
Cerita Sebelumnya:
Eva dan Lilac sibuk melihat-lihat ramuan. Saat itu Eva memutuskan untuk membeli ramuan "menggunakan suara binatang". Dan setelah itu dia fokus memilih ramuan lainnya. Beberapa menit kemudian Sayn datang dan menghampiri penjaga toko. Percakapan misterius Sayn dan penjaga toko itu membangkitkan minat Eva. Dan tanpa sadar, Eva pun mulai mengikuti dan menguping pembicaraan dua orang itu.
***
Aku langsung berlari masuk ke dalam ruangan yang ditutupi tirai hitam itu. Aku memposisikan diriku di belakang kotak-kotak kayu yang ada di sudut ruangan. Saat masuk, aku hanya melihat ruangan biasa yang diisi kursi dan meja kayu. Hmm...tidak! Ada satu hal yang menonjol. Aku melihat sebuah lubang dimensi berwarna putih yang terletak di tengah-tengah ruangan. Aku sangat terkejut saat melihatnya. Ternyata bukan aku saja yang terkejut, Sayn juga.
"Untuk apa portal teleportasi ini?" tanya Sayn sambil mengernyitkan keningnya. Dia agak bingung. Jarang sekali ada orang yang memakai portal terleportasi karena sihir teleportasi lebih praktis. Biasanya portal digunakan apabila jarak teleportasi terlalu jauh. Karena itu menghabiskan banyak mana penyihir. Tidak semua penyihir mempunyai kolam mana yang besar untuk berteleportasi jarak jauh.
"Kita akan menemui tuan dengan ini"
"Apa tempatnya jauh?"
"Tidak hahaha" penjaga toko itu tertawa sambil menggaruk kepalanya. "Daerah rumah tuan dipasang segel yang meniadakan sihir teleportasi. Um...semuanya dilakukan karena tuan takut ada penyusup yang masuk ke rumah. Jadi tuan memasang portal ini agar lebih mudah berpergian."
Mendengar penjelasannya, Sayn semakin curiga. Dia yakin ada yang aneh. Tapi dia tidak menemukan klue nya.
"Ayo" ajak penjaga toko itu dan dia langsung melangkah masuk ke dalam portal. Sayn menyusul kemudian.
Aku mengira portal itu akan menghilang saat mereka berdua masuk. Tapi ternyata tidak. Portal itu masih menganga lebar. Jadi aku memutuskan untuk ikut masuk.
Setelah sampai, aku berusaha memfokuskan penglihatanku. Aku berada di tengah ruangan lain. Ruangan ini memiliki desain yang sama dengan ruangan di toko tadi. Sebuah ruangan kecil yang hanya diisi kursi dan meja kayu.
__ADS_1
Aku menoleh kiri kanan dan tidak melihat keberadaan kedua orang itu. Ruangan itu sunyi dan aku melihat pintu kayu di depanku. Aku yakin mereka pasti sudah pergi dari ruangan ini ke ruangan lainnya. Aku cukup cemas. Bagaimana kalau aku kehilangan jejak mereka?
Tapi aku menguatkan niatku untuk terus maju. Lagipula kalau ada sesuatu yang berbahaya aku bisa lari secepat mungkin. Aku membuka pintu kayu itu dan pemandangan yang terlihat adalah sebuah taman. Aku mengira pintu ini terhubung dengan ruangan lainnya. Tapi aku salah. Pintu ini adalah pintu keluar. Aku pun keluar dan mengamati ruangan kecil tempatku teleportasi. Ternyata ini hanyalah sebuah rumah kayu kecil dengan portal teleportasi.
Aku mengaktifkan sihir terbang dan berusaha menganalisis situasinya. Taman ini lumayan luas. Seperti taman di kediaman bangsawan pada umumnya. Lalu di arah barat daya, aku melihat sebuah mansion besar. Ahh~ apa pemilik toko itu adalah bangsawan dari negara Kano? Tapi kelihatannya tidak mungkin. Karena Sayn juga tidak mengetahuinya.
Aku memperhatikan mansion itu. Menghitung para prajurit yang menjaganya. Menyusup ke dalam mansion itu akan sulit. Berbeda lagi kalau itu Sayn, karena dia dibimbing oleh penjaga toko. Aku hanya seorang penyusup asing. Jadi harus hati-hati.
Tapi setelah kuperhatikan lebih detail. Tidak ada prajurit penjaga sama sekali! "Bukankah aku bisa menyusup lebih mudah kalau begini?" gumamku sambil tersenyum senang.
Aku pun langsung menuju mansion itu dengan secepat kilat. Aku berusaha menyelinap semulus mungkin. Saat masuk, aku melihat ruang aula mansion yang lumayan luas. Tapi tidak ada seorang pun di sana. Jadi aku memutuskan untuk berjalan maju dan menuju ruangan lainnya. Aku menuju dapur, ruang latihan, toilet, ruang kerja dsb. Tapi kenapa mereka tidak ada?! Bahkan aku tidak melihat satu pun pelayan? Kok bisa? Apa ini mansion hantu?
"Ahh~" aku mengeluh frustasi. "Kemana mereka? Kenapa mansion ini begitu sepi? Sama sekali tidak ada tanda kehidupan?!"
Aku hanya bisa cemberut sambil berdiri diam di tengah-tengah aula. Tapi tiba-tiba sesuatu yang mengejutkan terjadi! Aku tanpa sengaja melihat ke langit-langit ruangan dan tebak apa yang kutemukan? Aku melihat seuntai tali kecil.
KRIETTT! Lantai di bawah kakiku tiba-tiba bergerak dan terbuka secara perlahan.
"Besar sekali!" aku berteriak kagum. Kali ini bukan ruang bawah tanah kecil. Tapi ruang bawah tanah yang besar. Pintu masuknya saja sebesar aula mansion. Aku tidak membayangkan ruangannya sebesar apa. Jangan-jangan mereka semua ada di ruang bawah tanah ini ya?
"Hmm...kenapa ruang bawah tanah sangat populer akhir-akhir ini. Apa aku harus membuatnya juga di rumah?"
Aku tidak membatalkan sihir terbang dan melayang turun. Aku tidak berani menginjakkan kakiku walaupun ada anak tangga yang menuju ke bawah. Aku lebih memilih terbang karena menurutku ini jauh lebih aman.
__ADS_1
Saat aku sampai di dasar ruangan, aku dibuat kaget sekali lagi. Aku tidak menyangka bahwa rung bawah ini bahkan lebih bagus dari ruang aula yang berada di atas. Aku tidak menyangka dekorasi ruangan ini penuh dengan barang-barang antik yang berkilauan. Bahkan aku tidak bisa menahan rasa penasaran dan memilih untuk menyentuh barang-barang itu. Kenapa aku sangat tertarik dengan barang-barang antik mewah ini? Itu semua karena barang-barang ini sangat unik. Semua dekorasi yang ada di ruangan ini berbentuk binatang. Yang terbuat dari berlian berkilauan, batu langka dan sebagainya. Bahkan saat tanganku menyentuh benda-benda itu, aku merasakan vitalitasku terisi kembali. Benda antik ini diisi oleh sihir juga ternyata. Ini mengingatkanku pada kalung kelinci yang diberikan Denis padaku
"Apa semua benda yang mengandung sihir pemulih vitalitas semuanya didesain dengan bentu binatang ya?" aku berpikir. Ah~ tapi semua ini sangat lucu. Aku ingin mengambilnya dan mengoleksinya di rumah. "Tapi mencuri itu tidak baik Eva~ Kau harus bisa menahan dirimu sendiri~"
Ternyata tidak hanya ada satu ruangan di ruang bawah tanah ini. Aku melihat ruang lainnya yang tertutup tirai hitam. Ini membuatku merasa de javu. Karena tirai hitam ini sama dengan yang ada di toko ramuan itu. Jadi aku memutuskan untuk masuk dengan hati-hati. Saat aku membuka tirai secara perlahan, aku mengamati seluruh ruangan dan mencari tempat persembunyian. Kebetulan sekali ada cermin besar di sudut ruangan. Jadi aku cepat-cepat memindahkan diriku sendiri.
Aku mengamati seluruh isi ruangan dan aku kaget. Kenapa ruangan ini penuh dnegan jeruj besi? Aku memastikan bahwa tidak ada orang di ruangan ini sehingga aku memutuskan untuk berjalan melihat kota-kotak jeruji itu.
Kotak-kotak jeruji itu sangat banyak. Saat aku mengamati isinya, aku langsung terdiam di tempat. "Ah!" aku bahkan ingin berteriak, untung saja tanganku dengan cepat menahan mulutku untuk tidak terbuka.
Aku melihat banyak sekali anak-anak di dalam kotak jeruji. Apa-apaan ini? Bahkan di setiap kotak jeruji ada anak-anak! Aku memperhatikan bahwa setiap anak duduk lemas sambl menyandrkan tubuh mereka di jeruji besi. Aku juga melihat benda aneh di pergelangan tangan mereka. Benda itu mirip seperti tali infus yang terhubung ke sebuah tangki besar yang berada di tengajh ruangan.
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa anak-anak itu ada disini?
Aku mencoba mendekati salah satu kotak jeruji. "Hei bocah! Apa yang kau lakukan di tempat ini?" aku berbisik.
Para bocah itu mendengar dan langsung menatapku. Tapi tatapan itu tidak memiliki kehidupan apa pun. Mereka hanya menatapku diam dan tidak berbicara dengan mata mereka yang sendu dan penuh lingkaran hitam. Ini mengingatkanku pada film zombie. Sehingga aku bergidik ngeri. Karena mereka tidak menjawab, aku memutuskan membuka jeruji dan masuk.
Tapi aku tidak sempat melakukannya karena tiba-tiba aku mendengar langkah kaki.
"Sialan!" aku menoleh kiri kanan karena panik mencari tempat sembunyi. Aku ingin kembali bersembunyi di balik cermin, tapi sebuah tangan sudah membuka tirai hitam itu. Tidak akan sempat! Jadi aku refleks menggunakan sihir terbang dan menempel di langit-langit ruangan. Aku menempel di sudut atas dan berdoa semoga orang itu tidak menyadari kehadiran.
Ah! Aku melihatnya! Aku melihat orang yang masuk dan ternyata itu si penjaga toko. Tapi kenapa dia hanya sendiri? Dimana Sayn?
__ADS_1
Penjaga toko itu menghampiri salah satu jeruji besi. Jeruji besi itu berada di sudut ruangan. Dia masuk dan mengeluarkan seorang bocah laki-laki. Ini bocah lelaki yang dicari Sayn?
Setelah itu si penjaga toko itu mulai memegang lengan si anak dan membimbingnya keluar melewati tirai hitam. Tanpa basa basi, aku langsung mengikutinya. Sayn pasti ada disana bukan? Aku harus mengikuti orang ini dan menemukan Sayn. Aku ingin melaporkan apa yang kulihat ini padanya.