
cerita sebelumnya:
Eva masih berada dalam ilusi itu. Dan dia dipenjara.
Setelah beberapa hari di penjara, Sayn tiba-tiba menghampiri nya. Sayn mengatakan perkataan aneh yang membuat nya bingug, seakan-akan dirinya adalah mahluk yang berbahaya. Lalu kemudian Sayn membunuh nya.
Setelah terbunuh dalam dunia ilusi itu, dia kembali ke kenyataan. Saat kembali Rexus berada di dadanya. Lalu asap hitam itu mulai bergerak dan membentuk wajah manusia, seorang pria tua. Asap hitam itu ternyata hidup. Dan si asap berkata bahwa dia menunjukkan ilusi masa depan miliknya dan membuat Eva menjadi syok.
***
Aku sangat syok dan tidak bisa menggerakkan tubuhku. Setelah semua perjuangan, aku harus mati lagi? Bahkan seluruh keluarga ku terkena imbasnya karena aku.
Apa-apaan ini? Kenapa aku harus menjadi karakter dengan nasib tragis seperti ini? Apa salahku?
Dewa kucing sialan!
Bahkan tanpa sadar, aku menangis karena terlalu frustasi.
"Jangan terlalu takut dan sedih" asap itu berbicara. "Aku memang menunjukkan masa depanmu yang sekarang. Tapi masa depan bisa berubah. Semuanya tergantung pada tindakanmu. Ini semua seperti anomali air. Masa depanmu dapat berubah sewaktu-waktu" jelasnya.
Aku merasa lega saat mendengar penjelasannya. Berarti masa depanku itu tidak pasti dan aku masih bisa mengubahnya.
Ha~ aku menghela napas.
"Syukurlah..."
"Kau juga pasti bingung bukan kenapa dirimu bisa berada di tempat ini. Kenapa hanya kau yang bisa masuk dan membuka peti ini"
Aku mengangguk.
Asap itu tersenyum. "Alasannya adalah karena kau penyihir gelap. Tapi itu bukan alasan spesifiknya. Kau memiliki dua elemen yang tidak mungkin di satukan dalam tubuhmu, elemen cahaya dan kegelapan." dia menjelaskan. "Coba kau lihat isi peti hitam itu"
Aku pun mendekat untuk melihat isi petinya bersama dengan Rexus. Disana ada tiga botol ramuan.
Aku sudah menduganya kalau itu ramuan karena sikap Rexus. Oleh karena itu aku sama sekali tidak merasa antusias saat melihatnya.
Melihat wajah Eva kecewa, asap itu berkata "Jangan meremehkan nya walaupun itu hanya ramuan"
__ADS_1
"Tidak, aku tidak meremehkannya. Anda salah paham" Aku langsung menyangkal dengan cepat.
"Dua dari mereka adalah ramuan ilusi dan satu yang terakhir adalah ramuan penyembuhan. Ramuan ilusi ini bisa kau gunakan pada siapapun. Bahkan penyihir dengan kekuatan tinggi pun masih terpengaruh dengan efeknya. Untuk penyihir dengan level rendah, mereka akan mati. Lalu ramuan penyembuhan ini bukan ramuan biasa." Matan pria tua itu menyipit. "Ramuan ini sangat berharga, bisa membangkitkan orang mati..."
Aku tersentak saat mendengar penjelasannya. Bisa membangkitkan orang mati? Ramuan gila apa ini?
"Tapi tetap saja itu punya syarat. Hanya berlaku untuk orang yang kehilangan nyawanya selama beberapa jam. Jadi tidak bisa membangkitkan orang yang sudah lama mati. Ini semua ada alasannya. Tubuh yang sudah lama mati tidak bisa digunakan dan jiwa mereka sudah berpindah. Tapi tubuh yabg baru saja mati, jiwa mereka masih tertinggal dan tubuh mereka masih hangat" dia menjelaskan.
Aku mendengar kan semuanya dengan serius. Aku masih tidak yakin dengan pendengaran ku. Walaupun aku tahu ini dunia fantasi, tetap saja membangkitkan orang mati itu di luar kewenangan manusia.
"Tapi ini sama sekali tidak masuk akal. Apa para dewa itu tidak marah?" aku bertanya bingung.
Pria tua itu tersenyum. "Aku akan menceritakan padamu sebuah kisah" katanya.
"Dahulu pernah ada beberapa teori tentang enam elemen sihir itu. Air, tanah, angin dan api adalah elemen alami yang berasal dari dunia ini. Tapi elemen gelap dan elemen cahaya berasal dari luar, bukan dari dunia ini"
dia menjelaskan.
Sekali lagi aku tersentak.
" Lalu elemen cahaya adalah berkat yang diberikan para dewa. Kalau para dewa itu menyukaimu, mereka akan memberikanmu kekuatan unik, yaitu elemen cahaya. Karena kehancuran yang disebabkan para manusia asing ini, para saint, pengguna elemen cahaya, muncul untuk memusnahkan mereka."
" Manusia asing itu berhasil musnah tapi tidak dengan peninggalan mereka. Mereka memiliki murid dan keturunan yang pada akhirnya berkembang biak dan mempelajari sihir gelap. Dari sanalah asal para penyihir gelap."
Lalu dia menatap Eva lekat-lekat. "Tapi aku sangat bingung dengan kasusmu. Bagaimana kau bisa memiliki keduanya? Dewa tidak mungkin memberikan berkat mereka pada keturunan mahluk asing itu. Aku bingung bagaimana kau bisa mendapatkan sihir cahaya ini..."
"Apa maksudmu? Kau tidak tahu bagaimana aku mendapat kan sihir cahaya, tapi kau tahu dari mana asal mana gelapku?"
"Tentu saja. Saat melihatmu aku tahu kau keturunan orang itu. David..." dia menjawab santai.
"Ehhh?!"
Aku kira aku tidak akan mampu mencerna informasi yang kuperoleh ini.
Eva adalah keturunan David, penyihir gelap jahat itu?
Ah! Ini masuk akal kenapa aku bisa menemukan buku sihir gelap di mansion duke!
__ADS_1
Tapi siapa yang merupakan keturunan David? Ibuku atau ayahku? Ini membuatku pusing.
Novel percintaan yang kubaca itu ternyata sama sekali tidak berguna. Novel itu hanyalah roman picisan percintaan. Mereka tidak pernah memberitahukan informasi seperti ini karena Eva hanya karakter sampingan. Tapi tetap saja asal usul gadis antagonis ini cukup mengerikan.
Apakah itu alasannya kucing bodoh itu memasukkan jiwaku ke dalam tubuh Eva?
Umu?
Tunggu...
Kucing bodoh...dewa kucing buntal ....
Ahhhhh!
Kau tahu kenapa aku memiliki elemen cahaya! Ini karena aku mendapat berkat dari dewa kucing bodoh itu!
Astaga! Haruskah aku menganggap semua ini keberuntungan atau kutukan? Informasi yang terlalu jauh. aku tidak menyangka nasibku akan terhubung dengan nasib dunia ini. Karena itu tidak mengherankan masa depanku begitu buruk.
Aku menatap pria tua itu.
"Terima kasih atas semua informasi nya senior...." kataku sopan.
"Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak akan bisa bertahan lama. Aku sudah lama mati dan ini hanyalah sisa dari kenanganku. Tapi aku tidak pernah menyangka akan melihat keturunanku seperti ini..."
"Eh!?"
Asap itu secara perlahan mulai memudar. "Sampai jumpa nanti nak. Semoga kau hidup dengan bahagia..." ini adalah kata-kata terakhirnya sebelum asap itu memudar sepenuhnya.
"Astaga! Asap itu ternyata Daviddd! Apa-apaan itu!" aku benar-benar kaget.
Aku melihat kisah David sebelumnya, aku tidak tahu dia mempunyai keturunan. Buku itu mengatakan bahwa David adalah peneliti gila. Mati dengan mengenaskan dan hanya meninggalkan dua orang murid!
Dan bagaimana jiwa David bisa ada di tempat ini dan menjaga ramuan dewa seperti ini?
Aku menarik napas dan secara perlahan membuangnya. Aku melakukan itu beberapa kali sampai pikiranku kembali tenang.
"Lebih baik aku tidak memikirkan apa pun sekarang. Kau tidak tahu apa pun dan aku masih lemah. Terlibat terlalu jauh hanya akan membuat ku dalam bahaya. Aku hanya harus menjalani hidupku dan melakukan apa yang harus aku lakukan." aku menguat kan tekad ku sekarang. Yang terpenting adalah tidak mati lebih awal, karena itulah aku berusaha mengubah jalan ceritanya.
__ADS_1