Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 8 Bertemu Kenalan Lama


__ADS_3

Eva tertidur dan dia menemukan dirinya berada di tempat yang tidak asing. Tempat yang tidak pernah dia kunjungi lagi setelah sekian lama. Langit biru yang dipenuhi dengan awan-awan putih yang mengambang. Lalu Sesosok kucing buntal duduk di kursi emas kecil sambil menatapnya penuh arti.


"Halo, lama tidak berjumpa miaow~" kucing itu merenggangkan tubuhnya, lalu duduk sambil mengibaskan ekornya. "Bagaimana miaow~? Apa kau menyukai kehidupanmu sekarang miaow~?"


"Aku punya banyak pertanyaan untukmu" Eva menatap kucing itu dengan wajah serius.


"Sebelum itu biar kuperjelas miaow~" dewa kucing menggoyangkan ekornya lebih cepat, membuatnya terlihat sangat menggemaskan. "Aku hanya melakukan apa yang kau inginkan. Menjadikanmu seorang putri dan dikelilingi oleh banyak pria tampan. Kau sudah mendapatkan semuanya sekarang miaow~"


"Aku bukan mau menanyakan tentang hal itu" jawab Eva cepat. "Kenapa kau tiba-tiba menghilang selama beberapa tahun ini? Aku memanggilmu dan kau tidak pernah muncul. Dan kau menghilang di saat-saat aku menghadapi masa terpurukku"


"Aku memang tidak diizinkan untuk bertemu denganmu miaow~" jawab kucing itu sedih. "Dari awal keberadaanku tidak boleh mempengaruhimu terlalu banyak. Perlu diingat, aku juga tidak bisa melakukan apa-apa walaupun kau mati dalam prosesnya miaow~" dia berkata dengan serius.


"Sebelum pergi kau bilang ingin memberitahuku sesuatu bukan? Kau bersikap sangat misterius. Dan bagaimana bisa adikku, Ricko, terdampar di dunia yang sama denganku? Bocah itu bahkan belum meninggal. Hal itu akan membuat orang tuaku sedih. Sebenarnya apa yang kau lakukan?"


"Jangan marah miaow~" kata kucing itu sedih. "Kau membuatku takut miaow~ Oke, aku akan memberitahumu segalanya miaow~"


Kucing itu mulai menceritakan bagaimana dimensi mereka retak karena dewa asing. Dimensi yang retak itu membawa beberapa mahluk asing dari dunia lain. Lalu mahluk asing itu mendapatkan kemampuan untuk melintasi dimensi dengan sihir gelap mereka. Dan tiba-tiba dewa asing itu muncul kembali dan mulai membawa Ricko ke dunia mereka untuk membuat kekacauan.


"Dewa bodoh itu ingin menantang kami miaow! Karena itulah kami menyuruh para penyihir cahaya itu untuk memburu para mahluk asing yang masuk ke dunia kami miaow. Kami sama sekali tidak bermaksud jahat miaow..."


"Tapi perbuatan kalian membuat para penyihir gelap diburu di seluruh dunia."


"Karena dari awal mereka sama sekali bukan penghuni dunia kami miaow! Kami hanya berharap dewa jelek itu menunjukkan dirinya miaow. Tapi dia benar-benar bersembunyi dengan sangat sempurna miaow. Kalau aku menemukannya, aku ingin mencakar wajahnya miaow~" kucing itu mulai mencakar udara dengan wajah geram.


"Jadi aku ingin minta bantuanmu miaow"


"Tidak mau, humph!" Eva menolak dengan cepat. Dia tidak mau lagi dipermainkan oleh dewa kucing bodoh ini.

__ADS_1


"Hei, aku sama sekali belum bilang apa-apa miaow!" kata kucing itu cemberut.


"Kau ingin membahayakan nyawaku lagi bukan? Tentu saja tidak." Kata Eva kukuh. Dewa kucing ini pasti ingin membuatnya ikut campur dengan masalah mahluk asing dan para dewa itu. Dia tidak mau terlibat sama sekali.


"Kau yakin miaow? hadiahnya akan sangat menggiurkan miaow~"


"?"


"Aku akan memberitahumu bagaimana caranya menyempurnakan lubang dimensi miaow~" katanya penuh dengan wajah penuh kemenangan.


"Apa?"


Eva dan Ricko berlatih bersama-sama untuk menyempurnakan lubang dimensi mereka. Eva bahkan bisa membuat lubang dimensi seukuran manusia dewasa sekarang. Tapi sayangnya, ada yang aneh dengan lubang dimensi itu. Lubang itu sangat gelap, sehingga mereka tidak bisa melihat apapun di dalam.


Kegelapan itu membuat mereka takut untuk masuk ke dalam. Mereka mencoba melemparkan beberapa barang ke dalam dan tidak ada suara sama sekali. Eva mengirimkan beberapa golemnya dan tidak ada yang kembali. Mereka takut saat mereka masuk, mereka akan terjebak di ruang dimensi. Bukan malah kembali ke bumi untuk menemui orang tua mereka.


"Kau bilang kau bisa membantuku dengan lubang dimensi itu?"


Eva berpikir sebentar. Ini kesempatan yang bagus. Walaupun tidak bisa menjamin selamat sepenuhnya, setidaknya dia bisa kembali ke bumi dan bertemu lagi dengan orang tuanya.


"Jadi kau ingin minta bantuan apa?"


Dewa kucing itu tersenyum. "Kau tahu dewa bodoh dan jelek yang mengirim para mahluk asing itu bukan miaow?"


Eva mengangguk. "Apa hubungannya dengan dewa?"


"Aku mendapat informasi. Dewa itu sekarang masuk ke dunia kami dan menyamar sebagai manusia! Temukan dia dan hancurkan miaow"

__ADS_1


"Kau gila?" Eva langsung syok. "Memangnya aku bisa membunuh dewa?"


"Kau tidak bisa miaow. Tapi aku akan membantumu miaow. Para dewa memiliki hukum mereka sendiri. Mereka tidak bisa turun ke dunia manusia miaow. Saat turun ke dunia manusia, mereka akan melemah. Mereka akan menjadi seperti manusia biasa, hanya lebih kuat. Dan mereka tidak akan pernah bisa kembali menjadi dewa lagi. Karena itulah para dewa hanya bisa mengirimkan nubuat mereka saat ingin berkomunikasi dengan manusia miaow. Tapi kau pasti bisa mengalahkannya miaow" kucing itu memunculkan sebuah pisau kecil dari perak. Pisau itu terlihat seperti hiasan rumah yang indah dan terlihat tumpul. "Gunakan ini miaow. Kau bisa menghancurkan jiwanya dengan senjata ini miaow"


Pisau itu perlahan terbang ke arahnya. Eva mengambilnya dan meletakkannya di ruang penyimpanan miliknya.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Bagaimana dewa itu bisa mempunyai niat menghancurkan dunia milik kalian?" tanyanya penasaran. Walaupun awalnya dia tidak mau ikut campur tentang konflik para dewa ini.


Kucing itu menundukkan wajahnya. "Um, temanku dan temanku miaow. Um, mereka sudah menjadi suami istri sekarang. Tapi sebelum mereka menjadi pasangan miaow, pihak istri sangat terkenal miaow. Ada dewa lain yang menyukainya miaow. Dewa itu adalah si bodoh ini miaow! Dia marah karena dia tidak terpilih, tapi dia tidak bisa menyerang kami miaow. Karena kami lebih kuat darinya. Jadi dia ingin menghancurkan dunia yang sudah kami buat dengan susah payah miaow~"


"..."


Eva melonggo. Dia tidak bisa berkata-kata. Jadi kehancuran dunia terjadi hanya karena cinta segitiga para dewa? Hanya karena itu nyawa rmiliaran manusia terancam. Alasan ini benar- benar bodoh! Tapi dia tidak bisa memberikan komentar apapun tentang itu.


"Jadi apa yang harus aku lakukan? Aku akan membunuhnya tapi bagaimana?"


"Cari dia miaow! Sekarang si bodoh itu sedang merencanakan sesuatu yang besar miaow! Dia ingin mengancurkan dunia kami dan mengambil nyawa semua mahluk hidup disana. Dia bermaksud menggunakan jiwa-jiwa itu untuk mendapatkan tubuh dewanya kembali miaow. Dia bermaksud mencapai dua tujuan dalam sekali jalan miaow"


Eva bergidik. Dia mengira dia bisa hidup damai setelah nasib buruknya sebagai karakter antagonis berakhir. Tapi ternyata tidak. Seorang dewa benar-benar merencanakan kehancuran dunia dalam diam dan tidak ada seorang pun yang tahu akan hal itu.


"Biar aku beri petunjuk miaow. Kau tahu sihir apa yang diberkati oleh para dewa bukan miaow?"


Eva mengangguk. "Tentu saja aku tahu. Sihir cahaya."


"jadi coba pikirkan miaow. Dewa akan menjadi penyihir apa saat mereka turun ke dunia manusia miaow?"


Eva membelalak kaget. "Penyihir cahaya?"

__ADS_1


"Ya, kau benar miaow. Dia akan menjadi penyihir cahaya terkuat miaow. Itulah satu-satunya petunjuk yang bisa aku berikan padamu miaow. Semoga beruntung miaow. Aku harap kau berhasil miaow~"


Lalu sekelilingnya mulai memudar. "Tidak. Tunggu dulu! Masih ada banyak hal yang ingin aku tanyakan!" Tidak ada respon dan Eva terbangun dari mimpinya.


__ADS_2