
"Kita ikuti mereka" kata Denis kemudian.
Jensen langsung setuju.
Dua orang itu akhirnya mengikuti Eva dan rombongannya. Tujuan mereka pun berubah dari berkeliling kota menjadi penguntit seorang gadis kecil.
Mereka berusaha menyamar seperti pejalan kaki lainnya, berusaha untuk tidak mencolok. Tapi entah mengapa Denis merasa selain mereka ada kelompok lain yang mengikuti Eva. Semua lebih mencurigakan saat dua orang pria di belakang Eva mulai menghilang entah kemana.
Teori itu terbukti saat mereka tiba di jalanan yang lumayan sepi. Sekelompok orang berjubah hitam tiba-tiba menyerang Eva. Mereka bahkan menebar gas tidur untuk melumpuhkan orang yang ada di sekitar. Mereka yang sedang menyamar sebegai pejalan kaki pura-pura lumpuh.
Kemudian, dua orang jubah hitam mulai menyerang Eva. Sepertinya mereka ingin mencuri sesuatu dari Eva. Mereka tidak tahu apa sesuatu itu karena kedua belah pihak tidak menyebutkannya secara langsung.
"Nona..." Jensen berusaha menyelamatkan Eva saat gadis itu diserang.
Tapi Denis langsung menghentikannya. "Tunggu sebentar."
"Tapi Yang Mulia..."
Denis menatap Jensen sungguh-sungguh "Percaya padaku"
Jensen akhirnya menurut.
Sebenarnya Denis hanya menunggu waktu yang tepat. Saat dua orang jubah hitam itu muncul, Denis langsung tahu bahwa mereka sangat kuat. Mereka adalah para petarung veteran, dan tidak mungkin bagi mereka untuk bertarung secara adil. Kalau mereka bergerak sekarang, mereka akan menjadi pihak yang kalah. Satu-satu nya cara hanya menunggu. Dia perlu menunggu waktu yang tepat untuk menyelamatkan gadis itu dan melarikan diri. Karena itu mereka harus sabar!
Dan saat yang tepat itu pun muncul! Denis menyuruh Jensen mengikuti aba-abanya. Mereka bertindak cepat untuk mengalihkan perhatian musuh dan menyelamatkan gadis itu. Mereka langsung berteleportasi keluar dinding kota, membuat rune rahasia untuk bersembunyi di dalamnya. Mereka perlu memikirkan rencana selanjutnya.
Jensen menatap wajah Eva yang saat ini sedang tertidur. "Sudah lama aku tidak melihat Nona" katanya penuuh kerinduan. Tapi tiba-tiba dia merasakan aura dingin yang membuatnya merinding. Dia menoleh dan melihat Denis menatapnya dengan tajam. 'Kelihatannya aku mengatakan hal yang salah kali ini!' pikir Jensen panik. "Nona sudah menolongku di masa lalu, jadi dia sudah seperti penyelamatku. Aku takut dia melupakanku karena kita sudah lama tidak bertemu..." tambahnya. Dan aura dingin Denis pun memudar secara perlahan.
Setelah melihat Denis kembali tenang, Jensen menghela napas lega.
"Apakah Nona baik-baik saja Yang Mulia?" dia mengalihkan topiknya.
__ADS_1
"Dia baik-baik saja. Biarkan dia beristirahat" kata Denis lembut. Dia mengulurkan tangannya dan membelai pipi gadis itu. "Sudah lama aku tidak menyentuhnya..." katanya sedih.
Uhuk! Jensen terbatuk-batuk mendengarnya.
'Sudah lama apanya! Mereka hanya terpisah beberapa hari, bahkan belum sebulan!' pekik Jensen dalam hati. Tapi dia tetap tidak membuka mulutnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa para jubah hitam itu mengincar Nona? Dan mereka juga sangat kuat, bahkan sekuat para orang tua di kerajaan" kata Jensen merinding saat memikirkan kekuatan musuh.
"Aku tidak tahu" jawab Denis sederhana. Denis sangat ingin tahu apa yang terjadi. Tapi dia tidak akan menyelediki hal itu diam-diam. Dia lebih suka gadis itu memberitahu masalahnya sendiri.
Setelah beberapa saat, akhirnya Eva terbangun.
Denis dan Jensen tersenyum. Jensen sangat antusias menyapa Eva. Sementara Denis sangat gugup. Dia takut gadis itu mengenalinya. Sebenarnya dia sangat senang bertemu dengan gadis itu. Dia juga sangat senang untuk mengungkapkan identitasnya sehingga dia bisa bergaul bersama mulai sekarang. Tapi dia takut konsekuensi yang terjadi kalau dia melakukannya. Dia takut identitasnya sebagai bangsawan terbongkar. Serta dia takut membawa masalah yang tidak perlu pada gadis itu. Jadi Denis lebih memilih untuk menyembunyikan identitasnya sehingga dia tidak akan melibatkan orang banyak kalau masalah tidak terduga terjadi.
Denis bahkan mengubah suaranya sedikit menjadi lebih rendah. Dan memilih untuk tidak berbicara terlalu banyak agar gadis itu tidak mengetahuinya.
Saat Eva bangun dan mendesak untuk segera keluar, mereka langsung menghentikannya. Itu cukup berbahaya. Mereka harus menunggu waktu yang tepat. Untungnya Eva mendengarkan saran itu.
Malam yang ditunggu pun tiba. Mereka keluar dari rune persembunyian dan berteleportasi ke Kota Sihir dengan lingkaran teleportasi. Mereka ingin menuju penginapan. Tapi ternyata semuanya tidak semulus itu. Mereka tiba di tempat asing karena penyimpangan mana. Mereka tiba-tiba berteleportasi ke sebuah pemukiman tidak berpenghuni di Kota Sihir.
Lalu para jubah hitam itu muncul dan mengepung mereka. Kali ini mereka ada empat. Denis mengernyitkan kening dengan perasaan yang rumit. Dua orang musuh saja sangat sulit dikalahkan. Tapi sekarang ada empat. Dia merasakan ketidakberdayaan yang kuat saat ini. Dia sudah berusaha memperkuat dirinya agar bisa melindunginya. Tapi tetap saja ada perbedaan kekuatan antar generasi. Dia merasa sangat tidak berguna saat ini.
Tapi dia berusaha semampunya untuk melindungi gadis itu. Walaupun emosinya sempat terpacu saat musuh mengatakan "Eva memiliki banyak pria di belakangnya". Dia tidak bisa mengendalikan diri saat mendengar kalimat itu dan berakhir kalah dengan menyedihkan.
Dia berusaha melawan dan bertarung, tapi itu percuma. Kaarena dia terlalu emosi di awal, dia tidak bisa berpikir jernih untuk mengatur strategi. Itu adalah kesalahan fatal. Mereka bahkan tidak melihat bahwa Eva mulai sekarat. Gadis kecil itu berusaha melawan dengan mengeluarkan beberapa serangan sihir menakjubkan. Mereka berdua terbiasa dengan ini karena mereka sudah tahu seberapa kuat Eva saat kejadian waktu itu. Kejadian waktu mana Eva meledak. kejadian yang memicu Denis untuk berlatih menjadi kuat.
Tapi tetap saja ini pertama kalinya mereka tahu gadis itu bisa menggunakan banyak elemen. Ini adalah fakta yang cukup mengejutkan untuk mereka.
"Nona benar-benar kuat!" kata Jensen kagum.
Denis juga tersenyum senang. Dia merasa senang sekaligus merasa sedih. Kalau gadis itu semakin kuat mungkin gadis itu tidak akan membutuhkannya lagi dan membuangnya. Ini adalah ketakutan terbesarnya. Intinya Denis tahu bahwa Eva itu kuat. Tapi dia tidak menyangka Eva akan sekuat ini dalam beberapa tahun.
__ADS_1
Eva terdesak sekarang! Mereka ingin membantu. Tapi tidak berguna. Mereka tidak bisa mengalahkan jubah hitam yang menghalangi jalan mereka. Bahkan mereka berakhir dengan menyedihkan. Tubuh penuh luka dan batuk darah beberapa kali karena terkena pukulan yang fatal.
"Yang Mulia kau tidak apa-apa?" tanya Jensen khawatir. Kondisi Denis benar-benar tidak baik saat ini. Pria itu bahkan bisa kehilangan kesadaran kapan pun.
"Aku baik-baik saja. Kita harus menyelamatkannya" kata Denis bersikeras sambil terus menyerang. Jensen mengangguk dan ikut menyusul.
Tapi semuanya tidak berguna. Mereka tetap tidak bisa lari dari jubah hitam ini. Eva semakin sekarat.
"Aku akan menggunakannya!" kata Denis menguatkan tekad. Dia akan menggunakan pusaka kerajaan miliknya untuk menyelamatkan gadis itu. Tapi setelah ini dia harus menanggung risiko, karena semua orang akan tahu bahwa dia adalah bangsawan dari Kerajaan Well.
"Tapi Yang Mulia..."
Tapi semua itu tidak terjadi, beruntung mereka merasakan beberapa orang kuat menuju ke arah mereka.
"Menara Sihir..." Denis mengernyitkan kening saat mengamati gerombolan di kejauhan.
Jubah hitam yang menghalangi mereka tiba-tiba menghilang. Begitu juga dengan jubah hitam lainnya. Mereka selamat. Mereka juga melihat Robert mendekati Eva dan menyelamatkan gadis itu.
Denis melihat di kejauhan bagaimana gadis itu diselamatkan oleh orang lain. Ada rasa kesal pada diri sendiri. Tapi dia juga merasa lega karena orang itu menyelamatkannya tepat waktu. Dia hanya bisa menahan semuanya dengan mengepalkan tangannya erat-erat.
"Ayo pergi" kata Denis sambil menyembunyikan rasa masam di hatinya.
"Eh? Tapi kita tidak berpamitan dulu dengan Nona?" tanya Jensen tidak percaya.
Denis langsung menatapnya dingin. "Fokus kita ke tempat ini adalah menjalankan misi" dia mengingatkan.
"Apa anda yakin Yang Mulia?"
Denis sekali lagi menatap Eva dengan mata sedih. "Kita akan bertemu lagi. Kita bisa melindunginya dalam bayang-bayang sambil menjalankan misi. Untuk sekarang, sudah cukup. Jangan terlalu melibatkannya..."
Dua orang itu pun langsung menghilang dari tempat mereka berdiri...
__ADS_1