Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Percobaan Membuat Golem 1


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Para pangeran dan putri itu kembali. Raja menyambut mereka dan menanyakan kinerja mereka. Tapi kinerja mereka sungguh mengecewakan. Hanya putra mahkota yang membawa keberuntungan bagus untuk kerajaan dengan membawa gadis penyihir cahaya ke pihak mereka.


Raja Kano sedang dalam kondisi yang tidak baik. Dia sudah semakin menua dan terkena penyakit bawaan. Umurnya sama sekali tidak panjang lagi. Karena itu, dia sangat mengkhawatirkan kelangsungan hidup anak-anak dan kerajaannya. Membuat rencananya untuk berjalanan secepat mungkin.


***


Keesokan harinya, aku tidak bisa melihat keberadaan Sayn lagi. Bahkan boneka sihir yang biasa menggantikan keberadaan nya juga tidak ada. Dia benar-benar absen.


Reina pun juga bertanya tentang keberadaan Sayn dan Putra mahkota langsung menjawab dengan sedikit bangga. "Orang itu sedang diasingkan oleh ayah" katanya. "Dia mendapatkan hukuman". Penjelasannya mengisyaratkan agar Reina tidak boleh mendekatinya terus karena dia tidak berguna, tapi gadis itu tetap cemas dengan keberadaan Sayn.


Aku menyimpulkan bahwa terjadi sesuatu antara Sayn dan Raja. Lalu sekarang pemuda itu sedang dihukum untuk tidak keluar. Tentu saja aku tidak percaya bahwa pemuda itu akan menjalankan hukumannya dengan tenang. Dia pasti menjalankan misi dari organisasi lagi dengan wajah bahagia seakan-akan dia tidak mengalami hal apapun.


Aku akhirnya melupakan keberadaan Sayn sejenak karena dia tidan masuk selama beberapa hari. Dan menjalani hari-hariku sebagai murid akademi yang baik.


Tanpa sadar dua Minggu pun telah berlalu dan aku sudah merindukan orang-orang yang ada di rumah. Uuuu...ini masih dua minggu. Aku harus tinggal disini selama setengah tahun. Tapi baru dua Minggu saja aku sudah tidak tahan dan merindukan orang-orang terdekat ku.


Bukannya aku tidak bisa kembali. Aku bisa kembali dengan mudah. Apalagi setiap mingu, kami mendapat dua hari libur setia weekend. Jadi aku memutuskan untuk pulang dengan teleportasi.


Bagi semua orang mungkin itu hal yang gila karena berteleportasi sejauh itu membutuhkan mana yang sangat banyak Penyihir normal tidak akan melakukannya karena bisa saja mereka terlempar ke tempat acak dengan mana kosong. Lalu menghadapi bahaya dalam proses itu dan tidak bisa menggunakan sihir. Itu adalah cara mati yang cukup konyol. Karena itu semua orang selalu menggunakan lingkaran sihir teleportasi untuk berteleportasi ke tempat yang jauh bukan sihir mereka.

__ADS_1


Aku tidak bisa menggunakan lingkaran teleportasi. Bukannya itu sulit, hanya saja orang-orang di kerajaan Kano akan mencurigaiku kalau aku membuat lingkaran sihir pribadi. Hal ini agak tabu memang. Jadi, daripada membuat masalah, aku memutuskan untuk berteleportasi saja.


Dan memang benar, mana yang dibutuhkan sangat besar. Aku hampir kehilangan sepuluh persen mana dalam tubuhku. Penggunaan mananya bahkan lebih banyak daripada saat aku menggunakan sihir teleportasi. Cukup mengherankan memang, padahal sihir teleportasi adalah sihir sederhana yang dipakai setiap orang.


Aku berteleportasi ke dalam mansion, langsung ke kamarku. Saat aku sampai aku tidak melihat keberadaan ayah dan ibuku. Hm? Mereka pergi lagi.


Saat aku turun ke bawah, aku bertemu Wiya di sana. Dia melihat ku dengan mata melotot kaget.


"Nona, kau sudah pulang?" katanya tak percaya.


"Em" aku mengangguk pelan. "Aku mendapat kan libur beberapa hari, jadi aku memutuskan untuk berkunjung"


Wiya dalam sekejap mengerti. Dia bahkan tidak bertanya bagaimana nona mudanya bisa kembali dengan mudah.


"Mereka kembali ke mansion utama..." jawab Wiya dengan wajah sedikit tidak enak, seakan-akan menyembunyikan sesuatu.


Tentu saja aku melihat kejanggalan itu dan bertanya curiga. "Kenapa tiba-tiba seperti itu?"


"Tuan besar mungkin sibuk..." jawab Wiya canggung.


Aku tidak percaya dan menatap Wiya tajam. "Wiya, kau menyembunyikan sesuatu dariku bukan? Apa yang terjadi saat aku pergi? Kenapa wajahmu seperti itu?" tanyaku tidak senang.

__ADS_1


Wiya menghela napas. Ini sebenarnya bukan menjadi hal yang perlu disembunyikan. Lagipula nona mudanya akan tahu suatu taat nanti karena hal ini sudah menjadi gosip yang sangat besar di ibukota. Tapi tentu saja gosip itu belum sampai ke kerajaan Kano dengan cepat.


"Sebenarnya..." Wiya mulai bercerita dengan gugup. Awalnya cerita itu normal. Hanya sebuah pertemuan bangsawan dan ayahku harus ikut pertemuan. Pertemuan ini terjadi karena mereka mendengar kerajaan Albion akan mengunjungi Kano. Jadi sebagai kerajaan terdekat, mereka cukup kaget mendengar cerita itu.


Aku juga kaget saat mendengar nya. Aku pernah ke Albion sekali. Itu tempat yang sangat jauh. Kenapa kerajaan jauh itu harus mengunjungi Kano untuk membentuk hubungan kerja sama? Bukankah masih ada kerajaan lain di sekitarnya? itu cukup aneh sebenarnya.


Lalu, Wiya melanjutkan ceritanya. Kekacauan mulai terjadi saat pertemuan itu. Semuanya terjadi karena Duke tiba-tiba membicarakan pertunangan putrinya dan berniat membatalkan nya. Raja yang mendengar nya sangat tidak senang. Jadi kedua pihak itu berkelahi. Wiya tidak tahu kenapa Duke kembali ke mansion utama. Tapi kelihatannya berhubungan dengan perkelahian nya dengan Raja.


Aku mengerjap kaget sekali lagi. Di kehidupan sebelumnya Duke tidak pernah bersikap seperti ini. Walaupun dia tidak menyukai Denis, dia tidak pernah mengusulkan pembatalan pertunangan dengan Raja karena Eva tidak pernah mengatakan ingin membatalkan pertunangan. Aku juga belum mengatakan apapun tentang pembatalan pertunangan itu, tapi tiba-tiba Duke mengusulkan nya. Bukankah ceritanya menyimpang?


Tapi cerita ini sudah menyimpang dari awal. Jadi aku menyerah. Aku bukan nya tidak ingin membatalkan pertunangan. Tapi bukankah berbahaya melakukan hal seperti itu di saat kritis seperti ini? Aku tidak tahu bahwa Duke adalah pria yang berpikiran sempit. Aku akan menghubungi nya nanti dan bertanya alasannya. Tapi tidak sekarang. Mungkin nanti malam.


Mansion dalam keadaan sepi sekarang. Aku mengira bahwa aku bisa mencubit pipi Evan yang lembut itu. Tapi ternyata hanya angan-angan. Aku rindu bayi itu dan tawanya.


Aku rencananya ingin menemui Vivian dan melihat kondisinya, tapi tiba-tiba sebuah ide melintas di dalam pikiranku. Mansion ini sepi sekarang. Bukankah ini saat yang tepat untuk membuat percobaan golemku?


Percobaan itu cukup rahasia. Aku tidak bisa melakukan nya di tempat umum apalagi akademi karena kristal sihir yang diberikan oleh Ren itu sangat berharga.


Aku ingat, saat terakhir kali aku membuat golem. Halaman belakang mansion hancur. Tapi aku yakin hal itu tidak akan terjadi lagi sekarang. Sihir bumiku sudah meningkat pesat. Itu sudah sangat stabil.


Jadi, aku pun mengatur jadwalku untuk dua hari ini. Aku akan fokus membuat golem untuk hari ini. Lalu akan menghubungi Duke nanti malam. Dan menemui Vivian besok.

__ADS_1


Aku pun menyuruh Wiya untuk memberitahu semua orang agar tidak menuju ke halaman belakang mansion untuk sementara waktu. Semuanya untuk jaga-jaga. Aku berkata bahwa aku akan berlatih dan tidak boleh ada kehadiran yang menggangguku. Dalam sekejap halaman belakang itu menjadi sepi. Baiklah, sekarang saatnya membuat golem. Karena aku hanya punya satu kristal berharga, aku harus melakukan nya dengan hati-hati. Aku tidak bisa merusak barang berharga itu sembarangan!


__ADS_2