
cerita sebelumnya:
Lena adalah seorang anak dari pedagang elf yang sangat kaya. Dia menganggumi Ren pada pandangan pertama. Tapi sebuah insiden menyebabkan dirinya kehilangan kedua orang tuanya dan membuatnya menjadi yatim piatu.
Ren saat itu bertemu dengannya dan menolong nya. Ren membawa gadis itu ke istana dan menjadikan nya sebagai seorang putri, adik angkatnya sendiri, mengingat kedua orang tuanya adalah temannya.
***
Lena sudah tinggal di istana selama puluhan tahun. Awalnya dia mengira jarak Ren dengannya akan semakin dekat karena mereka tinggal di tempat yang sama. Tapi itu tidak benar. Ren sangat jarang kembali ke istana. Pria itu selalu meninggalkan istana untuk penelitian anehnya dan menyerah kan urusan istana kepada Perdana Mentri yang menyebalkan itu.
Lena tidak menyukai Perdana Mentri. Perdana Mentri selalu menghalanginya saat dia ingin melakukan sesuatu seakan-akan dia pemimpin di istana ini. Padahal dia hanyalan bangsawan rendahan. Status putri miliknya bahkan lebih tinggi tapi Perdana Mentri selalu bersikap tidak sopan padanya. Oleh karena itu, saat dia mendengar kematian Perdana Mentri, dia sangat senang. Tidak ada lagi yang menghalanginya di istana sejak Perdana Mentri menyebalkan itu hilang dari dunia ini.
Tapi hubungannya dengan Ren sama Sekali tidak ada perkembangan. Walaupun Ren memperlakukan nya dengan baik, mereka hanya bertemu beberapa jam sebelum Ren kembali meninggalkan istana selama bertahun-tahun. Jadi Lena memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya saat Ren kembali kali ini.
"Ren, aku menyukaimu" Lena berkata dengan wajah memerah malu.
Ren membeku sejenak sebelum akhirnya menjawab. "Aku juga menyukaimu. Kau adikku"
Wajah Lena langsung berubah kecewa dalam sekejap. Saat Ren mengatakan bahwa dia adalah adiknya, petir tersambar di kepalanya. "Bukan sebagai adik!" dia berteriak. "Aku menyukaimu sebagai wanita!"
Wajah Ren menjadi canggung. "Tapi aku hanya menganggapmu sebagai adikku" kata Ren kemudian. "Jangan terlalu berlebihan. Aku tidak akan bisa menerima perasaanmu."
__ADS_1
Lena membeku. Dia ditolak dalam sekejap.
"Aku tidak peduli! Aku akan menunggumu!" Lena berteriak sebelum dia berlari keluar dengan wajah sedih.
Ren hanya menggelengkan kepalanya. Dia berpikir Lena berada di dalam masa pemberontakan. Dia juga merasakan masa itu selagi masih muda jadi dia memaklumi nya.
Lena tidak akan menyerah. Walaupun dia sudah ditolak, dia tidak akan menyerah. Dia tidak akan membiarkan seorang wanita pun mendekati Ren. Dia akan menyingkirkan mereka.
Oleh karena itu, Lena semakin agresif terhadap Ren. Dia tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati nya, baik itu elf ataupun ras lainnya. Dia akan menyingkirkan mereka dengan kejam. Bahkan dia pernah membunuh beberapa dari mereka.
Ada satu kejadian yang disebabkan oleh Lena, dan kejadian itu cukup membuat Ren merasa trauma untuk menjalin hubungan dengan manusia. Tapi sampai sekarang Ren tidak pernah tahu bahwa Lena terlibat dengan semua itu.
Saat itu, Ren dan sebuah organisasi pembunuh manusia sedang bentrok. Hal itu terjadi saat dia menyamar di dunia manusia, dan mulai menyinggung kelompok mereka. Ren sebenarnya tidak terlalu peduli dengan organisasi pembunuh itu karena mereka seperti serangga di matanya. Ren bisa menyapu habis organisasi mereka kalau dia ingin.
Ren pernah menyukai seseorang saat itu, tapi itu bukan cinta. Entah kenapa Ren sangat menyukai kegigihan dan juga ketulusannya sehingga hatinya benar-benar tergerak untuk mengenal wanita itu lebih jauh. Wanita itu bernama Emily. Seorang gadis desa biasa yang tidak memiliki keistimewaan apapun kecuali usaha kerasnya untuk bertahan hidup. Ren menyukai sikap nya yang pantang menyerah dan jujur.
Tanpa Ren sadari, Emily juga tertarik padanya. Hanya saja kedua orang ini malu-malu untuk mengungkapkan perasaan mereka sehingga mereka terjebak di zona pertemanan.
Lena mengetahui hal ini. Dia bisa melihat bahwa Ren tertarik pada wanita manusia itu dan dia sangat murka. Jadi dia merencanakan sesuatu yang jahat untuk menyingkirkan wanita penggoda itu tanpa campur tangannya.
Lena memberikan informasi kepada organisasi pembunuh manusia yang sedang bentrok dengan Ren saat itu. Dia mengirimkan pesan kepada mereka.
__ADS_1
"Aku bisa membantu kalian untuk menemukan orang yang menganggu kalian. Kalian kunjungi saja desa di sekitar pegunungan Lenoir dan temukan wanita bernama Emily. Wanita itu adalah kunci terpenting. Saat kalian membawanya sebagai sandera, orang yang kalian cari akan muncul dengan cepat"
Organisasi pembunuh itu tidak terlalu mempercayai pesan asing ini. Tapi mereka tetap melakukannya untuk percobaan. Kalau informasi yang dikatakan pada pesan itu benar, maka mereka benar-benar beruntung. Lagipula ini hanyalah seorang gadis desa biasa tanpa Kekuatan apapun. Mereka bisa dengan mudah menemukannya.
Akhirnya mereka mencari Emily dan menemukan nya dengan mudah. Mereka menculik nya dan meninggalkan pesan untuk Ren di rumah kecil Emily. Lalu membawa Emily kembali ke markas besar mereka.
Selama penculikan, Emily terus memberontak. Tapi dia hanyalah seorang gadis lemah dengan kekuatan sihir tingkat rendah. Dia dengan mudah dikalahkan dan dikurung di dalam penjara.
Tidak hanya itu, mereka juga menyiksanya dan melecehkan nya beberapa kali. Membuat gadis itu mati secara mental walaupun fisiknya tetap hidup.
Ren menyadari bahwa Emily diculik. Dia dengan cepat menuju ke Organisasi itu dengan amarah membara. Dan berhasil menghancurkan seluruh organisasi dalam satu malam. Serta membunuh semua orang yang ada disana. Dia tidak membiarkan satu pun dari mereka yang hidup.
Dia pun berhasil menolong Emily dan mengeluarkan gadis itu dari penjara. Tapi Emily ini bukanlah Emily yang dia kenal. Mata gadis itu seperti ikan mati. Saat Ren memanggil nya gadis itu hanya menatapnya dengsn ekspresi mati dan membuat nya sangat tidak nyaman.
Bahkan yang membuat Ren terkejut, Emily bunuh diri di depan matanya!
"Kenapa kau melakukan hal seperti ini?" kata Ren sedih sambil memeluk tubuh gadis itu. Dia merasa bersalah. Semua ini terjadi karena kesalahannya. Kalau saja dia menghancurkan orang-orang itu lebih awal, Emily tidak akan menjadi korban seperti ini.
Mata Emily masih terbuka walaupun wajahnya sangat pucat. Emily menggerakan tangannya dengan kekuatan terakhir nya untuk menyentuh pipi Ren. "Jangan bersedih, Ren"
Itu adalah kata-kata terakhir nya sebelum gadis itu mati dengan menyedihkan di depan matanya. Ren tidak menangis saat itu. Tapi dia berteriak dengan histeris.
__ADS_1
Semenjak hari itu, Ren benar-benar semakin kejam. Setiap kali dia bertemu dengan orang-orang yang memusuhinya, dia langsung membunuh mereka semua. Kebanyakan dari mereka adalah para manusia. Sehingga julukan nya sebagai raja elf yang kejam semakin terkenal di dunia.