Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 8 Kemunculan Casius


__ADS_3

Sementara di sisi lain, Ren berhasil mengejar Lena. Dia mencekik leher wanita itu.


"Ren, aku melakukan ini karena aku mencintaimu!" kata Lena. "Kenapa kau tidak menghargai semua yang aku lakukan" dia mulai menangis.


"kau membunuh orang karena kau mencintaiku?"


"Meraka hanyalah sampah Ren. Mereka harus disingkirkan demi kelangsungan hubungan kita" balasnya yakin. "Manusia hanyalah serangga!"


Ren tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


"R..Ren...?"


"Aku benar-benar bodoh. Bagaimana aku bisa membesarkan iblis sepertimu" kata Ren. Aura membunuhnya semakin kuat, membuat seluruh tubuh Lena mengigil.


"Ren, jangan bunuh aku. Aku minta maaf" kata Lena kemudian. Dia sudah ketakutan.


"Tidak. Aku harus melenyapkanmu sekarang"

__ADS_1


Seluruh tubuh Lena ditutupi oleh kabut hitam. Lena berteriak kesakitan saat tubuhnya secara perlahan mencair. Kulitnya mencair, daging-daging di tubuhnya lalu tulangnya juga ikut mencair. Teriakan kesakitannya terhenti. Seluruh tubuh Lena mencair menjadi cairan hitam dalam sekejap.


Ren menghela napas. Dia menyesal tidak membunuh Lena saat itu sehingga memberinya kesempatan untuk membahayakan orang terdekatnya lagi. Setelah membunuhnya, Ren pergi. Dia ingin membantu yang lainnya membunuh kadal raksasa itu.


Tapi Ren tidak tahu, ada titik cahaya seperti kunang-kunang yang muncul dari balik semak-semak. Itu adalah jiwa Lena. Lena sudah melakukan banyak penelitian untuk menjadi abadi dan dia menemukan salah satu caranya. Yaitu dia harus menjaga jiwanya tetap hidup. Ren tentu saja tidak menyadari hal itu.


Jiwa Lena terbang melintasi semak-semak dengan cahaya lemah. Dia harus menemukan tubuh baru sebelum jiwanya menghilang dari dunia ini.


Lalu dia melihat sosok manusia tertidur pulas di bawah pohon raksasa. Manusia itu memiliki pakaian yang bagus. Dia laki-laki dan cukup tampan. Dia juga terlihat seperti penyihir yang cukup berbakat. Ada banyak botol alkohol di sekelilingnya. Manusia itu jatuh tertidur karena mabuk.


Lena merasa bersemangat. Dia akhirnya menemukan tubuh baru untuk bangkit kembali. Cahaya kecil itu langsung masuk ke dalam tubuh manusia itu. Dia ingin memangsa jiwa manusia lemah ini dan menjadikan tubuh ini miliknya.


"Kau berani-berani masuk ke dalam tubuhku hah, serangga kecil!" jiwa naga itu berteriak marah.


Jiwa kecil Lena bergetar ketakutan. Dia tidak pernah mengira bahwa di dalam tubuh manusia lemah ini ada jiwa seekor naga.


"Kau pasti jiwa yang jahat. Aku tidak bisa membiarkanmu melarikan diri"

__ADS_1


Jiwa naga itu langsung melahap jiwa kecil itu dengan cepat.


"Rasanya hambar" naga itu menggerutu.


Selesai memakan jiwa kecil itu sang manusia terbangun dan merenggangkan tubuhnya. "Uhhh, aku hampir sampai. Hutan elf sudah dekat. Berani-beraninya dia menendangku ke tempat yang jauh. Aku tidak akan pernah memaafkannya, Tunggu saja kau Ren!"


Ya, sosok itu adalah Damian. Dia sekarang berniat menuntut balas atas perlakuan tidak adil yang terjadi padanya.


***


Saat Ren kembali, pertarungan itu sudah selesai. Eva, Enell dan Rexus berhasil mengalahkan kadal raksasa itu. Setelah menyelesaikan semuanya, mereka berniat kembali. Tapi tiba-tiba seluruh langit menjadi gelap. Fenomena ini terjadi di seluruh dunia. Seluruh langit menggelap tiba-tiba dan membuat orang bingung. Lalu kilatan petir mulai muncul dengan suara bergemuruh.


Sosok wajah raksasa yang terbentuk dari awan muncul dan tersenyum kepada seluruh kelompok manusia yang berada di hutan.


"Selamat datang para manusia" suara itu bergema. Menarik perhatian semua orang. Bahkan kelompok yang berada bermil-mil jauhnya masih bisa melihat penampakan itu.


"Aku adalah dewa. Aku ingin melakukan revolusi untuk dunia busuk ini" katanya sambil tertawa.

__ADS_1


Ekspresi Ren berubah serius saat dia melihat sosok itu. Dia menatap Eva. "Kau benar. Dia muncul sekarang"


Eva mengangguk. Lalu mereka semua langsung menuju ke pusat, di mana penampakan raksasa itu dengan cepat.


__ADS_2