
BAB 7 DUKE VS JENDRAL BESAR
Cerita sebelumnya:
Ren datang untuk membantu Eva dan yang lainnya, tapi orang-orang dari kerajaan Well menahannya. Dan mereka bertarung satu sama lain. Pihak dari kerajaan Well menggabungkan kekuatan mereka untuk membuat array sihir untuk menghadapi Ren. Tapi mereka tetap kalah.
***
Ren menatap dingin kepada para manusia yang berada di bawah.
"Kalau kalian menghalangi ku lagi. Aku benar-benar akan membunuh" katanya. kilatan membunuh terlintas di matanya. Dia benar-benar serius.
Denis masih ingin melawan, tapi Dean Wason dengan cepat memegang tangannya.
"Yang Mulia..." Dean bergumam sambil menggelengkan kepalanya.
Denis mengernyitkan keningnya. Dia masih tidak mau melepaskan mereka. Tapi dia tidak bisa melawan mahluk itu. Setelah pergumulan yang rumit di pikirannya, akhir nya dia memutuskan untuk menyerah. Dia masih bisa berpikir dengan kepala dingin.
Melihat pihak lain tidak melawan. Ren berkata kepada semua orang "Ayo pergi"
Denis melihat mereka pergi dengan tatapan kesal. Dia mengepalkan tangannya erat-erat. Dia merasa dirinya masih sangat lemah sekarang. Dia harus menjadi lebih kuat dan lebih kuat, agar sesuatu yang dia inginkan bisa dia gapai dengan tangannya sendiri. Walaupun dia tidak tahu bagaimana bisa mengalahkan mahluk yang sudah hidup ribuan tahun lamanya, sementara manusia hanya mempunyai umur yang pendek.
Denis menghela napas dalam-dalam dan menghembuskannya. Pikirannya sudah kembali tenang.
"Bawa Marquis" katanya sambil berbalik. Dia perlu menanyakan beberapa hal kepada pria tua ini. "Dan beberapa orang tolong bereskan aula ini"
Lalu dia melihat langit di kejauhan lagi. Sosok Eva dan yang lainnya sudah menghilang di sana.
"Jangan harap aku akan melepaskan mu saat kita bertemu lagi untuk yang kedua kalinya" gumam Denis dengan perasaan yang rumit.
***
Pertarungan sengit masih terjadi di gerbang ibukota. Pasukan Duke berada dalam posisi yang sulit karena mereka kalah jumlah. Tapi walaupun begitu, pasukan kerajaan menderita lebih banyak korban.
"Menyerahlah" Jendral Besar berkata sambil melihat Duke yang bersusah payah merobohkan prajurit satu demi satu.
Kematian dalam peperangan tidak bisa dihindari. Tapi Duke berusaha untuk tidak membunuh siapapun.
"Kau akan kehabisan mana dan kalah dengan menyedihkan" katanya dingin. Bahkan tidak ada lagi nada hormat di dalam suaranya.
__ADS_1
Dulu, jendral besar merasa sangat kagum dengan sosok Duke yang dijuluki sebagai Dewa perang. Dia mengakui bahwa Duke lebih hebat darinya. Buktinya, dengan jumlah Prajurit yang kalah jauh, pria itu masih bisa berdiri melawannya.
"Aku tidak akan menyerah sampai aku berhasil membawa anak dan istriku pergi dari tempat terkutuk ini" jawab Duke sambil terus mengayunkan pedangnya dan menebas prajurit satu demi satu.
"Wanita itu adalah penyihir gelap. Bagaimana bisa kau mengkhianati tanah airmu sendiri demi wanita seperti itu?" Untuk satu hal ini jendral besar benar-benar tidak mengerti.
Kalau dia berada di posisi Duke, dia akan merelakan istrinya dan memilih untuk melindungi kerajaannya. Lagipula wanita itu adalah mata-mata yang menyusup ke kerajaan. Dia berbahaya! Jendral benar-benar percaya bahwa wanita penyihir itu sudah melakukan sesuatu kepada Duke dan membuat nya menjadi seperti ini.
Duke mengabaikan jendral. Dia terus bertarung dengan gigih. Jendral besar yang diabaikan mengernyitkan keningnya kesal. Lalu dia bergerak maju dan mengeluarkan pedangnya.
"Aku benar-benar ingin melihat apakah kemampuanmu masih sama setelah kau menjadi gila"
Jendral menyerang dengan pedangnya dan Duke langsung menyambutnya.
BOM! Pertarungan dari kedua belah pihak menghasilkan tekanan yang besar. Sehingga orang-orang di sekeliling mereka tidak mampu menahan tekanan itu dan tersingkir. Meninggalkan kedua orang itu berada di pusat pertarungan.
Para prajurit juga berhenti bertarung satu sama lain karena terpana menyaksikan mereka.
"Kau tidak sekuat yang dulu" jendral besar mencemoohnya. Dia terus mengayunkan pedangnya saat melihat Duke tidak melakukan serangan balik.
Jendral menuangkan seluruh mana di tubuhnya untuk memperkuat otot tangannya. Lalu dia menuangkan mana pada pedangnya dan mengarahkannya kepada Duke.
Duke menahan serangan yang di arahkan dari atas kepalanya dengan pedangnya. Dan BOM! Sekali lagi tekanan yang kuat terbentuk. Bahkan kaki Duke juga tenggelam ke dasar tanah karena hal itu.
"Kau yang akan mati" mata Duke bersinar. Dia mulai serius. Pedangnya secara tiba-tiba mengeluarkan cahaya mana berwarna biru.
TRANG! Duke menyerang dan jendral menghalau serangannya dengan mata membelalak kaget.
Serangan itu kuat! Kalau saja dia tidak menggunakan sihir untuk memperkuat otot tubuhnya, tangannya akan patah.
TRANG! TRANG! TRANG!
Duke terus menyerang tanpa henti, menyebabkan jendral mundur ke belakang.
"Kau sama sekali tidak berubah. Masih lemah seperti dulu" Duke berbisik padanya dan melakukan serangan penghabisan.
BOM!
Jendral besar terpental ke belakang. Pedangnya meninggalkan tanda retak kecil. Walaupun begitu, pria tua itu masih berdiri dengan gagah. Tapi tiba-tiba dia muntah darah, karena serangan itu melukai organ tubuhnya.
__ADS_1
Duke tidak bermaksud mengambil nyawa jendral, dia hanya ingin membuat pria tua itu lumpuh. Memotong tangan dan kakinya sama sekali tidak masalah asalkan pria itu hidup.
Tapi bagi seorang jendral, mereka lebih memilih untuk mati daripada harua hidup tapi tidak berguna. Walaupun bukan berarti anggota tubuh yang hilang tidak bisa dipulihkan sama sekali.
Duke menyerang. Dia mengeluarkan teknik favoritnya. Jendral tidak sempat bereaksi dan dia hampir pasrah.
Dia menutup matanya. Dia tahu Duke ingin memotong lengannya. Dia masih bisa menyembuhkan lengannya dengan bantuan penyihir cahaya. Itu yang dia pikirkan.
Tapi serangan Duke gagal. Seseorang tiba-tiba muncul di depan jendral besar dan melindungi nya. Seseorang dengan armor silver mencolok. Gerakannya sangat cepat dan gesit. Duke bahkan tidak menyadari bahwa orang asing itu akan muncul.
"Siapa kau?" tanya Duke. Dia tidak ingat kerajaan memiliki prajurit dengan baju tempur aneh seperti ini.
Orang asing itu menatap Duke dengan tajam. "Kau adalah Duke Well?" Suara orang asing itu terdengar seperti seorang pria muda.
Duke mengernyitkan keningnya. Tidak menjawab.
"Maaf Tuan. Anda siapa?" Jendral juga bertanya dengan sopan. Walaupun dia tidak suka orang asing lainnya di luar kerajaan yang ikut campur hal ini. Dia masih merasa berterima kasi karena pria muda itu sudah menolong nya.
"Aku disini karena keberadaan penyihir gelap" jawabnya. Dia menatap Jendral. "Aku akan membantumu menyingkirkan orang-orang jahat ini. Dan memastikan bahwa kerajaan Well bisa mengadili penyihir jahat itu dengan benar"
Mata Jendral besar berbinar saat mendengar nya. Dia tidak tahu darimana dia datang. Tapi selama pihak lain adalah teman, itu adalah keuntungan untuknya.
Sementara Duke mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
Merasakan aura membunuh itu, pria asing itu mencibir. "Benar-benar jahat. Kau sudah terkontaminasi penyihir jahat itu Duke. Pikiranmu sudah sangat jahat sekarang bahkan auramu terlihat kotor"
Tiba-tiba cahaya muncul dari tubuhnya, menyilaukan mata semua orang. Semua orang terpana.
Penyihir cahaya!
Mereka berseru kaget. Beberapa prajurit dari pihak kerajaan bersorak kegirangan. Sementara prajurit Duke memiliki wajah masam.
"Jangan khawatir. Penyihir cahaya tidak bisa bertarung" Duke berusaha menenangkan pasukannya.
Penyihir cahaya itu, Reinell, tersenyum.
"Serang!" katanya. Lalu sekelompok prajurit dengan armor silver mulai muncul dan mengelilingi pasukan Duke.
"Kami memang tidak pandai bertarung karena kami benci dengan kekerasan. Tapi kalau kami bergabung, bahkan seorang dewa pun dapat kami kalahkan" kata Reinell percaya diri.
__ADS_1