Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 4. Kerajaan Kano: Empat Orang


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Sayn menerima misi baru untuk mencari informasi tentang anak-anak yang hilang. Dan semua bukti tertuju pada satu toko ramuan terkenal yang ada di ibu kota. Dan Sayn pun menyelidiki toko itu. Saat itu dia melihat Reina yang sedang mengantarkan seorang anak masuk ke dalam toko itu. Tapi anak itu tidak pernah keluar. Sayn pun merasa curiga dan mendekati Reina.


Reina saat itu tidak tahu apa-apa. Dia hanya ingin mendapat ramuan yang diinginkan secara gratis. Dan pemilik toko itu hanya ingin seorang anak untuk diadopsi. Dia pun dengan senang hati menurutinya.


***


"Apa yang dilakukan gadis penyembuh itu? Kenapa dia berpelukan dengan seorang pria?" kata Lilac penasaran. "Ah~ Tapi pria itu sangat tampan. Gadis penyembuh itu menarik banyak pria di akademi bukan....keberuntungannya benar-benar baik. Dia selalu menarik pria tampan. Aku sangat iri" kata Lilac cemberut.


Aku sama sekali tidak merespon ocehan Lilac. Aku hanya menatap kedua orang itu sambil melamun. Bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.


Melihat Eva sama sekali tidak merespon, Lilac semakin cemberut. Dia melangkah maju lebih dulu dan berteriak. "Hai~ Reina~ Apa yang sedang kau lakukan?" teriaknya sambil berlari mendekat.


Melihat Lilac sudah pergi menghampiri Reina, aku hanya bisa menggelengkan kepala. Dan ikut menyusulnya.


"Siapa pria itu? Kekasihmu?" tanya Lilac blak-blakan sambil melihat dua orang di depannya.


"Ah..bukann...kami baru saja bertemu..." jawab Reina malu-malu.


Aku mendekat ke samping Lilac.


"Ah~ tapi kau beruntung. Dia pria tampan" kata Lilac antusias sambil menatap Sayn dengan mata berbinar.


Sayn awalnya bingung karena orang lain tiba-tiba datang dan menganggu rencananya untuk memperoleh informasi. Dia melihat seorang gadis kecil lain menghampiri mereka, eh tidak dua orang.


Dan dia sangat kaget saat melihat Eva mendekati mereka. Eva menatap wajah Sayn sambil memposisikan dirinya di samping Lilac. Sayn tersentak. Tapi dia berusaha mengatur emosinya walaupun dia saat ini sedang panik!


'Apa yang dilakukan gadis kecil ini disini? Kenapa kita bertemu disini dari sekian banyak tempat?' pikir Sayn. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman saat Eva melotot padanya.


Aku menatap Sayn dan ingin melihat responnya. Tapi pria itu hanya bertingkah biasa saja. Bersikap seolah-olah kita tidak saling kenal sebelumnya. Ah~ jadi dia ingin berpura-pura tidak mengenalku saat di depan orang lain ya?


Tanpa pikir panjang aku langsung mengirimkan sinyal telepati padanya. 'Apa yang kau lakukan disini?'


Sayn sebenarnya ingin menjawab yang sejujurnya, tapi dia menghentikannya. Dia merasa misi yang dijalankannya ini sangat berbahaya. Dia tidak bisa membuat Eva menjadi terlibat. 'Tidak melakukan apa-apa' responnya santai.


"...."

__ADS_1


'oh' responku dengan nada tidak peduli. Kelihatannya dia menyembunyikan sesuatu dan tidak ingin mengatakannya padaku. Kalau dia tidak ingin membicarakannya, tidak masalah. Aku juga tidak akan berkata apa-apa lagi. Tapi entah kenapa aku sedikit kesal dan merasa terasingkan. Bukankah berarti aku bukan orang penting untuknya? Karena dia menyembunyikan sesuatu dariku. Tapi...kami memang baru beberapa kali bertemu. Mungkin aku terlalu terlena karena sikapnya yang baik dan dia juga memberi hadiah padaku. Sehingga hanya aku sendiri yang merasa bahwa kami berteman dekat.


Ah, sudahlah...Lagipula tidak masalah kan kalau dia jujur padaku? Seperti aku sedang menggoda seorang gadis dan sebagainya. Mungkin saja aku bisa memberi saran untuknya, cih! Walaupun aku ingin menasehatinya bahwa dia tidak mungkin mendapatkan tokoh utama karena Reina sudah mempunyai Denis, ck.


"Halo pria tampan, namaku Lilac. Salam kenal!" kata Lilac bersemangat sambil menepuk bahu Sayn. "Siapa namamu?"


Aku hanya bisa menggelengkan kepala, kelihatannya antusias Lilac meningkat saat dia melihat pria tampan.


"Panggil saya No 2" jawab Sayn sopan sambil mengambil tangan Lilac yang ada di bahunya lalu mencium punggung tangannya. "Salam kenal nona"


Aku tersentak dengan sikap tiba-tiba Sayn. Aku mengernyitkan kening cemberut "Dasar playboy" gumamku pelan.


"Ah!" Lilac berteriak senang. "Kau benar-benar romantis~ Apa kau ingin menjadi pelayanku? Tenang saja...Aku akan memberi yang terbaik untukmu. Kau tidak perlu melakukan pekerjaan apa pun, hanya perlu memberi pelayanan di atas ranjang~"


"Pftt! Uhuk!" aku langsung tersedak saat mendengar perkataan Lilac. Aku bergidik dan menatap Lilac dengan tatapan takut. Gadis ini benar-benar berani! Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu!


Aku langsung melihat respon Sayn. Aku melihat wajahnya berkedut aneh dan dia menatap Lilac dengan takut.


"Ah~ kau sudah memilih musuh yang salah bocah. Kau tidak tahu bahwa Lilac itu sangat menakutkan untuk para pria tampan. Dan sekarang kau menjadi korbannya" aku mengirimkan sinyal telepati pada Sayn dengan nada mengejek. Tapi lagi-lagi pria itu tidak merespon dan membuatku semakin kesal.


'Hei! Jadi kau menganggapku tidak ada sekarang ya? hanya karena kau punya gadis yang kau sukai?' pekikku kesal.


Mendengar balasannya yang ragu-ragu, aku hanya bisa mendesah pasrah. 'Baiklah.'


"Pfftt!! Hahaha" Lilac langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi Sayn. "Aku hanya bercanda kau tahu haha" dia benar-benar tertawa puas,


Mereka bertiga tidak tahu, bahwa Reina mengamati mereka dengan wajah gelap karena cemberut. Dia benar-benar kesal. 'Aku yang bertemu dengan pria itu duluan. Bagaimana mereka bisa menjadi sok akrab dengannya' pikirnya tidak senang karena merasa terabaikan.


"Eh? Jadi apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Lilac lagi sambil menatap Reina dan Sayn.


Reina langsung merubah ekspresinya dan tersenyum. "Um...aku baru saja dari toko ramuan. Dan aku bertemu dengan pria ini secara tidak sengaja. Kami tidak punya hubungan apa pun..." dia menjelaskannya dengan nada malu.


"Oh?" Lilac mengangkat alisnya. Kemudian dia melihat Sayn. "Kau ingin ke toko ramuan juga? Ayo pergi bersama kami. Kami juga ingin pergi kesana" Lilac menawarkan.


"Hmmm, tapi aku ingin membicarakan sesuatu dengan nona ini" kata Sayn ragu-ragu sambil menatap Reina.


Ah! Aku tersentak lagi dengan jawaban Sayn! Aku tidak salah paham! Dia benar-benar ingin mengejar si Reina itu. Sampai ingin berbicara berdua saja dengannya! Ck!

__ADS_1


"Ah, baiklah~" Lilac tersenyum sambil menatap Reina dan Sayn secara bergantian. Dia menepuk bahu Sayn lagi. "Semoga berhasil. Mengejar gadis polos itu tidak mudah. Dia punya banyak penggemar pria" bisik Lilac yang membuat mulut Sayn berkedut.


Lilac tidak memberi kesempatan Sayn untuk membalas ucapannya. Dia langsung melenggang pergi masuk ke dalam toko.


Aku juga menyusul Lilac. Sebelum pergi aku menatap Sayn dalam-dalam. Saat kami saling bertatapan. "Humph!" aku hanya mendengus kesal sambil membuang wajahku dan pergi menyusul Lilac.


"Aku akan menyusul nanti!" teriak Sayn refleks. Dia langsung berteriak saat melihat tatapan tidak senang Eva. Entah kenapa alam bawah sadarnya takut dengan tatapan itu. Dia berharap kedua gadis itu mendengarnya.


Dan tentu saja mereka berdua mendengarnya.


"Pria tampan itu akan menyusul. Aha~ ini menyenangkan~ aku akan menggunakan kesempatan ini untuk meningkatkan daya tarikku" kata Lilac genit.


"...." aku tidak bisa mengatakan apa pun pada gadis kecil di sampingku ini. Pikirannya benar-benar sudah terlalu jauh.


***


"Maaf nona aku menyita waktumu" kata Sayn dengan nada menyesal.


"Ah, tidak apa-apa" jawab Reina gugup sambil melambaikan tangannya. "Itu sama sekali tidak mengangguku"


"Hmm...aku ingin bertanya. Sebelumnya aku melihatmu dengan seorang anak kecil masuk ke dalam toko ramuan itu. Tapi kemudian nona keluar sendiri. Ini pertanyaan yang berani, maafkan saya nona. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sayn tanpa basa-basi apa pun.


Mendengar perkataan Sayn, Reina langsung mematung. Sebenarnya dia tidak menduga bahwa pria itu akan menanyakan hal ini. Dia menduga pria itu ingin mengenalnya lebih dekat dan semacamnya. Tapi ternyata kenyataan melenceng jauh dari apa yang dipikirkannya.


"Itu..pemilik toko itu ingin mengadopsi seorang anak. Aku mencari anak yang bisa diadopsi dan memberinya pada mereka" jelas Reina dengan nada sedikit kecewa. Tentu saja dia tidak akan menceritakan bahwa dia melakukan itu demi ramuan obat.


Sayn mengernyitkan kening. "Adopsi?" katanya bingung. Dia benar-benar semakin curiga dengan toko ramuan itu. "Tapi kenapa kau menuruti perintah si pemilik toko?"


"Um...aku ingin membantu anak-anak dari distrik telantar. Keadaan mereka sangat menyedihkan...Aku pernah mengalami hal seperti itu juga jadi aku tahu perasaan mereka. Aku hanya ingin membantunya agar bisa hidup lebih baik" jelas Reina sambil menunjukkan senyum polosnya. Dia yakin semua orang akan kagum dengan sikapnya yang pengasih seperti ini. Sayangnya, dia salah target. Kalau dia mengatakannya pada orang lain, halo malaikatnya akan efektif. Tapi dia mengatakannya pada Sayn yang sudah mengetahui segalanya. Itu membuatnya lebih seperti orang bodoh yang ditipu, bukan seorang gadis malaikat.


"Baiklah" kata Sayn. Dia harus mengecek toko ramuan itu segera. Tanpa mengatakan apa pun dia langsung berbalik arah dan masuk ke dalam toko.


"...." Reina ditinggal dalam keadaan mematung. Matanya melonggo kaget. Dia benar-benar bingung dengan kejadian ini. Pria itu tiba-tiba meninggalkannya tanpa mengucapkan 'selamat tinggal' atau 'terima kasih'.


"Apa-apaan ini?" keluh Reina tidak senang. "Dasar orang tidak sopan!" bentaknya sambil menghentikan kakinya marah.


"Um..." Dia berpikir sebentar dan dalam sekejap wajah marah itu langsung menghilang dan berganti ke wajah polos. Gadis kecil yang polos itu tersenyum sambil berjalan. "Ah~ aku ingin pulang dan menemui teman-temanku~"

__ADS_1


Jangan lupa Like


__ADS_2