
Cerita sebelumnya:
Denis berkunjung di kerajaan Kano untuk menemui Eva. Tapi entah bagaimana dia terjebak dan harus mengajari murid-murid akademi tentang beberapa tips kecil. Sampai akhirnya pangeran dari kerajaan Jauh, pangeran Erick tertarik padanya dan mengajaknya untuk beradu pedang.
Latih tanding pun berlangsung dengan intens. Kedua belah pihak menunjukkan kemampuan pedang mereka yang sangat hebat. Berakhir dengan kekalahan pangeran Erick dan tepuk tangan dari semua orang. Di akhir pertandingan, Reina tiba-tiba menemuinya karena ingin memberitahu nya informasi penting.
...****************...
Di hari yang sama, di kerajaan Well, sang Raja sudah bersiap untuk berkunjung ke kediaman Duke. Dia membawa sekitar dua puluh orang penyihir dan tiga puluh orang pendekar pedang. Marquis Zent juga ikut dengannya.
Kelompoknya terlihat sangat mencolok di ibukota. Menarik perhatian seluruh penduduk dan juga bangsawan. bahkan Ratu juga bingung kenapa suaminya membawa banyak sekali orang untuk mengunjungi kakaknya.
Tapi Raja menenangkan Ratu dengan berkata. "Aku hanya ingin mengecek sesuatu. Dan hal ini ini mungkin bisa membahayakan Enell, jadi aku harus dengan cepat menyingkirkan nya"
Ratu masih khawatir tapi dia percaya dengan Raja. "Hati-hati dan jangan melakukan hal bodoh"
"Aku tidak akan"
Faksi Court juga ribut saat tahu Raja membawa rombongan pertarung dengan sangat mencolok. Mereka mengira sanga Raja sudah menetapkan keputusan untuk bertarung dengan Duke Court. Mereka salah paham akan hal itu dan bersiap untuk kemungkinan terburuk kalau perang saudara terjadi. Mereka ingin menyelamatkan nyawa dan harta yang mereka miliki.
Raja pun tiba di kediaman Duke. Hanya ada dua orang prajurit yang menjaga pintu gerbang. Sebenarnya, Duke hanya memiliki sedikit prajurit di ibukota sebagai penagwas. Dia hanya membawa 20 orang pendekar sihir bersamanya. Dan sisa pasukan masih menjaga mansion Duke yang berada di daerah perbatasannya.
Walaupun para prajurit itu tahu bahwa Raja yang berkunjung, mereka dengan tegas memblokirnya di depan pintu gerbang dengan pedang mereka.
"Maaf Yang Mulia. Kami akan melaporkan kedatangan Yang Mulia kepada tuan terlebih dahulu" salah satu dari mereka berkata.
Marquis Zent yang melihat hal itu terbakar amarah. "Dasar tidak..." dia hampir mengumpat karena sikap tidak sopan prajurit rendah itu kepada Raja.
Tapi sang Raja langsung menghentikan nya dengan cepat dan berkata. "Baiklah, aku akan menunggu".
Sebenarnya kalau Raja berkunjung dengan normal, prajurit itu akan membiarkannya masuk. Tapi Raja berkunjung dengan aura provokasi yang sangat besar sehingga para penjaga gerbang itu refleks menghalangi nya masuk.
__ADS_1
"Dasar tidak sopan!" Marquis Zent bergumam kecil. Tapi raja hanya tersenyum.
Prajurit kecil itu masuk ke dalam mansion untuk melaporkan kunjungan Raja kepada Duke. Duke berdiri tegap sambil melihat ke arah jendela, memperhatikan rombongan Raja dari jendela. Dia sudah mengetahui kedatangan mereka yang sangat mencolok. Dan Duke masih tidak mengerti mengapa Raja melakukan hal seperti ini.
Tapi, membawa banyak sekali orang di kediamannya adalah hal yang sangat tidak hormat. Dan lagi dia tidak akan pernah membiarkan orang asing menginjak halamannya, meskipun mereka adalah pengikut Raja. Jadi Duke hanya mengizinkan Raja dan Marquis Zent untuk masuk ke dalam mansionnya. Raja menerima keputusan itu dan mereka pun bertemu.
Tiga orang itu berada di tempat yang sama dan suasana hening menyelimuti seluruh ruangan. Duke pertama kali mengeluarkan suara dan berkata "Kenapa kau kemari?" tanpa menggunakan gelar kehormatan.
Marquis Zent mengepalkan tangannya untuk menahan rasa kesalnya.
Raja menghela napas. Dia menatap Duke serius sebelum akhirnya menjelaskan tujuan kedatangannya.
Saat selesai mendengar penjelasan Raja, mata Duke terbelalak kaget. "jadi kau mencurigaiku sekarang?" tanpa sadar dia menaikkan suaranya marah.
"Bukan begitu Enell" Raja menggeleng sedihm "Tapi aku harus melakukannya. Kau tahu bahwa para penyihir gelap itu ingin menghancurkan dunia ini bukan? Mereka adalah makhluk terjahat. Dan aku benar-benar harus memusnahkan mata-mata yang menyusup ke negara kita" Raja menatap Duke serius.
"Tidak masuk akal!" Duke membantahnya.
"Omong kosong!" Duke berteriak lagi dengan mata memerah. Dia menahan amarahnya.
Ini sama sekali tidak masuk akal baginya. Bagaimana mereka bisa menganggap Diana nya sebagai sesosok iblis hingga ingin membunuhnya. Walaupun Diana adalah penyihir gelap, wanita itu tidak pernah melakukan kejahatan apapun. Bahkan dia tidak berani membunuh seekor semut. Diana adalah wanita paling baik hati dan lembut yang pernah dikenalnya. Tidak mungkin dia membiarkan orang tercinta nya dibunuh seperti itu. Dia tidak akan pernah membiarkan mereka mencelakai Diana.
"Darimana kau mendapatkan informasi bahwa ada mata-mata di kediaman ku?" Duke mengarahkan tatapan nya kearah Marquis Zent dengan aura membunuh keluar dari tubuhnya.
"Apa kau tidak berpikir informasi yang kau dapatkan itu salah? Dan pemberi informasi itu hanya ingin menghancurkan hubungan kita"
Raja terbatuk kecil. "Aku tahu bahwa kau tidak percaya. Tapi informasi yang kudapatkan nini valid" katanya yakin. Raja tidak akan pernah memberitahu siapapun bahwa dia mendapatkan informasi ini dari Marquis Zent. Dia berniat melindungi saksi.
"Enell, aku benar-benar memohon kerja samamu. Berita bahwa ada penyihir gelap di kediaman Duke sudah menyebar. Akh harus memvalidasi hal itu untuk menenangkan penduduk"
"Kau bilang, kau hanya ingin memeriksa seluruh orang bukan?" Duke bertanya lagi. Dia memastikan bahwa semua orang diperiksa. Tapi dia dan Diana tidak perlu melakukan hal itu karena mereka adalah bangsawan.
__ADS_1
"Benar" Raja menjawab dengan cepat.
"Kau tidak akan meragukan bangsawan bukan?" Duke memastikan lagi.
"Aku tidak pernah meragukan darah para bangsawan. Aku hanya ingin memeriksa penyusup yang ada di kalangan bangsawan" kata Raja.
Setelah berpikir, Duke menyetujuinya. Dia mengira dia dan Diana tidak akan disentuh. Selama mereka tidak melakukan apapun pada Diana, dia tidak akan keberatan.
Raja tersenyum tulus. "Terima kasih"
Raja pun menyuruh beberapa penyihir untuk masuk. Lalu semua prajurit dan pelayan berkumpul untuk melakukan pengecekan mana menggunakan darah mereka. Hal ini berlangsung cepat karena tidak ada banyak oramg di tempat itu.
Diana sudah keluar dari kamarnya sambil memeluk Evan di dadanya. Dia mendekati Duke. Duke langsung meraihnya dan membawanya kesisinya untuk menyaksikan semua situasi. Duke mengelus kepala istrinya dan berkata dengan lembut "Semuanya akan baik-baik saja"
"Um..." Diana menjawab dengan lembut.
"Kau sudah selesai bukan? Silahkan keluar" kata Duke langsung saat dia melihat semua orang sudah melakukan pengecekan.
"Tidak" kata Raja kemudian.
Duke mengernyitkan keningnya. "Apa maksudmu? Hanya ada orang-orang ini di tempat ini. Sisa dari pelayanku ada di mansion utama" kata Duke.
Duke menatap Raja dengan tatapan tajam. "Kau sudah berjanji tidak akan menyentuh bangsawan" Dia menggertakan giginya.
"Aku tidak akan. Aku tidak akan menyentuh mu"
"Kalau begitu, enyah!" Duke benar-benar tidak menyukai keberadaan orang-orang ini di mansionnya.
"Apa kau lupa Enell? Hanya dirimu seorang bangsawan di tempat ini" Marquis Zent tiba-tiba membuka suara. Dia menujuk sosok Diana yang ada di samping Duke. "Kami belum memeriksa wanita itu. Dia tidak memiliki darah bangsawan. Kami ingin memeriksa orang terakhir ini"
Tanpa basa-basi Duke langsung mengeluarkan pedangnya.
__ADS_1