
Cerita sebelumnya:
Eva dan Ren menemani Caca kembali ke wilayah nya. Ini adalah pertama kalinya Eva berkunjung ke desa elf cahaya. Dan pemandangan desa ini sangat sesuai dengan ekspektasi nya. Sangat kuno, tanpa sentuhan satu pun teknologi, seperti di negeri dongeng.
Vien, sang raja elf cahaya kemudian menyambut mereka dengan beberapa pengawal di belakang nya. Sempat terjadi sedikit bentrokan antara Vien dan Ren. Tapi Eva berusaha menghentikannya sehingga bentrokan parah tidak terjadi. Mereka hanya menyindir satu sama lain. Lalu Vien mengundang mereka ke istananya.
***
Kami masuk ke dalam istana elf cahaya. Berbeda dengan istana elf gelap yang terasa muram dan kurang pencahayaan, istana elf cahaya terasa sangat cerah dan berkilau. Mereka menggunakan kristal warna-warni di langit-langit istana. Sehingga saat siang hari, kristal-kristal itu memancarkan sinar matahari dan bersinar dengan cantik.
Seluruh perabotan juga tidak terlihat kuno seperti istana elf gelap. Perabotan-perabotan ini sangat umum. Aku juga pernah melihat nya saat mengunjungi istana Well. Intinya istana elf cahaya ini terlihat lebih normal daripada istana elf gelap.
Ren menyadari bahwa Eva menatap tempat ini dengan wajah kagum. Dia merasa masam saat melihat itu.
Vien membawa kami ke aula. Tidak ada keberadaan siapapun di aula itu kecuali kami bertiga. Bahkan Vien menyuruh Caca untuk kembali ke kediamannya dan beristirahat.
"Baiklah, karena tidak ada siapapun disini, kita bisa berbicara dengan tenang" kata Vien. Dia tersenyum penuh arti.
Ren tidak merespon nya. Dari awal Ren memang tidak ingin membicarakan apapun dengan Vien. Aku yang memaksanya. Jadi aku harus bertanggung jawab sekarang. Semoga saja raja elf ini tidak marah karena Ren selalu mengabaikan nya.
"Kami datang karena ingin membicarakan tentang pernikahan itu" kataku langsung. Cukup gugup untuk berbicara dengan seorang Raja. Tapi aku yakin, aku akan terbiasa.
"Jadi bagaimana?" Vien melempar pertanyaan itu kembali padaku.
"Mereka masih terlalu muda. Bukankah pernikahan itu sedikit berlebihan. Kalau Putri dan Fram memang saling menyukai, kita bisa membuat mereka bertunangan lebih dulu" aku menyarankan. kupikir ini adalah ide terbaik sejauh ini.
Vien berpikir sebentar, setelah itu dia mengangguk setuju. "Kau benar. Baiklah kita akan mengadakan pesta pertunangan lebih dulu. Aku ingin mengadakan pestanya di wilayah kami" kata Vien serius.
"Tidak masalah" aku merespon.
__ADS_1
Entah kenapa ini menjadi pembicaraan ku dengan Vien. Padahal aku bukan siapapun. Dan Ren, yang merupakan seorang Raja melihat kami seolah-olah tidak terlibat. Aku sedikit kesal sebenarnya. Bagaimana kalau aku salah berbicara? Bukankah permusuhan mereka akan semakin buruk? Untung saja sejauh ini semuanya baik-baik saja.
"Lalu, yang lainnya?" Vien tersenyum misterius.
"Eh?"
"Bukankah kalian memiliki hal lain untuk dibicarakan?" Vien mengerjapkan matanya penuh makna.
Dia yakin mereka berdua pasti memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan dengan nya. Karena Ren membawa dirinya sendiri sekarang. Ini adalah hal yang tidak biasa.
Biasanya Ren tidak akan pernah datang, walaupun itu adalah pertemuan penting dengan ras lainnya. Saat semua ras elf mengadakan pertemuan, Ren tidak pernah datang sama sekali. Dia hanya mengutus perwakilan nya untuk datang. Dan untuk masalah seperti ini. Mungkin Ren hanya akan memberitahu keputusan nya lewat telepati atau mengirim utusannya kemari. Dia tidak akan repot-repot untuk datang bersama dengan gadis manusia.
"Um... sebenarnya..." aku menatap Vien ragu. "Ada yang ingin kami tawarkan kepadamu"
"Apa itu?" Vien mengerjapkan matanya penasaran.
Aku langsung mengeluarkan robot pembersih itu dari ruang dimensi dan menunjukkan nya pada Vien.
"Itu adalah robot pembersih otomatis" jawabku bangga.
"Robot pembersih?"
"Ya. Ini adalah penemuan milik Ren. Robot ini sangat berguna. Dia bisa membersihkan sampah secara. Kalau kau meletakkan benda seperti ini di desamu, benda ini akan sangat berguna. Kalau kau menggunakan ini di istana, beban pelayan akan semakin berkurang dan mereka bisa melakukan hal lain yang lebih produktif" aku menjelaskan semuanya dengan semangat.
Robot pembersih itu bergerak, lalu mulai menyedot daun-daun yang bertebaran di istana dan membawa daun-daun itu kembali ke tong sampah.
"Lalu, apa yang kau rencanakan dengan robot itu?"
"Kami akan mulai menjualnya ke seluruh dunia. Dan elf cahaya adalah pelanggan pertama kami" Aku menatap Vien sambil membuat senyum bisnis di bibirku. "Maukah kau menerima tawaran ini dan bekerja sama dengan kami?"
__ADS_1
Vien hanya menatapku dengan ekspresi datar. Aku sempat pesimis karena reaksi nya. Apa dia tidak tertarik sama sekali? Kelihatannya aku harus mencari klien baru. Kerajaan Well dan Menara Sihir adalah calon yang langsung terpikirkan olehku.
Tapi tiba-tiba Vien tersenyum dan menjawab. "Aku menerimanya. Jadi apa yang kau inginkan sebagai bayaran nya?" dia bertanya.
Mataku langsung berbinar cerah. "Um..." tapi kemudian aku terdiam karena memikirkan sesuatu. Apa yang harus aku tukarkan dengan robot pembersih itu?
Aku menatap Ren untuk meminta petunjuk. Tapi Ren mengerjap dengan polos, seolah menandakan aku tidak tahu apapun.
Lalu aku pun terpikirkan sesuatu. Aku melihat kristal warna-warni yang mereka gunakan di atap istana.
"Ren, apa kristal itu berharga?" aku bertanya sambil menunjuk ke atas langit-langit.
"Entahlah. Tapi itu berguna" jawab Ren datar.
Baiklah, aku sudah memutuskan nya. "Aku ingin menukarnya dengan kristal itu!" Aku akan membuat kristal-kristal ini untuk dekorasi istana milik Ren. Istana itu benar-benar terlalu suram. Kita membutuhkan hal-hal mengkilap untuk mempercantik nya. Atau istana elf itu benar-benar akan berubah menjadi kastil hantu!
Sejak Ren sama sekali tidak peduli hal seperti ini. Biar aku yang mengurusnya. Lagipula pria itu jarang menginap di istana, jadi selagi aku berada di tempat ini, aku ingin memperbaiki sedikit suasana di istana itu.
"Baiklah" Vien tersenyum. Dia menyetujui nya dalam sekejap. "Tapi aku membutuhkan waktu untuk memberi kristal itu kepada kalian. Sangat tidak mudah memperoleh benda itu" kata Vien serius.
"Apa sesulit itu?" Aku mengira itu hanya kristal biasa.
"Itu kristal sihir" kata Ren kemudian.
"Kristal sihir?" Ini pertama kali aku mendengar tentang kristal itu.
"Kristal itu yang digunakan di dalam benda ini" Ren menunjuk Robot pembersih di depannya.
"Ah!" aku mengerjap kaget. Jadi itu kristal yang digunakan sebagai baterai robot dan alat-alat sihir Ren yang lain. Baiklah, aku mengerti.
__ADS_1
Aku tidak menyangka bahwa elf cahaya akan seboros ini. Mereka benar-benar menggunakan barang sepenting itu sebagai hiasan atap. Aku tidak bisa berkata-kata lagi.