Aku melihat Reina yang berada di samping kum ini mengingatkanku saat pertama kali kami bertemu. Bukankah kami hampir menginap di tenda yang sama juga -tenda Denis.


Aku juga mengira Reina akan menunjukkan permusuhan yang intens padaku. Tapi ternyata tidak. Dia hanya menatap ku sebentar dengan ekspresi datar lalu tertidur.


haa~ aku menghela napas lega.


Aku kira semuanya baik-baik saja sekarang. Tidak akan ada konflik apa pun dengan nya sekarang, aku bisa tidur dengan tenang.


Tapi dugaan Eva salah, saat dia mulai tertidur, Reina tiba-tiba terbangun. Gadis itu tersenyum dan dian mengeluarkan sesuatu dari ruang dimensinya. Seperti sebotol ramuan dengan botol berwarna hitam, lalu dia menyebarkan sedikit cairan dari ramuan itu ke pakaian Eva.


"Lebih baik kau mati saja di makan binatang" Reina bergumam benci. Aura kemarahannya merembes keluar. Tapi dia menenangkan dirinya secepat mungkin dan kembali tidur.


Rexus yang ada di dalam jubah Eva langsung terbangun saat dia mencium ramuan yang disebarkan Eva. Matanya berbinar "Enak...". Tapi kemudian dia kecewa saat melihat Reina meletakkan kembali ramuan itu di dalam ruang dimensinya. Dia belum sempat menyerap esensi ramuan itu tetapi manusia itu sudah menyimpannya.


Malam pun berlalu, akhirnya pagi tiba. Aku pun bangun dengan tubuh segar. Aku mengira Rexus masih tertidur di dalam jubahku. Tapi ternyata anak itu sudah bangun lebih awal dan mengejar Reina.


Reina kaget pada awalnya saat kadal kecil itu menghampirinya, tapi dia memberanikan diri untuk mengelusnya. Tapi siapa yang menduga Rexus akan mengigit jarinya dan menyebabkan dirinya syok.


"Ah!" Reina berteriak sambil memegang jarinya yang terluka.


Aku juga kaget dan segera membawa Rexus kembali ke jubahku.


"Apa yang kau lakukan?" aku memarahi Rexus


"Manusia itu menyembunyikan makanan enak dariku" jawab Rexus cemberut.

__ADS_1


Urat-urat kekesalan muncul di kepalaku. "Kalau memang dia punya makanan enak. Kau tidak boleh sembarangan mencurinya!" aku memarahinya.


Dasar anak ini...


"Manusia, kau tidak tahu dia mengoleskan ramuan enak itu di tubuhmu juga"


Aku mengernyit bingung. "Apa maksudnya?"


"Kau berbau sangat enak sekarang. Binatang sihir akan mengikutimu karena ingin memakanmu"


Aku terkejut saat mendengar perkataan Rexus. Reina mengoleskan ramuan aneh padaku, sehingga para binatang sihir akan mengikutiku? Apa-apaan itu!


Aku menatap Reina dengan tatapan tidak senang.


Reina membalas tatapanku dengan raut wajah masam.


Akhirnya kami saling melemparkan tatapan tajam. sebelum akhirnya aku berbalik untuk keluar dari tenda.


"Dasar kadal bodoh, kenapa kau tidak mengigit jarinya lebih keras. Kalau bisa gigit saja wajahnya!" kataku menggertakan gigi benci.


"..."


Aku segera keluar tenda dan mengganti bajuku. Aku ingin mandi, tapi tidak bisa. Jadi aku membersihkan diriku dengan sihir. Itu semua tidak memakan waktu lama, hanya beberapa menit.


"Bau itu sudah hilang bukan?" aku bertanya pada Rexus.


"Ya, kau tidak enak lagi. Sekarang kau bau" ejek Rexus.


Aku benar-benar ingin memukul kadal bodoh ini, tapi aku menahannya. Entah kenapa aku merasa Rexus sangat menyebalkan akhir-akhir ini.


Apa karena aku melarangnya untuk minum ramuan harta karun itu?


"Aku mengizinkanmu untuk memakannya, tapi aku hanya memberikanmu satu saja"


Aku mengeluarkan satu ramuan ilusi berwarna hitam. Kupikir tidak apa-apa memberikannya pada Rexus. Anggap saja ini hadiah karena dia sudah membuat ku lepas dari rencana licik Reina.


Mata Rexus berbinar. Dengan cepat dia menyerap esensi ramuan itu.


Sudah kuduga dari ramuan kelas atas, esensi ramuan itu sangatlah pekat dan banyak. Ini benar-benar ramuan yang sangat kuat.


Bahkan Rexus yang biasanya bisa memakan banyak sekali ramuan menyatakan dirinya kenyang sekarang. Aku kaget.

__ADS_1


Mata Rexus perlahan turun dan dia sama sekali tidak bersemangat. Rexus melompat kembali ke dalam jubahku dan meringkuk untuk tidur.


Aku sedikit khawatir dengan kondisi lemahnya.


"Kau tidak apa-apa kan Rexus?" aku bertanya cemas.


Rexus membuka matanya sedikit. "Aku tidak akan mati manusia, aku hanya mengantuk. Ramuan itu terlalu kuat. Aku akan tidur cukup lama untuk mencernanya" jawab Rexus, lalu dia kembali memejamkan matanya.


Haa~ aku menghela napas lega. Anak itu tidak apa-apa ternyata.


Setelah bersiap-siap, aku segera kembali ke tenda. Dan disana aku melihat Reina dikelilingi oleh tiga pria yang kukenal. Saat aku datang, keempat orang itu langsung menoleh ke arahku.


"Binatang sihirmu melukainya" Denis tiba-tiba bertanya padaku sambil menunjuk jari Reina.


"Benar. Dia lapar" aku menjawab santai sambil menatap Reina tajam. Ternyata gadis ini melapor kepada semua orang bahwa Rexus melukainya. Aku tidak akan mencurigai hal ini, karena ini adalah sifat alaminya.


Mari kita lihat apakah semua orang ini mulai menyalahkanku sekarang?


Cih, benar-benar suasana yang tidak menyenangkan sama sekali.


Denis menatapku penuh arti. "Um...baiklah. Apa kau sudah memberinya makan?"


"Dia sudah kenyang"


Denis kemudian menatap Reina. "Lain kali jangan menyentuh binatang sihir itu sembarangan. Dia hanya jinak pada tuannya. Ini salahmu karena menyentuh nya saat dia sedang lapar" Denis berkata. "Dan ini sama sekali bukan masalah besar. Jangan bersikap seolah-olah kau akan mati" dia memperingati lagi.


Reina melebarkan matanya tak percaya. Dia yang terluka disini, tapi dia yang disalahkanm Keadilan macam apa ini?!


"Tapi Yang Mulia..." Reina ingin menyuarakan protesnya. Tapi Denis kemudian memotong nya.


"Kita lanjutkan perjalanan" kata Denis dingin lalu menghilang dari hadapan kami.


Reina menghentakkan kakinya beberapa kali di tanah karena menahan rasa kesalnya. Tapi dia menyerah setelah beberapa saat dan menyusul Denis di depan.


Aku mengamati semua kejadian di depanku. ini semua Sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi ku. Aku kira mereka akan menyalahkanku, tapi ternyata tidak. Mungkin aku terlalu paranoid karena semua penglihatan masa depanku yang sangat buruk.


"Eva, ayo" aku mendengar suara Robert. Sku melihat bahwa Sayn dan Robert sedang menungguku.


Aku tersenyum kecil. Aku kira aku tidak boleh membiarkan kenangan buruk itu terlalu menghantui ku.


"Ayo!"

__ADS_1


__ADS_2