Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Kota Sihir 6


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn dan Robert sudah merasakan bahwa ada sekelompok orang yang mengikuti mereka. Tapi orang yang mengikuti mereka sangat profesional, dapat menghilangkan jejak mereka dengan cepat. Jadi dua orang itu memutuskan untuk mengabaikan para pengintai tapi tetap meningkat kan kewaspadaan mereka.


Toko yang mereka kunjungi selanjutnya adalah toko ramuan aneh. Karyawan toko tidak mengetahui fungsi ramuan yang mereka jual. Tapi tujuan utama Eva mengunjungi toko ini karena Rexus terus mengeluh meminta makan padanya.


***


"Makan, makan, makan!" kata Rexus bersemangat. "Aku ingin makanan!"


"Sabar, sabar, aku akan membelikan ny untukmu oke" kataku. Aku berusaha menenangkannya telur kecil yang tidak bisa diam ini. Sedari tadi dia terus melompat-lompat, membuat tas yang kupakai terus bergerak.


"Mana yang kau inginkan?" aku bertanya.


"Yang biru, yang bening, samping kiri, kanan bla bla bla" Rexus terus mengoceh.


Eva harus bergerak cepat. Setiap kali Rexus mengatakan ramuan yang dia inginkan, Eva harus langsung mengambil nya.


Tanpa sadar, dia terus mengambil dan hampir memenuhkan keranjang belanja miliknya.


Saat Eva membawa keranjang belanja nya ke meja kasir, karyawan toko itu menganga kaget. Belum pernah ada seorang pun yang membeli ramuan sebanyak itu di toko mereka. Bahkan menjual satu ramuan saja sudah sangat langka. Tapi sekarang gadis kecil ini membeli banyak sekali ramuan.


"Nona, bagus sekali. Aku yakin kau akan mendapatkan ramuan kuno!" kata Karyawan toko itu bersemangat.


Mulutku berkedut saat mendengar nya. Kalau orang lain melihat kelakuanku, mungkin mereka berpikir aku adalah orang gila.


Untuk jaga-jaga aku melihat ke arah Robert dan Sayn. Lalu melihat mereka sibuk mengamati sekeliling. Aku memiringkan kepalaku bingung. Aku kira mereka tidak peduli dengan ramuan yang dijual. Sepertinya dua orang itu sedang mencari sesuatu. Tapi apa?


"Apa yang sedang kalian cari?" tanyaku langsung.


Sayn dan Robert langsung kaget saat mendengar suara Eva.


"Tidak ada" jawab mereka serempak.


"Tidak ada apa-apa" jawab Sayn.


"Benar" Robert menyetujui sambil mengangguk.

__ADS_1


Ini membuat ku lebih bingung lagi. Sejak kapan Sayn dan Robert bisa bekerja sama? Aku menatap mereka sambil mengernyitkan keningku, bingung.


Hmm.... aku sangat curiga. Apa ada sesuatu yang mencurigakan?


"Makanan, makanan, makanan! Cepat berikan makanan itu padaku!" desak Rexus sehingga aku mengalihkan perhatian ku dari Robert dan Sayn.


Aku dengan cepat membayar semuanya dengan mana. Setelah mentransfer mana milikku, mana yang tersisa di dalam tubuhku hanya setengahnya sekarang.


Setelah selesai membeli, aku tidak langsung memberikan ramuan itu pada Rexus karena itu akan mencurigakan. Aku menyimpan nya lebih dulu ke ruang dimensi.


"Aku akan memberimu makan setelah kita sampai di penginapan oke?" kataku berusaha menenangkan telur kecil itu.


"Oke..." jawab Rexus. Aku bisa tahu dia kecewa hanya dengan mendengar nadanya.


Sebenarnya kawasan ini cukup sepi. Apa karena ramuan tidak terlalu diminati penyihir? Tapi kurasa tidak mungkin. Mungkin alasannya karena toko-toko yang ada di sini tidak terkenal. Hmmm...bisa jadi bukan?


Aku keluar dari toko ramuan aneh itu dan melihat toko ramuan lainnya. Sampai aku menyadari Robert dan Sayn tidak ada di belakang ku lagi.


Ehhhh?


Kemana mereka?


Lalu tiba-tiba para penyihir yang berada di sekitarku pingsan dan tubuh mereka tergeletak di tanah. Tidak banyak dari mereka karena kawasan ini cukup sepi. Hanya sekitar lima orang.


Aku curiga dan waspada. Ada yang aneh? Apa aku diserang sekarang?


"Bahaya!" aku mendengar Rexus bersuara lagi.


oke! Aku benar-benar diserang sekarang!


***


"Aku menemukannya!" kata Robert saat mereka melangkah keluar toko.


"Aku juga"


Kedua orang itu mengangguk dan langsung pergi menuju tempat para pengintai. Jarak pengintai tidak terlalu jauh dari toko tempat mereka berlalu.

__ADS_1


Mereka segera mengejar para pengintai dan mereka menemukan nya di dekat tembok kota. Mereka semua menggunakan jubah hitam. Ada empat orang dari mereka.


"Kenapa kalian mengikuti kami?" tanya Robert sambil mengeluarkan aura membunuhnya.


"Hmph! Kami tidak punya urusan dengan kalian. Lebih baik menyingkir bocah" salah satu dari mereka menjawab.


Sayn dan Robert menatap para pengintai itu. Walaupun mereka kalah jumlah, dua orang pria itu tetap percaya diri dengan kekuatan mereka.


Mereka pun akhirnya bertarung.


"Dua lawan empat?" kata Sayn sarkas.


Tapi ternyata dugaannya salah. Hanya dua orang yang menghadapi mereka sementara dua orang lainnya tiba-tiba menghilang.


Robert merasa tidak enak.


"Eva!" dia akhirnya sadar. Mereka berdua terpancing dan meninggalkan gadis itu sendirian.


Robert segera bergerak, tapi tiba-tiba musuh menghalangi gerakannya.


Robert menyerang pengintai itu, tapi pengintai itu dengan mudah menghindar. Saat Robert mengeluarkan sihir nya, pengintai itu melempar sihir miliknya hanya dengan kibasan tangan.


Robert kaget. Mereka kuat. Dia benar-benar meremehkan mereka!


Robert menyerang lagi. Mereka bertarung cukup intens. Tapi tetap saja Robert sama sekali tidak bisa melukai musuh. Robert merasa dia melawan musuh yang benar-benar kuat sekarang. Musuh dengan kekuatan sekelas Dean Menara Sihir!


Robert melihat Sayn. Dan ternyata bocah itu juga kewalahan. Walaupun bocah itu lebih lemah darinya, dia cukup kuat daripada penyihir rata-rata. Tapi dia tidak berkutik melawan penyusup itu.


Dua penyusup kali ini kekuatan nya hampir seperti para tetua sihir. Bahkan sama seperti Dean Wason.


"Mereka kuat. Ini cukup sulit" pikir mereka berdua dalam hati.


Mereka tidak bisa menang. Jadi hanya ada satu jalan. Mereka harus menyelinap dan membawa Eva melarikan diri dari tempat ini!


Tapi masalahnya, tidak mudah menghindari para penyusup ini! Sementara dua penyusup lainnya sudah menyerang gadis kecilnya!


Robert khawatir. Dia benar-benar khawatir sekarang. Ada rasa ketidakberdayaan karena dia masih cukup lemah....

__ADS_1


"Eva tunggu aku" kata Robert dan Sayn dalam hati mereka.


__ADS_2