Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Kerajaan Kano: Istana Sayn


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Robert dipanggil raja Kano karena sang raja ingin membicarakan identitas organisasi pembunuh yang berkunjung ke Menara Sihir. Tentu saja Robert tidak menjawab pertanyaan raja sehingga raja merasa kecewa dan cukup marah. Walaupun begitu sang raja tetap membiarkan Robert pergi. Dia hanya ingin menemukan organisasi pembunuh itu secepat mungkin.


Sementara Eva sudah membuat persiapan untuk menyelinap. Saat semua murid sudah meninggalkan penginapan, dia mulai menggunakan sihirnya dan pergi keluar. Dia berhasil menemukan istana tertinggal milik Sayn yang seperti rumah hantu. Dan dia juga menemukan pemiliknya, pangeran ketiga belas Sayn...


***


Syuu! Dalam sekejap aku berpindah ke tempat asing. Sayn tidak memberi aba-aba saat memindahkanku sehingga aku sedikit kaget.


Aku memperhatikan sekeliling ruangan. Ruangan ini tidak buruk. Aku mengira ini ruang tamu karena ada banyak meja dan kursi lalu perabotan yang menghiasi sekeliling ruangan. Masih bisa dianggap istana, tempat ini tidak buruk. Apalagi ruang tamu ini terlihat sangat bersih.


"Duduklah..." Sayn melepaskan pegangannya dan meletakkanku di atas sofa.


Lalu seorang pelayan tua datang dengan sigap. Dia awalnya mengira bahwa tuannya sudah datang sehingga dia bersiap untuk menyiapkan peralatan mandi dan makanan. Tapi siapa yang menduganya, bahwa tuan muda datang dengan seorang gadis asing! Tuan muda bahkan memeluknya dan menggendongnya untuk duduk di kursi. Ini benar-benar mengejutkannya. Dia belum pernah melihat tuan mudanya bersikap seperti itu pada orang lain.


Walaupun pelayan tua itu terkejut, dia dengan cepat mengatur emosinya dan menunduk hormat. "Selamat datang tuan muda dan nona". Lalu dia mulai bertanya dengan nada ramah "ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong siapkan beberapa cemilan dan teh" titah Sayn.


Pelayan tua itu mengangguk sigap dan menghilang dengan cepat.


"Baiklah, kau ingin menanyakan apa gadis kecilku?" tanya Sayn kemudian dengan nada genit.


"Siapa bocah yang kulihat di istana?" kataku tanpa basa-basi. Aku ingin menanyakan nya langsung agar tidak membuang-buang waktu.


Sayn tersenyum penuh misteri. Dia tiba-tiba melambaikan tangannya dan membuka ruang dimensi. Lalu dia mengeluarkan sebuah boneka kayu kecil. Lalu dia mengucapkan mantra sihir aneh yang tidak kumengerti dan BOM! Sebuah cahaya yang menyilaukan keluar dari boneka kayu itu. Karena penglihatanku terhalang, aku tidak melihat apa yang terjadi saat memejamkan mata. Tapi saat mataku terbuka, aku melihat bocah itu! Bocah pendek dan kurus yang kulihat di istana. Bocah yang memperkenalkan dirinya sebagai pangeran ketiga belas.


"U..uwaa...jadi itu boneka...?" kataku dengan nada tidak percaya.Sayn merespon dengan anggukan. Aku benar\=benar kaget tahu. Boneka ini benar-benar seperti manusia nyata. Aku bahkan menyentuhnya dan dia terasa seperti manusia"Ini benar-benar hebat!! Sihir apa yang kau gunakan?" tanyaku antusias.


"Sihir kuno...Aku menemukan sihir dan medium yang bisa digunakan untuk penyamaran. Leebih tepatnya itu satu paket lengkap. Mantra sihir dan boneka kayu ini."


"Ah...sihir kuno ternyata...Pantas saja hal menakjubkan seperti ini bisa terjadi. Jadi kau mengendalikan boneka ini dari jauh?"


Sayn mengangguk. "Aku menanamkan manaku padanya. Jadi aku bisa melacak bonekanya danĀ  bisa melihat apa yang dilihat boneka ini. Kami saling beragi pandangan"

__ADS_1


Ah! Ini mengejutkanku! Jadi boneka kayu ini adalah "pupet". Aku belum pernah menemukan seseorang yang menggunakan pupet karena mereka sangat langka. Ada beberapa penyihir gelap yang menggunakan pupet untuk mengirim kutukan. Tapi sihir pupet milik Sayn ini benar-benar langka.


"Kenapa kau menggunakan boneka ini?" tanyaku bingung. "Apa keluarga mu tidak akan curiga?"


"Heh" degus Sayn dengan nada meremehkan. "Mereka sama sekali tidak mengenaliku. Walaupun penampilan ku berbeda, mereka tidak akan memperhatikan nya" katanya tidak senang. "Lagipula aku tidak terlalu suka hadir dalam acara istana yang tidak berguna"


"..." aku tak bisa berkata-kata. Aku sudah tahu bahwa Sayn adalah pangeran yang terlantar, tapi ada perbedaan sensasi saat melihat dengan mata sendiri. Ini tampak lebih menyedihkan.


"Ada apa dengan ekspresimu?" kata Sayn tidak senang. "Jangan membuat ekspresi seperti itu. Aku tidak ingin dikasihani. Lagipula aku tidak peduli..."


Tanpa menunggu aba-aba, tubuhku bergerak sendiri. Lalu aku berdiri dan memeluk pria di depanku. Aku tidak tahu kenapa aku melakukan ini. Karena rasa simpati?


Saat Eva memeluknya dengan tiba-tiba, tubuh Sayn langsung menegang. Dia tidak menduga akan mendapat perlakuan seperti ini dari gadis kecil di depannya.


"Sudah kubilang aku tidak perlu rasa kasihan!" kata Sayn kesal dengan wajah memerah. Dia benar-benar merasa bahwa harga dirinya sudah jatuh saat gadis itu mengasihaninya.


"Lagipula bersikap menyedihkan itu tidak buruk. Kenapa kau terlalu gengsi?" jawabku.


"Tapi bagaimana dengan pertukaran pelajar? Apa kau ingin menggunakan boneka untuk menghadiri akademi?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Tidak. Aku akan datang sendiri" jawab Sayn langsung.


Tring! Aku mendengar suara gelas bergema tiba-tiba. Aku menoleh dan melihat pelayan tua itu berdiri mematung dengan nampan di tangannya. Matanya melonggo dan pupilnya bergetar. Kelihatannya dia sangat syok.


"Maaf..." pelayan tua itu dengan cepat meminta maaf dan menghampiri kami. Dia meletakkan gelas teh dan cemilan itu di depan kami. "Saya permisi tuan" dia langsung berbalik dengan cepat. Dalam sekejap sosok nya langsung menghilang.


Pelayan tua itu benar-benar syok. Dia sudah cukup kaget saat tuan muda membawa seorang gadis. Tapi dia menjadi lebih kaget saat menyaksikan pemandangan di depannya. Dia melihat tuan muda dan gadis kecil itu berpelukan! Bahkan dia mendengar kata-kata gombal dari bibir gadis itu untuk tuan mudanya. Ini membuktikan bahwa mereka berdua sangat dekat. "Tidak mungkin mereka kekasih bukan? Dari mana tuan muda mengambil gadis kecil itu...?"


***


Aku menyicipi makanan yang ada di depanku sambil berbicang dengan Sayn. Kami berbicara banyak hal yang menambah wawasanku tentang Kerajaan Kano ini.


"Ingin menginap?" tawar Sayn tiba-tiba.


"Tidak. Aku harus kembali" aku langsung menolak. Aku takut Robert mencariku saat melihatku tidak ada di tempat. Aku tidak ingin master bodoh itu marah walaupun aku belum pernah benar-benar dimarahi Robert sih. Lagipula aku ingin mengintograsi Robert juga. Aku penasaran dengan hal-hal yang dilakukannya saat ini.

__ADS_1


"Baiklah" kata Sayn kecewa. "Tapi aku ingin membawamu ke suatu tempat. Ini tempat favorit ku. Aku yakin kau menyukainya"


"Baiklah"


Sayn tersenyum. Dengan cepat dia memegang tangan gadis kecil itu dan menariknya. Mereka menaiki anak tangga menuju lantai atas. Saat mereka sudah sampai di lantai atas, Sayn membuka pintu lotengnya dan mereka terbang ke atas. Mereka sampai di balkon istana paling atas.


Saat aku memasuki ruangan, aku langsung disuguhi dengan pemandangan hutan. Aku sama sekali tidak melihat pemandangan ini saat terbang tadi. Kelihatannya Sayn memasang sihir penghalang sehingga pemandangan ini hanya bisa dilihat dari pintu masuk.


Pemandangan di depanku sangat indah. Pemandangan padang rumput, tapi sangat hidup. Aku melihat sebuah pohon besar dengan cahaya kunang-kunang yang mengelilingi nya. Ditambah dengan nuasa cahaya bulan di langit, pohon ini menjadi lebih indah.


"Apa itu?" aku terpikat dengan pohon yang ada di depanku.


"Cantik sekali bukan? Pohon ini adalah harta terpenting bagiku" respon Sayn melankolis.


'Harta terpenting?' Ini sangat de javu. Kelihatannya perkataan ini sama sekali tidak asing. Ah! ini adalah kalimat yang dikatakan Sayn pada Reina di novel itu! Ini berarti sebelumnya bukan aku yang diajak Sayn ke tempat ini, tapi Reina.


Hmm...kalau aku tidak salah, di dalam event ini, Sayn akan memberikan sebuah item pada Reina. Item itu sangat langka. Apa semuanya akan berbalik padaku?


Sesuai dengan ekspektasi ku! Sayn melambaikan tangannya. Lalu secara perlahan ranting pohon di depanku terlilit dan menyatu dengan cahaya, membentuk sebuah lingkaran. Ranting itu berbentuk melingkar dengan beberapa manik-manik cahaya yang menghiasinya. Ini benar-benar indah.


"Untukmu" kata Sayn.


Ternyata benar! Aku yang menerima item ini. Cerita kali ini berubah lagi karena aku bertemu dengan Sayn lebih dulu. Aku merasa bersalah pada Reina karena mengambil bagiannya. Tapi ya sudah lah...


"Apa ini?"


"...." Sayn tidak menjawabnya. Dia langsung meletakkan rating pohon itu ke atas kepalaku. Ah~ ini mirip sekali dengan mahkota bunga. "Item ini dapat melindungi mu dari sihir pikiran"


Tak! Sayn menjentikkan jarinya dan mahkota itu menjadi tidak terlihat.


"Ah! Mana mahkotanya?" kataku bingung sambil meraba-raba kepalaku.


"Tenang saja. Aku hanya membuat nya tidak terlihat. Item ini masih di atas kepalamu dan tidak akan lepas. Hanya aku yg bisa melepaskannya."


"Terima kasih..."

__ADS_1


"Tidak masalah" jawab Sayn sambil mengecup keningku secara tiba-tiba.


Deg! dan jantungku berdegup karena aksi yang ekstrim itu...


__ADS_2