Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 6 Utusan


__ADS_3

Cerita sebelumnya:


Pertarungan antara Eva, Fram vs elf cahaya pun terjadi. Eva menggunakan kemampuan fisiknya untuk mengalahkan semua prajurit cahaya. Dan dia berhasil. Dia mengalahkan mereka hanya dalam waktu lima menit. Dia menghabiskan waktu lainnya untuk menunggu Fram selesai dengan pertarungan nya.


Pertarungan Fram dan Caca berakhir dengan kemenangan Fram. Tapi hal yang mengejutkan terjadi. Putri elf, Caca menjadi tertarik pada Fram karena pertarungan itu.


***


Aku melihat punggung Fram yang sedang terbang di depanku.


"Fram, bukankah bagus? Putri kecil itu menyukaimu" aku menggodanya. Siapa yang akan mengira aku akan melihat adegan seperti ini disini.


"Sangat bagus. membuat orang lain iri" Rexus mendengus. Dia tidak tidur. Dia hanya sedang duduk santai di alas yang empuk. Jadi dia mengetahui apa yang terjadi.


Fram bergidik ngeri saat mendengar nya. "Jangan bicarakan itu lagi" katanya tidak senang. "Aku ingin muntah"


Aku hampir tertawa saat mendengar pengakuan nya. Ini benar-benar kejadian yang sangat lucu.


Saat kami sampai di istana, Ren sudah menyambut kami dan dia menanyakan apa yang terjadi dengan wajah cemas.


Aku menceritakan semuanya. Bahkan aku menceritakan tentang kejadian Fram yang tertimpa durian runtuh.


Saat mendengar cerita nya, Ren menggeleng lemah. "Pantas saja Vien mengirimkan kabar seperti itu padaku. Ternyata putri kecil itu tertarik padamu" dia menatap Fram tak percaya.


"Apa yang terjadi?" aku bertanya dengan tatapan penasaran.


"Vien menginginkan pernikahan. Aku kira itu adalah pernikahan antara Fram dan putri" Ren menjelaskan sambil menggelengkan kepalanya. Entah kenapa ada perasaan lega di hati Ren saat mendengar nya. Ren tidak tahu alasannya.


Aku tertawa kecil sambil menepuk bahu Fram. "Bukankah itu bagus Fram? Putri kecil cantik itu akan menjadi pengantin mu?" aku menggodanya lagi. Tapi Fram memang beruntung. Dia berhasil menarik perhatian putri kecil yang arogan itu.


Fram dan Caca masih tergolong muda. Mereka mungkin tidak akan menikah seawal itu. Raja Vien mungkin hanya menginginkan pertunangan di antara keduanya. Aku mendengar bahwa elf sudah bisa menikah saat umur mereka sekitar 300 tahun. Itu adalah umur termuda. Saat ini usia Fram masih 100 tahun. Dia harus menunggu cukup lama agar bisa menikah dengan putri kecil itu.


"Aku tidak mau!" Fram langsung membantah. Matanya memerah, ingin menangis. "Aku tidak mau menikah dengan gadis galak seperti itu!" dia menyuarakan kekecewaan nya dan berlari pergi meninggalkan aula.


"Apa aku terlalu berlebihan menggodanya?" gumamku sedikit merasa bersalah.


"Jangan pikirkan" kata Ren kemudian. "Aku sangat bingung dengan keputusan yang harus aku buat sekarang" kata Ren lelah. Semuanya menjadi lebih rumit.

__ADS_1


Tapi sebenarnya situasi ini cukup baik. Kalau Fram dan Caca terikat tali pernikahan, maka konflik antara elf gelap dan cahaya akan berkurang. Ren tidak harus pusing memikirkan konflik seperti itu lagi dan bisa fokus pada penelitian nya.


Tapi dia tidak bisa memaksa Fram menerima lamaran pernikahan itu. Karena itu dia sangat pusing sekarang.


"Beri saja Fram waktu untuk memikirkan semuanya. Lagipula keputusan tentang pernikahan tidak harus dibuat secepat itu. Dia baru saja bertemu putri. Perasaan mereka belum tumbuh karena belum mengenal satu sama lain" aku memberikan pendapat ku saat melihat wajah lelah Ren.


"Kau benar. Kita akan menunggu." Ren mengangguk mengerti.


Setelah itu hari-hariku berlalu dengan damai. Aku menghabiskan waktuku sampai malam dengan Emerta.


Setelah menemui Damian, aku tidak punya tujuan lagi di desa elf ini. Aku akan kembali ke kerajaan Well lebih cepat dari yang kukira.


***


Keesokan harinya, utusan dari kerajaan elf cahaya itu benar-benar datang. Tebak siapa utusannya. Itu adalah sang putri sendiri!


Dia datang dengan langkah angkuh saat memasuki aula. Semua bangsawan elf menundukkan kepala mereka sebagai salam hormat untuk nya.


Setelah Caca masuk, semua Bangsawan meninggalkan aula. Menyisakan Drian yang berada di samping Ren. Fram yang bersembunyi di belakang kursi Ren dan aku yang melihat semuanya dari sudut ruangan.


Ren menyuruh agar semua bangsawan itu pergi, karena ini adalah topik rahasia. Lagipula berita pernikahan antara elf gelap dan elf cahaya akan membawa kegemparan.


Terlebih lagi kedua orang itu sangat tampan. Mereka memiliki rambut emas yang membuat tubuh putih gading mereka semakin mencolok. Rambut mereka dikepang rapi ke belakang. Dari jauh akan terlihat seperti saudara kembar karena penampilan mereka sama. Tapi kalau dilihat lebih dekat, fitur wajah mereka berbeda.


"Salam, Yang Mulia" Caca bersikap sopan pada Ren. Walaupun dia sombong, dia juga mengerti tata krama. Jadi dia tidak akan melakukan hal berlebihan di istana orang lain.


"Apakah kau utusan itu?" Ren mengernyitkan kening nya. Dia tidak percaya bahwa Vein akan mengutus putrinya sendiri. Padahal tempat ini berbahaya. Ren bisa saja membunuh putrinya. Ren tidak mengerti pikiran gila Vein.


"Ya, ini aku" putri itu berkata dengan arogan. "Aku datang sendiri karena ingin meminta pernikahan ku" katanya tak tahu malu.


Fram mendengar nya dengan tubuh gemetar.


"Aku tidak mengerti sama sekali tujuan putri. Kenapa putri menginginkan anak laki-laki yang bahkan tidak memiliki nama?" tanya Ren curiga.


"Um...bukankah dia anak perdana menteri?" Caca bergumam tidak mengerti. Dia sudah menyelidiki Fram dan juga fotonya. Jadi sekilas, dia tahu identitas nya.


"Tidak. Fram Angius sudah meninggal satu hari yang lalu" Mata Ren menyipit saat dia berbicara.

__ADS_1


"Tidak masalah. Aku menginginkan nya!" kata Caca tegas. "Aku tidak peduli dia bangsawan atau bukan. Itu sama sekali tidak penting. Aku selalu mendapat kan yang kuinginkan. Aku menginginkan nya!" kata Caca dengan mata penuh tekad.


"Aku tidak ingin!" Fram muncul dan berteriak keras. Wajahnya memerah. Entah dia marah atau memerah malu. "Aku tidak akan menikah dengan mu!"


Caca mengernyitkan keningnya bingung. "Kenapa kau selalu menolakku? Kalau kau membenci ku saat itu, kau tidak akan menyelematkan ku..." katanya lirih. Dia ditolak lagi. Tapi entah mengapa dia sudah merasa kebal dengan hal itu.


Fram juga mengernyit bingung. Dia memutar matanya, berusaha mencari alasan yang jelas.


"Aku tidak menyukai perempuan yang lebih tua dariku!" katanya kemudian dengan mata tegas. "Aku menyukai perempuan yang lebih muda bagiku. Perempuan yang imut seperti kelinci. Tidak ganas seperti mu!" katanya.


Caca membeku saat mendengar nya. Dia berumur 200 tahun, dia memang lebih tua 100 tahun dari Fram. Tapi dia juga tidak setua itu...


Ren mengangguk mengerti. "Putri, Fram sudah menolakmu. Aku tidak bisa melakukan apapun tentang itu" Ren berada di pihak Fram sekarang. Dia tidak akan memaksakan pernikahan kalau Fram tidak mau.


"Diam kau pak tua!" Caca menggertakan giginya, marah. Dia tidak bisa melampiaskan amarahnya pada Fram. Jadi dia melampiaskan nya pada Ren. "Apa yang kau tahu tentang semua ini? Kau seumuran ayahku, tapi kau bahkan belum menikah! Dasar gay! Aku mendoakanmu sendirian seumur hidup!" Caca berteriak dengan seluruh paru-parunya. Dia merasa sangat frustasi saat ini.


Dia ditolak dengan alasan karena terlalu tua dan tidak imut. Itu adalah alasan yang tidak masuk akal! Dia tidak menerimanya! Walaupun dia lebih tua, dia masih lah gadis kecil yang imut. Ayahnya dan seluruh orang di kotanya memujinya seperti itu. Dia cukup percaya diri dengan penampilannya.


Setelah mendengar teriakan Caca, wajah Ren membeku. Aura dingin keluar dari seluruh tubuhnya. Semua orang membeku ketakutan saat melihat aura itu, kecuali Caca yang masih merasa sangat kesal.


Ya, Caca sudah mengatakan perkataan yang sangat tabu.


Bahkan kedua orang pengawal di belakang nya sudah menyiapkan kuda-kuda mereka kalau Ren tiba-tiba menyerang putri mereka.


Drian dan Fram yang berdiri di samping Ren membeku ketakutan.


'Raja benar-benar marah kali ini!'


'Kakak Ren sangat marah sekarang!'


Pikir mereka bersamaan.


"Um..." aku pun membuka mulutku untuk mencairkan suasana. "Ren, ada yang ingi kubicarakan saat ini. Kau bisa meninggalkan Caca dengan Fram. Biarkan Fram yang mengurus tamunya" kataku langsung.


Ren menarik aura dinginnya. Dia menatap Eva dengan ekspresi hangat, lalu mengangguk pelan.


Kemudian dia menatap Fram dengan mata melotot.

__ADS_1


"Urusi calon tunaganmu sendiri sekarang. Semua ini karena salahmu, dia ada disini" kata Ren, tidak menyembunyikan kekesalan nya.


Wajah Fram menjadi lemas. Dia tidak mengerti mengapa semua ini salahnya. Ini sama sekali tidak adil untuknya! Dan sejak kapan mereka sudah menjadi tunangan? Ren benar-benar mengambil keputusan sepihak kali ini.


__ADS_2