Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Misi Sayn


__ADS_3

Cerita Sebelumnya:


Eva bertemu dengan pangeran Sayn di dalam penjara itu. Dan pangeran Sayn membantunya keluar dari jeruji besi. Pangeran Sayn sedang menjalan misi di tempat ini. Misi apa yang akan dilakukan Sayn?


***


Aku berpikir sambil mencoba mencari-cari dalam ingatan lamaku.


Pangeran Sayn....


Organisasi mata-mata dan pembunuh.....


Misi apa yang sedang dijalanikannya?


Pasti salah satu dari misi "mata-mata" dan misi "membunuh" bukan?


Tapi aku benar-benar tidak mengingat kejadian ini ada di dalam novel!


Kenapa banyak kejadian aneh, kejadian yang menyimpang dari novel sejak aku hidup di dunia novel ini?


Apa benar keberadaanku membuat aliran novel ini menyimpang dari cerita yang sebenarnya?


Atau kejadian ini hanya event tersembunyi?


Ini pasti berhubungan dengan Menara Sihir bukan?


Aku diculik saat aku masih di Menara Sihir. Sayn dan kelompoknya berkunjung di Menara Sihir.


Misi dari Menara Sihir? Atau Menara Sihir adalah target misinya?


"Arrgghh!!" aku berteriak frustasi tanpa sadar. Semakin banyak aku berpikir, aku menjadi semakin bingung.


Sayn menatap bingung gadis di sampingnya, yang tiba-tiba berteriak sambil mengacak-acak rambutnya.


"Ada apa denganmu? Apa kepalamu pusing?'


"....." Aku tidak menjawabnya.


"Kita akan kemana?"


"Membawamu keluar"


"Bukankah kubilang aku ingin ikuttt" kataku cemberut sambil menghentikan langkahku.


Sayn menatapnya tajam "Tidak!" bantahnya.


Aku juga balas menatapnya tajam "Kalau begitu aku akan pergi sendiri" aku melepaskan peganganku pada jubahnya.


Tapi tiba-tiba, Sayn meraihku. Dia menutup mulutku dan aku disekap. Sayn langsung membawaku bersembunyi di balik batu.


Harusnya aku tidak percaya orang ini!! Dia ingin menyekapku lagi!!


"Sssssttt" Sayn menaikkan telunjuknya pada bibirnya. "Diam sebentar..."


"....."


TAP TAP TAP


Aku mendengar langkah kaki dari depan. Ternyata ada orang! Apa kami akan ketahuan?


TAP TAP TAP

__ADS_1


Dan langkah kaki itu terdengar ramai. Tidak hanya satu orang yang menuju kemari.


Bagaimana ini? Aku cemas, karena saat ini aku tidak bisa menggunakan sihir. Aku hanya menjadi gadis kecil biasa yang bisa dengan mudah dilenyapkan.


"Apa kita akan membawa bahannya?"


"Ya, tuan ingin kita mengambilnya"


"Semoga dia tidak mati"


"Tentu saja dia harus hidup"


"Hmmm...jantungnya sangat diperlukan"


Suara-suara itu terdengar.


DEG! Aku sedikit terkejut! Apa mereka ingin mengambilku? Mereka ingin jantungku? Bahan? Apa maksudnya?


Kenapa ini begitu mengerikannn... Kalau aku tertangkap, apa aku akan mati?


Tanpa sadar tubuhku bergetar ketakutan.


Sayn menatap gadis yang gemetaran di pelukannya, lalu dia mengusap kepalanya lembut. "Tenang saja oke" suaranya terdengar di pikiran Eva. Sayn menggunakan telepati. "Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu"


Suara langkah kaki itu semakin mendekat, dan akhirnya aku melihat lima orang pria menggunakan jubah hitam.


Tapi mereka tidak memakai topeng. Apa jubah hitam merupakan seragam di tempat ini? Aku menatap Sayn lekat-lekat. Sayn juga memakai jubah hitam. Apa dia salah satu anggota disini? Kalau mereka berteman, apakah ini markas organisasi itu, Secret Gank? Atau Sayn hanya menyusup?


Aku sama sekali tidak menemukan titik temu karena Sayn bersikukuh tidak mau memberitahuku.


Sayn melepaskan dekapannya. "Tetap disini" dia berbisik.


Aku mengangguk.


Apa? Apakah berarti mereka satu komplotan? Apa aku dijebak oleh pangeran bodoh itu?


Saat melihat Sayn menghampiri mereka, salah satu dari jubah hitam itu berbicara. "Hei, kau ada disitu. Tuan mencarimu"


Sayn mengangguk. "Baiklah" katanya dengan suara serak dan dingin.


Ck! Dia lihai sekali mengubah pita suaranya.


"Apa lagi yang kau tunggu?" kata salah satu jubah hitam sambil mengernyitkan kening.


Sayn berusaha tidak bergerak dari tempatnya berdiri, karena dia ingin mengalihkan perhatian lima orang ini. Dia ingin melindungi Eva agar tidak ketahuan. "Aku akan pergi. Aku menunggu Ji..." jawabnya.


Mereka berlima melintas melewatinya. Salah satunya menepuk bahunya "Kerja bagus. Kau berhasil menangkap mangsa. Tuan akan memberikan bagian yang lebih besar untukmu. Kau harus ingat jasaku oke? Kau harus membagiku hadiahnya"


Sayn mengangguk.


Lima orang itu pun pergi dan secara perlahan hilang di telan kegelapan. Sayn langsung menghampiri Eva. "Sudah aman, ayo"


"Apa yang sedang mereka cari?" tanyaku sambil menoleh ke belakang.


"...." Sayn tidak menjawab.


"Apa mereka mencariku? Bukankah mereka akan curiga saat menemukan aku tidak ada di sell?"


Sayn secara perlahan membuka mulutnya. "Kau bukan satu-satunya tahanan disitu" kata Sayn serius. "Mereka punya banyak tahanan. Aku tidak tahu siapa yang dimaksud oleh mereka. Bisa jadi dirimu dan bisa jadi orang lain. Kita harus segera meninggalkan tempat ini" Sayn menarikku.


Aku tetap kukuh di tempatku. "Sayn, ceritakan padaku segalanya...Kalau tidak aku tidak akan pergi! Aku akan tetap disini dan mencari tahu sendiri!" kataku tegas.

__ADS_1


"...." Sayn tidak menjawabku dan menatapku.


Tentu saja itu bohong oke? Aku tidak mungkin mengorbankan nyawaku untuk mengintai kelima orang jubah hitam itu. Kalau aku masih bisa menggunakan sihir, mungkin aku akan melakukannya dengan percaya diri. Tapi aku sama sekali tidak bisa menggunakan sihir, itu hanya membuatku menuju kematian. Aku bersikap seperti ini untuk menunjukkan pada Sayn kesungguhanku. Aku ingin dia menceritakan segalanya. Aku ingin tahu rahasia di balik semua ini. Aku beruntung kalau Sayn memberitahuku. Kalau dia tidak mau, aku tinggal memohon saja padanya untuk ikut lagi. Untuk saat ini, aku sudah membuang rasa maluku jauh-jauh. Jadi itu tidak apa-apa memohon kembali setelah bersikukuh hehehe.


"Ini misi untuk membunuh..." Sayn menjawab setelah memutuskan keraguannya.


"Apa? Membunuh? Siapa?"


"Penatua Menara Sihir" Sayn menjawab sambil menunjukkan senyum dinginnya.


DUAR! Aku tersentak kaget. Membunuh penatua Menara Sihir? Tidak mungkin itu Dean Wason bukan? Dean Cristal? Dean Leon?


Seakan-akan membaca pikiranku, Sayn menjawab santai "Bukan orang-orang itu"


"Ah! Jadi siapa?"


"Seseorang yang kau kenal, coba tebak" katanya nakal.


Aku langsung menginjak kakinya. "Jangan main-main denganku! Kau bilang bukan orang-orang itu!" kataku cemberut. "Kalau kau ingin membunuh salah satu dari mereka, aku akan segera menghentikanmu" kataku serius.


"Puft"


"Hahaha..." Sayn tertawa geli.


Entah kenapa akhir-akhir ini dia sering tertawa saat di dekat gadis kecil ini. Tingkahnya benar-benar lucu, membuatnya tidak bisa menahan tawanya. Dia benar-benar ingin membawa gadis kecil ini ke kerajaan Kano. Andai saja dia bukan bangsawan dari negara orang...dia pasti akan membawanya tanpa pikir panjang.


Sayn mendekatkan wajahnya ke wajah Eva. "Seseorang yang kau benci...."


EHHHH??!


Tidak mungkin! Aku benar-benar merupakan orang tua itu!


"Dean Caroo!!" aku berteriak kaget.


"Sssttt" Sayn menutup mulutku. "Diamlah. Kau benar-benar berisik.


"Tapi....bagaimana bisa...?" aku menggumam tak percaya.


"Masalah itu sebaiknya kau tanyakan pada kakekmu" jawab Sayn malas.


Kakek? Dean Wason?


Jangan-jangan Kakek mengutus kelompok Sayn untuk menjalankan misi membunuh Dean Caro? Karena itulah mereka diundang ke Menara Sihir?


"Ding dong" Seakan-akan bisa membaca pikiranku lagi, Sayn langsung menyela. "Kau benar"


"Dan tidak mungkin kami tolak. Ahh...upahnya sangat besar kau tahu. Seperti yang kuduga dari Ketua Menara Sihir. Memang tidak bisa diremehkan"


"...."


"Tapi kenapa kakek ingin membunuh Dean Caro?"


"Kau tanyakan saja itu padanya oke"


"....."


Aku tidak akan menanyakan alasanya lagi pada Sayn. Aku akan menanyakannya nanti pada kakek. Tapi apa ini baik-baik saja? Kalau Robert tahu, dia bisa marah bukan? Lagipula Dean Caro adalah ayahnya, Orang tua satu-satunya yang masih hidup....


***


Jangan lupaaa likeeee

__ADS_1


Bab selanjutnya Robert POV


Tapi Bab untuk Robert POV lebih panjang dari Denis POV. Kenapa? karena author menambahkan sedikit petualangannya sebelum dia kembali ke Menara Sihir dan bertemu Eva. Jangan bosan yaa, karena Eva tidak akan sering muncul disini hehehe


__ADS_2