
cerita sebelumnya:
Eva mulai dekat dengan seorang putri bangsawan bernama Berta. Berta adalah putri daris seorang Viscount dari kerajaan Kano. Gadis itu tertarik dengan pangeran Erick. Melihat sang pangeran tertarik dengan Eva, dia juga mulai berteman dengannya. Akhirnya ketiga kelompok itu mulai mencuri perhatian seluruh kelas. Tentu saja penyebab utamanya adalah pangeran Erick.
***
Para Siswa di akademi kerajaan akan memulai misi pertama mereka. Walaupun mereka adalah anak-anak bangsawan, mereka tidak bisa menghindari misi akademi. Beberapa misi cukup mengancam nyawa kalau mereka tidak cukup kuat. Dan setiap siswa wajib mengambil satu misi setiap enam bulan. Tapi cukup melegakan karena mereka tidak menjalankan misi seorang diri. Itu adalah misi kelompok.
Sekarang pengambilan misi akademi akan dimulai dan setiap siswa mulai membentuk kelompok mereka sendiri.
Aku sangat bingung sekarang. Aku tidak akrab dengan siapapun. Awalnya aku ingin mengajak Lilac, tapi sepertinya kelompok nya sudah penuh. Aku hanya akrab dengan Berta akhir-akhir ini, jadi masih tidak yakin dia mau membentuk kelompok dengan ku.
"Eva, ayo satu kelompok!" Berta tiba-tiba menarikku dengan penuh semangat. Dia sesekali melirik ke arah pangeran Erick sambil tersenyum. Memberi isyarat agar pria itu juga bergabung dengannya.
Pangeran Erick menangkap isyarat itu. Dia tersenyum dan berkata. "Aku akan sekelompok dengan kalian"
Pernyataan nya membuat putra mahkota Kano tersenyum tidak senang. Awalnya dia ingin menarik pangeran Erick dalam kelompoknya, tapi sang pangeran dengan terang-terangan berkata ingin bergabung dengan kelompok lainnya. Membuat hatinya sedikit masam.
Aku juga merasakan bahwa beberapa orang merasa tidak senang saat pangeran Erick bergabung dengan kelompok kami. Mereka melihat ke arahku dan Berta dengan tatapan jijik, seakan-akan kami adalah kotoran yang akan menodai sang pangeran.
Lalu hal mengejutkan lainnya juga terjadi. Sayn tiba-tiba muncul dan mendekati ku dengan senyum sumringah. Kali ini dia memakai penyamarannya sehingga Reina bahkan tidak mengenalinya sama sekali.
Kelihatannya dia berhasil keluar dari kurungan dan juga membebaskan ibu asuhnya. Karena itulah dia terlihat sangat bahagia.
Sayn menuju ke arah kami dengan santainya. Tidak ada yang memperhatikan pergerakan nya karena dia benar-benar tidak mencolok. Seakan-akan dia adalah udara atau objek yang sama sekali tidak penting. Hanya aku yang tahu bahwa pria itu tiba-tiba muncul di dalam kelas.
__ADS_1
Aku kira begitu, tapi ternyata pangeran Erick juga mengunci tatapannya ke arah Sayn. Dan mereka saling bertatapan selama beberapa menit.
"Siapa?" Pangeran Erick mengerutkan keningnya. Dia terlihat sedikit tidak senang. Entah kenapa dia merasakan aura berbahaya pada Sayn, sehingga dia menjadi cukup waspada.
Sayn mengerjap. Dia tidak menjawab. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Eva. "Bagaimana kabarmu?" dia bertanya sambil tersenyum.
Kita baru saja bertemu kemarin, jadi aku mengabaikan pertanyaan nya saat dia menanyakan kabar. "Kau berhasil?" aku bertanya balik tentang kinerjanya untuk membebaskan pelayan yang tertawan itu.
Sayn hanya tersenyum. Dia tiba-tiba mengangkat tangannya dan mengusap kepala Eva. "Tentu saja" katanya percaya diri. "Aku sudah bilang, itu bukan hal yang sulit. Kenapa kau masih meragukan ku?"
Aku hanya membalasnya dengan tatapan cemberut, tidak menjawabnya. Bukannya aku meragukan. Aku hanya bingung bagaimana dia menyelesaikan semuanya tanpa keributan seperti itu. Bahkan tidak ada kabar bahwa Raja terbunuh.
"Eva, siapa itu?" Berta bertanya dengan mata penasaran. Dalam sekejap dia benar-benar melupakan keberadaan pangeran Sayn karena perubahan penampilan nya.
"Dia salah satu pangeran dari Kano. Kau tidak mengenal nya?" aku bertanya balik. Bukankah Sayn menjadi pusat perhatian sebelumnya karena Reina? Tapi Berta melupakan nya semudah itu.
"Dia Sayn, pangeran ketiga belas" aku berkata lagi.
Mata Berta melebar dan dia dengan cepat menundukkan kepalanya. "Maafkan ketidak sopanan saya yang mulia!" dia berkata dengan cepat.
Berta mengenal pangeran Sayn. Dia bertemu dengan pangeran ini sebelumnya. Tapi entah kenapa sosok Sayn di ingatan nya sangat buram. Dia tidak bisa mengingat dengan jelas wajahnya. Tapi dia masih ingat bahwa perawakan mereka berbeda. Sayn dipikiran nya terlihat lebih tinggi dan gagah. Tapi pria di depannya terlihat kurus dan kerdil. Tapi lagi-lagi dia tidak bisa mengingat wajah Sayn dengan jelas walaupun pria itu berada di depannya. Seakan-akan ada sihir aneh yang mengganggu pikirannya untuk tidak merekam wajah Sayn dalam ingatannya.
"Tidak apa-apa" Sayn menjawab dengan suara yang serak.
Pangeran Erick menyipit kan matanya. Tapi dia tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
"Aku ingin bergabung" Sayn mengutarakan keinginannya. Dalam sekejap, kelompok empat orang untuk menjalankan misi pub terbentuk.
Kelas pub berakhir. Sayn ingin membuntuti Eva dan menghabiskan waktu dengannya. Tapi ternyata pangeran Erick menghampirinya dan memblokir jalannya. Membuat nya mengerutkan kening, tidak senang.
"Apa kau pangeran ketiga belas?" tanya Pangeran Erick.
"Ya, Aku sibuk. kita bicara saja nanti" jawab Sayn ketus sambil mengabaikan pangeran Erick.
"Kau bukan." kata pangeran Erick tajam. "Aku mengenal wajah seluruh pangeran. Kau bukan pangeran ketiga belas. Siapa kau?" katanya dengan tatapan penuh curiga.
Wajah Sayn berubah jelek. Dia mengeluarkan aura menekan untuk menunjukkan kemarahan nya. Pangeran Erick tersentak kaget. Itu adalah aura membunuh yang sangat kuat. Tapi dia berhasil menahan aura itu dan berkata sambil menggertakan giginya. "Apa kau mata-matanya? Kalau benar, sebaiknya jangan libatkan kami dan menjauh dari kelompok kami" katanya dengan tatapan mata yang intens.
Sayn menyipitkan matanya. Dia menarik aura membunuh nya dan membatalkan sihir perubahan dirinya. Dalam sekejap dia kembali menjadi dirinya yang asli. "Maksud mu ini?" kata Sayn sarkas.
Mata pangeran Erick melebar kaget. Ini adalah sosok yang dia kenal. Pangeran ketiga belas, Sayn. "Kau memakai sihir perubahan? Kenapa? Seperti nya rumor bahwa kau diabaikan tidak benar. Kau membuat dirimu terabaikan dengan menyamar"
"Lalu apa urusanmu dengan itu? Sekarang minggir" kata Sayn ketus. Dia tidak ingin menghabiskan waktunya untuk berbicara dengan pria tidak dikenal ini. Walaupun pangeran Erick seorang putra mahkota, Sayn tidak tertarik sama sekali.
"Apa yang kau rencanakan? Kalau kau punya kemampuan, kenapa kau tidak merebut tahta dan menyembunyikan dirimu seperti ini?" pangeran Erick langsung bertanya dengan nada tajam. Dia bingung kenapa Sayn harus menyamar dan bersembunyi, sementara dia mempunyai kemampuan yang sangat hebat.
"Aku sudah bilang, itu bukan urusanmu" wajah Sayn berubah semakin jelek.
"Ini adalah urusanku, sejak kedua kerajaan saling menjalin hubungan kerjasama" jawab Pangeran Erick tegas.
Dalam pikiran nya, dia ingin Sayn merebut tahta. Kalau Sayn menjadi raja, maka semuanya akan mudah. Kerajaan Kano pasti akan lebih maju. Dan kerajaan mereka juga akan diuntungkan karena hal itu. Dia tidak bisa membiarkan berlian seperti Sayn terkubur seperti ini.
__ADS_1
Sayn tidak menjawab. Dia langsung melintasi pangeran Erick. Sang pangeran ingin menghentikan nya, tapi tubuhnya tiba-tiba berhenti dan mematung. Sayn memakai Sihir nya untuk membuat pangeran Erick mematung di tempat. Saat pangeran berusaha melepaskan diri dari sihir itu, Sayn sudah menghilang dengan cepat. Tapi pangeran Erick tidak menyerah. Dia menatap dari jauh dengan mata penuh tekad. Dia tidak akan membiarkan Sayn menjadi sia-sia seperti itu. Dia harus membujuk nya agar pemuda itu memiliki ambisi untuk memimpin kerajaan Kano.