
Cerita sebelumnya:
Tiga orang dari tim Jiwa Sihir mulai mengeluarkan alat sihir kuno dan membentuk kabut aneh. Kabut itu menutup semua panca indera lawan sehingga Eva tidak bisa menyerang dengan akurat. Eva juga sudah menggunakan semua elemennya tetapi kabut itu sama sekali tidak bereaksi.
Akhirnya Eva memutuskan menggunakan sihir gelapnya untuk membentuk lubang dimensi sebesar telapak tangan dan ternyata itu efektif. Semua kabut tersedot ke dalam lubang dimensi dan lapisan air yang mengambang mulai jatuh. Sihir mereka gagal.
Eva mulai melawan balik. Dia menggunakan sihir infernonya dan membakar lawan. Akhirnya tiga orang dari Tim Jiwa Sihir pun gugur dengan satu serangan.
***
Setelah mengamati tiga orang lawannya menjadi partikel cahaya dan menghilang, aku segera mendeteksi keberadaan teman-temanku. Hutan ini cukup luas, dalam sekejap mereka semua berpencar tanpa mereka sadari. Aku merasakan kehadiran Robert di arah utara dan Charlotte di arah Selatan.
Setelah berpikir cukup lama, aku memutuskan untuk menghampiri Robert. Alasannya sederhana, Robert melawan ketua Jiwa Sihir saat ini. Ketua Jiwa Sihir adalah lawan terkuat dari yang lain. Sementara Charlotte lebih menguntungkan karena melawan Reina yang kekurangan sihir ofensif.
Aku pun segera menghampiri Robert.
Saat aku tiba, pertarungan sengit Robert dan Ketua Tim Jiwa Sihir masih berlangsung. Kondisi hutan mulai porak poranda. Pohon yang berserakan menjadi serpihan dan kondisi tanah yang retak-retak.
Ketua Tim Jiwa Sihir adalah salah satu dari tiga penyihir cahaya milik lawan. Dan dia juga merupakan Penyihir cahaya terlemah. Elemen cahayanya sangat lemah sehingga hanya bisa digunakan untuk mengisi stamina dan tidak bisa dipakai untuk menyembuhkan. terkecuali ada mantra tingkat tinggi yang dipakai maka sihir cahayanya bisa menyembuhkan. Elemen lain miliknya lebih kuat daripada elemen cahayanya. Tetapi tetap saja dia merupakan orang terkuat di tim walaupun elemen cahaya miliknya lemah.
Pertarungan mereka berlangsung secara terus menerus dan cukup imbang.
Aku memutuskan untuk tidak ikut campur. Aku sangat mempercayai Robert dan tidak pernah meragukan kemampuannya. Walaupun lawan sangat kuat, Robert lebih kuat. Tentu saja karena dia adalah tokoh utama dalam cerita ini hahaha
Dan benar sekali dugaanku. Ketua tim Jiwa Sihir mulai kewalahan melawan Robert. Dia mengeluarkan sebuah alat sihir aneh.
Kenapa semua orang di Pertandingan Sihir selalu memiliki alat sihir aneh?
Kukira aku harus mengumpulkan beberapa alat sihir aneh juga untuk digunakan nanti...
Tapi tunggu...
Aku merasakan sesuatu yang aneh dengan alat sihir itu. Sekilas aku dapat merasakan mana gelap walaupun samar. Aku bahkan bisa melihat seutas mana yang melilit alat sihir itu. Walaupun mana yang keluar sangat samar, aku masih bisa merasakannya. Tapi tidak berlaku untuk penyihir normal, mereka mungkin tidak bisa merasakannya.
Aku mengernyitkan kening menatap alat sihir dan juga pemiliknya. Ketua Tim Jiwa Sihir adalah Penyihir Cahaya, bagaimana mungkin dia tidak bisa merasakan mana gelap itu? Apa karena mana gelapnya terlalu samar? Atau mungkin...dia sudah tahu bahwa alat sihir itu berhubungan dengan elemen gelap dan masih menggunakannya?
"Tidak, tidak mungkin" aku menggelengkan kepalaku untuk membubarkan fantasiku yang terlalu berlebihan.
__ADS_1
Semua orang di dunia tahu bahwa penyihir cahaya sangat membenci elemen gelap. Jadi hal itu tidak mungkin terjadi.
Mungkin saja pria bodoh itu tidak tahu bahwa ada jejek elemen gelap pada alat sihirnya...
"Hati-hati mastaa..." aku berusaha memperingati Robert. Mungkin saja alat sihir itu berbahaya karena semua yang berhubungan dengan elemen gelap selalu berbahaya.
Robert tidak sadar bahwa Eva menonton, sampai akhirnya gadis kecil itu berteriak padanya dengan nada khawatir.
"Jangan khawatir" dia merespon.
Aku hanya merespon dengan mengangguk.
Pertarungan terjadi lagi.
Aku melihat lawan menggunakan alat sihir itu. Tapi ternyata itu tidak berbahaya seperti yang kuduga. Bahkan saat sihir dari alat itu mulai aktif, untaian elemen gelap yang melilit alat mulai lenyap dalam sekejap. Aku mengernyit bingung, tapi aku sama sekali tidak terlalu memikirkan hal itu terlalu jauh.
Pertarungan itu berlangsung selama 10 menit sebelum akhirnya berakhir. Sebenarnya pertarungan ini cuku singkat. Bahkan Robert menang dengan telak. Hanya harus menanggung beberapa robekan pada jubahnya.
Robert menghampiri dan menatap gadis kecil di depannya.
Robert benar. Kondisiku tidak lebih baik darinya.
"Bagaimana pertarungannya?" tanya Robert.
Haa...Aku menarik napas sebentar. Lalu aku menceritakan semua yang kualami dengan cepat. Menceritakan bahka Jean dan Hans sudah gugur sehingga aku harus melawan tiga orang dan berakhir dengan kemenangan telak.
"Sayang sekali" kata Robert prihatin saat tahu Jean dan Hans sudah kalah. "Sekarang kita hanya harus menyusul Charlotte"
Aku mengangguk setuju.
Kami berdua menyusul Charlotte. Gadis itu saat ini sedang melawan penyihir terlemah dari tim lawan, Reina. Walaupun elemen cahaya Reina merupakan yang terkuat. Dia sama sekali tidak memiliki elemen lainnya untuk menyerang.
Saat kami tiba, pemandangan di depan kami sesuai dengan yang kami prediksi. Charlotte masih berdiri dengan baik sementara Reina berdiri goyah dengan wajah pucatnya. Bahkan kondisi Reina sangat lusuh. Dia kalah.
Saat aku melihat kondisi tokoh utama yang menyedihkan seperti ini, entah kenapa aku merasa sedikit senang. AKu bukan orang jahat yang tertawa di atas penderitaan orang lain oke. Hanya saja saat tahu bahwa tokoh utama juga bisa memiliki nasib menyedihkan, menyadarkanku bahwa aku juga bisa merubah nasibku.
Kami menghampiri Charlotte dan memebritahu kondisi sekarang. Dan juga berita bahwa seluruh Tim Jiwa Sihir telah dikalahkan masuk ke dalam telinga Reina. Sehingga gadis itu menjadi syok.
__ADS_1
Hanya tersisa dirinya sekarang. Semua anggota timnya sudah dikalahkan. Dia melihat tiga orang di depannya. Lalu perhatiannya terfokus pada Eva. Tatapan kebencian langsung muncul di matanya walaupun hanya sekejap. Sebelum dia merubah tatapannya menjadi menyedihkan. Baginya Eva selalu menjadi penghalang yang menghancurkannya. Setiap gadis itu muncul, nasib buruk selalu menimpanya sehingga dia sangat membencinya.
Reina sudah kehilangan semangat bertarungnya. Dia tidak berusaha menahan kakinya untuk berdiri lagi dan mulai terjatuh. Duduk dengan kepala menunduk menatap tanah.
"Kita akhiri sekarang" kata Charlotte semangat sambil mengeluarkan sihir serangannya.
Tapi tiba-tiba Robert mengangkat tangannya dan menghentikan langkahnya. "Tunggu" Robert mengeluarkan bola kristal nomor 4 itu dan melemparkannya pada Reina. "Ambil itu dan pergilah. Setidaknya tim kalian masih bisa lanjut ke babak berikutnya" kata Robert.
Reina menatap kristal itu sebentar. Dia berpikir perkataan Robert benar. Tujuan mengikuti pertandingan Sihir ini adalah menemukan harta karun. Dia bahkan belum masuk ke domain sihir, dia tidak bisa berakhir menyedihkan seperti ini.
"Terima kasih banyak" kata Reina sambil menatap Robert tulus. "Aku tidak tahu bahwa akan menemukan orang baik sepertimu" katanya.
Lalu dia melarikan diri sambil memeluk bola kristal itu erat-erat.
"Robert! Apa yang kau lakukan?!" Charlotte langsung berteriak marah. Bagaimana dia bisa melepaskan orang berabahya seperti itu? Bukankah lebih mudah menghancurkan mereka sehingga mereka tidak bisa mengikuti pertandingan selanjutnya.
"Tidak perlu serakah seperti itu. Lagipula kasihan, kita tidak bisa menyerang orang yang sudah tidak berdaya seperti itu." Robert menjelaskan dengan canggung. Sebenarnya dia juga bingung kenapa dia melakukannya.
"Hmph!" Charlotte merenggut kesal. Dia masih marah. Dia hanya memberi Robert tatapan kesal sebelum berjalan menjauh.
Aku juga menatap Robert bingung. Sebenarnya aku juga tidak setuju dengan tindakan Robert. Kita bisa merasa kasihan dengan tidak memberinya luka yang parah. Tapi membiarkannya seperti itu...
"Masta...ada apa denganmu?" tanyaku sambil menatapnya lekat-lekat.
"...."
Robert terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab. "Aku juga tidak tahu. Ini seperti gerakan refleks. Saat gadis itu akan diserang, tiba-tiba ada sesuatu yang terlintas di pikiranku bahwa aku harus melindunginya."
Deg!
Aku merasa terkejut.
Apa maksudnya ini? Apa maksudnya Robert akan melindungi reina secara refleks saat gadis itu terluka? Mereka tidak bisa melukai Reina? Apa ini efek nasib bahwa tokoh utama pria harus melindungi tokoh utama wanita karena ini kejadian dalam novel? Tidak mungkin kan....?
"Ayolah, lagipula tidak masalah. Gadis itu sangat lemah, dia tidak akan melakukan apa pun sampai pertandingan berakhir"
Robert berusaha menenangkan lagi bahwa semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1