
Cerita Sebelumnya:
Tim Jiwa Sihir berhasil menghancurkan penghalang dengan penyihir cahaya mereka.
Mereka juga akhirnya berhasil melacak sang penyihir gelap dengan elemen cahaya.
Dimana sebenarnya penyihir gelap itu bersembunyi?
***
Keempat tim itu mulai pergi secara bergerombol ke arah yang sama. Mereka melintas keluar kuil dan meninggalkan altar. Lalu mereka semua menuju hutan.
Jejaknya sangat dekat dan berakhir di hutan sekitar kuil.
"Tidak ada lagi jejak" aku bergumam. Jejak gelap yang berbentuk seperti seutas tali itu sudah menghilang. Aku tidak melihat jejak lagi saat aku menggunakan elemen cahayaku.
"Sepertinya penyihir itu bersembunyi di sekitar sini." Robert memberikan pendapat.
Tim lainnya juga bingung. Mereka mulai berpencar untuk mencari di daerah sekitar.
"Ini membuang-buang waktu" kata ketua Tim Komunitas Pengembara dengan nada kesal. Tanpa memberi aba-aba dia menghentakan kakinya dan DUAR! Tanah di bawah kami tiba-tiba bergetar dan hancur.
Untung saja kami refleks menghindar dengan sihir terbang.
Pria itu menggunakan sihir bumi miliknya dan menghancurkan tanah disekitarnya. Membentuk sebuah lubang raksasa dengan kedalaman satu meter.
"Benar-benar gila!"
"Sihir bumi yang sangat kuat!"
"Dia orang gila!"
"Ini mantra tingkat tinggi!"
Kami bisa mendengar semua orang dari Tim lain menyuarakan protes dan keterkejutan mereka.
"Ini benar-benar sihir bumi yang kuat" bahkan aku mendengar suara kagum Jean yang berada di sampingku.
Mata Robert menyipit. "Sepertinya peserta tahun ini cukup berkualitas. Bahkan kita hanya menemukan sedikit orang yang bisa menggunakan sihir tingkat tinggi di pertandingan sebelumnya. Di pertandingan sihir kali ini, setiap tim memiliki penyihir dengan sihir tingkat tinggi" kata Robert serius.
Aku menatap ketua Tim Komunitas Pengembara yang berada di pusat retakan. Sihirnya benar-benar kuat. Aku pun tidak bisa menggunakan sihir bumi tingkat tinggi yang bisa membuat lubang sebesar ini. Walaupun mereka bukan runner up tahun lalu, kita tidak bisa meremehkannya. Terlalu banyak kuda hitam di pertandingan sihir kali ini.
Penyihir gelap yang sedang bersembunyi sambil menghilangkan hawa keberadaannya juga terkena serangan tiba-tiba itu. Saat ini kita semua bisa melihat sang jubah hitam melayang terbang untuk menghindar.
"Itu dia!" teriak Tim Jiwa Sihir.
Dan dalam sekejap semua orang terbang mengejarnya.
Penyihir gelap itu panik dan segera mendarat. Dia ingin melarikan diri. Tapi sayangnya, dalam sekejap semua orang sudah mengepungnya dengan mengelilinginya.
__ADS_1
"Percuma saja melarikan diri, kami tetap akan bisa melacakmu"
Penyihir gelap itu terdiam dan menatap semua orang. Lalu secara pelahan sebuah senyuman terbentuk di bibirnya.
"Aku tidak membawa kristal itu hahahahaha!" katanya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Dasar pembohong!"
"Cepat serahkan kristalnya!"
"Kami akan benar-benar menghancurkanmu!"
"Kalian sama sekali tidak percaya padaku? Terserah.." katanya santai. "Kalian bisa menghancurkanku sekarang. Tapi percuma saja"
"Dimana kau menyimpan kristalnya!?"
"Beritahu kami"
Semua orang mulai terpancing dan mendesak si penyihir gelap.
"Aku memberikannya pada rekanku yang lain" jawabnya. "Ayo, kalahkan aku sekarang. Poinku tinggal sedikit, hanya satu pukulan, aku akan kalah. Aku juga ingin cepat-cepat beristirahat" katanya.
Semua orang mulai ragu untuk menyerangnya. Karena kalau mereka menyerang, petunjuk keberadaan semua kristal itu akan menghilang.
Tapi aku sedikit kaget saat mendengar pernyataan sang penyihir gelap.
"Bukankah kita sudah menghancurkan seluruh Tim mereka? Apakah masih ada yang bersembunyi dan tersisa?" tanyaku.
"Eh? Dia berbohong?" Mungkin dia ingin mengulur waktu agar dapat menggunakan rencana licik lainnya untuk melarikan diri.
"Pembohong yang buruk" Robert langsung maju dan menyerang si penyihir gelap dengan sihir apinya.
"Eh?" si penyihir gelap bahkan belum sempat bereaksi. Karena gerak refleksnya tidak merespon. BUK! Dalam sekejap sihir Robert mengenainya dan membuat tubuhnya terpental cukup jauh.
Penyihir gelap itu benar-benar tidak menyangka ada yang menyerangnya dengan tiba-tiba seperti itu. Tubuhnya terpental dan terbaring di tanah. Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati. Tapi secara perlahan sosoknya mulai memudar menjadi seberkas cahaya dan menghilang.
"Dasar gila!"
"Apa yang dia lakukan?!"
"Ahhh, kristalnya!!!"
"Petunjuk satu-satunya sudah menghilang sekarang..."
Semua orang mulai menunjukkan protes mereka pada Robert.
Robert mengabaikan semua protes itu. Dia kembali dengan langkah santai menuju kelompoknya.
Dia melambaikan tangannya, lalu tiba-tiba sebuah kantung kecil aneh muncul. Dia membukanya. Kantung itu lenyap dan empat bola kristal mulai muncul di tangannya.
__ADS_1
Robert mengambil bola kristal nomor 1, lalu dia melemparkan Tiga lainnya di tanah.
"Aku tidak membutuhkan sisanya" katanya sombong.
"....."
Semua orang terdiam. Tidak ada yang meresponnya.
Ketua Tim Komunitas Pengembara merespon lebih dulu dan mengambil kristal nomor 2.
"Menjadi nomor 2 tidak masalah. Aku ingin menyimpan kekuatan ku untuk pertandingan selanjutnya hahahahaha" dia tertawa senang.
"Ayo pergi. Kita perlu berburu beberapa binatang sihir untuk dijadikan makanan. Sebelum orang-orang tua itu mengakhiri pertandingan dan memanggil kita kembali"
Tim Komunitas Pengembara pun dengan cepat menghilang.
Ketua Tim Bayangan juga dengan langkah sunyi mengambil bola kristal nomor 3. Tanpa mengatakan apa pun, dia dan kelompoknya melenggang pergi.
Hanya Tim Jiwa Sihir yang tidak bergerak dari tempatnya.
Tentu saja Robert tidak mempedulikannya.
"Ayo pergi" kata Robert santai.
"Tunggu!" ketua Tim Jiwa Sihir mulai berteriak. "Serahkan bola kristal itu pada kami!"
Robert menunjuk bola kristal yang tertinggal. "Ada satu disitu. Jangan serakah"
Melihat respon Robert yang sombong, Tim Jiwa Sihir mulai kehilangan kesabaran mereka.
"Kami masih akan mengampuni kalian dan membiarkan kalian ikut pertandingan selanjutnya. Serahkan bola kristal itu pada kami" kata Tim Jiwa Sihir lagi sambil menggertakan gigi.
Tapi Kami mengabaikan perkataan orang itu.
Tim Jiwa Sihir mulai naik pitam. Mereka langsung maju dan menyerang.
Ketua Tim Jiwa Sihir melayangkan serangannya, tapi kami dengan cepat menghindar.
Dua tim dari Jiwa Sihir mulai mengepung Jean dan Hans.
ketua Tim mereka mengepung Robert.
Aku juga dikepung salah satu penyihir cahaya mereka.
Sementara Charlotte dan Reina berada di barisan belakang.
Robert langsung balas menyerang dengan sihir apinya. Ketua tim Jiwa sihir berhasil menghindar.
Jean dan Hans juga menghadapi musuh mereka.
__ADS_1
Sehingga kita bisa mendengar banyak sekali suara Duar! Krak! disekitar karena lingkungan yang mulai hancur.
Pertarungan pun akhirnya terjadi...