Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat

Aku Reinkarnasi Menjadi Gadis Jahat
Bab 7 Serangan Bunuh Diri


__ADS_3

BAB 7: SERANGAN BUNUH DIRI


Cerita sebelumnya:


Eva dan Denis bertarung. Walaupun Eva bisa memperkuat tubuhnya dengan sihir, tetap saja dia tidak bisa melukai Denis dengan tubuh kecilnya. Denis sangat berbeda dengan prajurit sihir lainnya. Dia adalah yang terjenius di antara jenius lainnya. Ditambah pengalaman Eva bertarung sangat kurang. Sehingga Eva kalah dengan memalukan. Saat denis mengarahkan pedangnya ke arah Eva untuk membuatnya menyerah, Emerta datang membantu.


***


Denis melihat ke arah suara itu dan melihat wajah asing yang tidak pernah dilihatnya. Dia adalah seorang wanita dewasa dengan penampilan yang sangat mencolok. Denis belum pernah melihat sosok itu di kerajaannya.


Cucu? Denis mendengar perkataan wanita itu dengan jelas. Lalu dia melirik ke arah Eva.


Eva dengan cepat mundur dan melesat ke arah Emerta. Dan dengan cepat bersembunyi di balik punggung Emerta sambil sesekali mengintip dari balik pinggul Emerta.


Denis tidak mengerti. Seorang wanita aneh tiba-tiba datang dan memanggil putri seorang Duke dengan panggilan cucu. Terlebih lagi penampilan wanita itu tidak mendukung untuk menjadi seorang nenek.


Denis menerbangkan pedang miliknya kembali ke tangannya. "Siapa kau?" dia menatap Emerta dingin.


"Orang yang sudah melukai keluargaku tidak pantas berbicara denganku" jawab Emerta dingin.


Dia mengangkat tangannya. Dan sekali lagi tebasan cahaya aneh menyerang ke arah Denis.


Denis memblokir itu dengan pedangnya. Tapi dia tidak bisa menahannya. Walaupun pedangnya tidak rusak. Dia terdorong mundur beberapa langkah ke belakang.


Sementara Sayn sudah berhasil mengalahkan semua orang. Dia menyuruh seorang penyihir bawahannya untuk mengambil Diana yang tergeletak tidak sadarkan diri. Lalu mereka juga mendekat ke arah Emerta.

__ADS_1


Eva mengintip Denis yang terhempas dengan ekspresi terkejut. Dia menghadapi Denis sebelumnya dan tahu betapa susahnya untuk mendorong pria itu mundur. Tubuhnya seperti dinding. Tapi Emerta berhasil mengalahkannya dengan sangat mudah.


"kau tidak apa-apa?" tanya Emerta. Dia melihat luka di bahu Eva dengan mata sedih.


"Aku tidak apa-apa. Lukanya sudah sembuh" jawab Eva santai. Lukanya benar-benar sudah sembuh. Itu hanya noda darah yang tertinggal di pakaiannya.


Denis menatap Emerta serius. Dia tahu betapa kuatnya wanita ini.


"Siapa kau?" dia bertanya lagi sambil menggertakan giginya.


Emerta mengabaikannya. Dia mengangkat tangannya lagi. Lalu kabut hitam aneh mulai berkumpul di sekelilingnya..


"Penyihir gelap!" Denis menyimpulkannya dengan cepat.


Emerta menggunakan sihir gelapnya. Kabut gelap aneh entah muncul darimana dan tersebar ke seluruh aula. Orang-orang mulai kesulitan bernapas saat mereka menghirup kabut itu. Itu adalah kabut beracun!


Emerta melihat orang-orang yang masih berdiri dan menyerang mereka secara acak. Dan orang-orang yang tidak bisa menyangkal serangannya, terlempar ke belakang. Hanya dengan seperti itu, dia berhasil membuat aula itu penuh dengan tubuh manusia.


"Aku tidak membunuh mereka" Emerta berbisik saat dia melihat ekspresi cemas Eva.


"Um"


Denis melompat terbang dan menyerang Emerta dengan sihirnya. Emerta berhasil mengelak dengan cepat lalu memukul punggung Denis. Membuatku nya terhempas jatuh ke bawah.


Eva membelalak kaget lagi.

__ADS_1


Emerta benar-benar kuat! Neneknya benar-benar sangat kuat! Di mata Emerta, Denis benar-benar hanya seorang bocah yang baru saja tumbuh di matanya.


Andai saja Emerta muncul waktu itu. Mungkin Duke, Diana dan dirinya yang bodoh bisa selamat dark nasib tragisnya. Tapi sayangnya takdir tidak mengizinkan mereka bertemu. Dan karena plot cerita yang semakin berubah-ubahlah yang mempertemukan mereka kembali.


Emerta memandang semua orang dengan mata merendahkan.


"Ayo pergi" katanya kepada semua orang. Jujur saja bertarung dengan orang-orang ini sangat menghabiskan waktu dan energinya.


Tapi Saat mereka ingin meninggalkan aula, sebuah penghalang tidak terlihat menghalanho jalan mereka. Penghalang itu muncul tiba-tiba dan mengelilingi seluruh aula seperti bola transparan.


Emerta menggunakan sihirnya untuk merusak penghalang. Tapi penghalang itu menyerap sihirnya dan menghilang.


"Apa ini?" Eva menyentuh penghalang itu. Dan dia merasa bahwa penghalang transparan itu terasa sangat kenyal lalu dia merasakan arus listrik yang kuat saat dia menyentuhnya. Dia sontak melepaskan jarinya untuk menyentuh benda itu.


Emerta juga bingung. Penghalang sihir ini menyerap sihir miliknya. Dan saat dia menyentuhnya, dia juga bisa merasakan penghalang itu menyerap sihir yang berada di dalam tubuhnya.


"HAHAHAHA!" Tiba-tiba terdengar tawa yang menggelegar dan menarik perhatian semua orang.


Marquis Zent, tokoh yang diabaikan oleh semua orang, berdiri di tengah-tengah aula dan tertawa seperti orang gila.


"Aku akan membawa semua orang hancur bersamaku!" katanya dengan mata merah.


Orang-orang aneh yang menjebaknya memberikan nya sebuah alat sihir aneh. Itu adalah alat sihir untuk menghancurkan diri. Alat sihir ini adalah sebuah bom raksasa! Sebenarnya dia ingin membunuh semua orang dengan alat sihir ini. Tapi karena hidupnya sudah hancur, dia akan membawa kehancuran ke semua orang.


"Marquis, apa yang kau lakukan?" Denis juga kaget. Dia segera menghampiri pria tua itu untuk memukuli nya.

__ADS_1


Tapi Marquis menatap Denis dengan mata mengancam. "Kalau kau bergerak aku akan meledakkan seluruh tempat ini" katanya sambil menggerakkan jarinya untuk memencet sebuah tombol aneh di tangannya.


Denis pun berhenti di tempat.


__ADS_2