
Cerita sebelumnya;
Ren mengantarkan Eva dan Diana untuk menemui Emerta. Sehingga mereka bisa melangsungkan reuni keluarga yang sangat mengharukan.
Mereka bercerita banyak hal sebagai satu keluarga. Saat itu, Diana banyak bertanya tentang alasan dari tindakan ibunya. Dan Emerta menjawab semua pertanyaan.
Emerta melakukan penelitian untuk memperbaiki tubuh manusia buatannya. Dia ingin memiliki emosi yang stabil seperti manusia pada umumnya. Dan sekarang dia berhasil. Walaupun dia sempat tertidur beberapa tahun dalam proses nya.
Sampai akhirnya, Diana mengajak Emerta untuk tinggal bersama mereka. Tapi Emerta menolak karena dia ingin melanjutkan penelitian nya. Diana cukup kecewa dengan jawaban itu sampai akhirnya Emerta berkata bahwa dia akan sering mengunjungi mereka.
***
Emerta dan Diana berbicara banyak hal satu sama lain. Sementara di sisi lain, aku hanya mendengarkan karena tidak mau terlalu ikut campur.
Sampai akhirnya, kami harus berpamitan pada Emerta. Ini bukan pamitan yang sebenarnya karena besok kita akan bertemu lagi. Besok Emerta akan mengambil hari libur dan kita akan menghabiskan waktu bersama untuk mengelilingi desa elf.
Ren pun mengantarkan kami pulang.
"Bagaimana pertemuan nya?" tanya Ren.
"Sangat baik" aku dan Diana menjawab serentak. Kami berhenti sebentar, lalu menatap satu sama lain sebelum akhirnya tertawa bersama.
Melihat wajah bahagia mereka, Ren mendesah lega. "Baguslah..." katanya. Ren sebenarnya juga tahu kabar Emerta yang tidak sadarkan diri selama beberapa tahun karena penelitian nya. Oleh sebab itu, Ren merasa sangat khawatir saat mereka bertemu. Dia cemas dengan kondisi Emerta. Tapi kelihatannya semuanya baik-baik saja sejak mereka sangat bahagia seperti itu.
Setelah sampai di depan kamar, Ren mengundurkan diri untuk kembali.
Hari ini ini terasa sangat menyegarkan. Aku bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Aku benar-benar tidak sabar dengan hari esok. Aku sangat menantikan nya. Berjalan-jalan bersama keluarga besarku. Hanya saja, Duke tidak ada, itu sedikit mengecewakan. Andai saja Duke bisa ikut dan Ren memperbolehkan nya. Tapi itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin meminta jantung lagi setelah Ren memberiku hatinya. Aku tidak boleh terlalu serakah dengan keinginan ku sendiri.
***
Hari pun berlalu. Hari ini, aku, Diana dan Emerta akan menghabiskan waktu bersama untuk jalan-jalan. Evan tidak ikut. Diana menitipkan bayi itu pada Ren. Ren akan menanganinya sejak Ren tidak bisa ikut juga karena terlalu sibuk. Dia memberikan pelindung yang sangat kuat di tempat tidur bayi, sehingga tidak ada yang menyentuh nya. Dia juga memberi bayi itu beberapa pengawal. Ren berusaha sebaik mungkin agar Diana dan Eva bisa pergi jalan-jalan tanpa beban.
Tiga orang perempuan itu mengubah penampilan mereka sebelum akhirnya keluar dari istana. Mereka memakai pakaian umum yang biasanya digunakan di tempat ini agar tidak terlalu mencolok. Mereka juga mengenakan jubah dengan tudung untuk menutupi penampilan manusia mereka. Akan sangat mencolok apabila manusia berkeliling di desa elf. Mereka akan menjadi pusat perhatian. Dan beberapa elf mungkin akan menyerang mereka juga.
Ini adalah pertama kalinya aku melihat desa elf. Aku sedikit kagum. Desa ini benar-benar memberiku kesan yang berbeda dari tempat tinggal manusia. Seakan-akan aku tinggal di dunia yang berbeda.
Desa elf itu sangat besar. Itu tidak kuno seperti perkiraanku -penuh dengan rumah pohon tanpa fasilitas apapun. Itu tidak seperti itu. Walaupun rumah-rumah pohon tetap ada di sekeliling hutan, rumah itu tidak kuno, melainkan sangat indah.
Rumah-rumah pohon yang dibangun di pohon besar terlihat seperti tempat tinggal peri. Bahkan aku bisa melihat dengan jelas alat sihir aneh di jalanan kota. Benda ini adalah robot! Siapa yang berkata elf adalah mahluk ketinggalan zaman yang tidak tahu teknologi? Di dunia ini, manusialah yang ketinggalan zaman!
Desa ini dikelilingi banyak sekali alat sihir di setiap sisinya. Aku bisa melihat robot pembersih berlalu lalang untuk mengurus sampah. Anehnya robot itu bukan dari besi dingin, tapi dari tanaman. Aku hampir tidak menutup mulutku saking kagetnya dengan semua pemandangan yang kulihat.
Ada juga kereta gantung terbang di atas kepala kita. Mereka membuat rel kereta di atas langit dengan menghubungkan relnya di antara pohon. Bahkan aku tidak pernah melihat kereta di kerajaan Well! Siapa yang mengira aku akan menemukan satu disini.
__ADS_1
Aku juga melihat robot-robot tanaman yang membawa penuh hasil panen seperti buah-buahan dan kentang. Astaga! Desa ini benar-benar terlihat sangat makmur. Bahkan istana terlihat sangat suram bila dibandingkan dengan wilayah perkotaan nya.
"Kau perlu menutup mulutmu, atau lalat akan masuk ke dalam" kata Emerta sambil terkekeh. Dia bisa melihat ekspresi kaget Eva dan Diana, dia merasa itu cukup lucu.
"Oh, maaf" aku langsung kembali ke ekspresi biasa.
"Mereka adalah ciptaan Ren" kata Emerta sambil menunjuk robot-robot aneh berjalan dan juga alat sihir yang digunakan. "Setiap kali Ren kembali, dia akan membuat perubahan dengan penelitian nya. Dia menyerahkan hasil penelitian nya ke pihak istana, sehingga para bangsawan elf memperbanyak semua yang mereka bisa melalui rancangan nya"
"Ren membuat semua ini?" aku mengerjap tidak percaya. Aku tahu Ren sangat gila dengan penelitian nya dan dia membuat semua hal menakjubkan ini untuk mengembangkan kerajaan nya. Pantas saja dia sangat tertarik dengan ide-ide yang kudapat kan dari bumi!
Dalam sekejap aku bisa melihat emas yang berhamburan pada sosok Ren. "Dia bisa menjual semua ini ke kerajaan manusia atau kerajaan ras lainnya!" kataku tak percaya. "Dan menghasilkan banyak uang. Kenapa dia tidak melakukan nya?" aku berkata dengan ekspresi tidak percaya. Dengan uang itu, dia bisa membangun desa ini menjadi lebih baik.
Emerta mengangkat keduanya tangannya "Aku tidak tahu. Kau bisa menanyakannya sendiri pada Ren. Mungkin dia hanya terobsesi pada penelitian dan tidak tertarik dengan hal mewah seperti itu" Emerta menjawab dengan acuh.
"Aku akan menanyakan nya nanti" Emerta mungkin benar. Ren hanya tertarik dengan penelitian dan tidak terlalu peduli dengan hal seperti itu. Tapi itu sia-sia! Itu sama saja dengan membuang barang berharga ke tempat sampah. Hasil penelitian Ren mungkin bisa merubah dunia ini menjadi lebih baik.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka. Menikmati pemandangan di desa elf dan membeli beberapa barang aneh di toko pinggir jalan. Semua toko yang ada di desa elf ini menjual semua barang yang berkaitan denhan sihir gelap. Karena sihir gelap adalah sihir dasar yang digunakan oleh ras elf ini.
Walaupun ada banyak yang berguna untuk sihir gelap, tidak ada penyihir gelap yang terlihat di tempat ini. Semua orang yang kutemui adalah elf gelap. Aku juga tidak melihat ras elf lain di sini.
Ini wajar karena desa elf ini sangat terisolasi dari dunia luar. Tidak ada manusia dan ras lain yang bisa masuk tanpa seizin raja Elf, Ren. Karena hanya Ren lah yang bisa membawa tamu asing ke tempat ini. Kalau elf lain ingin membawa tamu asing masuk, penghalang akan menolak mereka secara otomatis. Dan sebagai hukumannya, elf itu akan diusir dari desa. Benar-benar aturan yang sangat ketat.
Saat kami tiba di toko ramuan, tiba-tiba Rexus yang sedari tadi tertidur di dalam tas terbangun. Dengan bersemangat bocah itu terbang keluar dan memerintah Eva dengan mata sombong nya "Manusia, aku ingin semua ramuan yang ada disini! Ini semua adalah makanan enak! Beli semuanya untukku!"
Wajah Eva berkedut saat mendengar pernyataan nya. Rexus benar-benar memperlakukan nya sebagai uang berjalan kemana pun dia pergi.
Rexus terlihat bangga saat melihat wajah kaget Emerta. "Ya, aku adalah naga yang perkasa" kata Rexus bangga.
"Dimana kau menemukan naga ini Eva?" Emerta bertanya penasaran.
Aku pun menceritakan tentang pengalamanku di pertandingan sihir. Serta pertemuan ku dengan Rexus di Domain Sihir.
"Ah! Pengalaman mu benar-benar menakjubkan" kata Emerta kagum.
Aku merasa sedikit bangga. Tapi mengapa aku merasakan aura yang sangat menakutkan di belakang ku? Saat aku menoleh, ternyata itu berasal dari Diana.
"Kau benar-benar melakukan hal berbahaya seperti itu diam-diam? Bukankah kau sedang berlibur di Menara Sihir saat itu?" Diana berkata dengan nada dingin.
Uh...aku lupa bahwa aku merahasiakan semua itu dari Duke dan Diana. Mereka tahu bahwa aku pergi ke Kota Sihir. Tapi mereka tidak tahu aku mengikuti pertandingan sihir. Bahkan Diana berpikir aku hanya pergi liburan di kota asing.
"Maaf ibu..." kata ku menyesal. Aku tidak ingat sudah berapa kali aku minta maaf dalam seminggu ini.
Diana menghela napas, dia menahan amarahnya. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu. Kenapa kau sangat suka terlibat ke dalam hal yang berbahaya?" Diana tidak peduli bahwa putrinya adalah seorang jenius yang bisa menggunakan enam elemen. Baginya Eva adalah Eva, seorang gadis kecil yang bahkan belum mencapai usia kedewasaan nya. Bagaimana gadis kecil yang bahkan belum dewasa bisa menahan semua hal berbahaya sendirian?
__ADS_1
"Maafkan aku ibu..." aku meminta maaf sekali lagi. "Tapi, kalau diberi kesempatan mengulangi waktu, aku akan tetap melakukan nya. Pertandingan sihir ini memberi banyak sekali manfaat untuk perkembangan ku" aku menatap Diana dengan tatapan tegas. Aku harus menjadi kuat. Dan jalan yang ditempuh untuk menjadi kuat itu tidak mudah. Aku harus berusaha keras melewatinya. Dari awal, aku memang tidak ditakdirkan sebagai gadis bangsawan manja yang hidup dengan kemewahan sampai akhir hidupnya. "Lagipula kalau aku tidak ikut pertandingan itu, aku tidak akan bertemu dengan Rexus..." kataku sedih.
Diana akhirnya menyerah. "Aku akan memaafkanmu. Aku juga tidak mengira bahwa kadal itu adalah bayi naga" Diana melanjutkan sambil menatap Rexus.
"Aku bukan kadal!" Rexus menyuarakan protesnya. Tentu saja Diana tidak akan mendengar nya. Hanya aku yang harus menanggung semua ocehan Rexus. Entah mengapa aku merasa sangat tidak adil sekarang.
"Kenapa nenek bisa mengenali Rexus? Semua orang mengira bahwa dia seekor kadal" aku bertanya pada Emerta.
"Aku bukan kadal!"
Aku mengabaikan omelan Rexus dan fokus dengan jawaban Diana.
"Hmm...mungkin karena aku pernah melihat naga sebelumnya" jawab Emerta setelah berpikir sesaat.
"Ah! Itu adalah naga tua yang berteman dengan elf bukan?" aku bertanya dengan mata berbinar antusias.
Melihat Eva sangat antusias membicarakan naga lain, entah mengapa hati Rexus sedikit masam. Dia merasa cemburu dan dikhianati sekarang.
"Aku tidak tahu" jawab Emerta tidak yakin. "Satu tahun yang lalu seekor naga menyebabkan kegemparan di kawasan tempat tinggal elf. Dia mengunjungi semua ras elf dan menghancurkan beberapa bangunan mereka sambil memberikan peringatan. Aku pernah melihat nya saat itu. Kebetulan sekali aku sedang membeli bahan penelitian di kota. Tapi naga itu tiba-tiba masuk. Penghalang bahkan rusak karenanya. Lalu dia meraung dan berteriak dengan bahasa yang kami ketahui 'Jangan berkelahi satu sama lain dasar kalian elf bodoh! Kalian menganggu tidurku saat melakukan itu! Aku tidak senang! Kalau kalian melakukan nya lagi, aku akan menghancurkan tempat tinggal kalian!'. Setelah memberi peringatan, naga itu menghancurkan beberapa rumah dan terbang kembali" Emerta menjelaskan.
"Kelihatannya dia naga yang sangat perkasa" kataku kagum.
Perasaan Rexus semakin masam.
"Apa ada yang meninggal?" aku bertanya lagi
"Anehnya tidak ada. Padahal serangannya sangat kuat"
"Dia juga sangat baik" aku menambahkan.
Rexus bergetar marah. "Cukup! Aku tidak ingin ramuannya lagi!" Rexus tiba-tiba protes dan kembali ke dalam tas rotanku.
Aku mengerjap bingung dengan sikap tidak jelasnya. "Hei, apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba marah?"
Tidak ada jawaban.
"Rexus, apa kau yakin tidak mau ramuannya?" aku bertanya polos. Aku tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba marah. Lagipula dia masih bocah. Jadi aku memaklumi nya karena bocah memang selalu bersikap labil. Tapi kalau Rexus tidak menginginkan nya, uangku akan selamat.
"Beli" jawab Rexus pendek dengan nada merajuk.
Heh!
Dia bahkan masih ingin membeli ramuan. Tapi kenapa dia tiba-tiba marah seperti ini?
__ADS_1
Aku menuruti permintaan Rexus tanpa bertanya lebih lanjut. Aku membeli semua ramuan. Jujur saja, aku tidak punya mata uang yang digunakan untuk bertransaksi di desa elf. Tapi sebelum pergi Ren memberiku daun aneh berwarna emas. Ren berkata kita bisa berbelanja dengan daun ini secara gratis karena semua tagihan akan dibebankan pada Ren. Mungkin fungsi nya seperti kartu kredit.
Walaupun itu gratis untuk sekarang, aku yakin Ren akan memintaku untuk menggantinya. Jadi uangku benar-benar berada dalam situasi kritis. Lagipula kami berbelanja dalam jumlah yang sangat banyak sekarang.