Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Reina dan Robert


__ADS_3

Robert berusaha menyelesaikan pertarungan nya secepat mungkin. Dan dia berhasil mengalahkannya hanya dalam waktu lima belas menit. Yah, Robert sudah semakin kuat. Bahkan binatang sihir level 8 bukan apa-apa baginya.


Sayn yang berada di dekat Eva memperhatikan bahwa gadis itu menatap Robert dengan mata berbinar. Sayn tidak senang. Entah kenapa dia menyesal saat menolak bertarung dengan singa itu. Dia juga sangat kuat. Dia ingin menunjukkan nya pada Eva. Bahkan paman itu akan kewalahan menghadapinya. Dia tidak senang melihat Eva menatap Robert dengan mata penuh kekaguman itu. Dan muncul sedikit rasa iri terhadap Robert di dalam hatinya.


Setelah semua binatang sihir itu dikalahkan, mereka mengambil bangkai binatang itu untuk dibuat menjadi kerajinan tangan. Bangkai-bangkai itu dibagi sama rata. Dan Robert mendapatkan bangkai Raja singa karena dia yang sudah mengalahkannya sendiri.


Aku menolak saat mereka memberikan bangkai binatang itu padaku. Aku tidak tertarik mengumpulkan bangkai binatang. Sama sekali tidak tertarik.


Selesai pertarungan, semua orang mulai bersorak. Robert mendapatkan banyak pujian atas jasanya yang paling besar. Reina juga. Putra mahkota dan beberapa anak dari akademi juga.


Aku bahkan tidak menyangka bahwa mereka akan memujiku. Maksudku...aku tidak melakukan apa-apa sama sekali.


"Kerja bagus gadis kecil" puji putra mahkota Kano saat menghampiri ku. "Ternyata kemampuan mu cukup hebat karena bisa menghindar dari serangan binatang itu dan kau juga bisa melempar tubuhnya dengan sihir"


"Um...itu hanya kebetulan saja Yang mulia" aku berusaha rendah hati agar tidak terlihat mencolok.


"Aku juga melihatmu menyembuhkan temanmu. Apa kau pengguna elemen cahaya?" tanya putra mahkota blak-blakan yang membuat perhatian semua orang tertuju pada Eva. Mereka menantikan jawabannya.


Aku merasa canggung dan gugup karena menjadi pusat perhatian. "Bukan...aku hanya menggunakan alat sihir".


Putra mahkota kecewa setelah mendengar jawaban Eva, tapi dia tetap tersenyum. "Em...kau cukup sigap. Anak itu selamat karena dirimu"


"Terima kasih Yang Mulia"


Akhirnya, setelah dipertegas, semua orang tidak lagi menunjukkan ketertarikan pada Eva dan kembali dengan tugas mereka masing-masing.

__ADS_1


"Tenang saja. Aku akan merahasiakan nya untukmu oke" bisik Lilac dengan nada bahagia.


"Um"


Semua bangkai binatang sihir itu dibersihkan. Lalu mayat semua orang yang meninggal dibakar dan abu mereka disimpan di dalam kendi agar dapat dikirimkan ke keluarga mereka masing-masing. Sebenarnya ini hal yang tidak wajar. Biasanya mayat-mayat itu dibiarkan atau dikuburkan di tempat agar tidak dimakan di tempat. Ini adalah permintaan sang putri.


Setelah membereskan semua hal, kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan berlangsung aman selama beberapa jam. Lalu hari mulai gelap dan kami memutuskan untuk berhenti lagi


Agar tidak terjadi hal yang sama, Robert mengirimkan mantra perlindungan di sekeliling tenda. Dia juga mendeteksi lingkungan terdekat. Takut-takut ada gerakan mencurigakan atau serangan mendadak.


Sama seperti sebelumnya, para pangeran dan putri itu duduk diam, sementara para pelayan mulai memasakan mereka makanan. Lalu kami juga duduk di sekitar untuk memakan makanan kami.


Bedanya, kami tidak duduk berjauhan kali ini, tapi membentuk kelompok. Ini saran putra mahkota agar kita tidak berkelompok secara terpisah. Dan dia juga berusaha mendekatkan para siswa akademi dengan saudaranya.


Ada satu hal yang paling mencolok. Reina mendekati Robert dan mereka mengobrol dengan akrab!


Aku memperhatikan mereka. Dan aku merasa sangat tidak senang. Aku bukan cemburu...hanya saja aku merasa ditinggalkan. Tapi tidak mungkin Robert mengabaikankh hanya karena dia mulai menyukai Reina Bukan? Aku yakin Robert bukan orang seperti itu.


Aku melihat mereka berbicara sepanjang jam makan sebelum kami semua kembali ke tenda masing-masing untuk tidur.


Aku ingin menguping pembicaraan mereka karena penasaran. Tapi aku yakin Robert pasti tahu, jadi aku tidak melakukannya. Dan hanya mengamati dari jauh.


***


Reina saat itu melihat Robert duduk sendiri dan agak terpisah dari yang lainnya.

__ADS_1


"Ah, ini kesempatanku untuk lebih akrab dengan guru" Reina berpikir.


Jadi dia mulai menghampiri Robert.


"Permisi guru..." dia menyapa Robert dengan nada lembut dan malu-malu. Dia berusaha bersikap Sopan.


Perhatian Robert teralihkan dan dia menatap Reina dengan mata menyipit. Lalu dia tersenyum. "Um...Ada apa?"


"Em... tidak apa-apa. Bolehkah aku duduk disini?"


Robert mengangguk. "Tidak masalah" Lalu dia mulai mengabaikan Reina.


Reina tahu bahwa situasi mulai canggung, jadi dia berusaha untuk mengubah suasananya.


"Em.... guru....kau sangat hebat. Maksudku bagaimana kau mempelajari semua sihir itu?" dia berkata dengan nada kagum. "Sangat berbeda jauh dariku. Aku hanya bisa menggunakan sihir cahaya saja" katanya kecewa.


"Sihir cahayamu tidak buruk. Itu akan berkembang setelah kau berlatih" jawab Robert dengan nada biasa.


Dia sebenarnya ingin menyudahi pembicaraan nya. Tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu.


Dia menjadi ingat mimpi aneh yanh dialaminya karena sihir gelap Eva. Saat itu, dia selalu melihat gadis cahaya ini di dalam mimpi. Dia tidak tahu kenapa bisa seperti itu. seakan-akan dia punya kehidupan lainnya yang dia tidak ketahui.


Jadi Robert mulai menatap Reina penasaran. Dia sangat penasaran bagaimana Eva bisa memimpikan gadis cahaya ini. Bahkan gadis ini selalu muncul di seluruh mimpi seakan-akan dia adalah tokoh utama


Robert tersenyum. Dia merasa ini kesempatan nya untuk menggali informasi. Dia ingin tahu beberapa hal karena dia merasakan hal yang janggal di mimpi itu. Bahkan dia merasa bingung, bagaimana dia bisa terarik dengan Reina. Jadi dka mencoba mencari tahu semuanya.

__ADS_1


__ADS_2