Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Jangan Membantah Tunanganmu


__ADS_3

BAB 7 JANGAN MEMBANTAH TUNANGANMU


Cerita Sebelumnya:


Dean Cristal dan Dean Leon berhadapan dengan orang-orang Marquis, menghalangi mereka untuk menganggu rencana inspeksi. Kedua pihak saling bertarung sampai akhirnya para Dean mengetahui bahwa lawan mereka adalah penyihir cahaya. Dan jujur saja mereka terkejut dengan para penyihir cahaya ini. Mereka bertanya-tanya darimana asal keduanya.


Eva membeku sejenak saat melihat adegan di depannya. Itu berlangsung dengan cepat, bahkan dia tidak bisa menghentikannya.


“Ibu!” dia berteriak tanpa sadar dan dengan cepat terbang menuju ke arah Diana.


Diana juga tidak menyangka bahwa sebuah pisau akan menancap ke dadanya. Dia tidak merasakan sakit apapun. Dia hanya merasa pandangannya semakin buram dan tubuhnya tidak bertenaga. Lalu dia kehilangan kesadarannya, sepenuhnya.


Eva menompang tubuh Diana sebelum dia terjatuh ke bawah. Lalu refleks, dia menggunakan sihir cahayanya untuk menyembuhkan Diana. Tubuh Diana bercahaya dan menarik perhatian semua orang.


Semua orang yang awalnya ricuh menjadi terdiam. Jujur saja mereka merasa kaget dengan insiden yang berubah tiba-tiba dengan cepat.


“Sihir cahaya?” Denis bergumam kaget.


Dean Wason juga bangkit dengan cepat dari kursinya. Dia tidak pernah tahu bahwa cucu kecilnya itu adalah penyihir cahaya.


Semua orang juga memasang wajah bingung. Diana adalah penyihir gelap dan Eva adalah putrinya. Bagaimana mungkin keturunan dari penyihir gelap bisa menggunakan sihir cahaya? Dua sihir itu sangat bertolak


belakang. Sejak dewa sangat membenci para penyihir gelap, tidak mungkin mereka menganugerahkan mana cahaya kepada salah satunya. Belum pernah ada kasus seperti ini.


Semua orang bahkan bertanya-tanya apakah Eva adalah anak biologis dari Diana. Bisa saja dia hanya anak angkat atau pun anak Duke dengan Wanita lainnya. Kalau Duke tahu apa yang ada dipikiran orang-orang ini, dia akan muntah darah dan mengamuk. Karena mereka semua menuduhnya berselingkuh.


Sayn dan Robert juga bingung. Walaupun mereka sudah tahu kemampuan Eva sejak lama, tetap saja mereka bingung bagaimana Eva bisa menempatkan dua mana yang berlawanan dalam tubuhnya. Bahkan Emerta dan Ren juga tidak mengerti. Tapi mereka tidak terlalu memikirkan hal itu karena hal itu tidak membahayakan untuk Eva.


Semua orang terdiam dan melihat Eva menggunakan sihir cahayanya untuk menyembuhkan luka Diana. Secara perlahan, pendarahan di dada Diana berhenti dan luka di dadanya menutup.

__ADS_1


Tetapi…


Pisau itu mengandung racun! Racun itu mengenai jantung Diana. Walaupun Eva mencoba menutup jantung yang tertusuk, Racun itu menyebar dengan cepat.


Eva merasa putus asa. Dia tidak bisa menahan rasa putus asa itu dan menangis. Dia terisak sambal terus mengedarkan mananya ke tubuh Diana. Walaupun itu percuma. Dan secara perlahan detak jantung Diana berhenti dan dia tidak bernapas.


Eva hampir gila. Mana di tubuhnya hampir lepas kendali. Tapi tiba-tiba dia teringat. Dia memiliki ramuan yang bisa menghidupkan orang mati. Ramuan yang diperolehnya dari reruntuhan saat dia mengikuti pertandingan sihir.


Eva pun dengan cepat mengambil ramuan itu dan meminumkannya ke Diana. Tangannya bergetar saat dia berusaha memberi minum Diana. Tak lama kemudian, Diana Kembali bernapas dan jantungnya Kembali berdetak. Eva sangat senang. Tapi dia tetap mengedarkan mananya sampai kondisi Diana menjadi lebih stabil.


Marquis Zent melihat semua itu dari dekat. Matanya semakin merah. Entah kenapa perasaan benci di hatinya semakin meningkat dengan tajam. Tangannya bergerak dan dia ingin menusuk Eva dengan pisau di tangannya.


Tapi BAM! Dalam sedetik tubuhnya tiba-tiba terpental beberapa meter ke belakang dan menabrak dinding. Sayn dengan cepat menggunakan sihirnya untuk melempar Marquis dengan cepat.


Uhuk! Marquis Zent muntah darah dan merasa tulang-tulangnya hancur berantakan. Walaupun kondisinya sekarat, dia masih sadarkan diri.


“Ayo pergi” Sayn membawa Diana dan berusaha menarik Eva pergi.


Dalam sekejap Eva dan Sayn dikelilingi oleh sekelompok penyihir dan prajurit sihir. Mereka adalah para prajurit terlatih milik kerajaan. Eva bahkan bisa mengenali beberapa wajah yang tidak asing di antara mereka. Beberapa adalah gurunya di akademi dan sisanya adalah orang-orang yang pernah dia lihat di ibukota dan kerajaan.


Denis terbang turun ke arah mereka dengan Jean mengikuti di belakangnya. Orang-orang yang berkumpul membuka jalan untuk Denis. Denis berjalan dengan santai ke tengah aula sampai akhirnya jarak diantara mereka


hanya beberapa centimeter.


 Eva dan Denis saling bertatapan dengan intens.


 “Aku tidak mengizinkan tahanan untuk melarikan diri” kata Denis sambil menatap Diana yang berada di tangan Sayn tajam. Suasana sangat sunyi sehingga suara Denis bergema di seluruh aula walaupun dia tidak berteriak.


 “Walaupun Marquis Zent bersalah, Madam Diana juga belum terbukti tidak bersalah. Aku akan menghukum semua orang dengan adil” lanjut Denis. “Hukuman mati ini dibatalkan. Tetapi tahanan tidak bisa melarikan diri.”

__ADS_1


“Aku tidak peduli” jawab Eva geram. Ibunya hampir mati di kerajaan ini. Dia tidak akan membiarkannya lagi untuk tetap berada di kerajaan ini.


“Eva, jangan membantah tunanganmu” kata Denis percaya diri.


Eva mengernyitkan keningnya. Dia tidak menduga bahwa Denis masih menganggapnya sebagai tunangan dan bahkan menyebutkan hal itu di depan public.


Melihat Eva ragu-ragu. “Percayalah padaku. Aku akan mengurus semuanya. Aku akan bersikap adil”


“Dasar gila” Jawab Sayn kesal.


Bahkan wajah Robert juga tidak enak dipandang. Robert ingin sekali memukul Denis. Tapi Dean Wason berkata, Menara Sihir tidak bisa terang-terangan ikut campur dalam perang saudara di kerajaan ini. Jadi Robert harus menahan emosinya dan bertindak sebagai pihak netral.


Walaupun begitu bukan berarti Dean Wason tidak akan turun tangan. Dia berusaha membantu dengan caranya sendiri. Pertama, dia membiarkan Robert untuk melakukan penyelidikan. Kedua, dia sudah menyiapkan beberapa


penyihir yang menyamar sebagai rahasia. Para penyihir itu akan di utus untuk membantu pelarian bagi Eva dan keluarganya. Dean tahu bahwa Eva akan menerobos masuk untuk menyelamatkan ibunya. Oleh karena itu, Dean Wason ingin membantu cucunya itu melarikan diri dari sini.


 “Aku tidak ingin bertunangan” jawab Eva dingin.


 “Walaupun kau tidak ingin. Perjanjian itu sudah dilakukan” jawab Denis bersikeras.


 “Kalau begitu aku akan menghapus perjanjiannya”


 “Perjanjian itu tidak bisa dihapus”


 “Aku akan memusnahkannya”


 “Itu tidak bisa dimusnahkan”


 “….” Urat-urat kekesalan muncul di kepala Eva. Dia ingin marah dan berteriak tapi dia menahannya.

__ADS_1


 Eva menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. “Sebenarnya aku sama sekali tidak ingin bertunangan denganmu sejak dulu. Kalau bukan karena kesepakatan Duke dan Raja, lalu aku masih sangat kecil saat itu. Kau bukan tipeku”


Duar! Denis membelalak kaget. Dia merasa petir menyambar pikirannya.


__ADS_2