
BAB 7 PENYIHIR CAHAYA ASING
Cerita sebelumnya:
Raja Albion menghubungi pangeran Erick dan mengancamnya untuk Kembali ke kerajaan Albion. Pangeran Erick memberitahu Raja bahwa dia tidak bisa Kembali karena dia membantu Duke. Dia juga memberitahu kondisi
terkini perang saudara di kerajaan Well dan tugasnya menjaga seorang bayi. Saat Pangeran Erick mulai membicarakan keberadaan Emerta pada Raja, sang Raja sangat terkejut. Sikap Raja Albion berubah seratus delapan puluh derajat. Serta Raja tua itu berteriak penuh emosi, menangis dan sesekali tertawa yang membuat
pangeran Erick sedikit ketakutan. Raja Albion juga menyuruh sang pangeran membawa Duke beserta keluarganya ke kerajaan Albion yang membuatnya kewalahan.
Jean melaksanakan tugas yang diberikan oleh Denis padanya. Jujur saja dia sedikit terkejut dengan keadaan ini. Dia tidak menyangka bahwa keluarga Duke akan jatuh seperti ini dan istri Duke adalah seorang mata-mata
penyihir gelap. Walaupun dia cukup terkejut, dia memproses semuanya dengan cepat. Dan dia memilih untuk netral.
Lalu kenyataan bahwa Marquis Zent melakukan sesuatu yang jahat di kerajaan juga mengejutkannya. Sehingga dia melakukan misi ini dengan sepenuh hati dan penuh dengan rasa penasaran. Dia melangkah masuk ke dalam
mansion Marquis dengan mudah. Walaupun ada beberapa penjaga gerbang, itu tidak berarti baginya. Dia menyelinap ke dalam dan suasana di mansion itu sepi karena Marquis dan yang lainnya sedang berada di aula eksekusi saat ini.
Ruang bawah Tanah. Denis menyuruhnya untuk mencari ruang bawah tanah itu. Jean memeriksa seluruh tempat untuk menemukan pintu rahasia yang terhubung dengan ruang bawah tanah. Dia menggunakan alat sihir pendeteksi untuk mendeteksi pintu rahasia itu dan dia menemukannya dalam beberapa menit.
Pintu Rahasia itu menyatu dengan lantai di ruangan kerja milik Marquis. Dia hanya perlu menekan lampu minyak yang dipasang di dinding di samping lemari, maka pintu itu terbuka dan membentuk tangga. Jean menuruni tangga dan menemukan lorong aneh yang kosong dengan pintu kecil di depannya.
Dia membuka pintu itu dan menemukan ruangan besar dengan banyak sekali tabung kaca raksasa yang sudah hancur berantakan. Dia bisa melihat beberapa cairan dan obat-obatan aneh. Serta organ tubuh manusia yang
__ADS_1
dipajang di dalam toples dan disusun rapi di sebuah rak.
Jean hampir muntah. Dia sudah pernah membunuh orang dan terbiasa dengan organ dalam tubuh manusia. Tapi saat dia tahu bahwa korbannya adalah anak-anak, dia merasa sangat muak. Tanpa basa basi, dia langsung
berteleportasi Kembali untuk menemui Denis dan memberitahu apa yang dilihatnya.
Dean Cristal dan Dean Leon berhasil menemukan dua orang asing dengan jubah putih itu. Mereka saling berhadapan.
“Jangan halangi kami”
“Kalian berdua dari Menara Sihir bukan? Jangan ikut campur dengan urusan kerajaan”
Mereka ingin menuju mansion Marquis secepat mungkin dan menghancurkan semua barang bukti. Mereka ingin membakar ruang bawah tanah itu.
Kedua orang jubah putih itu pun menyerang. Mereka mengeluarkan alat sihir mereka dan mulai menyerang kedua Dean dengan sihir api.
DUAR! Terdengar bunyi ledakan yang cukup keras. Tapi karena mereka berada di daerah tanpa penduduk, tidak ada yang memperhatikan pertarungan itu. Kedua Dean menghindari sihir itu dengan mudah. Lalu mereka
menyiapkan serangan balasan. Tujuan keduanya bukan untuk bertarung mati-matian, karena itu akan menghancurkan ibukota. Mereka hanya ingin menghalangi keduanya sampai Jean selesai memerikasa semua bukti. Kalau bisa, kedua Dean juga ingin menangkap keduanya.
Dean Leon mengeluarkan sihir angin dan Dean Cristal menggunakan sihir es. Mereka menggabungkan kedua sihir mereka, membuat sebuah kubah yang mengurung kedua jubah putih itu didalam. Kubah itu adalah sebuah
badai dengan kecepatan luar biasa dengan es tajam yang mengelilinginya. Kubah itu terlihat seperti gasing angin yang dapat menghancurkan tubuh manusia dengan mudah. Kubah sihir itu semakin lama semakin mengecil.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba sebuah cahaya yang kuat muncul dari dalam kubah. Cahaya itu secara perlahan memperlambat Gerakan angin dan akhirnya badai angin yang membentuk kubah itu menghilang.
“penyihir cahaya?” kedua Dean itu berseru kaget. Pasalnya penyihir cahaya adalah penyihir langka. Mereka hanya memiliki satu penyihir cahaya di Menara Sihir, yaitu sang gadis suci. Tapi sekarang mereka menemukan
dua penyihir cahaya secara random.
Tentu saja hal itu sangat mencurigakan. Mereka berdua bertanya-tanya dari mana asal sang penyihir cahaya ini. Dan ada dua dari mereka di Kerajaan Well. Bukankah mereka sudah punah? Dan apa hubungan para penyihir
cahaya ini dengan Marquis Zent.
“Darimana kalian berasal?” tanya Dean Cristal dingin. “Apa kalian berasal dari kerajaan jauh?”
Kedua penyihir cahaya itu memandang satu sama lain. Mereka tidak berniat untuk menggunakan sihir cahaya yang membuat mereka terlihat mencolok.
Mundur!
Kedua penyihir cahaya menerima sinyal komunikasi di kedua otak mereka. Lupakan bangsawan bodoh itu dan mundur Suara itu berkata dengan nada dingin.
Keduanya saling menatap satu sama lain dan menggunakan sihir teleportasi, lalu menghilang di tempat dengan secepat kilat.
Dean Cristal ingin mengejarnya dengan jejak sihir yang tertinggal. Tapi Dean Leon menghentikannya. “Kau lupa kita tidak harus menangkap mereka”
Dean Cristal merasa enggan. Tapi dia mengangguk. Lalu keduanya menuju ke mansion Marquis. Saat mereka sampai, mereka sudah tahu bahwa Jean sudah memeriksa tempat itu sepenuhnya dan Kembali.
__ADS_1