Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 2: Tidak Terduga


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn menghilang. Eva tertangkap dan diletakkan di dalam kandang. Setelah dikurung, dia bersama gadis lainnya dipindahkan ke ruangan yang lain. Di ruangan itu, mereka dimandikan dan dipindahkan ke ruangan lainnya. lalu mereka mengadakan upacara aneh dengan para gadis itu sebagai pusatnya. Eva tidak tahu, awalnya gadis yang lain yang maju lebih dulu. Tapi tiba-tiba pemimpin itu berubah pikiran dan merubah targetnya menjadi Eva. Eva pun melangkah maju. Tubuhnya dikontrol, dia tidak bisa mengendalikannya. Secara perlahan dia melangkah maju untuk masuk ke dalam kuali.


"Apa aku akan dimasak?" Eva memekik dalam hatinya panik.


***


Kakiku terus bergerak. Padahal aku bisa berteriak tadi. Tapi sekarang tiba-tiba mulutku tertutup, tidak mau bergerak.


Aku semakin dekat dan semakin dekat. Saat aku sampai di tepi kuali, satu kaki ku mulai melangkah masuk.


Aduh! Panas! Panas!


Apa aku akan jadi makanan rebus?


Ah! Kakiku masuk!


Aku memejamkan mataku. Ini benar-benar panas.


DUAR! KRAK!


Aku mendengar suara pecah dan suara tembakan.


Lalu aku merasa tubuhku melayang.


Aku membuka mataku. Dan aku menemukan seorang jubah hitam menggendongku terbang.


"Sayn!" aku berteriak senang.


Dia benar-benar bersembunyi di antara jubah hitam itu!


Aku melihat ke bawah. Kuali besar itu sudah hancur berantakan, dan cairan merah itu tercecer di lantai.


"Kurang ajar!" si pemimpin berteriak.


Dia mengeluarkan alat sihir dan TRANG! Seluruh ruangan itu dilindungi sihir aneh.


"Sial!" Sayn mengumpat.


Dia sendiri saat ini. Ini alat penghalang sihir. Dia tidak bisa menghubungi tim lainnya yang menunggu di luar. Dia juga tidak bisa berteleportasi.


Sayn perlahan membawaku turun. Kami terjebak di sudut ruangan.


"Penyusup...hehehe" kata pemimpin itu dengan tawa mengejek.


"Tangkap mereka"


Para jubah hitam itu mulai berhamburan mengepung kami.


Ahh~


Aku merasa nostalgia. Aku pernah mengalami ini saat bersama dengan Robert. Mungkin di masa depan aku akan sering menghadapi situasi seperti ini.


"Ikan teri" Sayn mengeluarkan alat sihir aneh dan melemparnya.


Seketika muncul tanaman merambat aneh yang mengikat para jubah hitam itu.


Kami tidak bisa menggunakan sihir, tentu saja mereka juga tidak bisa. Apa mereka bodoh?


"AH~ ramuanku sayang. untung saja aku masih punya bahannya. Sialan! Sialan!"


Aku melihat si pemimpin itu meratap di tanah sambil menyentuh ramuan yang sudah berceceran di lantai.


Aku mengernyit jijik, dia benar-benar seperti orang mesum. Kenapa dia terobsesi dengan ramuan menjijikan itu?


Aku mengamati sekeliling. Aku melihat para gadis yang menjadi tawanan, terduduk gemetar di sudut dingding.


Eh? Mereka sudah bisa mengontrol tubuh mereka sendiri?


Sihirnya sudah dibatalkan!


Tentu saja mereka ketakutan. Siapa yang tidak takut kalau dimasak hidup-hidup.


Memikirkan hal yang kualami tadi benar-benar mengerikan.


Kalau Sayn tidak menolongku....Aku benar-benar akan menjadi daging rebus!


Si pemimpin menatap kami. Lalu dia menatap anak buahnya yang terjerat dan tidak bisa bergerak.


"Tidak berguna!" katanya.

__ADS_1


SHUUU!!


Pelindung dalam ruangan itu hilang.


"Aku bisa menggunakan sihir..." gumam Sayn sambil menggerakan jari-jarinya.


Lalu dia tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan terlalu senang. Kalian bukan apa-apa" kata si pemimpin sambil menatap kami dengan senyum meremehkan.


SYUUU...


Tiba-tiba dia melontarkan sihir aneh.


Ehhhh? ini sihir gelap! Dia penyihir gelap!


Aku benar-benar kaget. Penyihir gelap sangat langka. yang lebih penting dia penyihir jahat! Pantas saja penyihir gelap diidentikan dengan penyihir jahat! Dia benar-benar sampah.


Aku jadi penasaran dengan orang ini.


Tunggu! Ini bukan waktu yang tepat untuk berpikir.


Aku melihat Sayn mengeluarkan sihir api, dan sihir mereka saling bertabrakan. Efeknya menyebabkan ledakan kecil. Ini terlalu berlebihan untuk ruangan kecil ini! Bagaimana kalau ruangannya hancur gara-gara mereka terlalu bersemangat.


Si pemimpin mengernyit kesal. Dia melihat gadis kecil yang hanya berjingkrak-jingkrak di samping Sayn, dan dia tersenyum. Dalam sekejap targetnya berubah.


Secara tiba-tiba sihir hitam lainnya menuju ke arahku.


Ehhh? Aku tidak bisa menggunakan sihir. Bagaimana ini? Aku tidak bisa menahannya!


Sayn juga sadar. Dia secepat kilat melempar sihir lainnya. Sekali lagi sihir itu saling bertubrukan. Tapi posisinya sangat dekat denganku. Mau tidak mau aku menerima efek dari kedua sihir tersebut.


Tapi ternyata aku tiba-tiba melayang!


Seseorang memegang pinggangku dan aku terbang ke sudut ruangan lainnya.


"Kakak?"


Kakak cantik menolongku dan membantuku menghindar.


"Terima kasih" kataku bersungguh-sungguh.


Walaupun efeknya tidak bahaya. Tapi tetap saja, kalau kena aku akan terluka.


"Gadis kecil, jangan takut" katanya dengan suara lembut.


Aku tanpa sadar menjadi malu dan wajahku memerah.


"Lepaskan!" tapi tiba-tiba Sayn datang dan menarik tanganku.


Eh? Aku menatapnya dengan mata melonggo. Kenapa?


Tapi kakak cantik itu menarikku kembali. "Kau menyakitinya" katanya geram.


Sayn mendecakkan lidahnya. "Dasar tidak tahu malu!" katanya geram.


"Kau yang tidak tahu malu!" kakak cantik membalasnya dengan nada sinis.


Mereka saling beratatapan dan ada percikan kebencian yang mengalir di mata mereka.


"Eh? eh? eh?" aku melonggo bingung sambil menatap mereka bolak-balik.


Mereka saling kenal? Mereka juga saling membenci?


Kenapa? Siapa kakak cantik ini?


Identitasnya benar-benar misterius.


Sayn tiba-tiba menggerakkan tangannya dan menarik rambut kakak cantik.


"Eh? Apa yang kau lakukan?!" aku berteriak panik sambil menghalanginya.


Tapi tiba-tiba sesuatu yang tidak terduga terjadi.


PLOP! Rambut panjang itu meluncur ke bawah dan terlepas dari kepala kakak cantik.


"EHHHH?!" aku berteriak kaget.


Seorang laki-laki? Memakai wig?


Ehhhh? tunggu dulu...

__ADS_1


Wajah ini tidak asing!


Ya, ya tidak asing! Ini master!!


Roberttt apa yang kau lakukan?! Pantas saja kakak itu mengeluarkan aura yang sangat akrab. Tenryata dia orang yang dekat denganku.


"Master!" aku berteriak padanya.


Robert kaget dan Tanpa sadar Robert langsung menegapkan tubuhnya.


Apa yang kau lakukan master? kenapa kau berpakaian seperti itu?


Dan juga...


Aku spontan menatap dadanya. "Bagaimana bisa sebesar itu?" aku bergumam tanpa berpikir.


Robert mendengar ucapan Eva dan wajahnya memerah.


"Eva...aku bisa menjelaskan..." katanya lirih.


"Hmph! Sudah kuduga kau orang mesum! Dasar tidak tahu malu!" Sayn berkata dengan nada mengejek.


Robert memelototinya "Diam kau!"


Sayn tiba-tiba menarik Eva. "Jangan dekat-dekat dengannya. Aku khawatir dengan keselamatanmu" kata Sayn serius.


Aku masih kaget.


Apa-apaan ini?


Yang lebih mengejutkan, kenapa master bisa secantik itu?!


'Aku tidak terima! Sebagai wanita aku tidak terima! Kenapa bisa secantik itu! Kenapa bisa sebesar itu!' aku kesal dan tanpa sadar menghentakkan kakiku.


Aku sudah sebelas tahun tapi dadaku masih datar. Pada awalnya, aku mengira ini wajar karena aku masih anak-anak. Di bumi ini hal yang biasa. Tapi saat aku datang ke pesta teh, aku sadar aku salah! Para gadis bangsawan itu. Ada banyak dari mereka yang sebaya denganku, tapi dada mereka tidak datar! Aku juga sadar kalau perkembangan manusia di dunia ini sangat cepat. Karena itu mereka menikah di usia yang muda! Tapi kenapa punyaku seperti ini??


Walaupun milik Robert adalah hasil dari sihir, aku tetap tidak terima! Bagaimana bisa pria mempunyai tubuh yang seksi dan wajah yang cantik! Saat melihat ini harga diriku benar-benar hancur berkeping-keping.


"Apa aku harus menggunakan sihir juga?" gumamku tanpa sadar sambil menatap dadaku prihatin.


Robert tampaknya mendengarnya dan dia juga mengerti maksud Eva. "Tenang saja. Kau masih bisa tumbuh"


Aku dan Sayn langsung menatapnya dalam diam "....."


Sayn langsung menarikku lebih jauuh dari Robert. Matanya melotot. "kau harus menjauh dari orang mesum ini" katanya benci.


"Eh? Tunggu dulu!" aku menghentikannya. "Aku mengenalnya. Dia masterku!"


"Master?" Sayn menatapku bingung.


Dia pernah melihat pria mesum ini beberapa kali saat berkunjung di Menara Sihir. Tapi dia tidak pernah mengenalnya atau pun mengetahui namanya.


Raut wajah Robert langsung ebrubah serius. "Aku Robert, dari Menara sihir" katanya memperkenalkan diri dengan nada sopan.


"Oh? Aku pernah mendengarmu" respon Sayn. "Bocah bodoh yang kabur itu bukan!" katanya dengan nada mengecek. "Ah~ aku lupa, kau bahkan sudah menjadi paman~"


Urat-urat kesal muncul di kepala Robert.


'Kau ingin berkelahi? Aku akan benar-benar menghancurkanmu!' pikir Robert benci.


Melihat tatapan kebencian di antara mereka, aku yakin bahwa mereka sama sekali tidak cocok!


"Cukup!" aku melerainya. "Kalian tidak lihat kita dalam situasi yang tidak tepat dan kalian masih ingin berkelahi?!"


"Baiklah" kata mereka serentak.


Eh? Aku tidak mengira mereka akan menurutiku seperti itu.


Ah Eva ~ kau benar-benar hebat... Bisa membuat dua orang pria gila ini terkontrol~


Aku tanpa sadar memuji diriku sendiri.


***


Di kejauhan, si pemimpin bertopeng perak itu menyaksikan semuanya.


Awalnya dia agak senang saat mereka berkelahi satu sama lain.


Tapi semua itu berubah saat dia tahu bahwa wanita itu hanyalah penyamaran!


Si pemimpin itu juga mengenali Robert dan dia juga tersentak kaget saat rambut palsu itu terlepas.

__ADS_1


"Sial, kenapa bocah itu ada disini" gumamnya sambil mengigit jempol. "Kukira aku harus menggunakan rencana B"


__ADS_2