Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Ujian Kenaikan Tingkat Akademi


__ADS_3

cerita sebelumnya:


Eva kembali ke asrama lebih awal untuk bertemu dengan Vivian. Eva memberinya hadiah pertemanan yang bisa meningkatkan keamanannya. Setelah itu Eva menghadiri akademi. Dia bertemu dengan Lilac dan memberikan pedang api untuknya.


***


Selama di akademi, aku tidak melihat Sayn. Boneka sihir milik nya menggantikannya untuk bersekolah. Mungkin orang itu sibuk menjalankan misi baru.


Aku juga tidak melihat Denis. Aku mendengar orang itu sibuk berlatih sehingga tidak bisa mengunjungi akademi. Lagipula sebagai siswa yang sudah lulus, dia tidak perlu lagi ke akademi karena masa belajarnya sudah habis.


Sementara Reina, gadis itu terus menghindariku. Mungkin semenjak kejadian di Pertandingan Sihir dia menjadi waspada denganku. Ini bukan Reina yang kukenal. Aku kira dia akan mencari masalah denganku seperti biasanya. Dia sama sekali bukan gadis polos lagi seiring berjalannya waktu.


Dan untuk Robert, dia tidak benar-benar menghilang. Dia selalu ada di jam mengajar. Tapi dia tidak pernah mengunjungi ku lagi. Biasanya orang itu akan menyelinap ke kamarku atau berbincang dengan ayahku. Aku tidak tahu apa yang dilakukannya sekarang. Aku merasa sedikit kesepian.


Oleh karena itu, aku menghabiskan waktuku di akademi dengan sangat damai. Belajar dan bermain bersama Vivian dan Lilac. Tanpa terasa tiga bulan pun berlalu.


Setelah masa tenang selama berbulan-bulan, akhirnya badai pun dimulai, yaitu ujian kenaikan tingkat. Ujian ini akan diadakan bulan depan.


Gara-gara ujian, semua anak di akademi ini mengunci diri mereka di kamar, untuk berlatih, dan mengurangi waktu bermain mereka. Ujian kenaikan tingkat adalah masa-masa krusial bagi anak baru di akademi kami.


Ujian kenaikan tingkat di akademi diadakan sebanyak satu kali setiap tahunnya. Murid baru akan naik ke tingkat 2. Lalu murid tingkat 2 akan naik ke tingkat 3. Sementara murid tingkat 3 akan menghadapi ujian kelulusan.


Setiap ujian kenaikan tingkat diadakan, maka sistem peringkat juga berubah drastis. Sistem peringkat di akademi kerajaan sangatlah unik. mereka hanya menerapkan peringkat umum dari 1-100 untuk seluruh kelas 1,2 dan 3. Oleh karena itu tidak heran kalau ada murid tingkat 2 yang memiliki peringkat lebih tinggi dari murid tingkat 3.


Tapi ada peraturan khusus untuk anak tingkat 1 atau murid baru. Mereka akan bertanding antar sesama murid tingkat 1 terlebih dahulu sampai terbentuk 10 besar terbaik. Sepuluh orang murid baru ini dapat menantang senior mereka dari peringkat 1-100. Kalau mereka menang, mereka akan menggantikan posisi senior itu. Kalau mereka kalah, mereka akan tidak akan naik tingkat dan mendapatkan pengurangan poin. Sistem ini sangat berisiko tapi juga menguntungkan. Karena itulah banyak murid baru yang tidak arogan untuk menantang senior dengan peringkat 50an ke atas, karena mereka tahu mereka akan kalah dan mengalami kerugian.


Sejujurnya aku sama sekali tidak mengingat ujian ini di kehidupan sebelumnya. Seakan-akan ujian kenaikan tingkat hanyalah angin lalu, aku sama sekali tidak memikirkan nya. Aku juga tidak pernah mengikuti ujian, tapi tetap bisa lulus. Semuanya karena koneksi dari ayahku. Hal ini lah yang menyebabkan nama ayahku semakin buruk hingga akhirnya semua orang berbalik melawan kami.


Tapi aku yang sekarang sangat berbeda. Aku sangat penasaran dengan ujian kenaikan tingkat ini. Bahkan sedikit antusias akan hal itu.

__ADS_1


"Aku harus lulus" aku bisa merasakan semangat Vivian dari tempat ini.


"Tapi kukira masuk ke sepuluh besar akan sulit. Ditambah lagi kita juga mempunyai murid dari kerajaan lain" kataku.


"Aku sama sekali tidak mengincar peringat sepuluh besar. Aku juga tidak tertarik dengan 100 peringkat umum itu. Aku hanya ingin lulus" Vivian benar. Kita bisa naik ke tingkat 2 tanpa gelar peringkat apa pun. Ada banyak sekali orang seperti itu di tempat ini untuk bertahan hidup.


"Ngomong-ngomong, Yang Mulia Denis selalu menduduki peringkat 1 umum selama tiga tahun berturut-turut. Bukankah itu hebat?" kata Vivian antusias. "Dia adalah satu-satunya yang berhasil mengalahkan senior saat dia menjadi murid baru. Dan dia mengukir keajaiban itu untuk yang pertama kalinya di akademi ini. Aku sangat iri kau bisa bertunangan dengannya"


"Oh" aku merespon dengan sadar. Tentu saja dia bisa melakukannya, dia adalah salah satu tokoh utama. Kalau saja dia tidak lulus lebih dulu, kemungkinan besar dia bisa bertanding dengan Sayn. Aku benar-benar penasaran kalau mereka bertanding, siapa yang akan menang. Maksudku Pertandingan pribadi bukan perang seperti di masa lalu.


Semua anak pun mempersiapkan diri untuk ujian. Aku juga melakukannya. Aku tidak pernah bermalas-malasan untuk latihan.


Satu bulan berlalu dan akhirnya kami pun menghadapi ujian.


Ujian pertama adalah ujian tertulis. Semua orang harus lulus di tahap ini. Kalau mereka gagal, mereka tidak akan bisa lanjut di tahap selanjutnya.


Tahap kedua adalah pertandingan. Ada dua kategori pertandingan yaitu pertarungan dan pertahanan. Poin dari kedua Pertandingan itu akan diakumulasikan. Sepuluh besar terbaik akan mendapatkan kesempatan istimewa untuk menantang 100 peringkat umum.


Aku tidak begitu percaya diri bisa mendapatkan tempat pertama di ujian tertulis. Walaupun aku tidak terlalu bodoh. Pemahamanku sedikit aneh. Aku tidak bisa menghapal teori di setiap buku. Aku selalu mengubah teori-teori sihir menggunakan ideku sehingga tidak sesuai dengan buku. Mungkin jawabanku tidak akan sempurna seperti buku teks di ujian kali ini. Tapi aku yakin masih bisa lulus. Tapi aku sangat percaya diri di ujian pertandingan, aku tidak akan kalah.


Ujian tertulis pun dimulai. Jujur saja pertanyaan-pertanyaan yang diujikan tidak sulit sama sekali. Tapi aku bingung memikirkan jawaban yang sesuai dengan teori sebenarnya karena aku sudah mengubah terlalu banyak konsep.


Aku tetap menulis apa yang kupikirkan. Walaupun konsepnya sedikit berbeda, dasarnya tetap sama. Jadi kukira aku akan baik-baik saja.


"Aku bisa gila! Ini benar-benar neraka penyiksaan! Kenapa kita harus belajar teori-teori membosankan itu padahal kita petarung. Teori-teori itu sama sekali tidak berguna!" Lilac melepaskan frustasi nya saat ujian selesai. Setelah itu dia menggunakan sihir terbangnya dan berteriak kencang di udara untuk melepaskan kegilaannya.


Lilac adalah tipe orang yang lebih suka menggunakan ototnya daripada otaknya. Karena itulah ayahnya mengurung nya untuk menyalin beberapa buku teori selama sebulan. Menyebabkannya menjadi sangat frustasi.


"Tenanglah, kau pasti lulus~" kataku santai. Walaupun Lilac tipe otak otot, dia sama sekali tidak pernah gagal ujian tertulis.

__ADS_1


Bahkan si bodoh Eva (yang dulu) juga tidak pernah gagal ujian tertulis. Dia hanya gagal di ujian pertandingan karena tidak mengikuti nya dengan alasan dapat merusak gaun dan perhiasannya yang berharga.


"Bagaimana denganmu Vivian?" aku bertanya. Akhir-akhir ini aku selalu bergaul dengan dua orang ini. Dan tanpa sadar kami bertiga menjadi lebih dekat. Bahkan Lilac semakin terpisah dengan saudara kembarnya karena pria itu selalu mengekor di belakang Reina.


"Um...itu sulit. Tapi aku bisa mengerjakannya" jawab Vivian yakin.


"Kita pasti lulus hahahaha. Aku yakin"


***


Para guru saat ini sudah selesai mengoreksi hasil ujian para murid. Mereka cukup puas karena semua murid tingkat 1 berhasil lulus ujian tertulis.


"Seperti nya ada banyak bibit unggul di generasi sekarang" kata seorang guru sambil menunjukkan beberapa lembar hasil ujian milik para murid dengan nilai tinggi.


"Kau benar. Ada jarak yang besar antara generasi sebelumnya dengan generasi putra mahkota. Tapi sekarang kita mendapatkan banyak sekali bibit unggul. Bahkan kita mendapatkan seseorang dengan skor sempurna" kata yang lainnya sambil menunjukkan hasil ujian Reina.


"Dia benar-benar mendapatkan nilai sempurna. Apa dia buku teks berjalan?"


"Benar-benar hebat. Anak itu sangat terkenal di kalangan para murid baru karena sihir cahayanya"


Para guru itu sibuk bergosip tentang para murid dan memuji mereka.


Ada satu orang guru yang tidak bergabung dalam kelompok itu. Dia adalah guru Wilson. Saat ini dia sedang duduk di kursinya sambil menatap lembar jawaban salah satu murid dalam keadaan hening.


"..."


Wilson menompang dagunya dengan salah satu tangannya.


"Eva Van Court....Manusia yang menarik" katanya sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


Tanpa Eva sadari dia menarik perhatian sang tokoh utama keempat yang misterius, elf gelap yang berumur ribuan tahun, hanya dengan coretan kecilnya. Bahkan di dalam novel aslinya, Reina tidak bisa menaklukan pria itu karena dia merupakan karakter utama tersembunyi.


__ADS_2