Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 5 Pertandingan Sihir: Misi Denis 2


__ADS_3

Sebelum berangkat, Denis memutuskan untuk melihat Eva. Karena itulah dia menyelinap ke kamar Eva dan mengatakan kata-kata tidak jelas karena dia tidak ingin Eva tahu tentang misinya.


Dia memutuskan untuk pergi sekarang. Lebih awal lebih baik karena dia harus menemukan "Komunitas Pengembara" dan membuat hubungan baik dengan mereka.


Kali ini dia tidak pergi sendirian. Lebih tepatnya dia tidak pernah melakukan misi sendirian dari dulu. Orang ini selalu mengikutinya. Dia adalah Prajurit Kerajaan, Jensen.


Awal pertemuan mereka, Denis tidak menyukainya karena Eva terlalu lengket dengan bocah ini. Tapi siapa yang menduga bahwa ayahnya menjadikan anak itu sebagai salah satu prajurit pengawalnya. Denis tidak membuat komplain saat itu. Lagipula keberadaan para prajurit pengawal sangat tipis dan dia tidak peduli selama pria itu tidak mendekati Eva.


Tapi selama perjalanan, ikatan mereka semakin kuat. Jensen adalah orang yang loyal, baik, bijaksana, bahkan dia mempunyai bakat yang bagus sebagai pendekar sihir. Jensen tidak kalah berbakat dengan murid-murid bangsawan yang ada di akademi.


Karena takdir, dua orang itu semakin dekat. Ditambah Jensen selalu menolong Denis di saat-saat kritis. Ikatan mereka semakin kuat.


Denis sudah menganggap Jensen sebagai teman perjalanannya. Sementara Jensen sudah menggangap Denis sebagai Tuan yang akan dilayaninya di masa depan.


Perjalanan mereka pun dimulai.


Langkah pertama, mereka harus mencari orang-orang dari Komunitas Pengembara. Mereka mengira ini akan sulit. Tapi jauh lebih mudah dari yang di duga. Orang-orang dari Komunitas Pengembara itu bisa dengan mudah mereka temukan. Bahkan mereka juga akrab dengan mudah dan menjadi teman hanya dalam beberapa menit. Ini semua bisa terjadi karena mereka sangat ramah dan terbuka pada orang asing.


Hanya saja untuk ikut ke dalam Pertandingan Sihir, mereka harus mengadakan pertandingan internal. Karena yang bisa mengikuti pertandingan babak pertama hanyalah perwakilan enam orang. Untuk babak kedua, hanya enam orang peserta dan para Dean yang bisa masuk ke dalam domain sihir. Jadi mereka memilih yang terkuat dari mereka sebagai perwakilan untuk babak pertama. Pertandingan ini juga tidak sulit untuk Denis. Dia menang dengan mudah bersama dengan Jensen dan menjadi peserta pertandingan.


Saat pertama kali mengikuti pertandingan, Denis cukup terkagum-kagum. Dia sangat kagum dengan ruang dimensi yang sangat besar dimana mereka bertanding. Serta semua peserta yang mengikuti pertandingan ini sangatlah kuat dan jenius. Terlebih lagi mereka semua masih muda! Ini sangat mengejutkan Denis. Sekarang dia menyadari bahwa banyak sekali orang kuat dan jenius di dunia ini.

__ADS_1


Dia cukup menikmati pertandingan sihir ini. Pertandingan ini memberinya banyak sekali hal baru.


Tapi hal yang paling mengejutkan pun terjadi. Saat dia melihat kelompok dari Menara Sihir itu muncul. Seseorang yang dikenalnya pun muncul di depan matanya.


"Eva..." Denis bergumam. Walaupun Eva menutupi wajahnya dengan jubah, Denis bisa mengenalinya dari postur tubuhnya dan juga suaranya.


"Apa Eva? Nona Eva?" kata Jensen kaget saat dia mendengar gumaman Denis.


Denis hanya merespon dengan mengangguk pelan.


"Astaga! Aku tidak percaya Nona bisa mengikuti pertandingan berbahaya ini!" teriak Jensen. "Apa dia menyelinap lagi seperti waktu itu? Aku yakin Duke tidak akan pernah mengizinkannya kalau dia tahu" katanya tidak setuju. Dia cukup antusias saat mengetahui Eva ada di Pertandingan ini.


Denis tidak merespon. Dia hanya menatap sosok Eva dalam diam dari kejauhan. Tapi kemudian dia membuka suaranya. "Untuk saat ini kita hanya harus diam. Jangan lakukan apa pun" Denis memperingati. Takut pemuda di sampingnya melakukan sesuatu yang ceroboh dan menyebabkan misi mereka gagal.


Jensen mengangguk. Awalnya dia antusias, tapi sekarang dia mengembalikan kesadarannya kembali dan bersikap tenang.


Pertandingan Sihir itu berjalan dengan lancar. Mereka tidak perlu bertarung dengan peserta lain. Mereka mendapatkan kristal itu. Setelah ini mereka bisa maju ke babak dua. Walaupun dia cukup kaget Menara Sihir mendapatkan kristal nomor satu.


Satu hari berlalu, pertandingan babak pertama ini berakhir. Mereka semua diteleportasikan kembali ke aula. Setelah mendapat token masuk ke Domain Sihir mereka kembali ke penginapan. Mereka diberi waktu libur selama dua hari. Waktu itu digunakan untuk menunggu para Dean organisasi yang sedang menuju ke kota sihir untuk ikut masuk ke domain sihir. Sementara bagi para peserta, waktu ini dapat mereka manfaatkan untuk berkeliling kota sihir. Hal inilah yang dilakukan Denis dan Jensen.


Mereka memutuskan untuk berkeliling dan membeli beberapa barang berguna. Tapi siapa yang menyangka bahwa mereka akan melihat Eva di keramaian. Kali ini gadis itu tidak memakai jubah, jadi mereka bisa melihat dengan jelas wajahnya. Terlebih lagi ada dua orang pria yang mengikutinya di belakang. Denis mengenal salah satunya adalah Robert, orang yang paling tidak disukainya. Tapi siapa pria yang satunya lagi, dia belum pernah melihatnya. Tapi pria asing itu terasa familiar, mungkin dia pernah melihatnya di suatu tempat dan melupakannya.

__ADS_1


Melihat Eva berjalan dengan riang bersama dua pria itu, bahkan sesekali tertawa, membuat hati Denis menjadi masam.


"Yang Mulia..." Jensen melirik bahwa ekspresi Denis saat ini tidak baik. "Mungkin Nona bertemu dengan teman baru dan mereka bersenang-senang" katanya berusaha menghibur Denis.


Tapi ternyata perkataan Jensen malah berefek sebaliknya. Denis semakin kesal. Dia mencengkram tangannya erat-erat untuk menahan emosinya. Sebenarnya dia sangat iri dengan dua orang itu. Dia sama sekali belum pernah berjalan berdampingan dengan Eva. Bahkan di ibu kota. Dia juga belum pernah melihat Eva bersikap lepas dan riang seperti itu. Dia benar-benar sangat iri.


Denis sadar bahwa dua orang itu memiliki perasaan khusus pada Eva, terutama Robert. Dia membencinya. Eva adalah tunangannya. Tapi orang-orang asing itu dengan tidak tahu malu mendekatinya dan menggodanya!


Tapi tiba-tiba matanya berubah sendu. Dia memang membenci dua orang itu, tapi dia lebih membenci dirinya sendiri. Ini salahnya sendiri membuat jarak dengan Eva sejak mereka masih kecil. Andaikan dia bersikap baik pada gadis itu dan tidak menimbulkan kesalahpahaman yang parah, mungkin mereka akan sangat akrab sekarang. Denis menyesalinya. Tapi dia tidak bisa mengubah masa lalu. Jadi dia memutuskan untuk mengubah dirinya! Dia akan menjadi lebih baik dan menunjukkan perubahannya pada Eva. Dia yakin bahwa semua ini belum terlambat. Masih ada harapan...


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2