
BAB 7: KEDATANGAN REN
Cerita sebelumnya:
Pangeran Erick sangat gugup karena dia bertemu dengan Reinell, pemimpin organisasi dari kuil suci yang merupakan pemimpin para penyihir cahaya. Dia kaget dengan keberadaan mereka. Walaupun begitu dia masih berusaha tenang. Dan dia menjadi lebih lega saat melihat Reinell mengabaikan mereka dan pergi. Sementara di sisi lain Ren sudah sampai di ibukota. Dia bertemu dengan penghalang aneh, yang dianggap bom oleh Marquis Zent. Dia tanpa sadar menyerap sihir yang dihasilkan oleh penghalang itu, menyebabkan penghalang itu menghilang.
***
Kemunculan Ren menarik perhatian semua orang. Rambut peraknya yang panjang berkibar saat dia berusaha bergerak mendekati Emerta dan yang lainnya.
Semua orang membeku. Mereka tidak mengira bahwa akan ada seorang elf yang berani datang ke kerajaan mereka secara terang-terangan. Denis juga linglung. Sayn dan Robert juga bingung.
"Kalian baik-baik saja bukan?" tanya Ren kepada Emerta dan Eva.
Kedua wanita itu mengangguk.
"Bagaimana dengan dia?" Ren menanyakan kondisi Diana yang tidak sadarkan diri.
"Ibu baik-baik saja. Dia akan sadar nanti" jawab Eva. Dia merasa sangat lega sekaligus senang sekarang. Dari semua orang, Ren adalah penyelamat besarnya karena dia tahu seberapa kuat Raja Elf itu.
Melihat elf asing itu berinteraksi dengan musuh, Denis memasang ekspresi tidak mengerti. Dia benar-benar tidak mengerti bagaimana Duke bisa mempunyai hubungan dengan orang-orang aneh.
"Apa karena penyihir gelap Diana? Walaupun begitu, elf tidak pernah mau ikut campur urusan manusia walaupun mereka adalah penyihir gelap. elf gelap bahkan tidak pernah mengizinkan manusia memasuki wilayah mereka" Denis berpikir.
Denis pun terbang mendekati mereka.
"Maaf, bukankah ada aturan di antara bangsa elf kalian bahwa para elf tidak akan mencampuri urusan manusia?" tanya Denis langsung.
__ADS_1
Semua orang menatap Ren. Mereka memiliki pertanyaan yang sama.
"Apa kau tidak takut para elf akan mempertanyakan tindakanmu dan Rajamu akan menghukummu?" lanjut Denis.
"Itu bukan urusanmu" Ren menatap Denis seperti orang bodoh. "Akulah Rajanya. Tidak ada yang berani menentang ku walaupun mereka ingin. Dan aku yang membuat aturan dj antara bangsa Elf"
Duar! Perkataan Ren mengejutkan semua orang.
Elf itu sendiri adalah Raja elf gelap! Tidak ada yang pernah menduga hal itu. Denis, para bangsawan, pihak Menara Sihir bahkan Sayn juga tidak pernah menduganya.
Raja elf gelap adalah eksistensi misterius yang sudah hidup ribuan tahun. Dan rumor mengatakan bahwa dia hampir sekuat dewa. Dan tidak banyak orang yang pernah melihatnya secara langsung.
Semua orang mengira bahwa dia adalah seorang kakek berumur. Jadi mereka cukup kaget bahwa Raja elf tua itu adalah sesosok pria yang tampan.
"Apa hubunganmu dengan Duke?" tanya Denis to the point.
"Ha? Lalu untuk apa kau kemari dan ikut campur?"
"Aku ingin menolong muridku" Ren menunjukan ke arah Emerta dan Diana. Walaupun dia tidak pernah berkata di depan semua orang bahwa mereka muridnya karena dia tidak pernah mengajarkan apapun pada mereka. Tapi dia tidak bisa mencari alasan yang tepat untuk itu.
"Dan si kecil ini pelayanku" dia lanjut menunjuk Eva yang masih berada di belakang punggung Emerta.
Eva cemberut saat mendengar nya tapi dia tidak mengungkapkan proses apapun.
Denis bimbang. Dia tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan jawaban seperti itu. Tapi dia tahu ada beberapa penyihir gelap yang menjadi murid para elf tua. Denis sebenarnya tidak ingin berurusan dengan mahluk yang sudah berumur ribuan tahun ini. Bahkan ayahnya harus hormat pada eksistensi seperti itu. Tapi masalah nya, Denis tidak bisa membiarkan mereka melarikan diri. Dia tidak bisa membiarkan tersangka pelaku pembunuh ayahnya bebas. walaupun Marquis terungkap melakukan hal aneh, kecurigaan nya bahwa Diana adalah mata-mata juga belum terhapus karena tidak ada bukti yang clear.
"Aku tidak ingin membuang banyak waktu di tempat ini" kata Ren. "Semua orang yang menggangguku akan kulenyapkan tanpa pamrih"
__ADS_1
Denis langsung bersiaga. Dia memanggil semua orang yang masih memiliki kekuatan untuk membantunya. Bahkan dia juga memanggil Dean wason untuk membantu kali ini. Dean Wason tidak menolaknya. Lagipula ini pertama kalinya dia bertarung dengan Raja elf dan dia bersemangat.
Kepala sekolah akademi kerajaan menatap Ren dari kepala sampai ujung kaki. Entah mengapa dia merasa bahwa kehadiran Ren sangat familiar. Wanita tua itu tentu saja tidak tahu bahwa selama ini Ren menyamar sebagai salah satu guru di akademi miliknya hanya karena bosan.
"Tuan, saya tahu anda kuat. Tapi para pelaku kejahatan itu tidak akan bisa melarikan diri dari kerajaan. Mereka harus diadili dengan adil sesuai hukum yang berlaku" Kata Denis. "Jadi jangan salahkan kami"
Dan lima orang terkuat yang tersisa langsung menggabungkan sihir mereka untuk menyerang Ren. Itu adalah Denis, Dean Wason, Kepala Sekolah dan dua orang lainnya.
Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa mengalahkan Ren dengan sihir normal, jadi mereka menggabungkan sihir mereka. Membentuk sebuah array sihir yang besar, menjebak Ren di dalamnya.
Ren terkurung. Tapi dia tetap tenang sambil memasang ekspresi tertarik. Dia berpikir apa yang akan manusia-manusia kecil ini lakukan padanya. Dia merasa tertarik akan hal itu. Jadi dia tidak melihat.
Array besar terbentuk di seluruh aula. Semua orang yang terluka tapi masih bisa bergerak, segera melarikan diri keluar dari aula. Mereka ingin menyelamatkan nyawa mereka dan tidak ingin ikut campur lagi. Bahkan para bangsawan itu melarikan diri. Membuat aula menjadi sangat sepi sekarang. Hanya tersisa beberapa orang yang sedang bertarung di udara.
Denis dan yang lainnya bermaksud menggunakan sihir tingkat tinggi untuk menjebak elf itu. Lalu meledakkan tubuhnya di dalam array. Ini adalah kekuatan sihir dari gabungan beberapa orang kuat, jadi kekuatan ledakannya akan sangat dahsyat.
Tapi mereka tidak pernah tahu. Seberapa besar kekuatan sihir sesosok makhluk hidup yang sudah hidup ribuan tahun lamanya. Itu pasti akan sangat besar. Karena itulah semua orang berpikir eksistensi seperti itu bisa menghancurkan sebuah kerajaan manusia dengan mudah.
Dean Wason bahkan menyuruh Robert memasang pelindung di aula untuk meminimalisir efek ledakan agar tidak melukai warga biasa dan menghancurkan pemukiman penduduk.
Dia juga menyuruh beberapa orang untuk melindungi Eva dan yang lainnya saat ledakan besar itu terjadi.
Tapi, Ren bergerak. Dia menempelkan tangannya di pusat array. Dan array sihir itu menghilang dengan cepat. Sebelum semua orang bisa mencerna apa yang terjadi. Ren mengeluarkan sihirnya. Sihir murni yang tidak mengandung elemen apapun.
Sihir itu mengenai kelima orang manusia yang menghalanginya. Dan BOOM! Kelima orang itu langsung terpental kebelakang. Tapi mereka selamat karena berhasil melindungi diri mereka dengan cepat. Hanya dua orang yang tiba-tiba muntah darah karena luka dalam mereka.
Ren mendekati mereka sambil mengeluarkan sihir angin nya. Dalam sekejap kelima orang itu bisa merasakan tekanan yang sangat kuat. Mereka tidak bisa bergerak dan bahkan kesulitan bernapas karena Ren mengunci kadar oksigen di sekitar mereka.
__ADS_1
"Sudah kubilang bukan. Kalian benar-benar parasit penghalang" kata Ren dingin.