
Cerita sebelumnya:
Tiga orang itu pergi berbelanja. Eva memutuskan untuk masuk ke dalam toko artefak dengan membawa dua pria lainnya. Dari sana Eva tahu alasan kenapa sistem pertukaran mana itu digunakan, berkat penjelasan Robert.
Eva membeli dua buah artefak yang dapat mempercepat pergerakannya dan juga kekuatannya. Lalu dia menjelajahi toko lainnya.
Tanpa mereka ketahui ada orang yang mengintai perjalanan mereka bertiga.
***
Setelah meninggalkan toko artefak, kami segera mencari toko-toko unik lainnya. Tidak lupa aku menggunakan artefak yang kubeli. Saat aku memakainya, aku merasakan perubahan besar pada tubuhku. Aku merasa tubuhku lebih ringan. Mungkin karena inilah aku bisa bergerak lebih cepat. Walaupun biasanya aku menggunakan sihir untuk mempercepat pergerakan. Pergerakan alami seperti ini lebih nyaman. Aku mulai mengepalkan tangan dan membuangnya ke udara. Aku bisa merasakan peningkatan kecepatanku. Untuk masalah kekuatan fisik, aku perlu mengeceknya nanti karena aku tidak bisa mengeceknya sekarang.
Kami mulai berkeliling lagi.
Aku melihat sebuah toko yang menjual alat sihir dan memutuskan untuk masuk.
Berbeda dari toko sebelumnya, kali ini aku melihat Robert dan Sayn mencari sesuatu di toko ini. Alat sihir memang berguna, bisa digunakan di saat-saat mendesak. Mungkin karena itu mereka membutuhkannya.
Aku juga mencari alat sihir yang kuinginkan sambil menelusuri rak pajangan. Apa yang harus ku beli ya? jujur saja aku mempunyai banyak alat sihir pemberian Ayah dan Kakek.
Aku pun memutuskan membeli alat sihir yang umum tapi bisa digunakan secara terus menerus. Seperti pelindung, teleportasi, penghilang aura dan penyamaran. Tanpa disadari, hampir tiga puluh alat sihir berada dalam keranjang belanja milikku.
Setelah berkeliling sampai belakang, aku menemukan alat sihir yang sangat unik. Sebuah kertas sebesar telapak tangan yang sangat lusuh. Aku melihat simbol aneh di atas kertas itu.
'Talisman' adalah nama kertas itu.
Eh? Talisman? Kertas untuk mengusir hantu dan roh jahat?
Aku kaget saat melihat benda seperti ini dijual di Kota Sihir. Emangnya sesuatu seperti hantu ada di dunia ini?
Jujur saja, aku tidak terlalu mempercayai ini karena belum melihatnya. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau hal itu memang ada.
__ADS_1
Karena rasa tertarik, aku membeli beberapa lembar talisman.
Lalu aku beralih ke samping dan melihat alat sihir berbentuk senjata. Ada panah, pedang, belati dan beberapa senjata lainnya. Ternyata alat sihir juga bisa digunakan dalam bentuk senjata.Tapi sayang, fungsi semua senjata sama walaupun penggunaanya berbeda. Kita dapat mengedarkan mana ke dalam senjata sehingga kekuatan senjata akan meningkat. Efek serangan tergantung elemen apa yang akan digunakan.
Alat sihir ini berbeda dengan senjata sihir. Senjata sihir lebih kuat dan kita tidak perlu menuangkan mana ke dalamnya. Hanya saja senjata sihir adalah barang langka karena kita memerlukan rune kuno untuk membuat senjata yang kuat.
Aku belum memiliki senjata sihir. Kukira aku akan membeli alat sihir ini. Setelah dilihat-lihat aku tertarik dengan sebuah belati kecil berwarna biru. Alat sihir ini sangat kecil sehingga mudah dibawa kemana-kemana.
Akhirnya, aku selesai memilih.
Setelah itu, aku membayar semuanya dengan menggunakan mana milikku.
Saat karyawan toko melihat Eva membeli banyak sekali alat sihir, dia mengerjap takjub.
"Nona, anda yakin akan membeli semuanya?" tanyanya tak percaya.
"Tentu saja" kataku yakin sambil mengernyit bingung.
"Bukan itu Nona. Anda dapat membeli sebagian dan aku akan menyimpan sebagian. Anda bisa kembali besok untuk membeli lagi" dia menyarankan.
"Aku akan membeli semuanya. Apa kau takut aku tidak membayar?"
Aku tidak akan melakukan hal seperti itu oke
"Bukan itu Nona. Membeli alat sihir sebanyak ini maka akan menguras seluruh mana dalam tubuhmu. Ini akan sangat berbahaya. Anda bisa tidak sadarkan diri dan sakit. Kami juga mementingkan keselamatan konsumen Nona" dia menjelaskan dengan nada khawatir. Dalam pikirannya Eva cukup menyusahkan karena dia masih seorang gadis kecil. Jadi dia berusaha untuk membuat gadis kecil itu mengerti. Lagipula mereka membayar dengan mana. Dia takut Eva mengira bahwa dia harus membayar semuanya dengan uang. Toko mereka tidak menerima uang sama sekali.
"Um...tidak usah khawatir." kataku kemudian. Ternyata itu alasannya. "Aku akan menghentikannya ketika manaku terkuras habis. tenang saja."
Tapi karyawan toko itu mengernyitkan kening tidak percaya.
"Bagaimana mengatakannya ya? Aku sudah meminum ramuan penguat mana, jadi manaku sangat tidak terbatas sekarang. Lagipula aku sama sekali tidak menggunakan manaku sekarang, jadi masih terisi dengan full. Tenang saja!" kataku berusaha meyakinkannya. Aku bahkan mengarang beberapa hal.
__ADS_1
"Baiklah Nona. Tapi ingat saat anda mulai merasa lelah, hentikan oke"
Aku mengangguk.
Aku pun mulai meletakkan tanganku pada bola kristal. Aku mengeluarkan manaku dan bola kristal itu menghisap habis mana yang aku keluarkan.
Hal ini berlangsung selama sepuluh menit. Bahkan Sayn melihat dengan cemas. Hanya Robert yang bersikap biasa karena dia tahu kekuatan Eva yang sebenarnya.
Memang benar, mana yang terkuras cukup banyak untuk orang normal. Tapi tidak untukku. Aku sudah melakukan meditasi sejak masih bayi, jadi kolam manaku benar-benar sangat besar sekarang. Setelah transfer mana selesai, aku tidak merasakan apa pun. Hanya 1/4 mana yang dikeluarkan. Jadi aku tidak merasakan efek apa pun.
Karyawan toko itu memperhatikan Eva dari atas ke bawah. Tapi dia melihat Eva baik-baik saja tanpa efek apa pun. Padahal mana yang dia keluarkan sangat fantastis banyaknya. Dia sedikit terkejut. Tapi dia mulai tenang kembali sambil memperingati dirinya. 'Ini adalah Kota Sihir. banyak sekali penyihir kuat tersembunyi di kota ini. Aku harus terbiasa dengan ini'. Karena kejadian ini, karyawan toko tidak mempercayai bahwa Eva adalah seorang gadis kecil. Dia berpikir Eva adalah penyihir kuat dan tua yang menyamar menjadi anak-anak untuk menyembunyikan identitasnya.
Akhirnya kami selesai berbelanja di toko alat sihir. Aku langsung mengaitkan belati kecil di pinggangku saat kami keluar. Sekarang Aku harus mencari toko selanjutnya.
Kami berjalan selama se jam dan belum menentukan tempat untuk singgah. Sampai akhirnya aku mendengar Rexus kecil itu bersuara.
"Makanan! Makanan! Makanan!" katanya antusias.
"Ssstt...diamlah. Jangan berteriak" kataku khawatir. Walaupun Rexus hanya bersuara "Pi! Pi! Pi!" apabila di dengar orang luar. tetap saja ini cukup berbahaya.
"Makanan..." katanya lagi sambil melompat-lompat. Membuat tas kecil yang dipakai Eva sedikit bergoyang.
"Diamlah atau aku tidak akan memberi makan" kataku kesal.
"Maaf..." kata Rexus menyesal sambil menghentikan kerusuhannya.
Setelah Rexus kembali tenang, aku melihat toko di sekelilingku. Semua toko yang ada di sini ternyata adalah toko ramuan.
"Mana makanan enak menurutmu?" tanyaku pada Rexus.
"Sebelah kanan..." jawabnya antusias.
__ADS_1
Aku melihat toko ramuan di sebelah kanan dan mengernyit. Faktanya, toko ramuan ini tidak sebesar toko lainnya. Sebuah toko kecil yang terbuat dari kayu. Papan nama kecil bertuliskan "Toko Ramuan Abadi" digantung di tengah-tengah pintu depan.
Hmm...aku tidak pernah meremehkan apa pun. Biasanya toko misterius seperti ini menyimpan banyak sekali barang langka. Jadi aku mulai melangkah masuk tanpa ragu.