Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Tamu Tidak Terduga (Robert)


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva dan Vivian tanpa sengaja bertemu dengan Sayn dan Reina di jalanan ibu kota. Eva tidak tahu apa yang mereka lakukan. Bahkan dia sudah hampir putus asa dengan Sayn. Sampai dia mengerti maksud kenapa Sayn mendekati Reina. Semuanya untuk menyelidiki orang misterius di belakang keluarga Marquis. Eva meminta bantuan Sayn lebih dulu.


Vivian juga berhasil menenangkan dirinya. Dia tiba-tiba mengundang Sayn ke rumah untuk ikut makan malam. Sayn menyetujui nya.


***


Aku dan Vivian kembali ke mansion. Sekarang masih pagi. Kami bermaksud untuk memasak makan malam. Jadi, aku ingin menggunakan waktu ini untuk bersantai bersama Vivian.


"Eva, ada tamu yang datang mencarimu~" Diana Tiba-tiba memberitahu ku saat kami kembali. Aku menyuruh Vivian untuk pergi ke taman belakang lebih dulu karena aku akan menyusul nanti.


Tamu? Siapa?


Diana bahkan menyuruh ku untuk pergi ke ruangan Duke. Ini tamuku atau tamu Duke?


Saat aku sampai ke ruangan kerja Duke, dua orang familiar sedang berdiskusi di sana. Mereka adalah Robert dan Duke.


Anehnya saat aku tiba, Robert dengan cepat menyembunyikan sesuatu yang sebelumnya ditujukan pada Duke. Apa itu? Seakan-akan dia menyembunyikannya agar aku tidak melihat nya.


"Halo" Robert mengangkat tangannya dengan senyum canggung.


Aku menatap mereka berdua dengan mata curiga. Mereka pasti menyembunyikan sesuatu dariku bukan? Siapa yang mengira bahwa Duke dan Robert akan saling berbagi rahasia seperti itu? Aku juga ingin tahu!


"Apa yang kau sembunyikan?" tanyaku tajam sambil melipat kedua tanganku di dada.


"Tidak ada" tiba-tiba kedua orang itu, Duke dan Robert, menjawab secara serentak. Hal itu membuat ku semakin curiga. Kenapa mereka bersikap seperti ini?


Duke dan Robert pun saling bertatapan satu sama lain dengan ekspresi terkejut. Tidak menduga bahwa mereka akan berbicara bersamaan seperti itu.


"Lama tidak bertemu Eva~" Robert langsung mengalihkan topiknya.


Aku merenggut tidak senang. "Jangan mengalihkan topiknya. Apa yang kalian sembunyikan?"


"Ini urusan orang dewasa" Duke langsung membuka mulutnya. Dia sangat percaya diri dengan pernyataan nya.


Aku menatap mereka tak percaya. Orang dewasa? Hei! Aku bahkan lebih dewasa darimu Duke! Aku ingin berteriak seperti itu, tapi tentu saja aku tidak bisa.

__ADS_1


Duke terbatuk pelan sambil berkata "Bukankah tidak sopan tidak menyambut kedatangan guru mu?"


"Selamat datang, masta~" kataku manis. Tapi wajahku tetap cemberut sambil melototi mereka.


Robert sering menghilang akhir-akhir ini. Setelah pertandingan sihir selesai, dia benar-benar menghilang cukup lama. Bahkan aku tidak melihat nya di ujian pertandingan akademi. Kemana pria ini pergi lagi?


"Robert, kau pergi kemana selama ini?" aku bertanya terang-terangan.


Duke mengerjap kaget. Dia tidak menyangka bahwa putrinya akan memanggil gurunya dengan namanya seperti itu. Dia berpikir itu tidak sopan. Tapi dia tidak mengatakan protes apapun.


Tapi Eva melakukan nya setelah dia mendapat kan persetujuan langsung dari Robert. Jadi dia sama sekali tidak merasa canggung walaupun memanggil nya dengan nama.


"Misi" jawab Robert singkat.


"Baiklah." kataku pasrah. Dia jelas-jelas tidak mau memberitahu ku. "Selamat datang. Aku senang kau kembali dengan selamat"


Robert tersenyum senang "Terima Kasih".


Aku benar-benar senang Robert bisa kembali dengan selamat. Siapa tahu misi itu cukup berbahaya dan mengancam nyawa. Walaupun aku tidak tahu misi seperti apa yang dia lakukan kali ini.


"Aku menyuruh Robert untuk makan malam bersama kita nanti" kata Duke kemudian.


"Aku memanggilmu karena aku ingin membicarakan sesuatu" kata Robert serius.


Aku menaikkan alisku. "Apa?"


Robert menarikku keluar ruangan. Kami berada di tengah ruang tamu. Tapi tenang saja, tidak ada keberadaan siapapun di ruang tamu. Sehingga suasana cukup sunyi dan sangat mudah untuk berbicara.


"Aku mendapat kan laporan dari akademi. Apa yang terjadi?"


Pertanyaan Robert membuat tubuhku langsung menegang. Mungkin maksudnya kejadian saat ujian pertandingan bukan? Apa dia ingin menyalahkan ku juga karena melukai karena melukai orang itu?


Melihat Eva tidak menjawab nya dan hanya membisu sambil menundukkan kepalanya, Robert langsung berkata "Aku mempercayai mu. Ceritakan semuanya" katanya lirih.


Aku mengangkat kepalaku dan menatap Robert dengan mata sedikit berbinar. Dia tidak akan menyalahkanku bukan? Aku pun membuka mulutku dan menceritakan semuanya secara perlahan.


Robert tidak menyela saat Eva bercerita. Dia hanya diam dan mendengarkan sampai Eva menceritakan ceritanya.

__ADS_1


Aku tidak akan berpura-pura baik untuk menjadi pihak yang tertindas disini. Walaupun lawan menyumpahiku dan seluruh keluargaku, jujur saja aku tetap bersalah karena tidak bisa menahan emosiku.


"Seperti itu..." kataku lirih. Aku mengakhiri cerita ku.


Aku melihat Robert dengan takut-takut. Tapi pria itu tidak memberikan reaksi apapun sampai ceritaku selesai. Dia tidak marah bukan?


Robert mengangkat tangannya dan tiba-tiba mengusap rambut Eva dengan cepat. Membuat rambut panjang gadis itu menjadi tidak beraturan.


"Kerja bagus" jawab Robert kemudian.


"Eh?" aku menatap Robert bingung sambil memegangi rambutku yang berantakan.


"Kau tidak membunuh nya. Itu kerja bagus. Kalau aku jadi kau, orang itu tidak akan hidup" kata Robert kemudian.


Aku melonggo tak percaya saat mendengar responnya. Dia tidak menyalahkan ku? Apa Ini mimpi? Tapi, Robert memang tidak pernah berburuk sangka padaku sejak aku masih kecil. Hanya aku saja yang terlalu over thinking tentang sikapnya karena dia adalah salah satu tokoh utama.


"Aku tidak bermaksud untuk bersikap jahat. Semua orang membenciku" kataku lirih.


"Aku tidak bisa mengerti mengapa itu jahat?" Robert balik bertanya.


"?"


"Seseorang menghinamu. Sudah sewajarnya kalau kau marah. Apalagi kalau mereka mempunyai niat untuk membunuhmu, maka sebaiknya orang itu tidak dibiarkan hidup" lanjut Robert.


Tanggapannya sangat mulus, tidak seperti yang kuduga. Aku mengira Robert akan menyalahkanku. Ternyata dugaanku benar-benar salah. Entah kenapa aku merasa sangat lega sekaligus senang saat mendengar tanggapan nya.


"Terima kasih Robert..."


Robert tersentak sebentar sebelum akhirnya tersenyum. "Tidak masalah"


Dua orang itu terus melanjutkan percakapan mereka. Bermula dari Robert yang menanyakan aktivitas Eva di akademi. Kemudian Eva yang menjelaskan bahwa dia bisa lulus ujian dengan baik bahkan bisa merebut kursi nomor lima peringkat umum seratus besar. Robert yang mendengar nya memujinya dengan halus karena kerja kerasnya.


"Jadi? Apa yang kau lakukan selama ini? Apa tugas dari Menara Sihir lagi?" aku mulai bertanya kenapa dia menghilang akhir-akhir ini.


"Bukankah temanmu sudah menunggu lama? Aku akan menemui Duke lagi dan menunggu sampai makan malam" dalam sekejap Robert mengalihkan topiknya lagi.


Aku mengernyit bingung.

__ADS_1


"Sampai jumpa" Robert tidak peduli dengan wajah bingung Eva. Lebih tepatnya dia berpura-pura tidak tahu. Dalam sekejap dia langsung menghilang dan meninggalkan Eva di belakang.


Robert pasti menyembunyikan sesuatu dariku. Sikapnya terang-terangan sekali! Sebenarnya apa yang dia sembunyikan? Kenapa dia menyembunyikan banyak hal? Apa misinya serahasia itu? Lalu apa yang dia lakukan dengan Duke sehingga dia harus menyembunyikan nya dariku juga?


__ADS_2