Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Babak Kedua 2


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Keesokan harinya, pertandingan sihir Babak Kedua pun dimulai. Eva dan tim Menara Sihir pun berkumpul di aula.


Lalu, sang penatua Kota Sihir datang dan memberi pengumuman pembukaan serta aturan pertandingan. Akhirnya, pertandingan pun dimulai dan Domain sihir pun di buka.


Tim Menara Sihir akan masuk lebih dulu karena mereka berada di posisi teratas. Tim selanjutnya akan menyusul tiga puluh menit kemudian. Dean Wason pun menyalakan token masuk dan mereka semua berteleportasi masuk ke dalam Domain Sihir.


Awalnya, Eva mengira berpengangan tangan dengan Robert akan membawa mereka ke tempat yang sama. Tapi ternyata tidak. Eva dipindahkan ke sebuah hutan yang aneh. Hutan dengan tanah menghitam, semak berduri dan pepohonan yang tidak memiliki daun.


Eva pun menjelajah. Tapi Rexus tiba-tiba membuat pergerakan aneh. Telur itu tiba-tiba memasang raut wajah sedih dan berkeliaran. Eva mengikutinya dan menemukan tempat yang terlihat familiar. Tempat yang dilihatnya dalam mimpi saat pertarungan besar antara manusia dan binatang iblis terjadi.  Dan yang lebih mengejutkan lagi, mereka menemukan sebuah tulang raksasa di bawah tanah.


***


Aku mendekatkan bola-bola apiku ke tulang raksasa itu agar bisa melihat lebih jelas. Tapi tetap saja aku tidak bisa melihat lebih detail karena jarak lubang itu cukup jauh dari permukaan. Sekitar sepuluh kali lipat dari tinggi tubuhku.


TAK! Rexus melompat ke bawah tanpa peringatan. Ini membuatku sangat kaget dan mematung sebentar. Tapi aku yakin telur itu tidak akan berada dalam bahaya. Jadi aku kembali mengatur emosiku agar tenang.


Aku juga menyusul Rexus untuk masuk ke bawah. Aku membuat lebih banyak bola api yang mengelilingi seluruh tubuhku. Lalu aku menggunakan sihir terbang untuk melompat turun secara perlahan.


Aku sebenarnya tidak takut dengan tulang ini. Tapi aku takut ada binatang sihir berbahaya yang akan menyerang kami. Tapi dugaanku salah. Saat sampai ke permukaan, aku sama sekali tidak merasakan bahaya apa pun.


Kakiku dengan lembut menginjak tanah dan aku langsung membatalkan sihir terbang. Lalu bola-bola api milikku mulai mengelilingi seluruh lubang.


Aku mendekati rulang raksasa itu agar bisa melihatnya lebih jelas.


"Astaga!" aku memekik kaget.


Aku melihat tulang yang berbentuk seperti sayap dan ekor yang terkulai ke bawah. Lalu aku mengitari tulang itu dan menemukan kerangka kepala dengan tanduk.


"Ini...ini...naga..." gumamku takjub.


Naga ini sangat besar. Bahkan besarnya dua kali lipat dari kastil milikku yang ada di ibu kota.

__ADS_1


Aku mengingat kembali mimpi yang kulihat.


Apa ini si naga emas?


Tapi itu tidak mungkin! Karena seluruh kerangka ini berwarna hitam!


Lagipula aku melihat naga emas itu dipindahkan oleh para manusia ke ruang dimensi dan mulai bertelur. Lalu dia juga meninggal di sana. Apa mungkin para manusia itu memindahkannya kemari untuk menguburkannya? itu lebih tidak masuk akal lagi!


Seluruh tubuh binatang sihir tingkat tinggi sangat berharga. Manusia tidak akan sebaik itu menguburkan binatang sihir. Mereka pasti akan mengambil, daging dan sisiknya, bahkan kerangka naga ini untuk dijadikan senjata dan ramuan. Jadi tidak mungkin!


Satu-satunya cara, aku hanya harus bertanya pada Rexus. Mungkin anak kecil itu tahu sesuatu.


Tapi ngomong-ngomong dimana Rexus? Karena perhatianku terkunci ke tulang raksasa ini, aku benar-benar melupakan telur kecil itu!


"Rexus, di mana kau?" aku berteriak. Dan suaraku bergema di seluruh lubang.


Telur kecil itu tiba-tiba muncul dari balik kerangka.


Ah ~ dia ada di situ.


"Mengambil sesuatu" kata Rexus sambil berjalan menuju ke arahku.


Saat Rexus sudah sampai di depan kakiku, aku membungkuk untuk menggendongnya. Lalu meletakkannya di bahuku.


"Apa yang kau ambil? Apa kau kenal naga ini?"


"...."


Rexus terdiam sesaat sebelum dia membuka mulutnya. "Aku belum mengambilnya. Dan aku tidak kenal juga" jawabnya polos sambil menggeleng.


Aku mengernyitkan kening bingung. "Kau tidak mengenalnya? Lalu kenapa kau sangat sedih?"


"Tidak tahu...aku tidak pernah melihat naga ini. Tapi entah kenapa aku ingin menangis...hiks...hiks..." jawab Rexus sambil terisak. Lalu isak tangisnya pecah dan telur kecil itu meraung.

__ADS_1


Aku merasa sangat prihatin. Dengan cepat, aku memeluknya di dadaku. "Jangan sedih. Jangan sedih oke" kataku berusaha menenangkannya sambil menepuk kepalanya. Dulu sekali, aku sama sekali tidak menaruh perhatian pada binatang sihir. Tapi tidak kusangka aku akan menemukan binatang sihir yang bertingkah seperti manusia dan sangat imut.


Tapi aku tidak bodoh. Hanya binatang sihir tingkat tinggi yang dapat berpikir seperti ini. Bahkan legenda menyatakan bahwa beberapa binatang sihir kuno dapat berubah menjadi manusia, walaupun aku belum pernah menemukan catatan tentang itu. Itu hanya dongeng yang tersebar luas di kerajaan Well.


Aku jadi berpikir tentang binatang sihir kuno yang ditemukan Reina di tempat ini. Kira-kira binatang sihir apa itu?


Aku juga sangat penasaran dengan tulang raksasa yang ada di depanku. Karena rasa penasaran yang kuat, aku mengulurkan tangan ingin menyentuhnya.


Mata Rexus membebelak kaget saat melihat Eva mengulurkan tangan. Ekspresi sedihnya langsung hilang seketika.


"Jangan sentuh! Itu beracun!" teriak Rexus dengan suara raungan naganya.


"Eh?" aku menoleh kaget. Aku tidak benar-benar menyentuhnya Tapi...jari telunjukku menyentuh tulang itu sedikit. Dan seketika pandanganku menjadi buram. Lalu aku melihat sihir hitam milikku tiba-tiba keluar tanpa persetujuan dan terserap ke dalam tulang itu. Tidak mungkin kan?


Pandanganku pun menjadi buram. Aku pun mengalami mimpi aneh lagi. Kali ini jiwaku melayang di suatu tempat yang tidak dikenal.


Astaga! Kelihatannya aku benar-benar kembali melihat sejarah tentang tulang ini. Sihir hitam ini benar-benar bereaksi tanpa persetujuanku! gara-gara itu aku selalu melihat masa lalu benda atau mahluk yang kusentuh secara acak. Uhm...sebenarnya tidak terlalu buruk. Hanya saja aku tidak suka dia keluar dengan tiba-tiba dan membuatku pingsan di tempat acak. Bagaimana kalau ada bahaya dan aku masih tidak sadarkan diri? Bukankah aku akan mati konyol?


"Aku harap itu tidak terjadi..." gumamku merinding. Bagaimana bisa aku mati lagi gara-gara pingsan. Benar-benar tidak bisa dibayangkan.


Baiklah, aku kembali fokus melihat kejadian bergerak yang ada di depanku. Aku berada di sebuah hutan yang sangat hijau dan rindang sekarang. Benar-benar indah. Ada banyak sekali bunga. Lalu di tengah-tengah hutan itu ada seekor mahluk raksasa yang sedang tidur. Ya, ini adalah ibu Rexus, si naga hitam.


Beberapa saat kemudian, sosok hitam mendekati dari kejauhan. Sosok itu terbang semakin mendekati naga emas. Itu adalah naga hitam yang kutemukan di bawah tanah. Naga hitam itu memiliki tubuh yang lebih besar dari naga emas. Naga emas terbangun dan mengangkat kepalanya untuk melihat naga hitam.


Naga hitam itu mendarat di depan naga emas secara perlahan. Naga emas itu segera bangkit sambil mengepakkan sayapnya.


"Kau kembali" kata si naga emas.


Eh? Aku bisa mengerti bahasa naga! Apa ini gara-gara ramuan itu? Aku bahkan bisa mengerti bahasa binatang sihir walaupun ini hanya mimpi! Menakjubkan! Untung saja aku membelinya, walaupun ramuan itu kelihatan aneh dan tidak berguna.


Kedua naga itu saling menyentuhkan kepala mereka.


"Ya, aku kembali" balas si naga hitam.

__ADS_1


Melihat interaksi mereka, aku membelalakan mataku kaget. Naga emas itu mengeluarkan suara wanita dan naga hitam itu mengeluarkan suara pria. Tidak mungkin! Mereka ternyata pasangan!


__ADS_2