Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Misi Sayn : Rumah Marquis


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn mulai mendekati Reina karena dia ingin mengetahui identitas orang misterius di rumah Marquis.


***


Sudah tiga hari, Sayn menghabiskan waktunya untuk mendekati gadis bernama Reina itu. Walaupun mereka tidak menghabiskan waktu cukup lama dalam sehari. Itu hanya sore hari. Dan mereka hanya menghabiskan waktu di ibukota, menikmati pemandangan dan keramaian.


Sayn juga kadang akan masuk ke dalam toko untuk membelikan Reina hadiah. Membuat pipi gadis itu memerah karena malu. Sehingga Sayn berpikir bahwa pendekatan nya berhasil.


Selama beberapa hari ini, Sayn berpikir Reina bukan gadis yang buruk. Dia tampak seperti gadis polos lainnya. Saat mereka berjalan bersama, Reina akan melakukan kegiatan sosial seperti membantu anak-anak yatim piatu di panti asuhan atau memberi uang kepada para pengemis.


Sayn berpikir, bagaimana bisa gadis baik seperti itu terjebak dalam rumah Marquis yang sangat kotor? Apa marquis memanipulasi pikirannya karena dia sangat naif?


Tapi Reina juga tidak sempurna di matanya. Walau gadis itu polos dan naif. Dia tetap mempunyai kekurangan. Kadang, Sayn bisa melihat ambisi besar di matanya. tapi Reina menyembunyikan ambisi itu dengan cukup baik.


Sayn tidak tahu apakah itu ambisi yang baik atau buruk. Karena Sayn tidak pernah tahu keinginan Reina sebenarnya. Dan dia juga tidak tertarik untuk mencari tahu. Karena dia tidak mau memperdalam hubungannya dengan Reina lebih dari ini.


Di hari keempat, pendekatan nya membuahkan hasil. Reina mulai sedikit terbuka padanya. Jadi Sayn memutuskan untuk bertanya dengan nada malu-malu. "Um...apa aku boleh berkunjung ke rumahmu? Aku ingin memberikan Marquis hadiah. Itu sangat tidak sopan, karena sebentar lagi aku akan kembali ke kerajaan Kano. Setidaknya aku ingin meninggalkan kesan yang baik pada Marquis"


Reina terdiam sebentar, dia sedang berpikir. Tapi akhirnya dia menjawab "Um, aku akan memberitahu mu nanti untuk datang" katanya yakin. Dia perlu konfirmasi ayahnya dulu untuk mengundang tamu walaupun Reina yakin ayahnya pasti setuju. Karena identitas Sayn tidaklah rendah.


Hari itu, mereka menghabiskan waktu bersama lagi. Dan Sayn memberikan nya beberapa hadiah lagi, membuat perasaan Reina sangat bahagia.


Hari kelima, Reina pun menghubungi nya bahwa dia bisa berkunjung untuk makan malam. Mereka akan menyediakan makan malam spesial, jadi Reina mengundang nya.


Tapi sebenarnya ini hanyalah keegoisan Reina. Sebelumnya dia merasa kalah saat tahu Eva mengundang Sayn untuk makan malam di rumahnya. Dia bahkan ditolak mentah-mentah saat ingin ikut. Hal itu merusak harga dirinya.


Jadi Reina tidak mau kalah dan mengadakan makan malam juga untuk mengundang Sayn. Dia tidak akan kalah dari Eva. Dia akan mengatur itu menjadi makan malam terbaik untuk Sayn. Dia akan membuat dirinya lebih baik di mata Sayn daripada gadis egois itu.


Sayn pun tiba di Mansion Marquis saat makan malam tiba. Dia datang dengan kereta mewah yang cukup mencolok, tidak jalan kaki seperti sebelumnya, seperti saat dia menghadiri makan malam di mansion Duke.


Marquis dan para pelayan pun menyambut nya dengan antusias.


"Selamat datang Yang Mulia." pipi gemuk Marquis Zent tertarik ke samping karena dia tersenyum lebar saat melihat Sayn. Pria ini adalah pangeran dari Kano, jadi Marquis melakukan persiapan sebaik mungkin untuk menyambut nya.


"Selamat malam Marquis Zent" Sayn berkata dengan sopan. Hari ini dia memakai pakaian mewah, tidak seperti biasanya. Sehingga membuat aura kebangsawanan nya benar-benar terpancar.


Wajah Reina bahkan memerah malu karena dia merasa terpesona akan aura Sayn. Tapi kemudian dia berhasil menenangkan dirinya.


Pasangan ayah dan anak itu pun menuntun Sayn ke ruang makan. Ruang makan itu dipenuhi dengan makan malam yang sangat mewah.


Sayn bahkan mengerjap kaget saat melihat lusinan daging di atas meja. Mereka hanya bertiga, dan akan ada banyak sekali makanan yang terbuang kalau mereka tidak menghabiskan. Sendok dan piring emas itu juga sangat mencolok. Suasananya benar-benar berbeda saat dia mengunjungi Mansion Duke. Sayn jadi berpikir, berapa banyak uang yang dihabiskan oleh Marquis hanya untuk menyiapkan makan malam mewah seperti ini. Dari sinilah Sayn tahu bahwa Marquis Zent sangat menyukai kemewahan.


"Yang Mulia, saya mendengar bahwa anda akan kembali ke Kano sebentar lagi?" saat makan malam dimulai, Marquis mulai bertanya.

__ADS_1


Sayn mengangguk pelan. "Ya. Aku hanya akan menetap disini selama enam bulan lagi sebelum kembali ke Kerajaan Kano".


Waktu pertukaran pelajar mereka hampir habis. Mereka hanya diberi waktu satu tahun untuk belajar di kerajaan ini. Setelah Satu tahun, mereka akan kembali ke kerajaan Kano.


Dan saat itulah beberapa murid terpilih dari akademi Well akan diberi kesempatan untuk belajar di akademi mereka. Ini adalah pertukaran pelajar yang sangat setara.


Tapi jujur saja, Sayn tidak memiliki kesan apapun di Akademi Kano. Walaupun namanya tercatat di akademi sebagai seorang murid. Dia sama sekali tidak pernah menghadiri kelas. Setidaknya saat di akademi Well, dia pernah menghadiri kelas dengan tubuh aslinya. Meskipun itu hanya satu atau dua kali.


"Kami akan membawa kembali beberapa murid terbaik dari akademi untuk belajar di Kano. Ini adalah hal yang baik. Karena selain bertukar kebudayaan, kedua kerajaan juga bisa menjalin hubungan satu sama lain" Sayn melanjutkan.


Mata Marquis berbinar cerah. Dia menatap Reina dengan penuh pengharapan sebelum kembali menatap Sayn. "Saya benar-benar berharap putriku adalah salah satu dari murid-murid terbaik itu"


"Tentu saja. Reina adalah gadis suci dan dia sangat terkenal. Dia adalah salah satu murid terbaik di kerajaan Well" Sayn memuji, lalu memasukkan sepotong daging kecil dalam mulutnya. Dia makan dengan gaya yang sangat elegan dan pelan sekarang. Sehingga membuat nya cukup frustasi. Tapi dia harus tetap berpura-pura seperti ini agar rencananya berhasil.


Wajah Reina memerah malu saat dia mendengar kan pujian Sayn.


"Terima kasih Yang Mulia" Marquis menerima pujian itu dengan rendah hati.


Marquis Zent menyukai sikap Sayn. Dia mengamati Sayn dari ujung kepala hingga kaki. Penampilan nya sangat luar biasa. Pria ini juga mengeluarkan aura yang menandakan bahwa dia bukan orang biasa. Marquis menyadari itu.


'Tapi sayangnya dia hanya seorang pangeran...' pikir Marquis kecewa. Dibandingkan Denis yang akan menjadi raja di masa depan, Sayn masih kurang kalau dibandingkan. Dia tidak bisa menyeret putrinya untuk orang yang tidak bisa menguntungkan mereka.


Mungkin Marquis Zent akan berubah pikiran kalau Sayn menjadi Putera Mahkota. Dia akan membiarkan Reina dekat dengannya dan menyerah pada Denis. Apalagi kelihatannya Sayn sangat tertarik pada putrinya. Tapi sayangnya posisi Denis lebih unggul. Dia tidak bisa menyerah padanya.


Dia hanya bisa membiarkan Reina dan Sayn berteman baik. Lagipula tidak masalah berteman baik dengan pangeran dari kerajaan tetangga. Mereka akan mendapatkankan koneksi dan dukungan yang kuat untuk itu.


Makan malam itu selesai dengan damai.


"Apa kau menikmati makan malamnya Sayn?" tanya Reina dengan mata penuh pengharapan. Dia sudah tidak memanggil Sayn dengan hormat sekarang karena mereka sudah menajdi teman dekat.


"Ya, aku sangat menikmatinya" jawab Sayn sambil tersenyum seindah mungkin.


"Yang Mulia" Marquis Zent menatap nya dengan senyum politik. "Maukah yang mulia menginap di rumah saya untuk satu malam sebelum kembali? Mungkin kita bisa membicarakan beberapa hal tentang masa depan nanti" Marquis mengumpulkan keberaniannya untuk berkata seperti itu.


Mata Sayn menjadi cerah. Ini lah tujuannya! Awalnya dia ingin membujuk Marquis agar dia bisa menginap. Tapi siapa yang mengira bahwa Marquis akan mengusulkan hal itu sendiri. Dia bisa dengan mudah menyelediki mansion ini kalau hal itu terjadi!


"Dengan senang hati Marquis" Sayn menjawab Sopan.


Marquis pun tersenyum cerah. Perasaannya sangat senang sekarang. Dia juga menatap Reina dengan penuh kasih sayang. Reina lebih berguna dari Vivian. Dia lebih menguntungkan karena menarik banyak orang kuat di pihak nya. Marquis juga tidak akan melupakan pangeran kedua, yang juga tergila-gila pada putrinya. Dia benar-benar putri yang baik.


Marquis pun menyiapkan kamar tamu terbaik untuk Sayn. Kamar itu benar-benar mewah. Saat Sayn masuk, dia hanya bisa menggeleng sedih. Bahkan istananya di Kerajaan Kano lebih seperti gubuk kecil daripada Mansion Marquis.


Sayn jadi bimbang. Apa kekuasaan itu sangat penting? Dia sangat tidak peduli dengan itu karena itulah dia mundur dari kursi tahta. Membiarkan saudara-saudaranya yang bodoh, bertarung satu sama lain.


Tapi setelah kejadian ini, Sayn merasa bahwa kekuasaan itu sangat penting. Terutama untuk menghadapi para bangsawan. Semakin tinggi status maka semakin mudah dia mendapat kan informasi dan kepercayaan.

__ADS_1


"Tapi aku tidak ingin bertarung di lingkaran yang sama dengan babi-babi bodoh itu" Sayn menggerutu sambil merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk. kualitas Kasur ini bahkan lebih baik dari kasurnya.


"Lebih baik aku tidak memikirkan hal itu untuk sekarang ini..." Sayn berusaha kembali pada fokus Utamanya. Dia ingin mencari orang misterius di rumah Marquis. Dia akan menunggu sampai tengah malam untuk menyelinap. Dia tidak akan tidur lagi untuk malam ini.


Tengah malam pun tiba. Sayn mengganti pakaiannya dan dia menyelinap leluasa untuk berkeliling di sekitar mansion. Dia sangat cekatan melakukan nya. Bahkan pengawal patroli yang berlalu lalang tidak merasakan kehadiran nya.


Sayn sudah memeriksa semua mansion. Tapi tidak ada yang mencurigakan. Dia bahkan menyelinap ke kamar Reina dan Marquis. Tapi dia juga tidak menemukan petunjuk apapun. Hanya ada satu tempat yang belum diperiksa. Tempat itu adalah ruang kerja Marquis.


Saat Sayn sampai disana. Dia bisa merasakan kehadiran dua orang di dalam ruangan. Jadi Sayn berusaha mengintip dari langit-langit. Karena saat ini Sayn sedang berada di atas plafon ruangan.


Dua orang itu adalah Marquis Zent dan seseorang tidak dikenal, yang memakai jubah hitam. Mata Sayn berbinar. Dia akhirnya menemukan target.


Sayn pun menggunakan sihir untuk mempertajam telinganya agar dia bisa menguping pembicaraan mereka. Skill Sayn sangat hebat. Bahkan si jubah hitam itu tidak menyadari kehadirannya.


"Kau bilang Duke Court membunuh semua mata-mata yang kita kirimkan?" Marquis mengomel sambil menggertakan gigi nya, marah. "Bukankah kau bilang akan menanganinya sendiri? Tapi ternyata hasilnya cukup buruk" Marquis menyindir si jubah hitam. Sebelumnya, si jubah hitam sangat percaya diri dengan kemampuan nya untuk menekan Duke Court. Tapi sekarang dia berakhir dengan kegagalan.


"Duke Court mendapatkan bantuan dari Menara Sihir" sang jubah hitam menjawab singkat.


Marquis Zent membeku sebelum akhirnya dia memukul meja dengan tinjunya. "Sial! Aku sudah tahu bahwa mereka menjalin hubungan. Tapi siapa yang mengira bahwa Menara Sihir akan terlibat dengan konflik kerajaan? Mereka benar-benar tidak tahu malu!" Marquis terus mengomel.


"Tapi kita juga punya pendukung yang sangat kuat." sang jubah hitam merespon.


"Humph!" Marquis mendengus tidak percaya.


"Bahkan kekuatan itu lebih kuat dari kerajaan kecil seperti ini. Kekuatan yang dapat mempengaruhi dunia karena kehendak dewa. Kami hanya berusaha membantumu agar bisa mengambil alih kerajaan ini sehingga kerja sama antara kita bisa terjalin dengan mudah" sang jubah hitam berbicara dengan nada mengesankan.


Sayn mengernyitkan kening saat mendengar pernyataan si jubah hitam. Pendukung yang kuat? bahkan bisa mengguncang dunia? Hanya ada satu di pikiran nya. Apa itu organisasi penyihir cahaya dari Kota Suci? Kalau mereka tiba-tiba muncul di permukaan, mungkin seluruh dunia akan heboh. Pasalnya, kota suci yang sudah lenyap ratusan tahun yang lalu, tiba-tiba muncul dalam keadaan hidup.


'Tidak mungkin organisasi itu dan si jubah hitam ini saling terkait kan?' Sayn berpikir.


Marquis tidak mempercayai perkataan si jubah hitam. Tapi dia juga tidak ingin menyinggung nya. Walaupun jubah hitam itu berbohong. Dia tetap masih membutuhkan bantuannya. Jadi dia berpura-pura percaya. "Baiklah..."


Marquis Zent tidak bisa menyerah semudah ini. Dia harus mendapatkan kendali tahta. Dia sudah mengabdikan dirinya bertahun-tahun seperti budak di samping raja. Jadi dia harus menerima reward atas keberhasilan nya!


Awalnya dia ingin menggunakan Reina untuk mengambil hati Denis. Tapi dia tidak mendapatkan respon apapun dari Denis. Malah pangeran kedua yang tertarik pada putrinya. Dia tidak bisa menikahkan Reina pada pengeran kedua. Karena itu tidak berguna. Pangeran kedua tidak akan bisa naik tahta. Dia hanya akan menjadi penjabat dengan gelar di masa depan.


Marquis tetap bersikukuh agar Denis dan Reina bisa bersama. Awalnya dia berpikir tidak apa-apa Reina menjadi ratu kedua. Toh, raja saat ini juga memiliki dua istri. Dia bisa membuat Reina melahirkan putra mahkota lebih dulu untuk memenangkan kursi kekuasaan. Tapi Denis selalu memberi bahu dingin pada Reina sehingga dia ragu dengan rencananya.


Ditambah lagi, Kekuatan faksi Court semakin kuat karena nama Duke semakin terkenal. Faksi kerajaan dalam posisi terjepit sekarang karena ketenaran itu. Jadi Marquis ingin menyingkirkan Duke Court secepat mungkin. Kalau Duke tersingkir, maka putrinya akan ikut tersingkir. Dia bisa menyingkirkan dua masalah dalam satu kali jalan. Jadi dia harus memikirkan dengan matang rencananya.


"Baiklah, temui aku lagi kalau kau memiliki rencana yang bagus. Untuk saat ini, aku akan menghabis kan waktuku untuk membentuk koneksi dari luar sebanyak mungkin. Ini kesempatan yang bagus juga karena pangeran Kano ada disini. Aku ingin sedikit menggunakannya dalam rencana kita" kata Marquis.


Sayn tersenyum jelek saat mendengarkan pernyataan nya.


' Ingin memanfaatkan ku? Dalam mimpimu!' dia menggerutu sambil menahan api kemarahan yang berkecamuk di dadanya.

__ADS_1


Sang jubah hitam itu mengangguk mengerti. Setelah mereka saling bertukar salam perpisahan, sang jubah hitam itu pun meninggalkan mansion.


Sayn tidak akan membiarkan kesempatan ini terbuang. Dia mengikuti sang jubah hitam itu keluar mansion dengan hati-hati.


__ADS_2