
Cerita sebelumnya:
Duke memberitahu kondisi Evan ke semua orang. Dan mereka tidak tahu apa yang terjadi karena mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh pada tubuh Evan. Sampai Eva memeriksanya dengan sihir gelap dan dia menemukan titik cahaya aneh di tubuh Evan. Titik cahaya itu memblokir aliran mana yang ada di tubuh Evan. Emerta memberikan arahan kepada Eva untuk menyerang titik itu dengan sihir cahayanya. Itu berhasil dan Evan kembali sadar. Emerta memberitahu Eva bahwa itu adalah salah satu teknik sihir yang digunakan oleh penyihir cahaya dari organisasi kuil suci.
***
Emerta pun menjelaskan bagaimana teknik sihir itu bekerja. Teknik itu diciptakan khusus hanya untuk penyihir cahaya. Penyihir cahaya adalah penyihir spesialis penyembuhan. Karena itu ada banyak penyihir yang memiliki pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia. Sehingga sihir cahaya tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan, tapi membunuh. Kesimpulannya sihir cahaya juga bisa sebagai racun yang mematikan. Teknik ini adalah contohnya.
Penyihir menempatkan mana mereka di titik aliran mana dalam tubuh manusia. Hal itu menyebabkan manusia tidak sadarkan diri atau pun menggerakan tubuh mereka. Sehingga mereka tidak memiliki pertahanan apapun saat diserang. Sihir ini diciptakan oleh para penyihir cahaya agar mereka lebih mudah menghadapi musuh saat mereka bertarung.
"Tapi aku pikir hanya para penyihir dari kuil suci yang menguasai teknik sihir ini" Emerta mengakhiri penjelasannya.
"Berarti Marquis Zent berhubungan dengan penyihir dari kuil suci?"
"Aku pikir begitu"
Eva ingin menanyakan sesuatu lagi, tapi Duke menghampiri mereka. "Ayo, kita perlu membicarakan rencana untuk menyelamatkan Diana". Sehingga perhatian mereka teralihkan.
__ADS_1
Duke menyerahkan Evan ke salah satu pelayan. Lalu dia bersama yang lainnya pergi menuju ke tenda lainnya. Di sana, Pale dan Sayn sudah menunggu mereka. Lalu ada sebuah peta besar dan pion-pion aneh di atas meja.
Duke dan Sayn saling bertatapan satu sama lain, Lalu Sayn mengangguk.
"Aku mendapatkan informasi bahwa eksekusi Diana akan dimulai pagi ini. Satu jam lagi" Sayn memulai. "Denis akan memimpin acara eksekusi bersama dengan bangsawan penting lainnya."
"Sisi depan gerbang ibukota akan dijaga oleh jendral besar kerajaan dan beberapa ribu prajurit. Aku tidak tahu jumlahnya dengan pasti. Lalu beberapa penyihir kerajaan membuat segel di seluruh ibukota agar tidak ada penyusup dari luar yang masuk."
Duke menggerakan beberapa pion dan berkata "Jadi masalahnya adalah bagaimana kita menyusup masuk ke dalam ibukota bukan? Kita harus menghadapi para prajurit ini langsung dan juga penyihir yang memasang segel adalah masalahnya"
"Bagaimana kalau berteleportasi kesana?" Eva bertanya. Dia ingat bahwa ada banyak lingkaran teleportasi di ibukota dan dia sudah menggunakan itu berkali-kali.
"Aku dan Pale akan menuju ke gerbang ibukota untuk menghadapi jendral besar dan para prajurit" Duke menggerakan beberapa pion berwarna. "Beberapa jubah hitam menghadapi penyihir yang memasang segel di ibukota." dia memindahkan pion lainnya. "Emerta, Eva dan Sayn akan menuju ke tempat eksekusi."
"Di sana yang paling bermasalah adalah Denis dan penyihir tingkat tinggi dari akademi." Duke menatap Eva serius. " Eva, kau mengenalnya Dia adalah kepala sekolahmu."
"Aku tahu"
__ADS_1
"Dan beberapa bangsawan yang ada disana. Walaupun mereka lemah. Mereka memiliki beberapa bawahan yang cukup menyusahkan. Dan pihak Menara Sihir ini juga meresahkan karena mereka datang menghadiri eksekusi sehingga kita tidak bisa membaca tindakan mereka" Sayn menambahkan.
"Menara sihir bukan musuh" kata Eva langsung. Dia yakin bahwa Dean Wason tidak ada mengkhianatinya dan berbalik melawannya. "Aku juga tidak bisa membaca tindakan mereka tapi mereka bukan musuh" Eva mengulanginya lagi.
"Baiklah, kami percaya padamu" Sayn berkata.
"Lalu, bagaimana dengan aku?" Pangeran Erick menunjuk dirinya lalu menatap semua orang dengan mata berbinar.
"Kau tetap disini" Duke menjawab. " Menjaga bayi"
Pangeran Erick membeku sesaat. "Menjaga bayi?" katanya tak percaya.
"Aku akan meninggalkan Evan disini dengan beberapa pelayan dan prajurit. Kau tinggal disini dan menjaga mereka semua" lanjut Duke acuh.
Pangeran Erick ingin protes tapi Duke menatapnya dengan tajam, sehingga dia hanya bisa pasrah. Dia benar-benar ikut dengan Eva ke tempat ini bukan untuk menjaga bayi. Dia tidak pernah menduga bahwa dia harus melakukan hal ini.
Dia juga ingin terlibat dalam peperangan. Tapi bukan berarti dia ingin ikut berkelahi. Dia hanya ingin melihat dan mengamati semuanya dari dekat karena hal itu sangat menarik. Tapi nasib berkata lain dan dia harus menjadi penjaga bayi.
__ADS_1
Duke juga mempunyai alasan untuk ini. Dia tidak akan pernah membawa pangeran dari kerajaan lain ikut terlibat dalam konfliknya. Karena dia tidak ingin pangeran Erick terluka. Jadi dia menyuruh pangeran Erick tetap di tempat ini bersama Evan karena tempat ini yang paling aman. Dia juga mmebutuhkan seorang ahli untuk menjaga Evan. Walaupun para pelayan dan prajurit bisa bertarung, mereka sama sekali tidak kuat. Dan Duke tahu bahwa kemampuan pangeran Erick tidak buruk. Dia bahkan mungkin sebanding dengan generasi muda berbakat yang dia kenal.