Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Sayn vs Denis


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn menyusup ke dalam istana untuk mencari informasi. Dia sudah membuat beberapa rencana penyelamatan untuk Duke dan lainnya. Tapi dia bertemu dengan Denis saat ingin menyelamatkan Duke. Sementara rencana Vivian untuk melarikan diri gagal karena mereka bertemu dengan Marquis Zent di halaman istana. Vivian juga mengetahui kenyataan pahit tentang kematian ibunya. Amarahnya pun meledak dan dia bertarung melawan Marquis tapi berakhir dengan kekalahan yang menyedihkan.


***


Denis melihat penyusup di depannya. Sosok itu mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Jubah hitam itu adalah jubah sihir sehingga Denis tidak bisa mendeteksi sosok yang ada di dalamnya. Jadi Denis sama sekali tidak tahu bahwa sosok itu adalah Sayn.


Sayn mendecakkan lidahnya. Dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan pion paling menyusahkan. Bisa dibilang Denis termasuk musuh yang menyusahkan untuknya. Kekuatan mereka mungkin setara tapi Sayn tidak tahu karena mereka sama sekali tidak pernah bertarung satu sama lain sebelumnya. Tapi Sayn cukup percaya diri bahwa dia bisa mengalahkan Denis.


Denis pun menyerang. Dia mengeluarkan pedang sihirnya dan menebas ke arah Sayn. Denis tahu bahwa musuhnya bukan sosok yang lemah, jadi dia bertarung serius dari awal.


BAM!


Sayn menghindar sehingga pedang mengenai dinding istana dan meninggalkan berkas retak yang cukup besar.


Denis mengernyitkan kening nya. Mereka masih berada di dalam wilayah kerajaan. kalau mereka terus bertarung, mungkin istana akan rusak. Dia harus menggiring penyusup itu ke lahan kosong, jadi mereka bisa bertarung dengan bebas.


Denis pun terus menyerang. Dan Sayn terus menghindar sambil berjalan mundur. Sayn tersenyum sinis. Dia tahu apa yang Denis rencanakan.


Menggiring nya ke halaman istana agar istana tidak rusak?


"Hmph!" Sayn mendengus. Dan seketika sebuah ide yang cukup bagus muncul di kepalanya. Bukankah itu cukup rugi kalau dia hanya menyusup dan melarikan diri? setidaknya dia harus meninggalkan jejak di wilayah musuh juga !


Sayn mengeluarkan sihir api. Tapi api itu tidak bergerak ke arah Denis, melainkan ke samping. Sayn menembakkan bola api secara beruntun ke dinding yang ada di samping nya sambil tertawa kecil.


BAM! BAM! BAM!


Itu bukan bola api yang besar. Tapi cukup untuk membuat dinding istana hancur berantakan dan retak.


Denis terbelalak kaget. Dia mengambil ancang-ancang untuk mempertahankan dirinya, tapi musuh tidak menyerang ke arahnya melainkan menyerang secara random.


Denis melihat dinding istananya yang hancur dan menggertakan giginya.

__ADS_1


"Berhenti main-main!" Dia mengayunkan pedang nya lagi.


Sayn menghindarinya dan sekali lagi pedang itu menghantam lantai dan meninggalkan bekas retakan yang besar.


"Aku tidak main-main. Aku sedang dalam misi menghancurkan properti" Sayn berkata sambil tertawa mengejek.


Urat-urat kekesalan muncul di kepala Denis. Seketika Denis berhenti mengejar Sayn dan menarik napas dalam-dalam. Denis menenangkan emosinya.


Sayn memiringkan kepalanya bingung. Dia ikut berhenti saat melihat Denis berhenti, refleks.


Setelah tenang, Denis menatap Sayn dan SAT! Pedangnya bergerak ke arah Sayn dengan cepat. Tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.


Sayn menghindar dengan cepat. Tapi pedang itu berhasil menggoresnya. Meninggalkan bekas sayatan di pipinya.


Sayn memegang pipinya tersayat dan berdarah.


"Cih!" lalu dia mendecakkan lidahnya.


Sayn pun memandang Denis tajam dan mengeluarkan hawa membunuh yang sama. Sayn mengeluarkan belati kecil dan menyerang Denis.


TRANG! TRANG! TRANG!


Kedua senjata tajam itu saling bentrok satu sama lain. Dan SWING! Pedang dan belati itu berhasil mebgebai target mereka masing-masing. Belati Sayn berhasil meninggalkan sayatan di bahu Denis. Dan pedang Denis berhasil merobek tudung jubah Sayn.


"Kau!" Denis kaget saat dia melihat wajah Sayn. Tentu saja dia mengenali pangeran dari kerajaan musuh. Tapi dia sama sekali tidak menduga Sayn akan menyusup ke kerajaannya sampai dia menemukan alasan yang tepat. Dia tahu Sayn dan Eva adalah teman dekat.


"Ini urusan kerajaan kami. Kenapa kerajaan Kani tiba-tiba ikut campur?! Sangat tidak tahu malu!" Denis menggertakan giginya. Dia juga menduga bahwa Raja Kano mengambil kesempatan menyusup karena ada konflik internal di kerajaan Well. Padahal gencatan senjata mereka masih berlaku. Dan kedua pihak sepakat untuk tidak menyerang satu sama lain sekarang.


"Kerajaan Kano sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini" Sayn langsung membantah. "Aku hanya ingin membuat gadis kecilku bahagia" dia tersenyum.


"Brengsek!" Denis tahu apa maksudnya. Dia merasa amarahnya memuncak saat mendengar Sayn memanggil tunangannya dengan panggilan "gadis kecilku"


"Dari awal kau memang tidak pantas untuknya" kata Sayn lagi. "Bagaimana bisa kau menyakiti orang tua dari gadis yang kau cintai"

__ADS_1


"Ini tidak seperti itu" Denis langsung membantahnya. "Aku sama sekali tidak berniat untuk menyakitinya"


"Tapi kau memenjarakan Duke dan bahkan ingin membunuh istri Duke" balas Sayn tanpa jeda. "Umm, biar kuralat lagi. Kerajaan Well ingin menghancurkan Duke Court" katanya sambil memainkan jarinya. "Benar-benar konflik politik yang sangat menyusahkan"


"Kau sama sekali tidak tahu apa-apa!" mata Denis memerah. Apa yang dikatakan oleh Sayn itu benar tapi Denis tidak terima kalau dia dituduh sebagai pembunuh.


"Oh...Apa karena mereka memiliki penyihir gelap? Apa penyihir gelap memang sejahat itu dimatamu?"


"Penyihir gelap itu adalah mata-mata yang membahayakan kerajaan!"


"Begitukah?" Sayn menatap Denis dengan tatapan mengejek. "Apa kau sudah mendapat kan buktinya? Apa itu hanya tuduhan belaka?"


Denis linglung. Jujur saja dia belum menemukan bukti konkrit bahwa Diana adalah mata-mata. Bahkan mereka tidak mendapatkan informasi apapun saat mengintrogasi Duke. Tapi Denis tetap bersikukuh bahwa mereka akan menemukan buktinya saat Raja mengintrogasi Diana.


"Oke, biarkan aku bertanya satu hal padamu. Kalau misalnya Eva berhasil menjadi ratu dan ternyata dia bisa menggunakan sihir gelap seperti ibunya. Apa kau juga akan membunuhnya?"


"Omong kosong!" Denis semakin linglung. Jujur saja ini adalah pertanyaan yang sulit untuknya. Dia tidak bisa menjawab nya.


"Kalau aku jadi kau" Sayn menunjuk Denis dan dirinya. "Aku akan membunuh keluarga kerajaan dan para bangsawan. Lalu aku akan hidup dengan tenang bersama wanita yang kucintai di kerajaan ku sendiri tanpa konflik bodoh apapun" kata Sayn serius dengan rasa percaya diri. "Kita berbeda. Dan kau hanya pengecut bodoh" ejeknya lagi.


"Kita memang berbeda" Denis marah tapi dia masih berusaha tenang. "Aku tidak akan mengorbankan banyak orang hanya untuk keegoisan ku sendiri" kata Denis. "Aku akan melakukan apapun yang kubisa untuk membuat semua orang hidup bahagia. Itu adalah prinsip seorang raja"


"Puh...Bwahahahahaha" tawa Sayn pecah saat dia mendengar pernyataan Denis. "Kau akan menjadi raja yang baik..." katanya sarkas. "Aku tidak punya waktu untuk main-main denganmu"


Sayn menjentikkan jarinya. Dan BAM! Suara ledakan yang sangat besar terdengar.


"Kau..." Denis menggertakan giginya.


"Aku pikir tidak buruk untuk menghancurkan istanamu hahaha" katanya sebelum menghilang dengan sihir transportasi.


Denis langsung menghubungi semua orang untuk menuju ke pusat ledakan. Lalu dia malacak keberadaan Sayn dari sisa sihir transportasi nya.


"Aku tidak akan membiarkan mu melarikan diri" gumam Denis benci.

__ADS_1


__ADS_2