Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Masa Lalu Diana


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Ujian pertandingan pun selesai. Sepuluh murid baru terbaik itu menerima lencana emas mereka. Dan juga status dari peringkat baru mereka.


Setelah acaranya selesai, Eva ingin mencari pria yang membuat masalah padanya. Dan dia menemukan nya dengan mudah karena pria itu juga menunggu nya.


Pria itu juga minta maaf padanya dan membuat Eva sedikit terkejut. Tapi Reina tiba-tiba muncul dan menganggapnya membuli pria itu. Hal itu menarik perhatian semua orang. Eva berpikir dia akan mendapatkan image jahatnya kembali.


Tapi Siapa yang menyangka pria aneh bernama Darn itu akan menampar Reina. Lalu dia mulai berubah menjadi pria aneh yang sedikit masokis. Eva merasa kesal dan sedikit ngeri. Tapi dia langsung menyingkirkan mahluk aneh itu dengan cepat.


***


Aku tidak menduga kalau perkembangannya akan seperti ini. Aku juga tidak tahu bahwa Reina benar-benar sudah melarikan diri secara diam-diam setelah dia membuat semua masalah itu. Tapi aku tidak terlalu peduli.


Sekarang, aku juga harus kembali ke mansion dengan cepat. Aku takut Ren akan menangkapku lagi untuk membantunya dengan penelitian anehnya. Jadi aku harus meninggalkan akademi dengan cepat.


"Kau mau kemana?"


Tapi sayangnya aku terlambat. Pria jahat itu muncul entah darimana dan mulai menarik kerah seragamku lagi.


"Apakah kau lupa? Sekarang kau tidak perlu mengikuti ujian lagi. Jadi, ayo ikut aku kembali ke rumah pohon"


"Tunggu!" aku berteriak sebelum dia membawaku terbang lagi. Lalu aku merogoh saku di rok gaunku untuk mencari sesuatu. Dan aku menemukan nya! Aku masih memiliki kertas mantra teleportasi itu. Tanpa pikir panjang aku langsung mengaktifkan nya dengan manaku.


SYUUU!


Gadis kecil itu hilang dari depan matanya secara tiba-tiba. Ren hanya mengerjap polos. Wajahnya masih setenang biasanya.


"Oh? Dia menyembunyikan trik kecil? Kertas mantra ya..."


Walaupun dia tahu Eva melarikan diri, dia tidak mengejarnya. "Aku akan membiarkan nya kali ini. Aku akan membawanya lagi setelah aku berhasil membuat satu penemuan. Dia yang pertama akan mencobanya" Ren tersenyum licik. Lalu dia menghilang dalam sekejap juga.


Eva akan muntah darah kalau dia mengetahui pikiran Ren.


***


Aku berhasil melarikan diri dari Ren dan berteleportasi langsung ke mansionku. Aku tidak yakin kalau aku berhasil lolos dari pria itu. Pria gila itu pasti akan segera kesini untuk mengambilku lagi!

__ADS_1


Apa aku harus berlindung di belakang Fram? Tapi aku meragukan pikiran ini. Perihalnya bocah elf itu sering dipukuli. Dia tidak berguna sebagai pelindung. Aku ingin berlindung ke Menara Sihir. Tapi semua akan tambah rumit kalau aku melakukannya.


Jadi aku hanya bisa pasrah. Lagipula Ren sama sekali tidak bermaksud jahat. Jadi kalau dia ingin menculikku karena penelitian bodoh itu, aku tidak bisa menghentikannya.


Disaat aku sedang panik karenanya, sumber yang membuat ku panik, si elf gelap itu tiba-tiba menyerang pikiranku. Ya. dia mengirimkan sinyal telepati padaku.


"Aku akan menjemputmu nanti" hanya satu kalimat itu saja. Aku ingin mengirim telepati balik padanya. Aku hanya ingin memberikan komplain, sejak kapan penculikan berubah menjadi penjemputan. Ini adalah perubahan sepihak! Tapi dia menolak sinyal ku dengan cepat. Sehingga aku hanya bisa menyerah.


Haa~


Setidaknya aku tidak harus jadi kelinci percobaan sekarang.


Aku segera menuju ke aula tengah. Aku ingin menemui Diana Sekarang. Ada banyak sekali teka-teki tentang nya dan aku ingin menanyakan semuanya.


Saat aku sampai, Diana sudah menungguku dengan tenang di atas sofa. Tapi bukan hanya dia, duke juga duduk di sampingnya. Kedua orang itu mengeluarkan aura dingin sehingga aku sedikit bingung. Mereka tidak mungkin marah padaku kan? Aku tidak melakukan kesalahan apapun!


Aku kira aura dingin itu dari keduanya, tapi ternyata hanya berasal dari duke.


"Kau kembali" kata Duke Court dingin.


"Ya" jawabku bingung dengan sedikit rasa takut. Mereka memperlakukan ku seolah-olah aku berbuat salah. Padahal aku yakin, aku tidak melakukan kesalahan apapun.


"Mungkin" jawabku gugup.


Duke Court mulai bangkit berdiri. "Dimana elf gelap kurang ajar itu? Berani-beraninya kau pergi bersamanya setelah dia mengambil darah ibumu dan membius kami semua! Apa hubunganmu dengannya?" tanya Duke Court penuh selidik.


Aku membuka mulutku dan menjelaskan semua yang aku alami. "Begitulah yang terjadi. Lebih tepatnya aku seorang korban oke. Jadi jangan menyalahkanku"


"Itu semua karena kau lemah! Kau diculik karena kau tidak bisa mempertahankan dirimu!" bentak Duke Court.


Aku langsung memberinya tatapan lemah. "Bukankah kau juga dibius ayah? Kau bahkan tidak bisa melakukan apapun" sanggahku cemberut.


STAB! Duke Court merasa sesuatu menusuk hatinya dan merusak harga dirinya.


"Lagipula kalau kau berhadapan dengan Ren. Kau juga akan kalah dengan menyedihkan ayah. Lebih menyedihkan dari diriku"


"..."

__ADS_1


STAB! Hatinya tertusuk lagi.


Dalam sekejap wajah Duke Court berubah jelek. "Apa kau mau bilang bahwa aku lebih lemah darinya? Siapa yang akan kalah melawan kakek itu! Dia bahkan sudah berumur. Dia tidak akan bisa menompang kakinya saat berhadapan denganku!" Duke Court berusaha membela dirinya. Harga dirinya tidak membiarkan dirinya terlihat lemah di depan mata anak dan istrinya.


BAK! Diana berdiri dan memukul kepalanya. "Sudah hentikan. aku disini untuk menyambut Eva. Bukan untuk mendengarkan omong kosong mu. Berhentilah mengomel!"


Mata Duke Court berkaca-kaca. "Diana, apa kau meremehkan ku juga? Aku tidak tahu bahwa aku dibius waktu itu. Kalau kau tahu, aku pasti akan menghadapinya" Ternyata harga diri Duke Court terluka saat dia tahu bahwa dirinya terbius dengan mudah bersama dengan para pengawal dan pelayan.


"Maafkan aku. Tapi kau bukan tandingan senior Ren~"


STAB!


"Senior Ren itu sempurna. Bahkan sulit menemukan rival untuk nya di dunia ini~" Mata Diana sangat cerah, dia menunjukkan pemujaannya terhadap Ren.


STAB!


Hati Duke Court tertusuk berkali-kali. Harga dirinya sudah tidak berarti sekarang. Bahkan anak dan istrinya sudah mulai meremehkannya.


Melihat wajah sedih suaminya, Diana membujuknya. "Ayolah sayang. Senior Ren bukanlah manusia. Kau adalah yang terkuat di antara manusia. Tentu saja!" kata Diana yakin.


Mata Duke Court kembali cerah saat dia melihat istrinya memujinya. Walaupun dia tahu bahwa Diana melakukan itu untuk menghiburnya.


"Tenang saja. Aku tidak lemah sama sekali. Aku masih bisa melindungimu" Duke Court menatap Diana dengan penuh kasih sayang, lalu dia mengusap kepalanya.


Aku yang melihat interaksi dua orang itu mengerjap kaget. Seumur hidupku, aku tidak pernah melihat wajah ayahku yang dingin itu berubah! Tapi sekarang dia menatap Diana dengan lembut! Sedikit mengejutkan untukku sekarang.


"Aku tahu kau khawatir. Jangan khawatir sayang. Kita akan baik-baik saja~" Diana memeluk suaminya sambil menghiburnya.


Pikiran Duke Court sedang berkecamuk saat ini. Pasalnya identitas Diana sudah mulai terungkap. Dia takut berita ini akan tersebar di dunia luar dan membuat konflik yang besar.


Menyembunyikan penyihir gelap, bahkan menjadikannya bangsawan bukan kejahatan kecil. Seluruh dunia bisa memusuhi mereka karena melakukan hal itu.


Duke Court yakin dia bisa melawan dengan kekuatan nya. Tapi dia tidak yakin bisa melindungi istri dan anak-anaknya. Bahkan anak terakhirnya baru saja lahir.


"Tidak apa-apa oke~ senior Ren tidak jahat. Aku mengenalnya sejak kecil. Tidak apa-apa selama hanya dia yang tahu" Diana menghibur nya lagi.


Duke Court mengangguk pelan. Wajah sedihnya menghilang. Dan ekspresi nya sudah kembali seperti biasa.

__ADS_1


Setelah berhasil menenangkan suaminya, Diana menatap serius putri satu-satunya itu. "Eva, aku ingin menceritakan sesuatu padamu"


__ADS_2