Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Orang yang Berharga


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Ren menemukan bahwa Eva sedang menangis di tempatnya. Jadi dia mengajaknya masuk. Bahkan menyajikan minuman soda untuk menghibur nya.


Setelah tenang, Eva mulai bertanya pada Ren bagaimana perasaannya saat menjadi orang jahat di mata dunia.


Ren menjawab pertanyaan sambil tersenyum dan penuh dengan percaya diri. Setelah mendengar perkataannya, Eva merasa lega. Semua kecemasannya memudar. Setidaknya dia tidak akan berpikir berlebihan lagi.


***


"Tapi, bukankah hal seperti itu akan membuatmu dijauhi oleh orang lain? Hidup sendiri? Dan bahkan mungkin musuh-musuhmu akan melukai orang yang berharga untukmu" aku bertanya lagi.


Wajah Ren langsung berubah kecewa. "Yang kau sebutkan itu, aku pernah mengalaminya...." jawabnya lirih. "Aku tidak masalah dijauhi oleh orang lain. Tapi aku paling benci kalau musuhku menargetkan orang-orang disekitar ku!"


Melihat ekspresi Ren yang cukup sedih, aku yakin pernah terjadi sesuatu sebelum nya. "Apa hal itu pernah terjadi sebelumnya?"


Ren mengangguk. "Walaupun mereka tidak membunuh nya, tapi tetap saja dia terluka. Karena itu aku berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan banyak orang"


Aku mengangguk mengerti. Aku tidak akan bertanya siapa orang berharga baginya yang sudah dilukai itu. Ren terlihat sangat sedih saat membicarakannya. Lagipula itu masalah privasi.


"Tapi kau tidak akan pernah sendiri, sejahat apapun dirimu di mata dunia" tambah Ren. "Setidaknya akan ada satu orang yang mendukungmu dan menganggapmu berharga" katanya nostalgia.


Aku merenung. Aku mengingat kehidupan masa lalu Eva. Walaupun gadis itu pada akhirnya mati dengan menyedihkan. Dia masih memiliki beberapa orang yang menyanyangi nya. Dan itu adalah kedua orangtuanya. Sayangnya, Eva sama sekali tidak menyadari itu. Dan terus menyusahkan orang tuanya hanya untuk mengejar pria yang membencinya.


Tapi sekarang kedua orang tuaku masih hidup dengan sehat. Bahkan aku memiliki adik baru yang sangat lucu.


Keluargaku sangat berharga. Mereka tidak akan pernah meninggalkan ku, walaupun seluruh orang di dunia ini meninggal kanku. Jadi seharusnya aku tidak perlu berpikir terlalu keras dan menjadi sedih lagi. Yang perlu aku pikirkan sekarang hanya bagaimana menjaga mereka semua agar tetap aman dari segala kejadian yang berbahaya.


Lagipula masa depan tentang kematian itu hanya diarahkan padaku. Bukan orang-orang terdekat ku. Jadi harusnya semua baik-baik saja bukan?

__ADS_1


Melihat mata Eva menjadi cerah, Ren tersenyum lagi. "Apa kau memikirkan orang tuamu?" tanya Ren, seakan-akan dia sudah tahu pikiran Eva.


Aku mengangguk.


"Aku juga punya satu keluarga yang masih tersisa di dunia ini. Dia adik perempuan ku" jawab Ren kemudian. Lalu dia berpikir keras. "Tapi sepertinya aku tidak pernah melihat nya selama puluhan tahun ini, aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang." dia bergumam.


Adik perempuan Ren? Seperti nya aku mengingat gadis itu. Gadis kecil Elf yang tergila-gila pada kakaknya. Dia adalah peran utama antagonis juga, sama sepertiku, Charlotte dan Vivian.


Tapi aku tidak ingat bagaimana ending cerita untuk gadis itu. Mungkin karena kemunculan Ren di dalam novel itu hanya sedikit. Jadi kemunculan gadis kecil elf itu agak transparan.


Aku hanya mengingat. Saat Ren mulai tertarik pada Reina, gadis kecil elf itu mengetahui nya. Lalu dia mulai mengacaukan Reina dengan mengganggu perjalanannya. Bahkan dia memasang beberapa jebakan yang hampir membuat Reina kehilangan nyawanya.


Ren tahu bahwa itu ulah adiknya. Adiknya melakukan itu hanya karena rasa cemburu kecil dan membuat Ren merasa bersalah pada Reina. Jadi Ren mengurung gadis itu selama ribuan tahun sebagai hukuman.


"Kau punya adik?" aku bertanya polos, berpura-pura tidak tahu tentang semuanya.


"Ya, terakhir kali aku melihatnya dia seumuran dirimu. Mungkin sekarang dia bertambah sedikit besar. Walaupun dia tetap pendek" jawab Ren sambil tertawa pelan.


"Maaf..." kataku lirih. Aku benar-benar tidak bisa memerintahkan perutku untuk berhenti bersuara. Lagipula itu semua refleks. Dan aku tidak menyangka bahwa refleks itu akan menghentikan pembicaraan kami.


Ren pun meninggalkan ruangan untuk membuat makan malam. Dia juga melakukannya dengan cepat sehingga dia sama sekali tidak bisa melihat wajah kaget Eva karena dia sudah meninggalkan ruangan.


Hanya perlu waktu sebentar untuk membuat makan malam. Ren hanya memanggang daging monster langka yang dia buru.


Saat dia kembali dengan dua porsi daging panggang, Eva sudah tertidur.


"Aku hanya pergi ke dapur selama beberapa menit dan dia sudah tertidur" gerutu Ren sambil meletakkan daging panggang miliknya di atas meja.


Dia bisa mendengar napas Eva dengan sangat jelas. Menyatakan bahwa gadis kecil itu tertidur dengan sangat nyenyak.

__ADS_1


Ren secara refleks meletakkan tangannya di kening Eva untuk merasakan suhu tubuhnya. Dia takut gadis itu demam. Walaupun itu tidak mungkin, karena orang-orang di dunia ini tidak mudah terserang penyakit ringan seperti demam. Tapi entah kenapa Ren melakukan nya, dia tidak punya alasan tertentu atas tindakannya.


"Dia baik-baik saja" gumam Ren lirih.


Dia langsung membawa Eva dalam gendongan nya. Bahkan saat disentuh, Eva sama sekali tidak terganggu. Ren ingin mengantar gadis itu pulang.


Hanya perlu waktu beberapa menit untuk nya berteleportasi ke mansion Duke Court. Dia bahkan berteleportasi langsung ke dalam kamar milik Eva. Dan meletakkan gadis itu dengan hati-hati di atas tempat tidurnya.


"Kenapa kau ada disini?" Ren langsung menoleh ke arah sumber suara. Dia cukup terkejut.


Lalu dari balik jendela, Fram sedang terbang melayang. Dia tidak menggunakan sihir terbang. Saat ini, Rexus membawa tubuh Fram menggunakan kaki-kaki kecilnya.


Rexus mencengkram kerah baju Fram dan membawa bocah elf itu terbang. Sayap-sayap kecilnya mengepak dengan berat dan membuat penampilan kedua bocah kecil itu cukup lucu.


"...."


Ren tidak menjawab pertanyaan Fram. Dia hanya menatap kedua bocah itu dengan ekspresi datar.


Wajah Fram berubah cemberut. "Aku bertanya apa yang kau lakukan di kamar Eva?" katanya lagi, dia memandang Ren seperti memandang seorang pencuri.


"Aku mengantarnya pulang" jawab Ren datar.


Dia sudah bersiap untuk kembali ke kediamannya.


Tapi tiba-tiba Fram mulai menghalangi nya. "Kakak Ren, jangan melakukan kejahatan di tempat ini seperti terakhir kali. Aku tidak setuju kau mencelakai keluarga ini. Mereka sudah sangat baik padaku...." kata Fram lirih dengan suara yang semakin lama semakin mengecil, karena takut.


"Aku tidak melakukan apapun pada mereka" jawab Ren tidak senang. Walaupun sebelumnya dia kemari karena ingin mencari kunci dari kotak rahasia itu, dia sama sekali tidak pernah melukai salah satu pun dari mereka.


Haa~ Fram menghela napas.

__ADS_1


"Itu lebih baik. Aku cukup lelah karena akhir-akhir ini semakin banyak penyusup. Saat Duke tidak ada di tempat, aku harus mengawasi mansion ini diam-diam. Bahkan aku mengurangi jam tidurku" Fram mengeluh.


"Penyusup?" Ren mengernyitkan keningnya. Lalu dia menatap Fram serius, "Cerita kan semua yang kau tahu" katanya dengan nada memaksa.


__ADS_2