
Sayn meninggalkan akademi lagi sebelum kejadian besar di ujian pertandingan. Dia tidak tahu bagaimana Eva bertanding saat itu.
Dia ingin melihatnya, tapi dia tidak bisa karena terlalu sibuk. Jadi dia hanya bisa mengirimkan boneka sihir itu kembali untuk menggantikan posisinya.
Jadi lebih tepatnya dia hanya menginjakkan kaki di akademi selama satu hari, untuk bertemu dengan Eva. Tapi waktu yang mereka habiskan benar-benar sebentar. Dan membuat nya tidak puas.
"Tuan, anda harus segera kembali" pak tua itu selalu menghubunginya setiap empat jam sekali melalui telepati. Dan membuat nya hampir gila. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun tentang itu karena dia adalah pemimpin organisasi itu.
Sayn mengganti pakaiannya dengan jubah gelapnya yang khas dan memasang topengnya. Lalu dia mulai bergerak dengan sihirnya di kegelapan malam ibu kota.
Kali ini kelompok nya berkumpul di salah satu bar di ibu kota. Bar itu cukup terkenal. Dan lebih mengejutkan lagi, bar itu adalah miliknya. Dia sengaja mendirikan bar itu untuk mengumpulkan informasi. Tapi siapa yang mengira dia akan menghasilkan banyak uang juga.
Sayn sampai di bar itu tanpa menarik perhatian pengunjung, seolah-olah dia tidak terlihat. Hanya penjaga bar sudah mengenalinya. Mereka hanya menganggukkan kepala satu sama lain, sebelum akhirnya Sayn masuk ke dalam ruangan berbeda di dalam bar.
Ruangan utama mereka berada di ruang bawah tanah. Ada sebuah pintu rahasia di bawah lantai. Dan pintu itu ditutup dengan sebuah rak buku raksasa.
Sayn mengangkat rak buku itu dengan sihirnya, lalu dia membuka pintu masuk. Saat pintu masuk terbuka, ada tangga kecil yang mengarah ke bawah. Sayn langsung terbang ke dalamnya.
Setelah mencapai dasar ruang bawah tanah, ada Empat pintu berbeda di sana. Tapi empat pintu itu adalah ruangan biasa, yang digunakan untuk mengoceh penyusup. Pintu sebenarnya berada di langit-langit gua.
Untuk masuk ke dalam, mereka perlu memasukkan kode sihir di depan pintu. Kalau kode yang dimasukkan salah, maka sistem penghancur diri akan diaktifkan. Dan seluruh tempat akan hancur. Ini dilakukan untuk meminimalisir penyusup juga.
Bagaimana pun Sayn tidak merasa masalah untuk menghancurkan satu atau dua tempat persembunyian. Karena dia memiliki banyak sekali markas di seluruh kerajaan. Kalaupun dia kehilangan markas di ibu kota Well. Dia bisa membuat markas lainnya dengan mudah.
Sayn masuk dengan mudah. Di dalam, ada empat orang lain yang sudah menunggu nya. Empat orang itu tidak menggunakan topeng untuk menyembunyikan wajah mereka, tapi hanya menggunakan tudung jubah. Sehingga janggut putih mereka terlihat. Menyatakan bahwa mereka adalah para penatua.
"Selamat datang tuan," salah satu dari mereka menyambut nya. Lalu tiga lainnya mulai menundukkan kepala untuk menyambut nya.
"Bagaimana kalian bisa memanggil ku lagi? Bukankah misi sudah selesai?" tanya Sayn dengan nada kesal. Hanya ada satu kursi di ruangan itu. Sayn langsung duduk di sana karena itu adalah miliknya.
__ADS_1
"kita mendapatkan misi lainnya" jawabnya.
Sayn mengerutkan keningnya. "Kita baru saja menyelesaikan misi beberapa hari yang lalu. Bukankah aku sudah memberitahu mu bahwa kita hanya bisa menerima satu misi setiap bulan? Apa kau mengabaikan perintahku?" katanya dingin. Sayn benar-benar merasa kesal karena waktu liburan nya diganggu. Dia merasa seperti dia orang yang paling menyedihkan sekarang karena harus bekerja setiap hari.
"Kami tidak berani..." keempat penatua itu menjawab dengan serentak.
"Tolak misinya" kata Sayn kemudian. "Aku ingin kalian melakukan sesuatu yang lain...." katanya. Dia ingat bahwa dia perlu membantu Eva untuk menemukan orang asing yang berniat membunuh keluarganya. Ini akan mudah karena target berada di ibu kota.
"Tapi tuan....ini misi penting" salah satu dari mereka dengan berani maju dan berkata dengan takut-takut.
Sayn mengernyitkan keningnya lagi. "Penting? Ceritakan" dia tidak ingin bertindak gegabah dengan memarahi para pengikutnya lagi. Dia perlu mengkonfirmasi nya lebih dulu.
"Misi ini berasal dari perkumpulan penyihir cahaya. Mereka adalah sisa-sisa kelompok dari kota suci..."
Mata Sayn membelalak kaget. Ini adalah informasi yang tidak terduga untuknya. Baru kali ini dia mendengar bahwa penyihir cahaya membuat suatu perkumpulan tertentu. Dia tahu bahwa penyihir cahaya itu sangat langka di seluruh dunia.
Dia juga kaget bahwa mereka adalah sisa-sisa dari Kota Suci yang sudah hancur sejak dahulu kala. Terlebih lagi yang paling mengejutkan nya, bagaimana bisa penyihir cahaya yang dikenal sebagai mahluk suci dan anak dewa mengirimkan permintaan ke sebuah organisasi pembunuh? Tidak masuk akal bukan?
"Lalu, apa yang mereka inginkan?"
"Membunuh seseorang..." jawab pengikut nya tanpa ragu-ragu.
"Lanjutkan"
"Mereka mengirimkan sebuah permintaan pada kita karena kita sedang berada di ibu kota kerajaan Well saat ini. Mereka berkata bahwa target juga berada di tempat ini. Jadi akan lebih mudah. Mereka menawarkan air suci sebagai pembayaran" jelasnya.
Sayn mengerjap kaget sekali lagi. Air suci adalah ramuan langka. Ramuan itu dapat menghidupkan orang mati! (Efeknya mirip seperti ramuan yang Eva peroleh di Domain Sihir, tapi ramuan sihir yang Eva peroleh bukan air suci)
Informasi mengatakan bahwa air suci hanya bisa dibuat dengan kehendak dewa. Dewa perlu turun ke dunia dan memberikan berkatnya ke ramuan itu. Setelah itu ramuan itu baru bisa disebut dengan air suci dan memiliki efek untuk membangkitkan manusia yang sudah mati.
__ADS_1
Dikatakan bahwa dewa hanya menjawab permintaan manusia seratus tahun sekali. Sehingga satu air suci hanya bisa diperoleh seratus tahun sekali. Jadi itu adalah benda yang sangat berharga. Benar-benar berharga. Bahkan lebih berharga dari sebuah kerajaan.
"Bagaimana bisa mereka memberikan barang seperti itu sebagai pembayaran?" Kata Sayn tidak percaya.
"Kami juga cukup kaget tuan...."
"Apa misinya sulit?" tanya Sayn kemudian.
Keempat penatua itu bertatapan satu sama lain dengan wajah bingung sebelum akhirnya menggeleng.
"Misinya tidak sulit. Itulah yang membuat kami cukup bingung..." salah satu dari mereka menjawab.
"Hm?" Sayn tidak mengira jawaban seperti ini.
"Targetnya hanya seorang bangsawan..."
"Ah!" Sayn mengerjap kaget. Dia mengira mereka mendapatkan misi untuk membunuh penyihir gelap ternama. Bahkan mungkin raja elf gelap yang terkenal jahat. Tapi itu hanya misi untuk membunuh bangsawan? Bukankah misinya terlalu mudah?
"Kami mendapat kan potret juga informasi tentang target Tuan" salah satu dari mereka mengeluarkan segulung kertas dari jubahnya. Lalu dia memberikan kertas itu dengan hati-hati kepada Sayn.
Tanpa basa-basi, Sayn langsung membuka gulungan itu dengan cepat. Ada sebuah potret realistis yang tergambar. Itu adalah potret seorang wanita berambut coklat dengan mata bulat yang sangat indah. Sayn menyipit kan matanya. Dia merasa potret ini tidak asing.
Sayn mengarahkan tatapannya ke bawah potret dan melihat beberapa tulisan kecil di sana. Ini adalah informasi nya.
Diana Court
Wanita yang menikahi Duke Court dari Kerajaan Well. Sekarang memperoleh gelar bangsawan sebagai "Duchess" dari rumah Court.
Bunuh dia dengan racun yang sudah kami berikan untuk menghindari kecurigaan.
__ADS_1
Wajah Sayn langsung mengeras.