
Cerita sebelumnya:
Ujian kelulusan dari akademi Kano akan dilaksanakan dan pertukaran pelajar hanya tinggal dua bulan lagi sebelum Eva dan yang lainnya kembali ke kerajaan Kano. Sementara di sisi lain, Marquis Zent memberitahu Raja Well tentang informasi yang di dapatnya. Bahwa istri Duke Court kemungkinan adalah seorang penyihir gelap. Jadi mereka berencana mengepung kediaman Duke dan memeriksa kebenarannya.
***
Ruangan kelas sangat ricuh. Semua murid sibuk membentuk kelompok sendiri untuk belajar bersama. Termasuk Eva dan tiga orang lainnya. Sudah dua hari dia belajar bersama orang-orang ini. Jujur saja dia merasa lebih baik belajar sendiri. Pasalnya, situasi mereka sangat canggung sehingga membuat Eva merasa tidak nyaman.
Situasinya benar-benar tidak seperti sekelompok anak yang belajar kelompok. Berta dengan bersemangat mengajarkan apa yang dia tahu kepada pangeran Erick. Sementara pangeran ErickĀ hanya mengangguk mengerti,
tapi dia sama sekali tidak pernah memperhatikan Berta. Dia sibuk melihat Eva dan Sayn secara bergantian sambil tersenyum kecil penuh arti. Sayn di sisi lain sibuk melamun sambil memperhatikan Eva dan mengabaikan pangeran Erick sepenuhnya. Dan Eva sibuk membaca buku di depan matanya. Dia berpura-pura tidak melihat situasi di depannya.
Tapi tiba-tiba sang guru masuk. Semua murid terdiam dan suasana ricuh menghilang, menjadi hening dalam sejenak. Sang guru bertingkah sangat mencurigakan, membuat semua orang mengernyitkan kening mereka karena bingung. Pasalnya sekarang adalah jam kosong untuk belajar sendiri. Jadi mereka benar-benar tidak bisa menebak kedatangan sang guru yang tiba-tiba ini.
Sang guru menatap mereka semua dan berkata "Hari ini kita kedatangan tamu berpengalaman dan dia akan memberikan beberapa tips selama pertarungan kepada kalian"
Semua murid menatap sang guru dengan mata penasaran. Lalu sesosok pria melangkah masuk ke dalam kelas. Dan mata semua orang terbelalak kaget.
Itu adalah Denis! Putra mahkota dari Kerajaan Well!
Tentu saja semua murid dari kerajaan Well mengenalinya dan bangsawan dari kerajaan Kano juga mengenal Denis.
Denis masuk dengan elegan dan tersenyum. Walaupun dia terlihat tersenyum kepada semua orang, tetapi matanya tertuju pada satu orang di sudut kelas. Itu adalah Eva dan hanya Sayn yang menyadari nya sehingga Sayn mengeluarkan aura membunuh tanpa sadar selama sedetik.
Bagi pangeran Erick, ini pertama kalinya dia melihat Denis. Lagipula dia belum pernah mengunjungi kerajaan Well. Tapi dia mendengar bahwa Kerajaan Well memiliki sistem yang lebih baik dari Kerajaan Kano walaupun sistem penguasanya sangat lemah.
Pangeran Erick menaikkan alisnya, penasaran. Lalu dia sedikit kaget saat merasakan aura membunuh Sayn, walaupun hanya sekejap dia menyadarinya. Lalu dia menatap Denis dan sadar bahwa pria itu menatap Eva. Dan dalam sekejap pangeran Erick tahu situasinya. Mau tidak mau dia tersenyum geli. Melihat kisah cinta segitiga diantara bangsawan ini benar-benar membuat hatinya tergelitik.
__ADS_1
Denis memperkenalkan dirinya. Walaupun semua orang mengenalnya, dia tetap harus melakukan hal itu demi etiket kesopanan. Setelah itu sang guru pergi, meninggalkan kelas dalam keadaan hening.
Melihat situasi yang tiba-tiba hening, Denis menggaruk kepalanya canggung. "Aku berkunjung ke tempat ini untuk menyapa murid-murid dari Kerajaan Well dan berterima kasih kepada Raja Kano karena merawat mereka dengan baik"
Denis tersenyum. Dia berbohong. Dia berkunjung ke kerajaan Kano, hanya karena ingin mengunjungi Eva. Tapi sang Raja menyuruhnya untuk mengajari beberapa hal kepada para murid di akademi. Dan juga kesempatan itu bisa digunakan untuk bertemu dengan tunangannya.
Denis pun mulai menyatakan tujuannya kemari dan dia mulai memberikan beberapa tips bertahan hidup kepada para bangsawan itu saat mereka berada di dunia luar. Semua orang mendengarkannya dengan serius.
Setelah Denis selesai, tiba-tiba dia mendengar suara tepuk tangan. Dan seorang pria tiba-tiba maju kehadapan nya dan memperkenalkan dirinya.
"Penjelasan yang sangat bagus, Yang Mulia. Saya Erick. Ini pertemuan pertama kita, senang bertemu denganmu" Pangeran Erick berkata sambil mengeluarkan senyum playboynya.
Pangeran Erick adalah salah satu mahluk yang sangat aneh. Dia suka mengeluarkan senyum dan tatapan menggoda nya kepada para pria bukan wanita. Eva bahkan mengira bahwa pangeran itu adalah seorang Gay. Walaupun tidak ada yang tahu tentang kebenaran orientasi seksualnya.
Pangeran Erick memperkenalkan dirinya. Denis sedikit terkejut saat tahu identitas nya. Ini juga pertama kalinya dia bertemu dengan putra mahkota dari kerajaan yang sangat jauh. Denis belum pernah mengunjungi wilayah kerajaan itu karena letaknya sangat jauh.
"Kalau tidak keberatan. Boleh latih tanding?" Pangeran Erick membuang kesopanan nya dna meminta latih tanding dengan Denis. Dia penasaran dengan kekuatan pria yang lumayan terkenal itu.
Sebelum memulai, mereka membungkuk satu sama lain sebagai salam. Lalu Denis mulai berkata "Silahkan, mulai duluan, Yang Mulia"
Mulut pangeran Erick berkedut. Dia merasa lawannya meremehkannya, sehingga dia merasa sedikit kesal.
Denis dan Erick adalah tipe petarung yang sama. Keduanya adalah pendekar sihir. Jadi mereka menggunakan pedang dan juga sihir.
Pangeran Erick mengeluarkan pedangnya. "Jangan lengah" katanya. Lalu dia mengerahkan kekuatan nya untuk menyerang.
Gerakannya begitu cepat. Bahkan Denis juga terkejut. Dia terlalu meremehkan lawannya. Tapi Denis juga mengeluarkan pedang nya dengan cepat dan "Tang!" kedua pedang saling bertubrukan.
__ADS_1
"Tang! Tang! Tang!" suara pedang menderu di seluruh arena. Dan kedua sosok itu bergerak dengan cepat. Bahkan beberapa orang dengan kemampuan lemah, sama sekali tidak bisa melihat gerakan mereka. Gerakan mereka tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
"Wow, mereka hebat" Eva bergumam.
Sayn mendengar nya dan dia menjawab dengan nada masam "Sangat biasa. Aku bahkan bisa melakukan lebih dari itu"
Eva hanya tersenyum dan tidak merespon.
Pedang mereka berbenturan selama terus menerus. Belum ada dari kedua pihak yang benar-benar serius untuk mengeluarkan kemampuan mereka. Mereka hanya mengetes fisik dan kecepatan mereka. Tidak menggunakan sihir mematikan atau apapun karena ini hanya latih tanding, bukan pertarungan serius.
Sampai akhirnya, Pangeran Erick lengah dan pedang Denis hampir menusuk lehernya. Tapi Denis berhenti.
Pangeran Erick tersenyum cengengesan. "Aku kalah". Lalu dia memasukkan kembali pedangnya.
Pangeran Erick mengakui, bahwa secara fisik Denis lebih unggul darinya. Tapi dia tidak kehilangan semangat walaupun mengakui kekalahannya. Lagipula dia juga punya kekuatan rahasia yang tidak bisa ditunjukkan nya kepada orang lain. Dengan kekuatan itu, dia yakin bahwa dia bisa mengalahkan Denis walaupun mereka harus bertarung dengan serius.
Semua orang besorak saat latih tanding itu selesai. Bagi mereka itu adalah atraksi yang sangat menakjubkan. Seperti melihat dua orang pria tampan yang menunjukkan kegagahan mereka masing-masing. Dan kepopuleran pangeran Erick diantara para wanita semakin meningkat sekarang.
Denis turun dari arena dan ingin menemui Eva. Tapi tiba-tiba sosok pendek menghalangi jalannya.
"Yang mulia..."
Denis mengenali suara mencicit itu. Itu adalah Reina. Dia bersikap tidak peduli dan mengabaikannya.
Tapi Reina berkata dengan cepat. "Yang Mulia, aku ingin mengatakan sesuatu padamu!"
"Aku sibuk sekarang" respon Denis acuh tak acuh.
__ADS_1
"Ini informasi penting!" Reina bersikeras. "Tentang penyihir gelap yang menyusup di kerajaan..."
Denis berhenti dan dia menoleh sambil mengernyitkan kening nya. "Apa?"