Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Introgasi 2


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn bertemu dengan Denis dalam misi penyusupannya. Saat itu Denis tidak tahu bahwa penyusup itu adalah Sayn sampai mereka berdua bertarung. Sayn tidak berniat untuk meladeni Denis lebih jauh karena misi utamanya adalah penyelamatan dan melarikan diri. Setelah membuat kekacauan di istana, Sayn melarikan diri dan Denis mengejarnya.


***


Pale adalah salah satu jendral di bawah kekuasaan Duke kerajaan Well. Walaupun dia seorang jendral, kedudukannya tidak sama dengan jendral besar yang ada di ibukota. Dia hanya jendral kecil yang dipimpin oleh dewa perang. Bagi Pale Duke Court adalah sosok yang keren. Dia sudah beberapa kali menemani Duke ke medan perang dan mengangumi kekuatannya saat melawan musuh. Dia juga tahu betapa manisnya Duke memperlakukan istri dan anaknya. Sosok Duke sudah menjadi panutan yang sangat berharga untuknya. Dia ingin menjadi orang yang sukses lalu istri yang cantik. Dan dia akan pensiun lalu hidup berkecukupan bersama keluarganya. Itu adalah mimpi sederhana.


Dia juga menerima misi untuk mengamankan kediamaan utama Duke karena pria itu sedang sibuk di ibukota. Jadi dia merasa sangat terkesan. Ada dua jendral junior di bawah pimpinan Duke. Dirinya dan Armin. Armin adalah pria yang lebih muda darinya dan berbakat. Sebenarnya dia merasa rendah diri dengan keberadaan Armin, tapi demi cita-citanya, dia tidak akan menyerah. Walaupun setiap orang selalu membandingkan kemampuan mereka.


Tapi tiba-tiba hari ini dia menerima berita yang mengejutkan. Berita yang hampir membuatnya pingsan di tempat, tapi dia berhasil menjaga kesadarannya. Bahwa Duke bekerja sama dengan penyihir gelap yang menjadi mata-mata kerajaan. Dan saat ini Duke beserta semua orang di ibukota ditangkap. Berita ini membuat semua orang yang ada di mansion menjadi panik.


Beberapa prajurit mulai meragukan pemimpin mereka. Bahwa pemimpin mereka adalah penjahat tersembunyi yang ingin menghancurkan kerajaan mereka. Beberapa dari mereka memiliki keluarga di ibukota. Jadi tidak mungkin mereka memihak penjahat yang ingin menghancurkan kerajaan mereka. Jadi mereka memilih untuk pergi, meninggalkan pasukan Duke. Tapi ada beberapa yang tetap menaruh kepercayaan pada Duke, bahwa berita itu tidak benar. Mereka terpecah menjadi dua sisi.


Armin adalah seorang bagsawan kecil yang ingin menaikkan derajatnya sebagai bangsawan tidak dikenal. Dia berpikir bahwa Duke adalah batu loncatan yang sangat bagus. Tapi karena kejadian ini dugaannya salah. Duke hanya membawanya ke dalam kehancuran. Jadi dia ingin berada di zona aman. Dia bersama dengan prajurit lainnya berniat ke ibukota dan menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dengan Duke. Dan juga mengklaim kontribusi mereka saat perang. Mereka ingin meninggalkan  pasukan Duke.

__ADS_1


Sementara Pale bersama prajurit lainnya berada di sisi yang berlawanan. Mereka tetap percaya pada Duke dan pemimpin mereka bukanlah orang yang jahat. Hampir sebagian dari mereka juga tidak memiliki ikatan khusus dengan kerajaan Well. Mereka benar-benar murni melayani Duke karena kagum dengan kekuatan dan kepribadiannya. Pale sebenarnya ingin hidup dengan tenang di kerajaan ini. Tapi instingnya berkata untuk tidak meninggalkan Duke dan dia mempercayainya.


Duke memanggilnya dengan sihir telepati terakhir untuk persiapan perang di ibukota. Tentu saja dia langsung berangkat ke sana. Dia juga melihat kelompok Armin yang memutuskan untuk ke ibukota. Pale yakin telepati itu juga sampai di telinga Armin. Bahwa Duke berniat melakukan peperangan untuk melawan pihak kerajaan. Pale yakin Armin akan menjadi pengkhianat dan melaporkan rencana Duke kepada bangsawan lainnya. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun tentang hal itu. Karena Pale tidak bisa melukai mereka. Mereka adalah teman seperjuangan sebelumnya. Bagaimana bisa menjadi musuh sekarang?


***


Raja bergegas menuju ke penjara Diana setelah dia menyelesaikan misi introgasinya di penjara Duke. Raja benar-benar berharap wanita itu bekerja sama dengannya. Jadi dia tidak perlu bersusah payah untuk mengintrogasinya dengan cara yang mengerikan. Bahkan kalau dia bekerja sama dengan baik. Raja bisa memberikan opsi yang baik untuknya untuk hidup bersama suaminya. Semua ini tergantung bagaimana Diana memberi setiap informasi yang di dapatkannya sebagai mata-mata.


Saat Raja tiba, Diana sudah sadar. Wanita itu terkulai lemah di panjara. Walaupun matanya terbuka, dia terlihat tidak seperti orang hidup.Wajahnya terlihat sangat pucat dan pandangannya sayu. Terlihat seperti orang sakit yang berusaha untuk tetap sadar. Raja bahkan tidak yakin bahwa Diana punya tenaga untuk mengeluarkan suara dari mulutnya. Tapi Raja tidak peduli. Dia menyurh dua orang pengawal untuk menyeret Diana di depan matanya.


"..." Diana menatap raja dengan mata lesu dan tidak membuka mulutnya sama sekali.


"Kau masih bisa berbicara bukan? Jawab aku. Atau kau tahu akibatnya. Jangan sekali-kali mencoba membohongiku" Raja mengeluarkan aura mengancam.


Diana perlahan membuka mulutnya. "Aku tidak ada tujuan apa pun..." dia menjawab dengan suara kecil dan lemah.

__ADS_1


Raja mengernyitkan keningnya "Walaupun kau membuat dirimu menjadi seperti itu, aku tidak akan merasa kasihan padamu!" bentaknya. "Aku hanya benar-benar tidak menyangka bahwa istri dari saudara iparku akan menjadi mata-mata. Membuatku benar-benar sakit kepala"


"Pertanyaan terakhir" mata Raja menyipit. "Apa tujuanmu? Aku berharap kau tidak membuang waktu dan tenagaku untuk menanyakan hal yang sama"


"Tidak ada..." jawab Diana lemah. Suaranya lebih lemah dari suara pertama.


Sebenarnya, Raja ingin menyiksanya kalau dia tidak ingin mengaku. Tapi kondisi Diana seperti hampir mati. Kalau Raja melakukan itu, Diana akan mati sebelum hari eksekusi dan dia tidak akan mendapatkan informasi apa pun. Jadi Raja berpikir tentang sesuatu yang lebih efektif daripada menyiksa penyihir gelap ini.


"Kau tahu bayimu ada di tanganku bukan? Apa kau benar-benar tidak peduli dengannya?"


DEG! Mata Diana terbelalak kaget. Sontak dia menggerakan tangannya dan menatap Raja serius. "Jangan sentuh bayiku!" kata Diana marah dengan suara serak. Tapi tetap saja suaranya terdengar sangat lemah.


"Aku tidak akan menyentuhnya kalau kau bekerja sama" kata Raja. Sebenarnya pria tua ini benar-benar bertindak cukup dingin dan tidak punya hati karena melibatkan bayi tidak bersalah dalam urusan politik kerajaan. Dia juga merasa bersalah di hati terdalamnya. Dia sebagai orang tua tahu apa yang Diana rasakan. Tapi dia harus melakukannya demi kepentingan kerajaan. Dan dia masih mengingat jelas apa yang marquis Zent katakan tentang bayi itu.


'Bayi itu adalah penyihir gelap ketika dia sudah beranjak dewasa'. Karena itu Marquis memberitahu Raja untuk tidak memberikan posisi bangsawan kepadanya. Raja menyetujuinya. Karena itulah, mencabut posisi Duke sebagai bangsawan tingkat tinggi ada dalam rencannya. Dia akan membuat Duke dan keluargannya hidup dengan tenang di wilayah kecil, jauh dari ibukota tanpa gelar bangsawan.

__ADS_1


__ADS_2