Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Ada Banyak Pertanyaan


__ADS_3

Diana pun menyelesaikan ceritanya. Jujur saja itu cerita yang sangat panjang sekali. Tapi tidak membosankan. Aku terus mendengarkan nya dan tanpa tersadar beberapa jam sudah berlalu.


Ternyata begitu ceritanya. Aku benar-benar baru tahu tentang hal ini. Novel itu tidak menjelaskannya padaku. Sehingga aku hanya bisa mengerjap kaget saat mendengar semuanya.


Tapi tetap saja masih ada beberapa rahasia tersembunyi. Seakan-akan cerita masa lalu Diana sama sekali tidak lengkap untukku.


Pertama, aku sedikit bingung bagaimana David membuat manusia buatan. Saat aku melihat masa lalu David dari buku itu, tidak ada kisah tentang manusia buatan. Itu hanya mengisahkan tentang David, kecelakaan laboratorium dan dua murid David.


Kedua, aku tidak tahu apa yang dilakukan Emerta sekarang. Maksudku, nenek. Kalau dia benar-benar hidup sendirian di laboratorium milik Ren, kenapa ibu sama sekali tidak berniat mengunjungi nya? Walaupun hutan elf itu jauh, tetap saja itu masih bisa dijangkau. Bahkan bisa menggunakan lingkaran sihir sebagai efisiensi.


Ketiga, apa Emerta bisa dengan leluasa tinggal di istana Elf? Bukankah Ren mempunyai seorang adik perempuan yang cukup sombong dan arogan? Adik perempuan itu sangat menyukai Ren, bahkan bisa dikatakan sangat posesif. Umm, tapi aku tidak ingat namanya. Tapi dia adalah salah satu tokoh antagonis juga, sama sepertiku, Vivian dan Charlotte. Aku tidak menduga adiknya bisa membiarkan Emerta tinggal di ruangan miliknya.


Keempat, siapa kakekku? Yah, dia bukan karakter yang penting. Aku tidak terlalu memikirkan nya juga. Tapi tetap saja aku penasaran.


"Ibu, apa kau tidak mengunjungi Nenek?" aku bertanya dengan kening berkerut, bingung.


Wajah Diana berubah sedih. Tapi kemudian ekspresi sedih itu menghilang dan dia tersenyum. "Aku tidak bisa. Tapi kami selalu berkirim surat setiap bulannya" jawabnya bersemangat.


"Kenapa tidak bisa? Kenapa harus surat? Bukankah lebih praktis menggunakan telepati?" aku bertanya bertubi-tubi. Aku sangat penasaran dengan sosok bernama Emerta ini.


"Dia melarangku menemuinya. Aku kira dia sangat sibuk. Tapi aku juga ingin menemui nya nanti. Aku akan mengabarimu tentang itu. Aku tidak sabar mengenalkan kau dan Evan padanya~" Diana tersenyum bahagia. "Kalau masalah telepati... kemampuan sihirku tidak terlalu kuat. Hutan elf terlalu jauh sehingga aku hanya bisa mengirim surat..." sahut Diana pedih. Diana menangis dalam hati menyalahkan betapa lemah dirinya.


"Apa ibu pernah melihat adik Ren?" tanyaku lagi.


"Umu? Senior Ren mempunyai adik? Apa dia memberitahu kan hal itu padamu" Diana bertanya balik.

__ADS_1


Aku kira ibu tidak tahu tentang keberadaan nya, jadi aku tidak bertanya lebih jauh.


Dua orang wanita itu tidak tahu, bahwa wajah Duke berubah jelek saat mereka menyebut kan nama "Ren". Duke tidak mengenal orang bernama Ren ini, tapi Ren sudah menjadi musuhnya hanya karena satu kalimat dari cerita masa lalu Diana.


"Lalu, apa ibu tidak penasaran dengan kakek?" tanyaku penasaran.


Wajah Diana langsung berubah dingin. Dia terlihat sangat menyeramkan. Aku belum pernah melihat Diana membuat ekspresi seperti ini sehingga aku merasa sedikit ketakutan. Lagipula dia adalah ibuku, jadi wjaar sekali aku takut. Tapi aku bingung seberapa benci dia kepada pria ini sampai membuat ekspresi yang menyeramkan seperti itu.


"Tidak" jawab Diana dengan tatapan dingin nya. "Dia tidak penting" dia mengakhiri nya. Aku juga tidak berani bertanya lagi.


Aku pun merasa tidak nyaman dan merubah topik pembicaraan. "Apa ibu tahu aku bisa menggunakan sihir gelap dengan baik?"


Diana langsung menatapku. "Seberapa baik? Tunjukkan pada ibu. Ibu ingin lihat apakah kau lebih baik dari nenekmu"


Aku pun mencoba mengeluarkan sihir gelap yang sangat kusukai, yaitu membuat lubang dimensi.


"Apa itu?" Diana merasa penasaran dan hampir menyentuh ruang dimensi itu dengan tangannya, tapi Duke langsung menghentikan nya.


"Jangan menyentuhnya. atau kau akan tersedot ke dalam"


Diana langsung menjauh kan tangannya karena sedikit takut. Sementara Duke menatap Eva dengan serius. "Jangan melakukannya lagi di masa depan. Itu sihir yang sangat misterius. Kalau kau masuk ke dalamnya kau tidak akan pernah kembali ke dunia ini lagi" dia memperingati Eva.


Peringatan Duke juga sama. Semua orang melarangku menggunakan sihir ini. Memang benar cukup menakutkan saat tersedot ke dalam dimensi lain yang tidak kau ketahui dan tidak bisa pulang. Tapi kenapa aku tidak merasakan takut sedikitpun? Apa karena aku juga melintasi dimensi dan berpindah ke dunia ini? Dan juga karena aku terbiasa dipanggil ke dimensi dewa oleh kucing bodoh itu? Jadi aku benar-benar terbiasa untuk berpindah ke dimensi lain. Mungkin, aku juga tidak mengerti.


Aku dan Diana mengobrol sebentar sebelum akhirnya aku berpamitan dan kembali ke kamarku untuk beristirahat.

__ADS_1


Diana melihat punggung putrinya.


"Waktu berlalu begitu cepat. Dia sudah sangat besar dan semakin mirip seperti ibu" kata Diana melankolis.


"Tidak, tidak. Dia mirip seperti mu" Duke menolak pernyataan nya.


"Um, tapi putriku sangat kuat seperti ibuku~ Jangan membantah ku!" kata Diana cemberut.


"Kenapa kau tiba-tiba memberiku wajah itu? Apa kau memarahi ku?" Duke menaikkan satu alisnya tak percaya. "Aku membelamu tapi kau selalu membela ibumu" katanya tidak senang.


"Baiklah~ suamiku memang yang terbaik~" Diana langsung memegang lengan Duke dan menempelkan kepala nya. Sebelum nya dia hanya mencoba bercanda dengannya.


"Diana, aku ingin menanyakan sesuatu juga padamu?" Duke tiba-tiba berubah serius


Diana menjadi bingung. " Bertanya tentang apa?"


"Aku mendengar nya. Kau sangat mengagumi elf tua bernama Ren itu. Bahkan ingin menikahinya. Jadi kau pernah menyukainya?" Duke berkata dengan mata penuh selidik.


Diana langsung berdiri dan melepaskan tangannya dari lengan Duke.


"Ah~ aku lupa Evan belum minum susu~" Diana mengangkat jarinya ke bibirnya seakan-akan dia melupakan sesuatu. Lalu dengan cepat meninggalkan Duke yang sedang duduk di atas sofa.


Melihat Diana meninggalkan nya begitu saja, bahkan mengalihkan pembicaraan nya, Duke merasa tidak senang. Wajahnya berkedut. "Siapa itu Ren?! Pria sialan! Bagaimana dia bisa mendekati istri dan putriku secara bersamaan! Apa orang itu seorang pedofil gila! Dia bahkan tidak sadar bahwa dirinya sudah sangat tua!" Duke mengumpat. Hal yang paling dia takut kan adalah istri dan putrinya akan menyukai orang yang sama. Memikirkan hal itu, membuat Duke ingin membuat Ren menjadi daging cincang walaupun itu mustahil.


Sementara Ren di sisi lain sedang sibuk di rumah pohonnya untuk melakukan penelitian nya. Tapi tiba-tiba dia mengalami bersin tidak jelas selama beberapa kali. "Apa ini? Apa ada serbuk bunga disini?"

__ADS_1


__ADS_2