Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7: Penukaran


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Salah satu jubah ungu menusuk raja karena perintah Marquis. Lalu orang-orang Raja mulai berdatangan. Jendral besar ingin menyelamatkan Raja tapi sudah terlambat. Raja sudah meninggal. Marquis bersandiwara dan berusaha menuduh Sayn serta Diana sebagai pelaku pembunuhan. Semua orang mempercayai nya, tentu saja. Walaupun Sayn berusaha memberikan penjelasan, tidak ada yang akan percaya padanya. Marquis juga mengadu domba sang jendral besar untuk membunuh bayi yang berada di tangannya. Jendral besar terhasut dan ingin melakukan nya. Tapi Denis datang tiba-tiba dan mengambil bayi itu.


***


Denis mengantar Vivian dan pelayan itu ke klinik kerajaan. Saat itu sang pelayan sadar dan memberitahu semua yang terjadi. Bahwa Vivian berniat membawa mereka melarikan diri. Tapi Marquis mengetahui hal itu dan menyerang mereka. Lalu Marquis melukai nona Vivian dan membawa Evan bersamanya. Wiya juga dibuat tidak sadarkan diri, jadi dia tidak tahu apa yang terjadi setelah itu.


Denis menyuruh Pelayan itu beristirahat dan dia akan mengurus semuanya. Lalu dia bergegas menemui ayahnya dan yang lainnya di penjara bawah tanah. Saat dia sampai, ruangan itu dipenuhi oleh manusia. Dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia merasa sangat tidak nyaman. Dia juga melihat Jendral besar mengarahkan pedangnya ke arah bayi yang dipegang oleh marquis. Jadi Denis dengan cepat menghentikan dan mengambil bayi itu.


Tapi dia melihat sosok yang tidak asing terkapar di tanah dengan perut berlumuran darah. Refelks, aura membunuh keluar dari tubuhnya.


"Apa yang terjadi?" dia berkata dengan nada yang sangat dingin. Dan dia berusaha menjaga ketenangan nya agar tidak mengamuk.


Tidak ada yang menjawab. Suasana sangat hening.


TAP TAP TAP


hanya langkah kaki Denis yang terdengar saat pria itu secara perlahan mendekati sosok ayahnya.


Tubuh Denis bergetar tapi dia berusaha mengendalikan ketenangan nya.


Lalu dia mengambil ramuan dan meminumkannya ke mulut Raja. Tapi tidak ada reaksi apapun.


Denis tidak pernah menganggap Raja sebagai ayah terbaik dalam hidupnya. Tapi pria tua itu adalah ayahnya. Dia membesarkan sejak dia masih kecil dan mendidiknya. Bagaimanapun dia adalah orang berharga dalam hidupnya. Denis ingin menangis. Tapi harga dirinya menahannya untuk tidak menangis.


"Sudah terlambat yang mulia..." kata jendral besar dengan nada sedih. "Saat aku sampai semuanya sudah terlambat..." pria kekar itu bahkan hampir menangis.


Denis mengepalkan tangannya. Aura membunuhnya semakin besar.

__ADS_1


"Siapa yang melakukan nya?"


Tidak ada yang menjawab.


"Siapa ?!" Denis meninggikan suaranya.


"Yang mulia, para penyusup dan penyihir gelap itu yang melakukannya" Marquis Zent membuka suaranya sambil menunjuk ke depan.


Denis menoleh dan menatap mereka semua dengan tatapan membunuh. Dia menatap Sayn lebih intens dari yang lainnya. Dia menduga bahwa Sayn yang membunuh ayahnya karena hal ini menguntungkan kerajaan Kano. Mengingat mereka berada dari sisi musuh.


Denis mengeluarkan perang. Kali ini dia bertekad untuk membunuh Sayn. Dia menyesal karena membiarkan Sayn bebas dan membahayakan orang terdekatnya. Dia benar-benar menyesalinya!


Denis menebaskan pedangnya ke arah Sayn. Sayn menahan serangannya. Sayn berusaha melindungi Diana dan orang-orangnya dengan tubuhnya. Menyebabkan tubuhnya terpental ke belakang karena menerima serangan Denis. Tapi dia tidak terluka.


Melihat apa yang terjadi Diana panik dan melemparkan tubuhya di tengah-tengah pertarungan.


"Dia tidak bersalah. Aku yang membunuh Raja!" kata Diana tiba-tiba.


"Hei..." Sayn melongo tak percaya. Dia ingin mengatakan sesuatu tapi Diana memotong nya.


"Ini salahku. Aku yang membunuh Raja. Mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal ini. Mereka hanya datang menyelamatkan ku" kata Diana tegas, berusaha untuk tidak menangis.


Diana menyerah. Semua ini terjadi karena dirinya. Semuanya. Dia membahayakan keluarga nya. Dia membahayakan semua orang yang menolong nya. Dia adalah pelakunya. Diana menyerah untuk membela dirinya sekarang. Walaupun dia tahu bahwa dia tidak membunuh Raja. Dia akan mengakui dirinya agar bisa membuat semua orang yang terlibat bebas. Diana sudah menguatkan tekadnya.


Denis menatap Diana dengan tatapan tak percaya. Duke adalah saudara ipar raja. Dan wanita ini hampir menjadi ibu mertuanya. Dia tidak menyangka Diana akan membunuh ayahnya sendiri.


"Jangan melindungi nya" kata Denis. Dia masih bersikeras bahwa Sayn yang melakukannya.


"Aku tidak melindungi siapapun. Aku hanya mengakui kesalahan ku. Semua terjadi karena aku yang mulia" kata Diana. Kondisinya sudah pulih karena ramuan yang diberikan oleh Sayn. Jadi suaranya menjadi lebih lantang.

__ADS_1


"Kenapa kau melakukanya?" Denis bertanya. Ada nada sedih dalam suaranya. Dia memikirkan berbagai cara agar bisa membebaskan semua keluarga Duke. Tapi itu semua pikiran yang sia-sia. Wanita ini adalah iblis jahat dari awalnya yang menyamar menjadi ibu dan istri yang baik.


"..." Diana tidak menjawab dan mengigit bibirnya.


"Yang mulia, aku minta maaf" Diana berlutut dan menyentuhkan kepalanya ke lantai. "Aku mohon padamu. Semua salahku. Jadi bebaskan semua orang. Ini tidak masuk akal, tapi suamiku dan bayiku benar-benar tidak tahu apa-apa. Dan para jubah hitam itu hanya ingin membantu ku karena keinginan putriku. Aku mohon padamu. Bebaskan semua orang yang tidak bersalah ini. Aku akan menerima hukumanku" kata Diana terisak.


Diana hanya ingin semua orang yang tidak terlibat ini bebas. Dia sangat senang saat tahu bahwa suaminya dan yang lainnya sudah meninggal kan istana. Sekarang dia hanya ingin bayinya selamat.


Denis masih tidak menjawab.


"Aku akan menerima hukumanku. Aku akan menerimanya" tambah Diana. "Tapi Evan dan yang lainnya tidak bersalah. Yang mulia maafkan mereka"


Denis linglung. Dia melihat bayi kecil yang tidak sadarkan diri di tangannya. Bayi itu memang tidak bersalah. Tapi dia tetap tidak bisa membiarkan Sayn melarikan diri.


"Yang mulia, saya mohon" Diana membenamkan kepalanya dalam-dalam. Kening nya berdarah karena hal itu.


"Baiklah..." kata Denis. Dia kasihan melihat Diana. Lagipula dia sudah mengenal wanita itu sejak dia masih muda. Dia masih mengingat senyum tulusnya walaupun dia tahu bahwa itu adalah pura-pura. Tapi dia tidak akan pernah memaafkan apa yang Diana sudah lakukan. Seperti menjadi mata-mata dan membunuh Raja. Hukuman matinya benar-benar tidak terelakan.


Denis memberikan bayi itu kepada Diana. Dia menyetujui penukaran itu dan membebaskan Duke dan Evan. Dia tidak akan mengejar Duke lagi walaupun dia tahu pria itu sudah melarikan diri.


Diana menyambut Evan dengan lembut lalu memberikannya kepada Sayn. Diana membisikkan sesuatu kepada Sayn lalu menyuruh mereka untuk melarikan diri.


Sayn menatap Diana sedih. "Aku tidak akan menyerah untuk menolong mu" kata Sayn. Dia akan kembali dan membawa lebih banyak orang. Lalu dia menatap Denis seperti menatap orang bodoh. "Kau akan menyesali semuanya, dasar bodoh!" katanya sarkas. Sebelum menghilang di tempat dengan sihir teleportasi nya.


Denis tidak mengerti. Dia menyuruh semua orang memberikan Diana pengawasan ketat. Hukuman mati akan dilaksanakan besok, secara publik. Dia juga harus mengurus pemakaman Raja.


Marquis menatap Denis dengan tatapan kesal. Dia ingin semua orang terbunuh. Tapi rencananya gagal karena Denis memaafkan semua orang. Dia benar-benar kesal.


"Dasar penganggu!" Marquis memaki dalam hatinya saat melihat Denis lewat di depan matanya.

__ADS_1


__ADS_2