Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Perkelahian


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Eva bingung bagaimana dia harus menghabiskan waktu di akademi saat semua mata pelajaran di liburkan. Dia tidak mempunyai kegiatan apapun di akademi.


Kebetulan saat itu dia melihat Lilac berama anak-anak lainnya. Jadi Eva berniat untuk bergabung dengan mereka. Tapi kedatangannya sama sekali tidak diinginkan sehingga Eva memilih pergi dari kelompok itu.


***


Aku melihat kembali ke arah sekelompok orang yang masih bergosip tentang ku dengan kening berkerut. Lalu aku hanya bisa menghela napas dalam-dalam sebelum kerutan di keningku secara perlahan menghilang.


Sangat sulit merubah pendapat mereka tentangku. Kalau mereka bukan teman-teman Reina, mungkin akan lebih mudah bergaul dengan mereka. Tapi sejak mereka sangat dekat dengan Reina, akan sangat sulit untukku masuk ke dalam lingkaran mereka.


"Evaaa! Aku minta maaf!" teriak Lilac.


"Kenapa kau meminta maaf?" Ekspresi ku sangat bingung sekarang.


"Karena aku membiarkan mereka membicarakan hal buruk tentang mu. Mereka sebenarnya anak-anak baik. Tapi rumor itu sudah mencuci otak mereka. Jangan membenci mereka" kata Lilac dengan wajah kecewa.


"Jangan meminta maaf kalau kau tidak membuat salah. Lagipula mereka tidak pantas dibenci" balasku datar.


Lilac tahu bahwa suasana hati Eva sedang tidak baik karena perlakuan yang diterima tadi. Jadi dia tidak mengatakan apapun lagi.

__ADS_1


"Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa kau mau bermain di suatu tempat?" Lilac berusaha merubah topik pembicaraan nya.


"Aku tidak tahu harus melakukan apa sekarang" kataku kecewa. Aku benar-benar tidak punya ide untuk menghabiskan waktu. "Mungkin tidur?"


Wajah Lilac cemberut. "Aku juga akan memilih untuk tidur kalau berada di rumah sekarang. Tapi kita berada di akademi. Itu tidak mungkin. Kalau ketahuan guru atau ada yang melapor, poin kita akan dikurangi" kata Lilac sedih. "Akademi ini benar-benar sangat pelit membiarkan kita libur" Lilac memajukan bibirnya dan berbicara dengan nada mengejek.


"Benar sekali" aku mengangguk setuju dengan cepat. Padahal lebih baik kalau mereka membiarkan kami untuk libur. Tapi mereka tetap mewajibkan kami untuk ke sekolah. Aku akan mati bosan di tempat ini


"Bagaimana kalau kita temui Vivian? Anak itu pasti sedang melakukan sesuatu!" kata Lilac kemudian, seakan-akan dia menemukan ide yang brilian.


"Kau benar" aku membalasnya dengan mata berbinar.


Mereka berdua pun memutuskan untuk mencari Vivian. Karena Vivian berada di kelas B, mereka perlu menjelajahi halaman yang berbeda agar bisa menemuinya.


Aku dan Lilac merasa penasaran. Jadi kami masuk ke tengah-tengah kerumunan untuk melihat apa yang terjadi. Dan ternyata itu adalah perkelahian.


Seorang anak laki-laki yang sedang menendang lima orang anak laki-laki lainnya, seakan-akan mereka hanya lah bola sepak. Lima anak lainnya memiliki penampilan berantakan dengan banyak lebam di wajah mereka.


Si penyerang, adalah seorang anak yang menggunakan jubah hitam untuk menutupi kepalanya. sehingga aku tidak melihat dengan jelas wajahnya.


"Aku minta maaf..." salah satu dari mereka memohon ampun.

__ADS_1


"..."


Anak itu tidak merespon, seakan-akan dia tidak menerima permintaan maaf anak lainnya.


Dia meletakkan kakinya di kepala anak itu. "Mati" katanya.


Semua orang yang menonton tersentak kaget. Lagipula membunuh sesama murid sama sekali tidak diizinkan di akademi. Kalau ada yang melakukan nya, apalagi disaksikan banyak orang seperti ini, dia tidak hanya akan dikeluarkan tapi juga diberi hukuman lainnya.


Aku berusaha untuk menghentikan anak itu membunuh anak lainnya.


"Hentikan!"


Anak itu menoleh dan mata kami bertatapan. Aku membelalak kaget saat melihat wajahnya yang sangat familiar. Itu adalah Sayn!


Apa yang dipikirkan anak itu? Apa dia sudah gila? Dia berkelahi dan bahkan ingin membunuh orang lain di tempat umum.


Aku tidak meremehkan kegilaan Sayn. Tapi sikapnya selama ini membuat ku lupa bahwa dia orang yang cukup kejam. Aku bahkan lupa bahwa dia membunuh seluruh keluarganya hanya untuk menempati tahta di masa lalu!


SWOOSHH!


Tanpa aba-aba aku menarik Sayn dan membawanya lari meninggalkan kerumunan dengan kecepatan udara. Sehingga sebagian besar orang di kerumunan itu tidak bisa melihat pergerakan mereka saat melarikan diri.

__ADS_1


Lilac hanya melihat semuanya dengan wajah bingung. Bahkan dia butuh waktu untuk sadar bahwa Eva sudah menghilang di sampingnya.


"Ehhhh? Eva! Kau meninggalkanku lagi!" protesnya sambil ikut mengejar jejak Eva.


__ADS_2