Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Kedua 24


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Keesokan harinya, mereka melanjutkan perjalanan sebagai kelompok. Lalu mereka menemukan sebuah rawa misterius.


Para penatua mengatakan bahwa artefak berharga untuk para generasi muda di rawa itu. Mereka memilih untuk tidak masuk dan menyerahkannya pada orang muda.


Eva dan yang lainnya pun masuk ke dalam rawa berkabut itu. Lalu Eva menemukan bahwa dirinya terpisah dengan yang lain. Lalu dia terus maju dan menemukan sebuah gerbang aneh. Gerbang raksasa itu menyerap mana miliknya. Dan dia perlu mengeluarkan banyak mana, sampai parameter nya mencapai angka 10, agar gerbang itu dapat terbuka.


***


Aku mengeluarkan sihir tingkat tinggi yang sering digunakan, Inferno. Dalam sedetik sihirku langsung terserap dan skalanya naik menjadi 2.


kenaikannya terlalu lambat. Ternyata sihir tingkat tinggi milikku tidak cukup kuat menaikkan skalanya. Itu hanya naik 1 tingkat! Berarti aku perlu menggunakan 10 kali inferno agar skalanya mencapai 10.


Aku juga mengeluarkan sihir tingkat tinggi lainnya, Storm. Sekali lagi, hanya naik 1 tingkat dan sekarang itu di tingkat 2.


Aku sudah mengeluarkan dua sihir tingkat tinggi. Tapi hasilnya tetap sama. Ini cukup membuang waktu dan mana, untuk menggunakan sihir tingkat tinggi sebanyak 10 kali.


Aku berusaha berpikir sihir tingkat tinggi terkuat milikku. Lalu aku menemukannya. Sihir lubang dimensi dari mana gelap!


Um...tapi aku sedikit ragu menggunakan nya.


Bukankah semua orang bilang kalau sihir itu berbahaya dan bisa menyerap ruang kalau tidak hati-hati?


Tapi, gerbang ini juga sangat hebat. Aku kira tidak akan ada masalah.


Aku pun menggunakan sihir lubang dimensi itu. Bahkan aku menggunakan hampir setengah mana di dalam tubuhku.


Sebuah lubang dimensi hitam terbentuk di depanku. Lubang itu sebesar rumah yang biasanya kita lihat di kota, tidak terlalu besar seperti rumah bangsawan, hanya seperti ruko kecil. Aku hanya bisa membuat lubang sebesar ini dengan setengah mana milikku, tidak lebih.


Aku menunggu sampai gerbang itu menyerap lubang dimensi itu. Gerbang itu pun melakukan aksinya dan secara perlahan gerbang itu mulai mengecil. Beberapa menit kemudian, lubang dimensi itu lenyap.


Gerbang itu sungguh rakus. Dia bisa menyerap begitu banyak sihir hanya dalam waktu yang singkat.


Saat sihirku sudah sepenuhnya terserap, skala di alat aneh itu mulai naik secara perlahan ke angka 9.


Ternyata sihir hitam itu memang lebih kuat dari pada sihir lainnya!


Aku menggunakan sihir inferno untuk terakhir kalinya agar skalanya mencapai 10.


Saat skalanya sudah mencapai 10, benda itu tiba-tiba hilang dari hadapanku. Dan gerbang di depanku secara perlahan terbuka.

__ADS_1


Aku pun mulai masuk ke dalam gerbang. Cahaya yang menyilaukan tiba-tiba menyerang penglihatan ku. Saat cahaya itu mulai menghilang, aku tiba di tempat aneh lagi.


Aku menoleh ke belakang, dan tidak melihat gerbang besar itu. Gerbang itu sudah menghilang!


aku melihat sekeliling ku. Aku seperti melayang di atas awan. Aku hanya melihat langit di sekeliling ku dan berpijak pada awan putih yang lembut.


Jujur saja, ini terlalu menakjubkan. Mereka bahkan bisa membuat pemandangan seperti ini di ruang dimensi.


Intinya, kita bisa membuat apa pun di ruang dimensi.


Aku tidak melihat apa pun di ruang dimensi ini. Hanya lima buah kursi kosong yang berada di tengah ruangan. Kursi itu diposisikan secara melingkar.


Aku memilih salah satu kursi dengan hati-hati. Aku memilih kursi yang ada di posisi selatan dan duduk dengan perlahan.


Saat mulai duduk, sekeliling ku langsung bersinar dan sebuah layar muncul di tengah-tengah.


Layar proyeksi itu berbentuk seperti kubus yang mempunyai lima sisi yang menghadap di masing-masing kursi.


Lalu ada sebuah tulisan di layar


"Menunggu pemain lainnya"


"1/5"


Ada lima kursi kosong, berarti ada lima pemain?


Kalau dipikir-pikir, kami juga berlima! Apa aku perlu menunggu yang lainnya juga?


Saat aku mulai berpikir, angka di layar monitor mulai bergerak menjadi "2/5". Satu orang lainnya sudah berhasil membuka gerbang.


Siapa itu?


Aku ingin menoleh, tapi aku tidak bisa bangkit dari kursi. Seakan-akan ada lem super kuat yang menahanku berdiri.


Tapi aku melihat sosok yang kukenal duduk di arah utara, tepat di depanku. Itu adalah Reina. Gadis itu duduk dengan santainya dengan ekspresi datar. Lalu mata kami bertemu. Sebelum akhirnya Reina mengalihkan tatapannya.


Ini sedikit membuat ku terkejut. Reina membuka gerbang itu lebih cepat dari Robert dan Sayn.


Bukankah berarti mananya lebih banyak dari dua orang itu? Tapi bukankah dia hanya memiliki sihir untuk menyembuhkan? Tidak ada sihir serangan?


Mungkinkah dia mendapatkan buff dari dewa akhir-akhir ini?

__ADS_1


Aku mengira orang selanjutnya yang akan datang yaitu Sayn atau Robert. Denis akan menjadi orang terakhir. Karena Denis adalah pendekar sihir, mana dalam tubuhnya tidak sebanyak penyihir. Sementara gerbang itu menyerap mana dari sihir yang kita keluarkan. Aku yakin Denis akan merasa kesulitan saat ini


Seperti perkiraan ku, Robert menjadi peserta ketiga. Sayn keempat dan Denis menjadi peserta terakhir yang berhasil membuka gerbang.


"5/5"


Akhirnya semua kursi sudah terisi.


Layar di depan kami mulai berkedip.


"Permainan dimulai"


Lalu muncul lima pion dengan warna yang berbeda di atas layar. Lalu ada lima jalur di depan lima pion itu. Gambarannya seperti seseorang yang akan berlomba. Jadi pion-pion itu di tempatkan di garis start.


"Aturannya sangat mudah. Siapa yang kuat, dialah yang menjadi raja. Kerahkan semua mana kalian untuk menggerakan pion ini. Siapa yang berhasil menempuh jarak terjauh akan masuk ke dalam ruang rahasia."


Beberapa kata mulai berkedip di atas layar.


Hm? Kita harus menggerakan pion dengan mana? Seperti permainan game board?


"Aku sudah menggunakan hampir semua manaku" aku bisa mendengar keluhan Denis. Terlihat sekali dia sangat kecewa. Setelah ini, Denis bertekad untuk memperlebar mananya. Walaupun dia bukan penyihir, setidaknya dia harus melakukannya. Jangan hanya belajar seni bertarung. Denis bertekad tidak akan mengalami kejadian memalukan seperti ini untuk yang kedua kalinya.


Permainan itu dimulai. Aku mencoba mengalirkan manaku pada pion itu dan tentu saja pion itu langsung berpindah tempat. aku mengerjapkan mataku kaget. Ini mengingat kanku pada permainan monopoli dan ular tangga. Yang berbeda, aku hanya perlu menggunakan sihir untuk menggerakan pionnya bukan tangan.


Lintasan yang dilalui para pion itu tidak terbatas jaraknya. Semua peserta harus mengeluarkan semua mana mereka agar bisa menggerakkan pion. Mengingat kanku pada lomba lari juga.


Aku menggerakkannya secara perlahan. Jujur saja persaingannya sangat berat. karena setiap orang yang berada di sini mempunyai kolam mana di luar batas normal, jadi jarak yang ditempuh pion sudah sangat jauh. Tapi belum ada yang menyerah.


Denis adalah orang pertama yang menyerah.


"aku akan berlatih lagi" katanya menguatkan tekadnya dengan keringat bercucuran di dahinya, kelelahan. Sayn menyusul. Lalu Robert. Sehingga hanya tersisa Eva dan Reina yang tersisa.


Aku menatap Reina takjub. Ternyata benar, bahwa mana gadis ini lebih banyak dari yang lain. Yah, mau bagaimanapun lagi. Dia adalah tokoh utama, tentu saja dia cukup hebat.


Wajah Reina pucat. Dia memaksa dirinya untuk menguras semua mana dalam tubuhnya. Dia semakin bertekad kuat saat melihat Eva sama sekali tidak menunjukkan tanda lelah di wajahnya. Dia tidak boleh kalah!


"Hentikan itu. Kau bisa pingsan kalau memaksakan dirimu" ular kecil itu mulai memperingatkannya.


"Aku tidak peduli. Aku tidak akan kalah!" jawab Reina tegas.


"Kau tidak akan bisa mengalahkan nya. Kolam mana gadis itu tidak normal!" jawab ular itu. Dia mengetahui nya setelah melihat kolam man salam tubuh Eva. Walaupun dia tidak bisa melihat cukup jauh, dia sangat terkejut. Gadis yang sangat muda itu menyimpan banyak sekali mana dalam tubuhnya.

__ADS_1


Reina menggertakan giginya. "Kau tahu aku tidak bisa menang bukan? Bantu aku bodoh!" balas Reina kesal. Untung saja mereka berkomunikasi dengan telepati. Jadi Reina tidak perlu mengumpat dengan mulutnya.


__ADS_2